KabarNet

Aktual Tajam

Bomber Marriott Datang Naik Taksi

Posted by KabarNet pada 28/07/2009

SBY KANTONGI JARINGAN NOORDIN
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima laporan perkembangan mutakhir kasus bom J.W. Marriott dan Ritz Carlton dari Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Senin (27/7) kemarin. Presiden SBY dan Kapolri membahas pula gembong teroris nomor wahid asal Malaysia, Noordin M Top.

Yang ditangkap sudah banyak. Memang yang lolos seperti Noordin M. Top masih terus dikejar. Ini musuh bersama, kata Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Senin kemarin, menjelaskan hasil pertemuan SBY dan Kapolri.

Kapolri, lanjut Andi, juga memberikan informasi terbaru soal pengejaran dan kemajuan penyelidikan kasus tersebut. Presiden SBY menginginkan semua yang terlibat, termasuk yang sedang diburu dan sudah ditemukan, bisa ditangkap. Insya Allah bisa diungkap, ujar Andi.

Presiden SBY juga memberikan apresiasi dan memerintahkan Polri untuk menggunakan semua petunjuk yang ada untuk membongkar kasus tersebut. Kapori berikan yang terbaru kemajuan-kemajuannya. Sudah banyak kemajuan. Presiden memberikan apresiasi dalam melakukan pengejaran dan selidiki semua clues (petunjuk), bukti-bukti TKP (Tempat Kejadian Perkara), dan lain-lain, katanya.

SBY juga memberikan arahan untuk terus melakukan apa yang sudah dilakukan Polri atas kasus yang menewaskan sembilan orang dan melukai 53 orang lainnya itu. Presiden juga berharap semua yang terlibat dalam pemboman bisa terungkap dan segera diadili.

Kedatangan Kapolri ke Cikeas berbarengan dengan isu dirinya akan dicopot dari jabatannya oleh Presiden. Namun Andi membantah isu tersebut. Saya tidak mau bicara rumor. Kapolri datang ke Cikeas untuk meng-updated laporan dan hasil penyelidikan kasus ledakan, ujarnya.

Selain itu, kata Andi, kedatangan Kapolri ke Cikeas juga karena SBY ingin memberikan arahan-arahan agar segera bisa mengungkap kasus ledakan. Selama ini track record polisi baik dalam menangkap pelaku teror. Presiden hanya ingin secepat mungkin pelaku teror terungkap, katanya.

Dijaga ketat

Suasana pengamanan di sejumlah tempat diperketat pasca peledakan bom J.W. Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli lalu. Begitu pula dengan kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Tidak seperti biasanya, mobil-mobil tamu SBY diperiksa oleh Paspampres. Tidak terkecuali mobil Kapolri Bambang Hendarso Danuri. Saat akan memasuki pintu masuk Puri Cikeas atau sekitar 200 meter dari rumah SBY, Senin, mobil Kapolri pun diperiksa Paspampres dengan metal detector. Bagasi mobil itu pun dibuka.

Kapolri tampak tidak keberatan mobilnya diperiksa oleh petugas. Mobil-mobil rombongan Kapolri juga tidak luput dari pemeriksaan. Bahkan pintu mobil-mobil rombongan Kapolri juga dibuka.

Jumlah personel Paspampres di Puri Cikeas lebih banyak dari biasanya. Tiga panser baru pun terlihat di pintu masuk tersebut.

Selain penambahan personel, sebuah pos polisi baru juga dibangun di 100 meter sebelum pintu masuk Puri Cikeas. Sejumlah polisi tampak berjaga di pos tersebut.

Reka ulang

Sementara itu rekonstruksi bom di Hotel J.W. Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan, mulai digelar Senin kemarin. Pengebom mendatangi hotel itu dengan menumpang taksi.

Pantauan di lokasi, pada adegan pertama, sebuah taksi warna biru muda nopol 2784 BL masuk ke dalam areal Hotel J.W. Marriott. Taksi berhenti di depan hotel.

Tidak lama kemudian, seorang pria berpostur tinggi, kurus, dan berkulit putih turun dari taksi. Pria itu terlihat memakai jaket dan topi warna hitam. Pria itu kemudian berjalan menuju bagasi belakang untuk mengambil tas troli. Setelah itu, pria itu masuk ke dalam hotel. Pengebom terlihat santai.

Adegan rekonstruksi selanjutnya tidak dapat dilihat karena wartawan dilarang masuk ke dalam hotel. Wartawan hanya dapat melihat dari jarak jauh. Lokasi masih dihiasi police line dan dijaga polisi. Hotel J.W. Marriott tampak ditutup. Rekonstruksi ini dihadiri tim Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS), Puslabfor, dan Disaster Victims Identification (DVI).

Sumber yang terlibat dalam reka ulang mengatakan melihat di lobi Marriott, lift, dan restoran ada banyak patung berwarna hitam dan putih. Patungnya ada yang lagi duduk dan berdiri, ujar seorang pekerja kontraktor itu.

Patung-patung tersebut tersebar di beberapa sudut ruangan. Lima patung putih duduk di depan meja. Ada patung berwarna hitam berdiri membawa tas dan troli barang. Ada juga patung di depan patung yang berdiri membawa koper.

Saya mengurusi barang-barang untuk rekonstruksi ini, katanya.

Warga Malaysia

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dilaporkan mengamankan pria yang memiliki empat Kartu Tanda Penduduk, Jusri (29), yang mengaku warga Malaysia. Namun hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan kaitannya dengan jaringan Noordin M. Top.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi Hery Subiansauri, Senin (27/7), mengatakan, awalnya Jusri diamankan jajaran Polres Soppeng karena mengaku Warga Negara Asing asal Malaysia meski tidak dilengkapi dokumen keimigrasian. Kemudian ia dijemput tim Densus 88 Anti Teror, Minggu malam karena mengantongi empat KTP.

Hery mengatakan hasil pemeriksaan sementara dari pendalaman belum ada kaitannya dengan jaringan Noordin M. Top. Statusnya masih terperiksa untuk didalami alasan kenapa memiliki banyak KTP bahkan salah satunya adalah KTP kakaknya, katanya.

Menurutnya, pihak kepolisian selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah, di mana saat ini masih dilakukan pendalaman sebelum mengambil kesimpulan. Penyelidikan dilakukan tim gabungan reserse Polda Sulawesi Selatan, Intel, dan Densus 88 Anti Teror. Hari ini sidik jari Jusri sempat diambil.

Dari penjelasan Hery, pada 22 Juli 2009 lalu Jusri berada di Sengkang bermaksud ke Parepare untuk menyeberang ke Malaysia melalui perjalanan laut. Tetapi ternyata dia malah sampai ke Kabupaten Soppeng. Jusri yang saat itu tanpa arah kemudian mendatangi kantor polisi terdekat untuk meminta perlindungan. Tapi kemudian diarahkan ke Polres Soppeng, di sanalah ia kemudian diinterogasi.

Berdasarkan pengakuan Jusri, dia lahir 7 Juli 1980 Patihi, Desa Sapanang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ia mengaku pernah ke Malaysia tahun 1988 untuk membuka perkebunan kayu kertas.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: