KabarNet

Aktual Tajam

Hizbullah Jangkau Australia, Amarah Yahudi Meluap

Posted by KabarNet pada 07/08/2009

hizbullah Australia telah mengubah dua buah keputusan yang dibuat sebelumnya, kini Australia memperkenankan jaringan televisi satelit Hizbullah, Al Manar, untuk disiarkan di negara tersebut. Kontan saja, kelompok-kelompok Yahudi berang dengan keputusan tersebut.

Pihak berwenang yang menangani masalah komunikasi dan media (ACMA) mengatakan bahwa jaringan televisi yang berbasis di Libanon tersebut sama sekali tidak melanggar standar anti-terorisme di Australia, meski jaringan tersebut dilarang di AS, Perancis, Spanyol dan Jerman. Sementara larangan Australia terhadap kelompok Hizbullah masih tetap dinyatakan berlaku.

ACMA sebelumnya menghentikan penyiaran Al Manar dan mengadakan penyelidikan tahun lalu setelah agen pemberitaan The Age memperingatkan bahwa Al Manar menjangkau Australia dari Indonesia. Kaum Yahudi mengatakan bahwa Al Manar kerap menyebut Yahudi sebagai bangsa keturunan monyet dan babi.

ACMA menjelaskan bahwa pihaknya sudah memonitor Al Manar selama satu minggu penuh pada tahun lalu dan mengatakan bahwa pihaknya hanya menemukan referensi kepada kelompok Hizbullah namun tidak ada upaya untuk merekrut gerilyawan atau kampanye untuk menggalang dana.

Presiden dari Dewan Eksekutif Yahudi Australia, Robert Goot mengatakan bahwa dirinya akan melayangkan keluhan resmi terhadap keputusan itu dan menyampaikannya kepada kementerian komunikasi. Kelompok Yahudi tersebut mengatakan bahwa Al Manar menyuarakan sikap anti-Semit, dan menggelorakan retorika anti-Israel dan anti-AS dengan stereotipe anti-Semit.

Direktur dewan urusan Yahudi Australia/Israel, Colin Rubenstein, mengatakan bahwa keputusan tersebut amat dia sesalkan, namun dirinya mengaku tidak terkejut dengan keputusan ACMA tersebut karena regulasi-regulasi dari lembaga tersebut memang lemah. “Kebencian, hasutan untuk melakukan kekerasan dan rasisme yang ditayangkan Al Manar, jelas-jelas adalah sikap anti-Semit. Dan upayanya untuk menggalang dana bagi organisasi “teroris” masih belum berubah dalam beberapa tahun terakhir,” katanya berapi-api.

“Melemahnya regulasi Ama dikarenakan standar anti-teror yang direvisi pada bulan Desember lalu, amat sangat tidak efektif dalam menangani isu hasutan dan penggalangan dan untuk menebar teror,” tambahnya.

Robert Goot mengatakan bahwa kekhawatirannya bukan karena televisi yang berbasis di Libanon tersebut telah melanggar undang-undang “anti-teror”, namun lebih dikarenakan sikap anti-Semit yang disebarkannya.

“Kami masih tetap fokus pada cara memandang program mereka sehubungan dengan udnang-undang diskriminasi ras,” katanya. “Jika program-program yang ditayangkan oleh Al-Manar mengandung isi yang sama dengan sebelumnya, maka jelas ada kekhawatiran dan hal tersebut harus ditindak meurut undang-undang yang berlaku.”

Goot merujuk pada materi yang ditayangkan Al-Manar yang menyerukan penghapusan Israel.

Al Manar TV telah menyewa satelit Palapa C2 Indonesia melalui operatornya, PT Indosat dalam sebuah kontrak yang akan berakhir pada tahun 2011 mendatang, demikian menurut keterangan juru bicara Indosat, Adita Irawati.

Pemerintah AS melarang keras televisi Al-Manar pada tahun 2006. “Al-Manar dan rekan-rekannya adalah bagian dari Hizbullah,” kata Tristram Perry, seorang pejabat diplomasi publik di kedutaan besar AS di Jakarta.

Perry mengatakan bahwa stasiun televisi tersebut menyuarakan kekerasan dan kebencian. Pemerintah AS secara tidak resmi menyarakan kekhawatiran mereka terhadap para pejabat pemerintah di Jakarta mengenai penayangan Al-Manar dari Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, katanya.

Kekhawatiran tersebut ditampik oleh menteri komunikasi dan informatika, Muhammad Nuh, yang menyebut penyiaran tersebut murni masalah kesepakatan bisnis. Nuh menambahkan bahwa saluran televisi seperti BBC juga mempergunakan satelit Palapa. Pemerintah Indonesia memegang 14 persen saham Indosat dan memiliki hak untuk memveto kebijakan-kebijakan strategis.

Satelit Palapa milik Indonesia dipergunakan untuk memancarkan siaran Al-Manar ke China, Asia Tenggara dan Australia. (Suara Media)

2 Tanggapan to “Hizbullah Jangkau Australia, Amarah Yahudi Meluap”

  1. kadzim said

    sebab diantaranya tv ALMANAR kan punya documents peperangan yang menunjukan bagaimana partai hizabullah dua kali dapat menundukkan negara israel yang katanya terkuat di timur tengah saat perang tahun 2000 dan 2006.

    itulah yang membuat israel kebakaran jenggot ketika mengetahui australia telah merubah keputusannya berkenaan dengan tv ALMANAR.

  2. shahil said

    Assalaamualaikum dan salam hormat.

    Apa yang ditulis di atas membuktikan bahawa maklumat yang tersumbat ke dalam telinga umat buakn Islam dan umat Islam talibarut mereka, sebahagian besarnya adalah palsu…

    Contoh yang paling tepat ialah kerajaan Barat sangat marah kepada rangkaian TV al-Jazeera kerana melaporkan berita yang bertentangan dengan pembohongan maklumat itu.

    Bagus jika Australia agak toleran supaya semua umat bukan Islam akan mendapat dua maklumat berbeza, dan mereka boleh menilainya.

    Saya suka sekali jika Indonesia juga membuka stesen TV al-Manar dan al-Jazeera.

    Wassalam

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: