KabarNet

Aktual Tajam

Tanpa Malu, Israel Buka Borok Kejahatan Sendiri

Posted by KabarNet pada 04/08/2009

fosfor Israel mengakui bahwa pihaknya memang mempergunakan bom fosfor putih dalam aksi pembantaian di Jalur Gaza pada awal tahun ini, namun Israel berkilah dan mengatakan bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan hukum internasional.

Pengakuan tersebut dituangkan dalam sebuah dokumen setebal 163 halaman yang diterbitkan oleh kementerian luar negeri Israel pada hari Kamis lalu, sebelum keluarnya laporan resmi PBB minggu depan.

Tentara Israel mempergunakan amunisi yang mengandung fosfor putih dalam perang Gaza, demikian dituliskan dalam dokumen tersebut,

namun Israel menyangkal bahwa pihaknya telah melanggar hukum internasional dan mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah menembakkan senjata semacam itu ke wilayah padat penduduk.

Sherine Tadros, wartawan Al Jazeera yang melaporkan dari Yerusalem, mengatakan bahwa pasukan Israel pada awalnya menyangkal penggunaan fosfor putih, sebuah bahan kimia yang menyebabkan luka bakar yang dalam.

“Dalam perang tersebut, ketika kami pertama kali melihat adanya bahan fosfor putih, tentara Israel membantah dan mengatakan bahwa senjata yang mereka pergunakan sejalan dengan hukum internasional, Israel tidak pernah mengatakan kepada kami apakah pihaknya menggunakan fosfor putih atau tidak,” katanya.

“Ketika serangan Israel berlanjut, tampak dengan amat jelas dalam tayangan televisi bahwa bahan yang mereka pergunakan memang fosfor putih. Sementara militer Israel bersama dengan juru bicara pemerintah, mengatakan kepada kami bahwa [fosfor putih] memang telah dipergunakan.”

“Israel selalu mempergunakan dalih yang sama, bahwa penggunaan fosfor putih tersebut mereka lakukan tanpa melanggar peraturan perang; hal tersebut berarti bahwa – menurut Israel – bom fosfor putih tidak dipergunakan ditengah populasi penduduk sipil dan (bom fosfor putih) hanya dipergunakan untuk menimbulkan kabut asap dengan ‘sah’.”

Berdasarkan hukum internasional, penggunaan bom fosfor putih diperkenankan, namun hanya sebagai selimut asap untuk mengaburkan pandangan dan menutupi pergerakan tentara.

Laporan dari pemerintah Israel tersebut disampaikan menyusul adanya tuntutan dari PBB dan kelompok hak asasi manusia yang menyatakan bahwa pasukan Israel telah melakukan kejahatan perang dan melanggar hukum internasional dalam pembantaian Gaza.

Para pejabat PBB juga mengatakan bahwa mereka memiliki bukti nyata mengenai penggunaan fosfor putih dalam sebuah serangan terhadap gedung bantuan PBB di Gaza yang mencederai tiga orang.

child Namun pemerintahan Israel melindungi kampanye militernya dan menyatakan bahwa serbuan militer dan pembantaian Gaza adalah sebuah hal yang “perlu dilakukan” dan “setimpal” untuk “membalas” serangan roket Hamas.

“Israel memiliki “hak dan kewajiban” untuk melakukan serangan militer di Gaza untuk menghentikan tembakan roket dan mortir Hamas,” demikian kata pemerintah Israel.

Pemerintahan Israel juga mengatakan bahwa pihaknya tengah “menyelidiki” 100 keluhan tindakan yang tidak pantas yang dilakukan oleh serdadu Israel dalam pembantaian yang dilakukan Israel selama tiga minggu dan dimulai pada tanggal 27 Desember.

Koresponden Al Jazeera mengatakan bahwa laporan tersebut disampaikan menyusul adanya sejumlah testimonial dari para saksi mata dan kelompok hak asasi manusia mengenai kejahatan perang Israel.

“Apa yang kami saksikan dalam beberapa bulan terakhir sejak usainya perang, adalah beragam laporan lembaga hak asasi manusia dari Amnesti Internasional, PBB, kelompok pengawas hak asasi manusia, bahkan kesaksian yang keluar dari mulut para tentara sendiri,” katanya.

“Yang menghubungkan semuanya adalah tidak adanya keseimbangan dalam penggunaan serangan brutal terhadap populasi masyarakat sipil di Gaza.”

John Ging, kepala United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) di Gaza, menyambut laporan tersebut sebagai sebuah “pengakuan” bahwa sebuah penyelidikan harus dilakukan untuk mengungkap apa yang terjadi dalam konflik Gaza.

Namun dia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa proses tersebut memakan waktu yang terlalu lama.

“Yang kami perlukan adalah sebuah penyelidikan independen yang hasilnya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan,” katanya.

“Harus terlebih dahulu dinyatakan bahwa penyelidikan yang dilaksanakan dapat dipercaya oleh kedua belah pihak. Demikian halnya dengan dokumentasi yang rapi.”

“Harus dipastikan bahwa peraturan internasional diterapkan dan ditegakkan dengan adanya kepercayaan dari kedua kubu.”

Israel berulangkali menegaskan bahwa pasukannya tidak melanggar hukum internasional dalam perang yang berakhir pada bulan Januari lalu. Pihak Palestina mengatakan bahwa ada 1.417 orang warga Palestina yang dibantai, sebagian besar diantaranya merupakan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Namun Israel berkelit dan menyatakan bahwa jumlah korban yang jatuh lebih sedikit, dan hanya 295 orang yang merupakan warga sipil. (Suara Media)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: