KabarNet

Aktual Tajam

Andai Bukan Noordin M.Top yang Tertembak Mati?..

Posted by KabarNet pada 08/08/2009

pemburu Drama pengepungan sebuah rumah di daerah persawahan Desa Beji, Temanggung, Jawa Tengah, sejak tadi malam (Jumat, 7/8) hingga pagi tadi (Jumat, 8/8) telah menyihir kita semua.

Pengepungan dan aksi dar der dor yang ditayangkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi memicu adrenalin kita semua yang menyaksikan. Membuat banyak dari kita mengalihkan perhatian dari duka cita yang beberapa jam sebelumnya kita rasakan: kematian penyair WS Rendra. Juga mengalihkan perhatian kita dari sekian banyak kejadian dan peristiwa sesaat sebelumnya: kasak kusuk menjelang pembentukan kabinet SBY-Boediono, rekonstruksi pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen yang melibatkan Antasari Azhar dan caddy wanita Rani Juliani, atau kemelut di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang untuk sementara masih dipimpin Antasari.

Aksi tembak menembak itu sedemikian kuatnya menahan mata kita di layar kaca. Laporan demi laporan reporter dari lokasi pengepungan terdengar seperti simponi indah dari zaman Barok (1600-1750), Klasik (1740-1830) maupun Zaman Romantik (1815-1910), yang bergantian bersahutan.

Otak kecil kita yang terbiasa menyaksikan film-film perang ala Hollywood juag tersandera oleh kepiawaian penata acara yang berkali-kali memutar ulang rekaman adegan sejumlah anggota Densus 88 menembaki rumah milik Mohzahri yang berada persis di pinggir sawah di Desa Beji itu.

Seperti anggota polisi yang mengepung rumah itu sejak kemarin dan anggota masyarakat juga wartawan yang meliput langsung pengepungan itu, kita yang berada di rumah pun ikut bertepuk tangan, bersuit-suitan menyambut kabar yang belum pasti: Noordin Moh. Top yang dikononkan gembong teroris itu mati.

Drama 18 jam itu ditutup oleh adegan Noordin nyungsep di kamar mandi, tempat pertahanan terakhirnya. Sebuah peluru menghujam dadanya tembus ke punggung. Adegan itu tak ada di layar kaca. Ia ada di benak kita, dikonstruksi oleh berbagai kabar yang sampai ke telinga.

Polisi membawa keluar dua kantung mayat. Masih belum pasti mayat siapa, tapi kabar baru terdengar lagi: satu dari kantong mayat itu membawa tubuh Noordin. Mayat dua orang yang tewas di Temanggung itu dibawa ke kamar mayat RS Polri Sukamto di Jakarta Timur. Mereka menyusul Ari Setiawan dan Eko Peyang yang beberapa jam sebelumnya tewas dalam pengepungan di Jatiasih, Bekasi.

Tetapi, sekali lagi belum ada kabar pasti soal kematian Noordin.

Adalah Presiden SBY yang akan memberikan keterangan mengenai hasil pengepungan di Temanggung itu, kurang dari 30 menit lagi.

Tetapi sebelum itu, patutlah kita semua bertanya: bagaimana bila bukan Noordin yang tertembak mati tadi pagi?.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: