KabarNet

Aktual Tajam

Detik-Detik Polisi Menemukan ‘Rumah Noordin’

Posted by KabarNet pada 08/08/2009

densus-88 Perburuan tersangka Noordin M Top yang dilakukan Detasemen Khusus 88 Antiteror sampai di sebuah rumah di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Di rumah yang terletak di tengah sawah itu, sang buron dan beberapa pendukungnya diduga berada.

Mulai pukul 17.00 WIB, Jumat 7 Agustus 2009, polisi mengepung rumah yang diketahui milik Muzahri, seorang petani dan pensiunan guru. Baku tembak tak terhindarkan, sebab ternyata para penghuni rumah memiliki senjata api.

Bagaimana bisa polisi menemukan rumah yang diduga jadi persembunyian Noordin?

Seperti ditayangkan tvOne, peristiwa hari ini diawali penangkapan seorang warga, identitasnya dirahasiakan, di Pasar Probomulyo Jumat pagi. Warga tersebut lalu diminta untuk menunjukan rumah pemilik bengkel sepeda Indra dan Aris.

Dari situlah polisi lalu menuju sebuah rumah di yang berada di tengah sawah dan dikelilingi pepohonan. Rumah tersebut milik Muzahri (70), seorang petani dan pensiunan guru. Muzahri adalah ayah dari Tatag, tersangka kasus teroris, yang tiga tahun lalu ditangkap Densus 88.

Disitulah Noordin diduga bersembunyi. Baku tembak tak terhindari sejak pukul 17.00, tak hanya polisi yang memberondong rumah tersebut, ke atas dan ke arah dinding rumah. Para penghuninya, yang diduga berisi empat orang, pun tak mau kalah dan melepaskan tembakan.

Polisi menduga ada granat aktif dan bahan peledak di dalam rumah tersebut, yang siap meledak.

******
Pasca terjadinya serangan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli 2009, polisi makin gencar melakukan pengejaran terhadap kelompok Noordin M Top. Sebelumnya penyisiran polisi fokus di Cilacap, Jawa Tengah.

Polisi menangkap sejumlah pengikut Noordin diantaranya Safuddin Zuhri dan Bahrudin Latif alias Baridin. Baridin adalah ayah dari Ariana Rahma alias Arina yang diduga merupakan istri ketiga Noordin M Top.

Namun, jika benar Noordin ada di rumah tersebut, maka perburuan Noordin akan berakhir di Temanggung.

Temanggung bukan nama baru dalam peta terorisme. Pasca ledakan di Jakarta, Temanggung sempat disebut-sebut. Kota ini adalah tempat asal Nur Said alias Nur Hasbi, alumni Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebelumnya Nur Said disebut-sebut sebagai orang yang diduga melakukan bom bunuh diri di Hotel Marriott.

Namun, keterangan polisi akhirnya menyebut pelaku di Marriott bukan Nur Said. Meski demikian, dimana Nur Said masih misterius.

Masih soal Temanggung, di kota itu polisi pernah menemukan bom rakitan aktif yang ditemukan di Desa Lembujati Kecamatan Gemawan, Kabupaten Temanggung. Bom itu dirakit oleh Abdul Hadi, teroris yang tewas dalam penggerebegan oleh tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri di Wonosobo, Sabtu 29 April 2006.

Polisi juga menangkap Mustafirin dan Sholahudin di di Desa Binangun, Kecamatan Keretek, Wonosobo. Dua teroris lain yakni Jabir alias Gempur Budi Angkoro dan Abdul Hadi tewas.

Dalam pernyataan yang mengatasnamakan ‘Amir Tandzim Al Qo’idah Indonesia Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah’, pengeboman di Ritz Carlton didekasikan untuk Jabir. “Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : “SARIYAH JABIR”.”

Jabir alias Gempur Budi Angkoro ikut tewas dalam penggerebekan polisi 29 April 2006 di Wonosobo, Jawa Tengah. Anggota JI dari Madiun, sepupu Fathur Rahman al-Ghozi, menempuh pendidikan di Ngruki 1993-1996, lulusan dan mengajar di pesantren Darusysyahada.

Dia terlibat sejak awal dalam membantu Noordin lolos penangkapan. Mungkin juga bertanggungjawab atas perekrutan Salik Firdaus, pelaku bom bunuh diri di Bom Bali II. (viva news)

3 Tanggapan to “Detik-Detik Polisi Menemukan ‘Rumah Noordin’”

  1. lagi2 lagi dunia pesantren tercemar, sungguh menegakkan kebenaran perlu pengorbanan yang tidak sedikit… kejanggalan saya, kenapa mereka selalu mengatas namakan ISLAM??? thankz brow…

  2. Itu tidak janggal mas memang kenyataan. Kalau Pesanttren itu sedang mempersiapkan teroris. Kalau memang benar…. itu bukan fitnah mas. Masak maling dibilang maling disebut fitnah????? Kalau enggak percaya datang saja ke ponpes Abu Bakar Baasyir di solokuro.

  3. kadzim said

    Saya masih beranggapan Jhony orang yang waras / normal, tidak ada gangguan jiwa sebelum Jhony menulis -> Tapi kalau saya… saya berani debat sama kau semua orang Islam… berdasarkan al qur’an yang berbahasa arab dan Alkitab PL yang berbahasa Ibrani dan Alkitab PB yang berbahasa Yunani.

    Jika kalimat itu ditulis dari awal, tidak mungkin saya akan lanjutkan perdebatan dengan Jhony, lain kali sebelum debat dengan orang kristen, saya akan minta dia membawa surat keterangan dari dokter jiwa yang menyatakan dia tidak ada gangguan jiwa.

    Itu saya tulis bukan untuk menghina, tetapi Jhony memang mengalami gangguan jiwa yang dahsyat.

    orang waras tidak akan menulis sebagai berikut ->Tapi kalau saya… saya berani debat sama kau semua orang Islam… berdasarkan al qur’an yang berbahasa arab dan Alkitab PL yang berbahasa Ibrani dan Alkitab PB yang berbahasa Yunani.

    Dan jika saya masih melayani Jhony lagi, artinya tidak ada bedanya antara Jhony dengan saya 🙂

    Semoga umat kristen bahagia dengan hasil perdebatan yang mematikan dalil agama karya Saulus / Paulus.

    Terima kasih.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: