KabarNet

Aktual Tajam

Mayat-Mayat Afghanistan Buktikan Kebohongan NATO

Posted by KabarNet pada 07/08/2009

nato Pasukan NATO pada hari Rabu lalu membantah telah membunuh empat warga sipil dalam sebuah serangan udara di selatan Afghanistan, mengklaim bahwa yang mereka bunuh adalah para pejuang.

Penduduk lokal yang marah membawa keempat jenazah ke Kandahar sebagai bukti kebohongan NATO, lantas memperlihatkannya pada pemerintah propinsi, dua minggu sebelum pemilihan presiden.

Mereka mengatakan warga yang tewas, termasuk tiga anak laki-laki dan seorang pria dewasa yang berasal dari satu keluarga, terbunuh ketika sedang tidur pada Selasa malam oleh sebuah helikopter yang menjatuhkan bom tepat di atas rumah mereka.

Koresponden Reuters yang melihat jenazah-jenazah itu mengatakan dua di antaranya terlihat seperti masih berusia remaja, dan dua lainnya tidak dapat dikenali lagi kondisi fisiknya. Wartawan tersebut tidak dapat mengkonfirmasi secara independen penyebab kematian mereka.

Kemarahan penduduk Afghanistan terhadap pasukan asing muncul karena tingginya angka kematian dari warga sipil akibat serangan militer mereka. Ini yang kemudian menjadi sumber perpecahan antara Kabul dengan pendukung Baratnya.

Seorang juru bicara pasukan pimpinan NATO di Kabul mengkonfirmasi bahwa aliansi telah melakukan serangan udara di distrik Arghandab, Kandahar, semalam penuh. Ia tidak memberikan detail lebih lanjut tentang jumlah korban tewas atau penyebab dilakukannya serangan.

“Mereka adalah warga sipil yang terbunuh ketika sedang tidur,” ujar Jan Mohammad, seorang sesepuh desa dan salah satu orang yang ikut membawa jenazah mereka ke Kandahar.

“Setiap kali mereka (pasukan asing) mengebom dan membunuh kami, kemudian dengan enteng mengatakan bahwa itu adalah sebuah kesalahan,” ujar Abdul Baqi, seorang penduduk Arghandab, kemudian menambahkan, “Pemerintah harus berbuat sesuatu mengenai hal ini, atau mereka harus membiarkan kami berbuat sesuatu.”

Dua orang warga lainnya terluka dalam serangan malam itu dan dibawa ke rumah sakit di Kandahar, ujarnya.

Rabu pagi, sebuah bom di tepi jalan membunuh lima warga sipil di sebuah area sebelah timur propinsi Nangahar. Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas bom ini. Namun, pejuang Taliban dikenal banyak mengandalkan bom tepi jalan sebagai bagian dari kampanye mereka membebaskan Afghanistan dari pasukan asing.

Bulan Juni lalu, mortir milik pasukan NATO membunuh dua warga sipil Afghan dalam pertempuran dengan pejuang militan di timur Afghanistan, sementara sebuah ledakan bom membunuh seorang tentara Inggris di wilayah selatan.

Pertempuran di propinsi Kunar itu dimulai ketika para pejuang militan menyerang pasukan NATO. Pasukan aliansi kemudian melemparkan mortir sebagai balasan, membunuh dua warga sipil dan melukai lima orang lainnya.

Pernyataan dari pihak pasukan NATO tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang bentrokan itu atau apakah ada pemberontak yang terbunuh dalam baku tembak. Mereka mengatakan sedang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Mengenai tentara Inggris yang tewas dalam sebuah ledakan bom di wilayah selatan, menteri pertahanan Inggris mengatakan prajurit tersebut berasal dari Batalion Black Watch Resimen Kerajaan Skotlandia.

Secara terpisah, empat warga sipil Afghan lainnya tewas di Kunar ketika sebuah truk bertabrakan dengan kendaraan NATO. Pihak NATO juga tidak memberikan penjelasan lebih jauh terkait detail kecelakaan.

Korban tewas dari warga sipil menjadi topik hangat selama operasi militer internasional di Afghanistan. Presiden Hamid Karzai pun telah berulangkali meminta pasukan asing menghindari jatuhnya korban sipil.

Jenderal Stanley McChrystal dari AS, komandan NATO di Afghanistan, juga telah memerintahkan pasukan aliansi untuk membatasi penggunaan senjata udara mereka, dengan prioritas utama mereka adalah operasi anti Taliban.

Minggu lalu PBB mengatakan 1.013 warga sipil telah terbunuh antara bulan Januari hingga Juni tahun ini, meningkat 24% dari 818 warga yang tewas dalam periode yang sama tahun lalu.

Pendudukan pasukan pimpinan AS itu telah meningkatkan kekerasan di Afghanistan, memicu kemarahan dari penduduk, dan meningkatkan tekanan terhadap Hamid Karzai, presiden negara tersebut. (Suara Media)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: