KabarNet

Aktual Tajam

Hina Nabi Muhammad, Ket Partai Diganjar Hukuman

Posted by KabarNet pada 07/08/2009

Pemerintah Austria mendakwa ketua partai sayap kanan Freedom Party atas tuduhan menumbuhkan kebencian berdasarkan agama, namun beberapa pihak mengatakan dakwaan itu telah mengorbankan kebebasan seseorang untuk berpendapat.

Tahun 2008, Susanne Winter menjadi sosok yang dibenci di kalangan komunitas Muslim Eropa.

Ia memberitahu anggota partainya jika Nabi Muhammad hari ini masih hidup, ia akan dianggap sebagai pedofil. Austria, ia peringatkan, sedang menghadapi “gelombang tsunami imigrasi Islam”.

“Selama lebih dari 10 tahun kita telah menjadi partai terbesar ketiga di Austria, jadi saya tahu orang-orang sependapat dengan kita. Partai-partai ‘mainstream’ terjebak dalam kebenaran politik. Kita tidak takut bertindak, kita menumbuhkan kekhawatiran sesungguhnya dari orang-orang yang normal,” ujar Winter.

Para politikus Austria dan presidennya segera mengecam pernyataan tersebut. Hukuman dua tahun penjara karena menyebarkan kebencian agama dan denda sebesar €24.000 pun menyusul.

Muslim Austria merasa senang dengan hukuman tersebut – sebuah kemenangan dalam perjuangan melawan, apa yang mereka sebut, meningkatnya penyebaran tren berbahaya di seluruh benua.

“Rasialisme budaya yang baru adalah Islamophobia. Dalam hal ini, kami prihatin terhadap situasi di Eropa, namun terutama terhadap situasi di negara kita,” ujar Tarafa Baghajati dari Inisiatif Muslim Austria.

Eropa terbelah posisinya mengenai Islam. Pendukung politikus Belanda Geert Wilders menggambarkan keputusan Inggris untuk mencekal Wilders karena retorikanya yang anti Islam dianggap menjijikkan dan seperti pengecut. Di Jerman, kurangnya pemberitaan mengenai pembunuhan Marwa el Sherbini memicu kemarahan di negara asalnya, Mesir.

Austria sendiri tidak asing lagi dengan perdebatan tentang Islam. Dalam beberapa tahun terakhir, perpolitikan negara ini telah terpecah antara kelompok moderat dan nasionalis. Partai-partai sayap kanan memperkuat posisi mereka dengan memanfaatkan ketakutan akan imigrasi masal dari negara-negara Muslim. Hingga kematiannya tahun lalu, sosok sayap kanan yang kontroversial, Jorg Haider, adalah anggota parlemen Austria yang paling populer.

Bagaimanapun, istri Tarafa Baghajati merasa negara ini masih memiliki hubungan yang lebih baik dengan Muslim dibandingkan Jerman, misalnya. Carla, yang masuk Islam tahun 1989, melepaskan kewarganegaraan Jermannya.

“Saya senang dengan peran yang kami miliki sebagai Muslim di Austria dan adanya pengakuan secara resmi. Saya benar-benar berterima kasih bahwa kita memiliki dasar untuk sebuah dialog institusional. Dan itu berhasil dengan baik, terutama dalam kasus-kasus seperti Susanne Winter,” ujar Carla Baghajati.

Namun, beberapa kalangan tidak melihat kasus Winter sebagai sebuah serangan terhadap Islam, tapi sebagai kebebasan untuk berpendapat. Sebuah website berita alternatif mendukung Winter dan, untuk alasan serupa, menerbitkan kembali kartun Belanda yang kontroversial tentang Nabi Muhammad, dua tahun lalu, mengatakan mereka sedang berjuang melindungi nilai-nilai tradisional Eropa.

“Jika kau seorang wanita, Yahudi atau homoseksual, kau punya masalah dengan Islam. Kami merasa semua ide ini bertentangan dengan apa yang kami percaya sebagai hak asasi manusia,” ujar Dr. Christine Dietrich dari website “Politically Incorrect”.

Islamic Center Wina, dibangun tahun 1979 di pinggiran kota, adalah satu dari dua Masjid di seluruh Austria yang tampak seperti Masjid, sementara yang lainnya hanya berupa bangunan biasa. Ini mengejutkan, mengingat bahwa untuk negara sekecil itu komunitas Muslimnya yang kuat berjumlah 400.000 orang membentuk hampir 5% dari total populasi mereka.

Austria dan seluruh Eropa sedang berada di persimpangan jalan dalam hubungannya dengan Islam. Ketiadaan simbolisme arsitektural yang tampak nyata memicu emosi yang berpotensi akan meledak di antara kedua pihak. (Suara Media)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: