KabarNet

Aktual Tajam

Pengamat: Noordin Masih Hidup

Posted by KabarNet pada 10/08/2009

M Top SEMAKIN banyak saja pihak yang meragukan Noordin M. Top tewas dalam penggerebekan aparat Densus 88 Anti-teror di Temanggung. Untuk itu ada dugaan pria yang tewas mengenaskan tersebut adalah Ibrohim.

Selain pengamat intelijen Dynno Chressbon, Kepala Center for Violence and Terrorism Singapura, Rohan Gunaratna, juga meragukan bahwa Noordin tewas di Temanggung. Bahkan dia berani menyatakan jenazah yang sekarang berada di RS Polri tersebut bukanlah jasad Noordin M. Top setelah mendapat info dari sumber yang ikut dalam proses investigasi. Dia (Noordin) belum tewas. Sesungguhnya tes DNA membuktikan bahwa jasad yang ditemukan bukan Noordin Mohammed Top, kata Rohan seperti dilansir Aljazeera.net.

Sikap pesimistis juga datang dari Direktur International Crisis Group (ICG) Sidney Jones. Perempuan yang suka menguntit aktivitas Jamaah Islamiyah ini menduga kemungkinan besar jenazah yang tewas di Dusun Beji itu bukan Noordin. Saya kira kemungkinan besar itu bukan dia (Noordin). Bukannya saya yakin itu bukan dia, tapi kemungkinan besar bukan, kata Sidney Jones saat dihubungi detikcom Minggu (9/8) kemarin.

Saat ini muncul kabar bahwa pria yang tewas di Temanggung adalah Ibrohim, florist di Hotel Ritz-Carlton yang menghilang sejak peledakan di Mega Kuningan 17 Juli lalu. Keberadaan Ibrohim pun saat ini masih gelap. Namun jika foto jenazah yang beredar di internet benar, maka secara fisik bentuk muka Ibrohim lebih mirip dengan foto itu ketimbang Noordin.

Ketika dikonfirmasi soal itu, Wakadiv Humas Mabes Polri Sulistyo Ishak tidak bisa memastikannya. Sebab pihaknya masih menunggu hasil tes DNA yang dilakukan penyidik dari Densus 88. Kita tidak bisa berbicara kemungkinan dan berandai-andai, semuanya masih menunggu hasil tes DNA, katanya.

Sedang soal tes DNA ini selain keluarga Noordin pihak kepolisan mengaku belum berencana mencari sampel pembanding lain. Itu nanti, semuanya melalui prosedur, tergantung penyidik, kata Sulistyo Ishak.

Menurut dia, pihaknya belum bisa menentukan siapa saja yang akan dijadikan pembanding. Termasuk soal kemungkinan jenazah tersebut adalah Ibrohim. Siapa yang akan dijadikan pembanding harus dibuatkan berita acaranya oleh penyidik, saya nggak tahu itu, jelasnya.

Hingga saat ini tiga jenazah tersangka teroris yang tewas oleh Densus 88 masih berada di RS Polri Sukanto, Jakarta Timur. Hingga pukul 19.00 WIB tadi malam tidak ada aktivitas penting yang terjadi di tempat tersebut.

Pantauan di hari pertama pascapenggerebekan, Minggu (9/8), tidak ada keluarga atau kerabat yang datang ke RS Polri. Padahal kehadiran mereka menentukan hasil tes DNA. Terlebih lagi untuk satu jenazah dari Temanggung, Jawa Tengah. Orang tersebut disebut-sebut adalah gembong teroris nomor wahid, Noordin M. Top.

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang direncanakan datang ke RS itu pukul 13.00 WIB juga dipastikan batal hadir. Tidak ada tanda-tanda kedatangan mantan Kapolda Sumut tersebut. Yang tertinggal hanya segelintiran polisi yang masih berjaga-jaga di sana.

Pingsan

Namun demikian, keluarga pria yang diduga teroris, Eko Joko Sarjono dan Aer Setiawan, sebenarnya datang untuk melihat jenazah tapi mereka dilarang oleh polisi. Mereka harus meminta izin ke Densus 88.

Agus Purwanto pun syok. Ayah Eko Joko Sarjono alias Eko Peyang, tersangka teroris yang tertembak di Jatiasih, Bekasi, itu tiba-tiba saja pingsan saat hendak menuju Masjid Mabes Polri, Minggu (9/8) kemarin. Saat itu, sekitar pukul 15.40 WIB, Agus keluar dari Bareskrim Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, berjalan beriringan dengan Slamet Widodo, ayah Aer Setiawan yang tewas tertembak di Bekasi. Mereka didampingi pengacara dan sejumlah kerabat.

Keluar dari Gedung Bareskrim, wartawan langsung mencegat mereka untuk wawancara. Pertanyaan wartawan hanya diladeni oleh pengacaranya, Endro Sudarsono. Pria ini memberi keterangan sekitar 15 menit. Setelah itu Slamet dan Eko menuju Masjid Mabes Polri. Wartawan tetap mengikuti orangtua yang tengah berduka itu dan mengambil foto mereka. Di tengah aksi wartawan mengambil foto tersebut, tiba-tiba saja Agus jatuh pingsan.

Sejumlah kerabat langsung memapah tubuh Agus agar bisa berjalan. Namun tiba-tiba saja Agus jatuh pingsan lagi. Ia pun kemudian diberi minum air putih. Kepala ayah Eko itu juga disiram air. Dia kecapean soalnya dari tadi malam tidak tidur, kata salah satu kerabat. Agus dan Slamet tiba di Mabes Polri pukul 08.00 WIB untuk melihat jenazah Aer dan Eko yang dilaporkan tewas tertembak di Jatiasih. Mereka berangkat dari Solo, Jawa Tengah, Sabtu sore pukul 17.30 WIB.

Setelah agak segar, Agus dibawa ke mobil untuk istirahat. Mobil pun segera meninggalkan Mabes Polri. Mereka membatalkan salat di Masjid Mabes Polri.

Keluarga Eko dan Aer Setiawan memang belum mendapatkan izin melihat jenazah dua pria yang tewas dalam penggerebekan di Jatiasih, Bekasi tersebut. Mereka masih harus menunggu keluarnya izin dari Densus 88.

Kita akan menunggu, maksimal besok (Senin, 10 Agustus 2009), kata pengacara keluarga Aer dan Eko, Endro Sudarsono, usai mendampingi orangtua Eko dan Aer memimta izin di Mabes Polri. Endro menjelaskan, pihaknya tidak mendapatkan izin untuk melihat jenazah Aer dan Eko sekitar pukul 13.30 WIB. Kepolisian menyampaikan dokter forensik belum memberi izin. Hal itu, kata

Endro, jelas menambah duka pihak keluarga sebab mereka ingin segera memakamkan jenazah bila dua orang yang tewas itu benar-benar Eko dan Aer sebab ajaran Islam jenazah harus secepatnya dimakamkan. Kalau sudah pasti dan ini dibuat menjadi tidak pasti. Dulu penyebutan N saja sudah keliru dan ini sebenarnya dari Kapolri sudah sebut Eko dan Aer, tapi ini menjadi tidak pasti, katanya. Untuk melihat jenazah anaknya dua orang tua itu menunjukkan ijazah dan difoto.

Minta data

Sementara itu polisi mengaku sengaja melarang pihak keluarga mengidentifikasi korban teroris yang tewas di Bekasi. Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Edy Saparwoko menerangkan, larangan itu murni karena asas kepatutan. Tidak mungkin kami mengizinkan bila jasad anggota keluarganya dalam keadaan yang tidak baik, ujar Edy ketika dihubungi Minggu (9/8) kemarin.

Guna keperluan identifikasi, kata Edy, polisi akan meminta pihak keluarga menyerahkan data korban sebelum kematian (ante mortem). Beberapa di antara data tersebut adalah keterangan seputar ciri-ciri fisik korban seperti tinggi badan, sidik jari, DNA, atau informasi mengenai struktur gigi. Jika ada pihak keluarga yang merasa kehilangan, cukup melaporkan informasi itu ke kepolisian setempat, katanya.

Polisi, kata Edy, memiliki sejumlah metode yang bisa digunakan untuk menganalisa identitas korban. Teknik analisa merupakan kompilasi antara data primer dan data sekunder. Dari data primer, informasi itu dapat diketahui melalui sidik jari, struktur gigi dan deoxyribonucleic acid (DNA). Sedang data sekunder dapat disimak dari informasi foto korban, properti milik korban (pakaian, perhiasan) dan catatan medis.

Seluruh data tersebut, kata dia, nantinya akan dicocokkan dengan data setelah kematian (post mortem) yang telah teridentifikasi oleh pihak kepolisian melalui proses otopsi. Prosesnya akan ditindaklanjuti oleh tim ahli dengan cara menganalisa derajat kecocokan melalui sidang rekonsiliasi. Itu standar DVI (Disaster Victim Identification) yang berlaku secara internasional, kata Edy.

2 Tanggapan to “Pengamat: Noordin Masih Hidup”

  1. Tomy Haris said

    Kalo yg ditembak terbukti bkn noordin m top, berarti densus 88 ngawur abisss.. teroris itu ditangkap dan ditahan seumur hidup, bkn dibantai.

  2. Tony Arendo said

    Metode penggerebekan yang dilakukan oleh densus 88 kurang tepat, seharusnya siapapun yang ada di dalam rumah di temanggung nggak boleh dibunuh utk kepentingan pengusutan.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: