KabarNet

Aktual Tajam

Usman Hamid: Silakan Jemput Paksa

Posted by KabarNet pada 27/07/2009

Koordinator lembaga swadaya masyarakat Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, tak takut dengan ancaman kubu Muchdi PR untuk meminta kesaksiannya. “Silakan saja,” kata Usman kepada VIVAnews melalui telepon, Senin 27 Juli 2009.

Usman mengakui memang ada surat panggilan untuknya, namun dia belum sempat untuk memenuhinya. Surat itu sekarang di kantor Kontras, Menteng, Jakarta. “Saya diminta bersaksi,” katanya.

Sebelumnya, pengacara Muchdi Purwopradjono, Lutfi Hakim, menyatakan Usman akan segera dijemput paksa Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Usman dijemput paksa karena tidak pernah memenuhi panggilan Kepolisian Polda Metro Jaya terkait laporan mantan Mantan Deputi V Badan Intelijen Negara, Muchdi Purwopradjono.

“Dari kepolisian kami dapat kabar, surat untuk melakukan penjemputan paksa sudah ada. Tinggal pelaksanaan saja,” kata pengacara Muchdi, Lutfi Hakim saat dihubungi VIVAnews, Senin 27 Juli 2009.

Kasus ini berawal pada Januari 2009, Muchdi melaporkan Usman terkait pernyataannya bahwa Muchdi adalah pembunuh aktivis Munir. Usman juga dinilai mencemarkan nama baik Muchdi saat menyatakan jabatan Muchdi sebagai Komandan Jenderal Kopassus adalah pesanan dari Dewan Perwira. Muchdi juga melaporkan yakni istri Munir, Suciwati dalam kasus ini.

“Tapi surat panggil paksa ini baru untuk Usman,” jelas Lutfi. Ia menghimbau agar Usman segera memenuhi panggilan polisi itu. “Dia (Usman) kan berkali-kali mengatakan siap diperiksa polisi,” kata dia.

Menurut dia, laporan tersebut terkait pernyataan Usman bahwa Muchdi adalah pembunuh Munir. Usman, tambah dia, juga mengatakan jabatan Muchdi sebagai Komandan Jenderal Kopassus adalah pesanan dari Dewan Perwira. “Kami akan melaporkannya ke Kepolisian Daerah, bahkan Markas Besar Polri,” kata Lutfie.

Gugatan itu dilayangkan Muchdi setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membebaskan dirinya dari tuduhan pembunuhan terhadap Munir, 31 Desember 2009. Putusan tersebut sangat jauh dari tuntutan jaksa yang menghendaki Muchdi dihukum 15 tahun pidana. Dalam pertimbangannya, hakim berpendapat jaksa tidak dapat membuktikan dakwaannya bahwa Muchdi telah memerintahkan Pollycapus membunuh Munir.

Munir meninggal dunia di atas pesawat dalam perjalanan menuju Amsterdam dari Jakarta pada 7 September 2004. Kemudian hari diketahui Munir yang bekas Koordinator Kontras itu meninggal karena diracun. (vivanews)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: