KabarNet

Aktual Tajam

Mossad Larang Bunuh Pemimpin, Kecuali Ahmadinejad

Posted by KabarNet pada 04/08/2009

ahmadinejad Seorang mantan direktur Mossad (Badan Intelijen Israel dan Operasi Khusus) menentang pembunuhan dari para pemimpin dunia, namun mengatakan pengecualian terhadap Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad.

Meir Amit, yang meninggal pada bulan Juli tahun ini pada usia 88, membagi beberapa “ketakutannya untuk masa depan Timur Tengah” dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh The Media Line.

Amit, yang mengarahkan beberapa operasi Mossad yang paling terkenal jahat ketika ia menjadi ketua dari organisasi tersebut, berkata dia melihat kegiatan nuklir Iran sebagai jalan menuju ke Perang Dunia III.

“Saya melihat situasi ini seperti Perang Dunia III,” katanya.

“Yakni, semua umat Islam, di seluruh dunia, yang bersatu. Sayangnya, dunia Barat tidak bersatu. Rusia tidak bergerak, China tidak bergerak. Israel hanyalah sebuah titik kecil di dalam gambar. Kita harus melihat bahwa sebagai sebuah perang global dan bertindak sesuai hal tersebut,” Amit menambahkan.

Ia melanjutkan untuk berbicara tentang apa yang diketahuinya mengenai struktur politik Iran, menjelaskan bahwa ia telah dikirim pada misi khusus kepada negara itu di tahun 1960 ketika Israel memelihara ikatan dengan pemimpin Iran.

“Pada waktu itu kami mempunyai hubungan sangat baik dengan Iran. Saya mengadakan pertemuan dengan Shah sekali sebulan. Kami duduk dan berbicara dan membicarakan situasi yang terjadi,” ujar Amit.

Mantan Ketua Mossad itu menambahkan bahwa meskpipun ia tidak menyarankan pembunuhan tokoh politik, ia percaya ada perbedaan dalam kasus yang presiden Iran.

“Secara pribadi saya menentang pembunuhan para pemimpin dunia dan seluruh hidup saya menentang hal tersebut ketika saya adalah ketua Mossad. Tetapi Ahmadinejad berbeda. Dengan semua dia lakukan dengan nuklir, mengatakan Israel harus dihapuskan dari peta dan menyusun konferensi yang membahas tentang Holocaust, yang mana dia menyatakan hal tersebut tidak pernah terjadi. Dari sudut pandang saya, ia adalah seseorang yang tidak boleh hidup bersama dengan kami,” ujar Amit.

Amit menjabat menjadi kepada Mossad pada tahun 1963 hingga 1968. Di bawah kepemimpinannya, badan intelijen ini memainkan peranan yang sangat penting dalam menyebabkan Israel kemenangan di Perang Enam Hari.

Amit dimakamkan di pemakaman Ramat Hasharon pada hari Senin, 20 Juli dengan pemakaman militer penuh. Peti matinya akan diletakan pada Intelijen Corps Memorial di Glilot pada Senin 15:30-17:30 untuk orang-orang yang ingin memberikan penghormatan Amit.

Sementara itu, pernyataannya oleh Amit mengenai pembunuhan Ahmadinejad tersebut sepertinya merefleksikan apa yang telah diungkapkan sebelumnya oleh mantan menteri intelijen Iran Gholam-Hossein Mohseni-Eje’I, bahwa Israel, bekerjasama dengan kelompok separatis Iran, merencanakan pembunuhan Presiden Ahmadinejad.

“Rezim Zionis itu telah bertemu dengan MKO ketika sama-sama berada di Sharm el-Sheikh di Mesir dan bertemu di Paris untuk membunuh Mr Ahmadinejad,” Mohseni-Ejeie yang dikutip oleh Fars News Agency berkata di awal Juli.

Namun, kelompok MKO tersebut telah menetapkan syarat untuk melaksanakan pembunuhan, menteri itu menambahkan. “Mereka meminta bahwa Amerika Serikat dan Barat menghapus nama mereka dari daftar hitam.”

Selain MKO, kelompok lain yang didekati oleh pejabat Israel menurut menteri intelijen tersebut, adalah kelompok bersenjata berbasis Pakistan, yang dikenal sebagai ‘Jundallah’. (Suara Media)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: