KabarNet

Aktual Tajam

Bank Dunia Terus Menyandera & Menjajah Indonesia

Posted by KabarNet pada 28/07/2009

bank dunia Sri Mulyani serahkan Indonesia untuk disandera bank dunia

Rencana Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian, Sri Mulyani, untuk menambah porsi kepemilikan sahamnya di Bank Dunia, merupakan pemberian kuasa kepada Bank Dunia untuk tetap menjajah Indonesia.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi dan politik, Kusfiardi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 28/7).

“Sama saja dengan meminta Bank Dunia untuk terus menyandera dan menjajah Indonesia. Kecuali kalau dengan penambahan saham itu memberi kewenangan yang lebih luas pada Indonesia untuk mendapat peluang agar utang dihapus. Namun itu tidak mungkin,” kata Kusfiardi.

Menurut Kusfiardi, Indonesia akan terus menerus terjebak utang. Padahal, katanya, biaya untuk pembayaran utang itu akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk kebutuhan dasar rakyat. (Rakyat Merdeka)

Satu Tanggapan to “Bank Dunia Terus Menyandera & Menjajah Indonesia”

  1. Tony Arendo said

    Tolong kepada mas Kusfiardi menjelaskan tentang keberadaan Bank Dunia. Apa itu Bank Dunia? kapan Bank Dunia didirikan? Siapa yang mendirikan Bank Dunia? Mengapa harus ada Bank Dunia? Dimana Bank Dunia itu berada? dan bagaimana Bank Dunia beroperasi?

    Kita melihat Bank Dunia terhadap negara2 di dunia ini seperti layaknya permainan monopoli, dan khusus negara Indonesia sudah dalam kondisi setengah collaps karena sebagian assetnya terjual dan di hipotik, tinggal bankrupt nya aja.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: