KabarNet

Aktual Tajam

IDF Geram, Yahudi Dipaksa Biayai Ongkos Bunuh Diri

Posted by KabarNet pada 08/08/2009

settler Sebuah kebijakan baru yang dilontarkan oleh para jaksa penuntut dari IDF (pasukan pertahanan Israel) akan mengharuskan kaum Yahudi untuk membiayai sendiri ongkos pengusiran mereka. Demikian halnya dengan rumah mereka yang akan diratakan dengan tanah. Proposal tersebut akan mengharuskan seluruh penduduk dari wilayah Yahudi yang ilegal di Judea dan Samaria untuk membayar jika mereka membangkang dan tidak mau meninggalkan wilayah tersebut ketika diminta untuk melakukannya oleh para petugas keamanan.

Proposal tersebut telah dikirimkan kepada para jaksa penuntut negara, yang diharapkan dapat segera memutuskan apakah mereka akan memberikan dukungan di masa mendatang.

Rancangan undang-undang tersebut bertujuan untuk mengurangi hujan tentangan mengenai penghancuran pemukiman terluar Yahudi (dimana kaum Yahudi berkumpul dan tinggal dalam karavan), yang mereka (para pemukim) anggap sebagai upaya pemerintahan untuk memaksa mereka “bunuh diri”.

Ada lusinan “kota-kota” kecil dan pemukiman terluar yang dibangun Yahudi telah dibidik untuk diratakan dengan tanah. Para aktivis Yahudi kala itu langsung memprotes perintah penghancuran tersebut dengan cara menciptakan koloni parasit baru dan menempatkan sejumlah karavan baru untuk ditinggali. Namun seluruhnya kini harus dihancurkan hingga tidak berbekas.

Para aktivis Yahudi telah melibatkan diri mereka dalam upaya hukum untuk menentang pembongkaran tersebut. Pada hari Kamis, para penduduk Hebron melayangkan protes mengenai diusirnya keluarga-keluarga Yahudi dari pasar Hebron yang terjadi dua tahun sebelumnya.

Tuntutan hukum tersebut dilayangkan hanya berselang beberapa hari setelah para penduduk Yad Yair menuntut sejumlah pejabat senior IDF karena telah melakukan pengusiran secara ilegal terhadap bangsanya sendiri.

Para penduduk Yad Yair juga mengatakan bahwa personil IDF berbohong mengenai niatan mereka, dan bahwa IDF telah mengabaikan hak para penduduk untuk memberikan sanggahan.

Para pejabat negara telah mengatakan bahwa mereka akan mendukung penuh upaya IDF dalam kasus tuntutan hukum yang dilayangkan oleh kaum Yahudi Judea dan Samaria.

Bulan Juni lalu, ketika dua orang komandan tertinggi tentara Israel yang berada di Tepi Barat menerima surat ancaman, tentara Israel langsung mencurigai bahwa surat ancaman tersebut berasal dari kaum Yahudi.

Kaum Yahudi menuliskan surat ancaman kepada tentaranya sendiri karena mereka merasa geram mengenai penghancuran dari sejumlah pemukiman terluar Yahudi yang memang tidak sah secara hukum.

Dalam salah satu surat ancaman tersebut, ada yang bahkan membandingkan para prajurit Israel dengan Nazi, lalu menyebut tentara Israel adalah Yahudi dengan jiwa yang celaka, mengingatkan kembali kepada Judenrat (bahasa Jerman yang artinya dewan Yahudi, Judenrat adalah lembaga administratif Yahudi yang diharuskan pembentukannnya oleh Jerman.)

Ada lagi yang menuliskan, “Kami tahu dimana rumah kalian. Kami pasti akan membalas kalian beserta seluruh anggota keluarga kalian.”

Ancaman tersebut, disertai dengan kekerasan yang dilakukan oleh kaum Yahudi, dilakukan untuk menghambat proses evakuasi dari hunian ilegal yang dibangun Yahudi. Pertikaian antar sesama Yahudi tersebut membuat pemerintah Israel resah.

Amukan para pemukim terhadap rakyat Palestina, properti pribadi dan pasukan keamanan Israel telah menjadi fokus dari permasalahan yang dihadapi Israel ketika pemerintah memutuskan untuk mengevakuasi lebih banyak hunian terluar Yahudi di Tepi Barat dan harus berkonfrontasi dengan para Yahudi ekstrimis. Tentangan tersebut menjadi kian akut seiring dengan adanya tekanan dari Washington untuk membekukan pertumbuhan pemukiman Yahudi ilegal.

Meski para pemukim radikal tidak berjumlah terlalu besar, menghadapi mereka adalah sebuah tugas yang sullit bagi pemerintah Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, penghancuran hunian ilegal selalu diiringi dengan kekerasan dari para ekstrimis. Dan mereka seringkali membandel dan membangun kembali tempat tinggalnya setelah wilayah tersebut tidak lagi diawasi oleh pasukan keamanan.

Yizhar Beer, direktur kelompok pengawas ekstrimis yang diberi nama Keshev, mengatakan bahwa masalah sebenarnya bagi pemerintah adalah bahwa para pemukim radikal mempergunakan taktik gerilya, mereka menyebar dan membuat lelah pasukan Israel.

Sejumlah pihak menuding lemahnya keinginan politik untuk melakukan pengusiran. Pemerintah baru Israel tidak mengingkari janji untuk membongkar pemukiman terluar yang ilegal, dan pada tahun 2005, sebuah laporan pemerintah yang ditulis oleh mantan jaksa pemerintah, Talia Sasson, menemukan bahwa ada dana sebesar $18 juta yang diberikan pemerintah untuk membangun pemukiman, pengucuran dana tersebut dilakukan dalam rentang waktu antara tahun 1996 dan 2004.

“Ketika orang-orang (Yahudi) melihat bahwa tidak ada penegakan hukum, maka mereka akan menganggap bahwa mereka bisa mengambil tanah yang bukan milik mereka dan mendirikan hunian di atasnya tanpa persetujuan pemerintah, dan tidak ada yang melakukan apa-apa terhadap mereka. Mereka bisa saja datang dan menembak warga Palestina, karena mereka melihat bahwa tidak ada yang mempedulikannya,” kata Sasson.

Mark Regev, juru bicara kantor perdana menteri mengatakan, “Kita sedang membicarakan mengenai orang-orang yang bisa berubah menjadi beringas, jadi sudah menjadi tigas bagi dinas keamanan dan intelijen untuk memastikan bahwa orang-orang ini diawasi dengan ketat dan mereka tidak bisa main hakim sendiri.”

“Kami tidak bisa meremehkan ancaman dari para Yahudi ekstrimis. Kami pernah kehilangan seorang perdana menteri (Yitzhak Rabin) karena ditembak oleh seorang Yahudi ekstrimis, dan ancaman tersebut sampai saat ini masih belum berkurang.”

Menteri keuangan Yuval Steinitz, seorang anggota partai Likud, mengepalai komite penyelidikan Knesset untuk masalah evakuasi.

“Saya rasa kami bersikap terlalu liberal, dan kami harus mengalami hal-hal yang belum siap untuk ditolerir oleh negara demokrasi lainnya,” katanya.

“Jika di AS ada orang yang melempar batu ke arah polisi, dia akan langsung dipenjara,” kata Steinitz. “Orang-orang yang memukuli tentara IDF sama saja memukuli negara, dan kami tidak bisa menerima segala macam pendekatan yang anarkis, baik dari kelompok kiri maupun kanan.” (Suara Media)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: