KabarNet

Aktual Tajam

DNA Anak Noordin Sudah Di Tangan Densus 88

Posted by KabarNet pada 11/08/2009

Detasemen Khusus 88 Antiteror mengepung sebuah rumah di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Sabtu 8 Agustus 2009. Kekuatan penuh polisi ditujukan untuk menangkap satu orang, Noordin M Top. Dalam penggerebekan itu, satu orang yang diduga Noordin tewas.

Dimintai tanggapan, keluarga istri pertama Noordin M Top, Siti Rahma di Sungai Tiram, Johor Bahru, Malaysia, menolak. “Kami belum dapat laporan. Info baru dari awak [anda],” kata seorang perempuan berkeruduh di balik jendela, Sabtu 8 Agustus 2009.

Ketika ditanya nama, perempuan tersebut tak menjawab. Lalu ketika dikonfirmasi apakah dia Siti Rahma, perempuan tersebut membantah. “Saudaranya,” kata dia.

Sementara, orang-orang di sekitar Pesantren Lukmanul Hakim, tempat Noordin M Top pernah menjadi pengajar, menolak dikonfirmasi. Demikian pula dengan orang-orang di sekitar rumah orang tua Noordin. Mereka takut ditangkap polisi Malaysia jika memberikan informasi soal Noordin.

Pasca berita penyergapan Noordin, Kepolisian Malaysia menunggu informasi soal pimpinan sempalan Jamaah Islamiyah (JI) tersebut. Kepala Kepolisian Malaysia, Jenderal Tan Sri Musa Hassan mengatakan Malaysia menawarkan bantuan pada Indonesia, jika benar orang yang tertembak itu adalah Noordin M Top.

“Saya tidak bisa memberi tanggapan soal kejadian itu, Saya belum mendapatkan informasi dari rekan kita di Indonesia,” kata dia seperti dikutip laman Bernama, Sabtu 8 Agustus 2009.

Meski demikian, kata Musa Hassan, Malaysia tetap berkomunikasi dengan kepolisian Indonesia. “Termasuk mengidentifikasi orang yang tertembak itu, dia Noordin atau bukan,” tambah dia.

Istri pertama Noordin, Siti Rahma berasal dari Riau. Dia adalah saudara kandung Mohammad Rois, anggota Jamaah Islamiyah yang juga guru di Luqmanul Hakiem, pesantren tempat Noordin M Top pernah mengajar. Saat ini Siti Rohma dan keluarganya diketahui tinggal di daerah Sungai Tiram, Johor Bahru, Malaysia. Mereka tinggal di negeri jiran mulai tahun 2005.

Menurut informasi, selama ini keluarga Noordin di Malaysia berjualan kue-kue dan makanan kecil untuk bertahan hidup. Mertua Noordin, Rusdi melanjutkan pekerjaan lamanya. Sejak masih berkerja di pesantren Lukmanul Hakim, mertua Noordin memang diketahui membuka kedai `sampah` atau berjualan makanan ringan di lingkungan pesantren.

Pasca Lukmanul Hakim ditutup, mertua dan istri Noordin kemudian tinggal di Riau dan menetap di Pendekar Bahan yang berjarak sekitar 85 kilometer dari Bagan Siapi-api ibukota Rokan Hilir atau sekitar 290 kilometer dari Pekanbaru.

Selain dengan Siti Rahma, Noordin juga menikah dengan Munfiatun, perempuan asal Pecangakan Kulon, Jepara.

Yang terakhir, jejak cinta Noordin tercium di Cilacap, Jawa Tengah. Di Cilacap, Noordin menikah dengan Ariani Rahma alias Arina, gadis asal Desa Pesuruan, Kecamatan Binangun, Cilacap.

Sementara itu, Peristiwa penyergapan yang dilakukan Densus 88 di sebuah rumah di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu 8 Agustus kemarin yang berbuntut pada tewasnya gembong teroris Noordin M Top, menjadi hedaline sejumlah media di Malaysia. Menurut Direktur Indonesia Sosiologist Research di Malaysia, Chaeruddin Harahap, pemberitaan tersebut meyakinkan warga Malaysia jika Noordin M Top sudah tewas ditembak aparat kepolisian Indonesia.

Sementara itu, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah mengambil sampel Deoxyribonucleic acid (DNA) anak Noordin M Top di Malaysia. DNA ini diperlukan untuk memastikan apakah mayat teroris di Temanggung adalah Noordin.

Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Malaysia, Da’i Bachtiar, seperti dikutip situs tvone.co.id, Minggu malam, 9 Agustus 2009.

Da’i mengatakan, Kepala Polisi Malaysia Musa Hasan telah menawarkan bantuan untuk identifikasi mayat Noordin M Top. Polisi Malaysia juga bersedia memfasilitasi keluarga Noordin jika diperlukan ke Jakarta.

“Atau kepolisian Malaysia punya sidik jari M Top, itu juga bisa membantu dan dimanfaatkan,” ujarnya.

“Apa yang dinyatakan kepala polisi Malaysia Musa Hasan untuk membantu Polri dalam identifikasi mayat Noordin M Top adalah suatu bentuk kerja sama dan keakraban antara kepolisian Malaysia-Indonesia,” katanya.

Dalam pengepungan selama 17 jam di sebuah rumah di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu 8 Agustus 2009, polisi menembak mati seorang pria yang diduga Noordin M Top. Namun, hingga kini polisi belum memastikan pria tersebut sebagai Noordin. Polisi masih menunggu hasil tes DNA.

Sabtu, 8 Juli 2009, menerima kiriman foto yang diklaim oleh pengirim sebagai kepala teroris “Noordin M Top”. Foto dengan badan tidak utuh, posisi setengah badan dengan kepala hancur sama sekali tidak ada kemiripan dengan foto dan sketsa Noordin M Top yang selama ini beredar di berbagai tempat.

Dalam foto tersebut, setengah kepala hancur mulai jidat ke belakang. Wajah dengan kulit bersih, kepala agak lonjong, mengenakan pakaian warna biru. Di leher tampak mengenakan kalung warna biru. Bagian leher jenjang, tidak segemuk leher Noordin yang tampak di foto dan sketsa yang beredar. “Mereka bersyukur dengan matinya Noordin. Karena berarti gangguan keamanan di Kawasan Asia Tenggara berkurang,” kata Harahap. Dalam pemberitaan tersebut, media Malaysia juga mengutip gambar-gambar penyergapan oleh Densus 88 Mabes Polri. (Suara Media)

Satu Tanggapan to “DNA Anak Noordin Sudah Di Tangan Densus 88”

  1. “Mereka takut ditangkap polisi Malaysia jika memberikan informasi soal Noordin.”–> kenapa polisi malaysia ngelarang penggalian info soal noordin? bukannya mereka jg pro thd pemberantasan teroris?

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: