KabarNet

Aktual Tajam

Terbongkarnya Kristen Sesat Gemparkan Inggris

Posted by KabarNet pada 11/08/2009

scientology Para diplomat Inggris mengumpulkan bukti-bukti 30 tahun yang lalu bahwa pendiri ajaran Kristen Scientology, L Ron Hubbard, adalah seorang penipu. Demikian menurut dokumen arsip nasional.

Para pejabat Inggris menemukan fakta bahwa penulis novel sains-fiksi, yang mendirikan aliran kepercayaan sendiri dan kini ajarannya diikuti oleh orang terkenal macam Tom Cruise, menganugerahi dirinya sendiri dengan Gelar PhD dari universitas palsu yang diklaim berada di California.

Informasi tersebut dikumpulkan secara rahasia oleh para pekerja konsulat Inggris yang berada di Los Angeles atas nama pemerintah Inggris, yang mengkhawatirkan terjadinya fitnah menyusul keputusan pemerintah pada tahun 1968 yang melarang para pengikut Scientology memasuki tanah Inggris untuk mengunjungi markas besar sekte tersebut di East Grinstead, West Sussex.

Dokumen tersebut memperlihatkan bahwa Inggris bukan satu-satunya negara yang menyelidiki peredaran ajaran Scientology. Dalam catatan bukti yang dihimpun pada tahun 1970an, ada sebuah klaim tidak biasa dari seorang pejabat Amerika yang menyatakan bahwa sekte tersebut telah mengirimkan sejumlah dokter gadungan untuk menghipnotis seorang penyidik lalu menyatakan bahwa sang penyidik cacat mental, hal tersebut dilakukan untuk merintangi penyelidikan yang dilakukannya terhadap aktivitas Scientology.

Dari dokumen departemen kesehatan, ada banyak informasi yang dirahasiakan hingga tahun 2019, telah dirilis oleh badan arsip nasional atas dasar kebebasan informasi yang diminta oleh The Times.

Di dalamnya ada pernyataan yang ditandatangani oleh mantan anggota senior Scientology, John McMaster, yang mengatakan bahwa Hubbard dan sejumlah orang lainnya telah memalsukan kualifikasi dalam Dianetics, inti “sains spiritual” dari ajaran Scientology.

Dia mengatakan: “Saya mengerti bahwa L Ron Hubbard dianugerahi gelar Doktor Filosofi oleh universitas Sequoia pada tanggal 10 Februari 1953 atas karya mengagumkannya dalam bidang Dianetics dan Scientology, dan Hubbard mengatakan bahwa gelarnya dicatat oleh departemen pendidikan negara bagian California.”

“Yang sebenarnya terjadi adalah, L Ron Hubbard (dan rekan-rekannya) mendapatkan premis di suaru tempat di Los Angeles dimana mereka mendaftarkan diri di sebuah universitas bernama Sequoia dan dalam waktu yang tidak terlalu lama dianugerahi gelar doktorat.”

Penyelidikan tersebut dimulai oleh para pejabat Whitehall yang mengirimkan telegram mendesak dari London ke konsulat Inggris di Los Angeles.

Sebuah surat balasan tertanggal 26 April 1977 menyebutkan, “Setelah melakukan penyelidikan yang melelahkan, kami kini melacak sebuah organisasi yang ditutup oleh pihak berwenang pada tahun 1971 dan seluruh dokumennya disita. Faktanya adalah lembaga tersebut tidak pernah mendapatkan persetujuan dan statusnya tidak dikenal di California. Universitas tersebut adalah sebuah universitas akal-akalan yang tidak memiliki premis dan tidak pernah benar-benar ada. (Organisasi tersebut) tidak pernah dan tidak akan memiliki otoritas apapun untuk memberikan gelar diploma dan gelar lain.

Arsip tersebut juga menunjukkan bahwa para pejabat Amerika tengah menginvestigasi keaslian dari kualifikasi pendidikan Hubbard. Sebuah surat dari biro pengesahan lembaga pendidikan California mengenai universitas Sequoia menyatakan: “Institusi ini tidak pernah mendapatkan persetujuan atau kami ketahui keberadaannya. Berulangkali universitas tersebut telah melakukan upaya untuk mendapatkan persyaratan legal, namun tidak ada yang benar-benar berhasil.”

Sebuah telegram bukti lainnya, tertanggal 18 Mei 1977, dan ditulis oleh Louis Sherbourne dari konsulat Inggris di Los Angeles, menyebutkan: “Kami kini telah dihadapkan pada tembok tebal dari data-data yang hilang dan kebisuan, setiap orang dan organisasi harus melangkah dengan hati-hati agar tidak terjerumus dalam fitnah.”

Shelbourne menambahkan, “Dinas pendapatan dalam negeri AS telah berusaha keras untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat namun tampaknya mereka gagal. Sebuah upaya terbaru untuk memulihkan hasil penyelidikan yang terdapat di surat kabar terbitan tahun 1939 hingga 1963 telah dikirimkan ke Sacramento kepada kantor jaksa agung negara bagian.”

“Dalam sebuah ‘kebetulan yang luar biasa’, deputi jaksa agung yang menangani kasus mereka (Scientology) mendadak sakit dan setelah menemui sejumlah ‘dokter’, ia harus pensiun karena dinyatakan bermasalah dengan kesehatan mentalnya. Informan saya yang berada di departemen pendidikan California meyakini bahwa para ‘dokter’ tersebut adalah pengikut Scientology yang menghipnotis sang deputi sehingga menjadi cacat mental, dia merasa geram namun tidak dapat melakukan apa-apa.”

Seorang juru bicara Gereja Scientology mengatakan kepada The Times bahwa teungkapnya fakta mengenai para penganut Scientology yang menghipnotis seorang seputi jaksa agung menunjukkan betapa para penganut Scientology adalah orang-orang paranoid. (Suara Media)

31 Tanggapan to “Terbongkarnya Kristen Sesat Gemparkan Inggris”

  1. kadzim said

    Mending sekte yang ini, mereka mengirim dokter-dokter gadungan dan dapat meng-hipnotis orang untuk mengikuti ajarannya, dari pada sekte yang di-ikuti Jhony Walker (sekte karya Saulus / Paulus)yang hanya bisa mengirim pasukan sembako untuk meng-kristenkan orang.

    Tapi ujung-ujungnya juga sama, sebab mereka sama-sama mensucikan ALKITAB / buku yang sudah banyak menyesatkan banyak orang hanya gara-gara salah cetak, sebetulnya Tuan Yesus salah cetak jadi Tuhan Yesus.

  2. andy said

    tnggapan di atas sngat keliru,dari mana anda tahu kalau Yesus itu tuan bukan Tuhan,dimana bukti otentiknya yg valid..jangan sembarangan,anda mengatakan Alkitab sdh bnyk menyesatkan bnyk orang,apakah anda mau dan terima kalau sy mengatakan hal sperti itu pada kitab anda,Indonesia ada PANCASILA dan UUD’45 ingat itu..camkan baik-baik,,

  3. ria said

    Tuhan Yesus telah menyelamatkan banyak orang dan memberikannya kedamaian hidup bagi banyak orang. Tanda KeTuhannya terlihat dari ajarannya yang bukan berasal dari dunia ini terutama ajaran Hukum KasihNya” Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu,jiwamu dan dengan segenap akal budimu itulah hukum pertama dan terutama dan hukum yang kedua yang sama dengan itu adalah kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri”adakah ajaran yang melarang pembunuhan bahkan orang-orang yang menganiaya kristen itu sendiri bahkan kami mendoakan mereka, dan kami juga tidak takut dan cemas dan kami tidak perlu menaikkan pedang dan senjata karena Tuhan yang akan berperang bagi kami,yang hanya manusia dengan banyak keterbatasan tidak seperti Dia yang memiliki kekuasaan di atas langit bumi dan di bawah bumi

  4. kadzim said

    Kalau Andy menolak apa yang saya tulis, artinya Andy tidak membaca ALKITAB dengan baik, sebab itu saya tulis bukan untuk menghina, tetapi saya menulis apa adanya, bahwa sebetulnya Tuan Yesus bukan Tuhan Yesus, tetapi ada kesalahan saat mencetak ALKITAB hingga Tuan ditulis dan dibaca Tuhan.

    Jika Andy perlu bukti dari ALKITAB saya bersedia membantu, agar saya tidak dituduh mengada-ada atau menghina.

    Terima kasih.

  5. kadzim said

    Ria, bukan niat debat tapi anda jelas-jelas tidak mengerti ajaran ALKITAB.

  6. kadzim said

    Pak Andy, agar anda tidak berburuk sangka, maka kewajiban saya adalah membuktikan apa yang telah saya tulis tentang salah cetak yang terjadi dalam ALKITAB, mohon anda baca dahulu ayat-ayat di bawah ini dan cocokan dengan ALKITAB yang anda miliki.

    untuk keterangan saya tulis di akhir surat ini, selamat membaca.

    INJIL YOHANES 4: 9-10-11-12 & 19.

    Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau seorang Yahudi, minta minum kepadaku,
    seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

    Jawab Yesus kepadanya:” Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

    Kata perempuan itu kepada-Nya:”Tuhan, Engkau tidak punya Timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

    Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”

    &

    Kata perempuan itu kepada-Nya:”Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

    Mohon pak Andy baca dengan teliti,

    1)perempuan itu tidak pernah kenal Yesus sebelumnya, yang dia ketahui hanya Yesus orang Yahudi, (biasanya itu diketahui dari logat bicara. jadi kalau ada orang madura atau batak berbicara, saya tidak perlu tanya lagi; anda orang mana? walau belum pernah kenal, karena dapat diketahui dari logat bicaranya).

    2)“Masakan Engkau seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?”
    “perempuan itu berbicara dengan Yesus dan menggunakan kata “engkau=kamu” dan “seorang=manusia biasa” / kata yang tidak akan digunakan oleh seorang hamba ke Tuhan. sampai di sini belum ada tanda-tanda perempuan itu mengenali siapa Yesus sebenarnya.

    3) bukti dari ucapan Yesus bahwa perempuan itu tidak mengenalnya, diantaranya Yesus berkata;

    (Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

    pak Andy, maksud Yesus “Jikalau=seandainya”. perempuan itu tahu siapa yang sedang meminta maka….tapi karena tidak tahu jadi…

    4)Kata perempuan itu kepada-Nya:”Tuhan, Engkau tidak punya Timba dan sumur ini amat dalam….

    Mohon pak Andy jawab dengan jujur dan apa adanya, pada nomer 4 ini, sebenarnya perempuan itu berkata Tuan atau Tuhan?
    sebab sampai saat itu perempuan tersebut belum mengenal Yesus, sebagaimana yang dikatakan oleh Yesus dengan kata jikalau…

    5) ”Tuhan, Engkau tidak punya Timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

    jika perempuan itu tahu bahwa yang sedang berbicara dengannya adalah Tuhan, apa mungkin dia bertanya; dari manakah engkau memperoleh air hidup itu, kepada Tuhan?

    6) kata perempaun itu;
    Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub….

    jika yang dimaksud perempuan itu Tuhan, apa mungkin perempuan itu akan membandingkan Tuhan dengan bapa-nya?

    7) Kata perempuan itu kepada-Nya:”Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

    apakah perempuan itu akan membandingkan antara Tuhan dengan nabi? atau Tuan dengan nabi?

    Pak Andy, itulah salah satu ayat dari ALKITAB yang saya maksud adanya salah cetak hingga membuat permasalahan semakin rumit, karena dari isinya jelas yang dimaksud adalah Tuan, tetapi terlanjur dicetak dan dibaca Tuhan.

    Semoga keterangan ini dapat menghapus jika memang di sana terdapat buruk sangka.

    Terima kasih.

  7. kadzim said

    Dear Pak Kadzim,

    Terima kasih Anda telah berkunjung ke situs PESTA Online.
    Kami harap Anda bisa berkarya dan berpartisipasi untuk menjadi berkat.
    Jika Anda membutuhkan bantuan jangan segan-segan menghubungi kami.

    Dalam anugerah-Nya,
    Kusuma
    Staf Admin PESTA

    Lihat detail http://pesta.sabda.org
    *************************************
    kadzim: pesta.sabda.org adalah situs milik gereja yang darinya kita dapat belajar banyak ajaran agama kristen, sengaja saya copy-paste surat yang dikirim oleh Staf Admin PESTA, Bapak Kusuma, agar Ria tahu bahwa saya bukan hanya membaca ALKITAB, tetapi juga belajar agama kristen dari gereja via internet dan jika Ria beranggapan saya mempelajari ALKITAB tanpa bimbingan pendeta, itu salah.

    Terima kasih.

  8. kadzim said

    KISAH PARA RASUL 9

    3Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.4Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” 5Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.6Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” 7Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.

    KISAH PARA RASUL 22

    6Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. 7Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? 8Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. 9Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.

    inilah Pokok permasalahan:
    karena mereka memang MENDENGAR SUARA ITU, TETAPI TIDAK MELIHAT seorang jugapun.

    Dan mereka yang menyertai aku, MEMANG MELIHAT CAHAYA ITU, TETAPI SUARA DIA, YANG BERKATA KEPADAKU TIDAK MEREKA DENGAR.

    Bedanya hanya satu di bab 9 dan satu lagi di bab 22, tapi isinya; mendengar tapi tidak melihat dan melihat tapi tidak mendengar?

    Terima kasih.

  9. kadzim said

    Pak Andy,
    mohon bapak baca ayat dari ALKITAB di bawah ini, sekalian saya ingin bertanya kepada pak Andy masalah yang belum saya fahami.

    Passage John 4:11:

    11The woman saith unto him, Sir, thou hast nothing to draw with, and the well is deep: from whence then hast thou that living water?

    Passage John 4:19:

    19The woman saith unto him, Sir, I perceive that thou art a prophet.

    http://bibleresources.bible.com

    Pak Andy, jika kita perhatikan bagaimana perempuan itu memanggil Yesus, dia memanggilnya dengan “Sir” seperti yang terdapat dalam terjemahan ALKITAB, bahasa english.

    Seandainya perempuan itu memanggil Yesus dengan “Lord” itu pun masih bermakna “Tuan” bukan “Tuhan”, tetapi perempuan itu menggunakan “Sir” yang jelas kedudukannya di bawah “Lord”.

    Sedangkan di dalam ALKITAB berbahasa indonesia, panggilan perempuan kepada Yesus itu diterjemahkan “Tuhan”.

    Pertanyaan saya;
    Adakah terjemahan yang terjadi dalam ALKITAB berbahasa indonesia itu kesalahan ?
    atau memang ada kesengajaan ?

    Jika itu kesalahan, mengapa harus terulang-ulang ? setiap kali mereka mencetak ALKITAB.

    Dan jika itu terjadi karena ada kesengajaan, apa tujuan pihak kristen yang sebenarnya ?

    Pak Andy, salahkah jika saya katakan itu usaha kristen untuk menyesatkan umat?

    Saya yakin, pak Andy akan dapat menjelaskannya,

    Terima kasih.

  10. kadzim said

    Sir
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Langsung ke: navigasi, cari

    Sir adalah gelar dalam bahasa Inggris yang secara formal diasosiasikan dengan ksatria.

    Panggilan Sir berasal dari bahasa Inggris abad pertengahan sire, dari bahasa Prancis sieur, yang berarti “Tuan” dari kata sifat Latin senior (“yang tua”), yang dipakai untuk menyatakan penghormatan dalam banyak bahasa-bahasa di Eropa.

    Sir digunakan untuk pengalamatan pelanggan dalam korespondensi formal (Dear Sir) atau kepada orang yang asing (Sir, you’ve dropped your hat).

    Bentuk yang sama untuk wanita adalah madam.

    [sunting] Orang-orang yang diberi gelar Sir

    * Alex Ferguson — manajer Manchester United 6 November 1986 – sekarang.
    * Arthur Conan Doyle — penulis dari Britania Raya, pencipta tokoh Sherlock Holmes.
    * Bobby Robson — manajer Newcastle United
    * Matt Busby — manajer Manchester United 19 Februari 1945 – Juni 1969.
    * Winston Churchill — perdana menteri Britania Raya masa perang dunia II.
    * Paul McCartney; anggota The Beatles
    * Mick Jagger; anggota The Rolling Stones
    * Elton John; penyanyi.
    * Tim Berners-Lee; menggabungkan HTML dengan URL dan dengan demikian menciptakan World Wide Web (www).
    * Bill Gates; pendiri Microsoft.
    * Louis V. Gerstner; Chief Executive Officer IBM.
    * Ridley Scott; sutradara film dan iklan terkenal.
    * Roger Moore; bintang film.
    * Sean Connery; bintang film.
    * Steven Spielberg; sutradara film.
    * Allan Clifford Fields; bekas presiden Master Brewers Association of the Americas.
    * Plácido Domingo; penyanyi klasik Spanyol.
    * Basil Markesinis; profesor di Sekolah Hukum, Universitas Texas.
    * Ratu Josefa Iloilo; presiden Fiji.
    * Prof. Pritpal Singh; kepala sekolah Sekolah Menengah Umum Drayton Manor di Ealing, London.
    * Judi Dench, bintang film (karena perempuan, gelarnya Dame)
    * Willard White, penyanyi kelahiran Jamaika
    * Monsinyur Richard Albert, pastur dan misionaris di Jamaika.
    * George Everest, surveyor dan ahli geografi Britania Raya
    * Edmund Hillary, penjelajah Selandia Baru
    * Stamford Raffles, pendiri Singapura

  11. Disinipun kau kuhajar kadzim!!!!!

    Kadzim berkata:

    mengapa Jhony bilang dihalangi oleh pemilik blog sedangkan dia menyediakan forum debat khusus untuk Jhony dan kadzim, dan Jhony tidak pernah berani muncul di forum debat yang dibaca banyak orang, tapi Jhony sebagai pengikut Saulus / Paulus dusta bagi kalian adalah kebutuhan pokok, tanpa dusta kalian gulung tikar.

    Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi
    kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
    ROMA 3:7

    Mr. Jhony Walker menjawab:

    Untuk surat Paulus kepada jemaat di Roma dalam Roma 3:7, itu kadzim kau hanya copot ayat. Begitulah modelmu makanya saya malas menanggapi kau. Karena kau tidak berani melihat secara utuh konteksnya. Itu konteksnya kadzim, adalah sindiran Paulus kepada orang Yahudi. Karena orang Yahudi berkata sunat secara lahiriah yang penting. Taurat mereka yang paling utama, orang lain tidak perlu diselamatkan karena Mesias hanya untuk orang Yahudi, karena Paulus memberitakan keselamatan bagi orang non Yahudi, sedangkan Paulus orang Yahudi, itulah sebabnya maka Paulus dituduh sesat, dicambuk, dimasukkan penjara dan mau dibunuh.
    Kalau kau mau jujur mau mencari kebenaran, kau kadzim bisa baca dengan seksama dari Rom. 2:1-29; 3:1-9, maka kau akan melihat luar biasa isi surat Paulus. Kau bisa baca dari Rom 2:25-29; 3:1-6, maka Paulus berkata: Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya. Jadi jika orang yang tak bersunat memperhatikan tuntutan-tuntutan hukum Taurat, tidakkah ia dianggap sama dengan orang yang telah disunat? Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang melanggar hukum Taurat. Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah. Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat? Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah. Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah? Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.” Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah – aku berkata sebagai manusia — jika Ia menampakkan murka-Nya? Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia?

    Hebat kan kadzim …. Surat Pulus itu. Inti surat Paulus itu adalah walaupun kau bersunat, kalau kau melakukan kejahatan maka kau akan tetap dihukum. Karena hukum Taurat tidak hanya soal sunat, tapi juga harus melakukan kebaikan. Makanya, Paulus bilang… bukan sunat lahiriah yang penting tapi sunat hati (Rom. 2:29). Sebab Allah tidak memandang bulu. (Rom. 2:11). Sama dengan kau orang Islam, kalau kau bersunat tidak apa-apa, ya bagus…. Tapi walaupun kau bersunat tapi hatimu jahat, iri hati, dengki, membunuh orang, merasa paling benar, tidak ada gunanya sunatmu itu. Kau pasti dihakimi oleh Allah. Makanya kami orang Kristen menarik pelajaran dari surat Paulus itu sehingga kalau ada yang mau bersunat, silakan! Tapi bukan itu yang utama, yang utama adalah bersunat hati, tidak iri hati, tidak dengki, tidak ingin membunuh orang, makanya kau lihat kadzim… walaupun banyak gereja dibakar dirusak, tidak ada demo orang Kristen. Tapi jangan kau anggap karena takut… enggak… tapi karena kami menjalankan perintah Alkitab.
    Setelah Paulus menjelaskan semuanya, baru paulus menyindir orang Yahudi dengan surat Rom. 3:7, tersebut;

    ROM 3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

    ROM 3:8 Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.

    ROM 3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa.

    Setelah Paulus menyindir orang Yahudi, Paulus masih menjelaskan di ayat 8, bahwa tidak benar kalau ada yang berkata; “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.” Seperti apa yang dilakukan para teroris itu, mereka membunuh orang. Mereka pikir dengan berbuat demikian akan timbul kebaikan. Dalam kalimat selanjutnya Paulus bilang; Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman. Baik hukuman dunia maupun akhirat dalam kekekalan.

    Dan selanjutnya Paulus menegaskan dalam Rom. 3:9, tidak ada kelebihan orang Yahudi dari bangsa-bangsa lain. Semua berada dibawah hukum dosa.
    Jelas kadzim????

    Kadzim berkata:

    Tentang Saulus / Paulus, jika Jhony katakan saat pembunuhan terhadap stefanus dia sebagai komando, maka yang diajarkan oleh gereja berbeda.
    mereka tulis bahwa Saulus tidak ikut melempari, hanya menyaksikan / tanda bahwa Saulus mempunyai dasar baik.
    ini situs milik gereja kalian.
    http://pesta.sabda.org
    Waktu salah seorang murid Tuhan Yesus yang bernama Stefanus mati dirajam dengan batu…. Saulus/Paulus yang mengomandoi.
    baca yang dari gereja dan bandingan dengan tulisanmu.

    Mr. Jhony Walker menjawab:

    Kadzim…. Kau perhatikan Kis. 7:58, dikatakan; Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Kau tau arti ‘meletakan jubah’ bagi adat Yahudi kadzim??? Meletakkan jubah itu artinya ‘meminta persetujuan’. Jadi kalau dikatakan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Itu artinya; tanpa persetujuan Saulus, mereka tidak boleh melempar Stefanus. Kalau Saulus bilang; ‘tidak boleh dilempar’ maka satu orangpun tidak akan berani melempar. Tapi kalau Saulus sudah setuju, maka dengan kedipan mata saja, langsung orang banyak ramai-ramai melempar dengan batu sampai mati. Kau tau kadzim…. Kenapa perlu meminta persetujuan Saulus untuk melempar batu???? Karena Saulus adalah seorang Sanhedrin yang kedepannya akan menjadi pemimpin agama Yahudi. Itulah sebabnya maka dalam Alkitab tertulis sebagai berikut;

    KIS 7:58 Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.

    Jelas kadzim????? Jadi tanpa persetujuan Saulus, maka Stefanus salah satu murid Yesus tidak bisa dilempar dengan batu sampai mati. Jadi kedipan mata Saulus tidak tertulis di Alkitab. Jelas kadzim???

    Sekarang saya tanya sama kau…. Apakah kau sudah setuju kalau Saulus/Paulus tidak pernah menjadi murid Yesus selagi Yesus masih hidup kadzim???? Kau tidak ada pilihan lain kadzim … kau harus setuju!!!! Karena dalam postingmu berikut ini kau berkata “Pada waktu Saulus/Paulus mengejar pengikut Yesus ke Damsyik, tiba-tiba Yesus menghadang dia dalam bentuk cahaya…” itu berarti kau mengakui bahwa Saulus /Paulus tidak pernah menjadi murid Yesus selagi Yesus Hidup di dunia ini. Berarti kau sekarang kadzim kalah satu kosong!!!! Oke kadzim?????!!!!!

    Atau kau masih kepingin tanya sama Pastor kenalanmu ‘apakah Saulus/Paulus pernah menjadi murid Yesus selagi Yesus masih hidup di dunia ini’???? tapi sudah percuma kadzim… karena dalam postingmu berikut ini sudah jelas kau mengakui kalau Saulus/Paulus pada awalnya mengejar-ngejar pangikut Yesus.

    Berikutnya, kadzim berkata;

    Pada waktu Saulus/Paulus mengejar pengikut Yesus ke Damsyik, tiba-tiba Yesus menghadang dia dalam bentuk cahaya….

    Mr. Jhony Walker menjawab:

    Jadi sudah jelas ya kadzim …. Kalau kau mengakui bahwa Paulus mengejar pengikut Yesus ke Damsyik untuk membunuh mereka????

    Berikutnya, kadzim berkata;

    yang ada kan hanya kata si pembohong itu, bahwa Saulus dihadang dia dalam bentuk cahaya, itu pun ada dua versi;
    1) yang menyertai Saulus mendengar suara tapi tidak melihat cahaya.
    2) yang menyertai Saulus melihat cahaya tapi tidak mendengar suara.

    Mr. Jhony Walker menjawab:

    Kadzim…. Kan sudah kukatakan sama kau, kalau yang di Kisah Para Rasul itu bukan Paulus yang menulisnya, tetapi Dr Lukas, yakni penulis Injil Lukas. Jadi kau idiot kalau kau bilang bahwa itu hanya kata Paulus. Lebih idiot lagi kalau kau bilang ‘yang menyertai Saulus mendengar suara tapi tidak melihat cahaya.’ Yang dikatakan Alkitab adalah ‘Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.’ Jadi yang dikatakan Alkitab bukan tidak melihat cahaya, tetapi tidak melihat seorang jugapun. Seperti ayat berikut ini;

    KIS 9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.

    Jadi jelas kadzim…. Kalau kau idiot????

    Tetapi kalau yang terdapat pada Kisah Para Rasul 22:9, itu adalah kesaksian langsung Paulus dihadapan orang Yahudi. Kalau kau baca dengan seksama ketika Paulus berbicara dengan bahasa Ibrani, mereka menjadi tenang. Tetapi ketika Paulus sampai pada ayat 21, ‘Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.” Pada ayat 22, dikatakan; Rakyat mendengarkan Paulus sampai kepada perkataan itu; tetapi sesudah itu, mereka mulai berteriak, katanya: “Enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak hidup!” Mereka terus berteriak sambil melemparkan jubah mereka dan menghamburkan debu ke udara.

    Jadi intinya bukan pada mendengar atau tidak mendengar suara itu, tetapi intinya adalah pada sosok Yesus yang orang Yahudi tidak mau menerima. Itulah sebabnya maka Kis. 22:9, itu bukan titik masalah keimanan orang Kristen, seperti berikut ini;

    KIS 22:9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.

    Berikutnya, kadzim berkata;

    Jhony, itu semua di ALKITAB.
    Yang namanya DUSTA, tetap saja terbongkar, entah yang DUSTA Saulus atau Jhony sama saja DUSTA tetap DUSTA.

    Mr. Jhony Walker menjawab:

    Yang DUSTA ITU ADALAH AL QUR’AN MU ITU KADZIM!!! Kau tau DUSTA AL QUR’AN MU ITU???? SAYA BERITAU YA KADZIM. DUSTA AL QUR’AN MU ITU ADALAH SETIAP KATA ATAU KALIMAT YANG TERDAPAT DI DI DALAM KURUNG, ITU ADALAH DUSTA PARA PEMIMPIN AGAMA ISLAM. MULAI DARI PENTERJEMAH AL QUR’AN SAMPAI KEPADA KIYAI DAN USTAD-USTADMU ITU. Coba kau tanyakan sama semua orang yang tau aturan tulis menulis, maka kata di dalam kurung itu adalah tambahan para penterjemah al qur’an dari bahasa arab ke bahasa Indonesia. Semua kata atau kalimat yang ada di dalam tanda kurung itu tidak ada dalam al qur’an berbahasa arab. Itu hanya penambahan para penterjemah al qur’an mu. Itu baru namanya DUSTA. DAN DUSTA ITU TETAP KAU PELIHARA SAMPAI SEKARANG, DAN ENTAH SAMPAI KAPAN. Mungkin kau bertanya apa contohnya, ….. contohnya ; setelah kata ‘Alkitab’ para pemimpinmu menambahkan kata ‘al qur’an’ dalam tanda kurung.

    1. Dalam QS. (40) Al Mu’min:70, berikut ini:

    (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Al Kitab dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui, (Al Mu’min: 70)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Alladziina kadzdzabuu bil kitaabi wa bi maa arsalnaa bihii rusulanaa fa saufa ya’lamuun. (Al Mu’min: 70)

    Ayat diatas bermaksud bahwa orang-orang yang mendustakan Al Kitab yang sudah ada pada zaman Muhammad dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul yang akan mengetahui ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api, kemudian dikatakan kepada mereka: “Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan selain Allah?”. Ketika sesudah kata “Alkitab” ditambah dengan kata “Al Qur’an” dalam tanda kurung seperti ayat dibawah ini, berubah artinya menjadi: orang-orang yang mendustakan Al Qur’an yang ada sekarang sebagai kitab suci umat Islam dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul yang akan mengetahui ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api, kemudian dikatakan kepada mereka: “Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan selain Allah?” Seperti ayat dibawah ini:

    (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Al Kitab (Al Qur’an) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui, (Al Mu’min: 70)
    Dan ada 17 ayat yang dipaksakan dengan menambahkan kata al qur’an dalam tanda kurung setelah kata ‘Alkitab’. ITU BARU NAMANYA DUSTA YANG DIPELIHARA TURUNTEMURUN…. KADZIM!!!!

    JUGA Ada ayat-ayat yang jelas di dalam Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Al Qur’an itu bersumber dari Alkitab, DISEMBUNYIKAN TERUS DAN TIDAK PERNAH DIUNGKAP KEPADA UMAT ISLAM

    yakni QS. 15 Al Hijr :

    1; Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Qur’an yang memberi penjelasan. Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa surat-surat yang ada di dalam Al Qur’an itu adalah sebagian dari ayat-ayat Alkitab yang sempurna. Bila Anda ingin mengerti arti ayat ini sesuai dengan bahasa aslinya yakni bahasa Arab, maka bacalah dengan menghilangkan kata atau kalimat dalam tanda kurung, maka artinya sebagai berikut; Alif, laam, raa. ini adalah ayat-ayat Al-Kitab, yaitu Al Qur’an yang memberi penjelasan. (dalam bahasa Arab: Alif laam raa tilka aayaatul kitaabi — waqur-aanim mubiin). Jadi ayat-ayat Alkitab itu sempurna dan ayat-ayat Al Qur’an itu hanya memberi penjelasan aplikasinya. Dapat dikatakan bahwa intinya adalah Alkitab, sedangkan Al Qur’an hanyalah sebagai penjelasan aplikasinya dalam bahasa Arab.

    KARENA PARA PEMIMPIN ISLAM TIDAK PERNAH MEMBUKA AYAT-AYAT SEPERTI TERSEBUT DIATAS, ITU BARU NAMANYA DUSTA YANG DIPELIHARA KADZIM!!!
    JUGA DALAM SURAT AN NAHL:102, setelah kata Ruhul Qudus ditambahkan kata ‘Jibril’ sehingga artinya melenceng seperti berikut ini;

    102- Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

    Padahal seharusnya seperti berikut ini;

    Katakanlah: “Ruhul Qudus menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. (16 An Nahl:102)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Qul nazzalahuu ruuhul qudusi mir rabbika bil haqqi li yustsabbital ladziina aamanuu wa hudaw wa busyraa lil muslimiin. (16 An Nahl:102).
    Pada ayat ini, dalam bahasa Arabnya tidak terdapat kata “Al Qur’an” seperti yang diterjemahkan Departemen agama.
    ITU BARU NAMANYA DUSTA KADZIM. YAITU PARA PEMIMPIN ISLAM MENDUSTAI UMATNYA SENDIRI. PAHAM!!!!

    Kalau kata ‘ruuhul qudusi’itu diterjemahkan apa adanya dengan Roh Kudus, maka orang Islam akan berkata; kalau begitu ajaran Kristen tentang Trinitas yang benar. Karena kalau ‘ruuhul qudusi’itu bisa menurunkan al qur’an berarti dia seorang pribadi dong. itulah sebabnya maka para pemimpin Islam mati-matian MENDUSTAI UMAT ISLAM DENGAN MENAMBAHKAN KATA “JIBRIL” SETELAH KATA ‘ruuhul qudusi’itu. JELAS KADZIM????? ITU BARU NAMANYA KALAU ENGGAK DUSTA, MAKA ISLAM AKAN GULUNG TIKAR KADZIM. COBA KALAU KAU BERANI MENTERJEMAHKAN AL QUR’AN MU ITU DENGAN BENAR, PASTI ORANG ISLAM KABUR SEMUA MASUK KRISTEN.

    Berikutnya kadzim berkata:

    seperti berapa hari yang lalu saat Jhony dengan kepandaiannya menghubungkan antara sholat dhuhur, asar, magrib. isha dan subuh dengan kematian Yesus, setelah saya jawab hasil lelucon Jhony, trus menghilang.
    itu juga bukti kepandaian Jhony.

    Mr. Jhony Walker menjawab:

    Kau bilang sholat isha jam 10 sholat magrib jam 8. apa boleh kadzim???? Jangankan kau merubah jam sholat 5 waktu, merubah sholat jadi dua bahasa saja kau langsung dikejar-kejar sama Habib Rizieq. Kau lihat itu Utsman Roy di malang sana. Hanya gara-gara dia buat sholat dua bahasa yaitu bahasa arab dengan bahasa Indonesia, langsung Habib Rizieq datang dari jakarta dan menyesat-nyesatkan Utsman Roy sehingga sekarang Utsman Roy jadi masuk Kristen. Padahal sangat jelas di dalam al qur’an dikatakan bahwa al qur’an bahasa arab hanya untuk Mekah dan sekitarnya. Lalu kau Islam Indonesia ngapain sholat mesti pakai bahasa arab??? Gara-gara kau Islam Indonesia dipaksa harus sholat berbahasa arab, ngaji harus bahasa arab, sehingga para teroris itu dengan mudah merekrut anak-anak muda seperti Dhani dan Nana menjadi pelaku bom bunuh diri. Padahal dengan jelas al qur’an mengatakan bahwa al qur’an berbahasa arab hanya untuk mekah dan sekitarnya seperti ayat-ayat berikut ini;

    Seperti QS. (12) Yusuf :2, berikut ini; Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Innaa anzalnaahu qur-aanan ‘arabiyyal la’allakum ta’qiluun. (Yusuf :2)

    Surat ini ada dalam konteks Muhammad mau menceritakan kisah tentang Yusuf, tokoh yang besar dari bangsa Yahudi. Tokoh ini sangat dibanggakan oleh setiap orang Yahudi dimanapun berada. Orang Yahudi yang ada disekitar Mekah, mengunakan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari. Itulah sebabnya, mereka sangat tertarik ketika Muhammad menceritakan kisah Yusuf dalam bahasa Arab sehingga mereka dapat memahaminya.

    Tetapi bagi bangsa Yahudi yang menggunakan bahasa Ibrani (bahasa asli) bangsa Israel (Yahudi), dan bangsa Yahudi yang menggunakan bahasa Yunani (Gerika) – karena bangsa Israel pada saat zaman Nabi Muhammad, banyak yang sudah menggunakan bahasa Yunani – tidak diperlukan Al Qur’an karena kisah tentang Yusuf sudah tertulis dalam Alkitab Perjanjian Lama yang masih mengunakan bahasa Ibrani. Atau kisah Yusuf sudah tertulis dalam Septuaginta yaitu Alkitab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani.

    Tujuan Al Qur’an (bacaan) diberikan kepada Muhammad, sebagai peraturan dalam bahasa Arab bagi Mekah dan sekitarnya yang mengunakan bahasa Arab. Seperti yang tertulis dalam surat 13 Ar Ra’d :37, berikut ini; Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap Allah. (13 Ar Ra’d :37)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa ka dzaalika anzalnaahu hukman ‘arabiyyaw wa la-init taba’ta ahwaa-ahum ba’da maa jaa-aka minal ‘ilmi maa laka minallaahi miw waliyyiw wa laa waaq. (13 Ar Ra’d :37)

    Walaupun dalam ayat ini, dalam Al Qur’an berbahasa Arab tidak ada kata “Al Qur’an”, tapi yang dimaksud ayat ini adalah; apa yang disampaikan Nabi Muhammad itu adalah sebagai peraturan hanya bagi bangsa Quraysi yang berbahasa Arab.

    Dalam Al Qur’an banyak peraturan-peraturan yang diberikan kepada orang Mekah dan sekitarnya. Peraturan-peraturan itu, lebih kurang sama dengan peraturan yang ada di dalam Alkitab, karena peraturan itu memang bersumber dari Alkitab. Sering sekali peraturan yang diberikan oleh Muhammad dikaitkan dengan Alkitab yang dia sebut sebagai kitab orang Yahudi atau kitab Musa. Dalam pengkaitan terhadap Alkitab, bukan hanya karena peraturan-peraturan itu sama dengan yang ada di dalam Alkitab, tetapi Muhammad sering mengaitkannya agar ‘wahyu’ yang disampaikannya diakui.

    Namun, dalam Al Qur’an dan Terjemahannya, hal. 375, pada catatan kaki no. 776, jumhur mufasirin menutupi kebohongan ini dengan mengatakan; Keistimewaan bahasa Arab itu antara lain ialah:
    1 Sejak zaman dahulu kala hingga sekarang bahasa Arab itu merupakan bahasa yang hidup.
    2 Bahasa Arab adalah bahasa yang lengkap dan luas untuk menjelaskan tentang ketuhanan dan keakhiratan.
    3 Bentuk-bentuk kata dalam Bahasa Arab mempunyai tasrif (konjugasi), yang amat luas sehingga dapat mencapai 3000 bentuk perubahan, yang demikian tak terdapat dalam bahasa lain.

    Tapi ini hanya taktik para tokoh Islam agar umat Islam yang membaca ayat ini tidak mempertanyakan lebih jauh tentang Al Qur’an yang nilainya hanya sebagai aturan dalam bahasa Arab dan sesungguhnya hanya berlaku untuk orang yang menggunakan bahasa Arab.

    Muhammad diutus hanya sebagai rasul bagi orang Mekah dan sekitarnya yang berbahasa Arab. Dan tentu saja Muhammad bukan diutus sebagai rasul bagi seluruh dunia atau bangsa yang bukan mengunakan bahasa Arab. Seperti diungkapkan Al Qur’an (Al Mushaf) surat 14 Ibrahim :4, berikut ini; Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (14 Ibrahim :4)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa maa arsalnaa mir rasuulin illaa bi lisaani qaumihii li yubayyina lahum fa yudhillullaahu may yasyaa-u wa yahdii may yasyaa-u wa huwal ‘aziizul hakiim. (14 Ibrahim :4)

    Tujuan mengutus Muhammad sebagai rasul dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Bahasa adalah alat komunikasi. Bagaimana mungkin ia dapat berkomunikasi, bila ia tidak tahu bahasa orang yang dituju. Sebaliknya, bagaimana mungkin orang yang dituju dapat mengerti maksud berita yang disampaikan, bila ia tidak mengerti bahasanya. Itulah sebabnya Muhammad diutus kepada kaumya karena bahasanya sama.

    Al Qur’an (bacaan) diberikan dalam bahasa Arab, untuk menerangkan ancaman dan memberikan pengajaran bagi bangsa Arab. Seperti dijelaskan QS. 20 Thaahaa :113, berikut ini; Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka. (20 Thaahaa :113)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa ka dzaalika anzalnaahu qur-aanan ‘arabiyyawa wa sharrafnaa fiihi minal wa’iidi la’allahum yattaquuna au yuhditsu lahum dzikraa. (20 Thaahaa :113)

    Bangsa Arab, khususnya suku Quraisy, suku Muhammad, perlu mengetahui ancaman dari Allah, bila mereka tetap menyembah berhala-berhala mereka dan bukan menyembah Allah Sang Pencipta Alam Semesta. Dan bangsa Arab juga perlu diberi pengajaran, apa-apa yang harus mereka lakukan sebagai pengganti aturan-aturan yang selama ini mereka terapkan kepada berhala-berhala mereka.

    Al Qur’an (bacaan) yang dalam bahasa Arab, diberikan Tuhan Semesta Alam melalui Roh Kebenaran. Ar-Ruh Al Amin artinya Roh Kebenaran yang biasanya salah satu sebutan kepada Roh Kudus. Tuhan Yesus berkata: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.(Yohanes 14:16-17). Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. (Yohanes 15:26). Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yohanes 16:13).

    Roh Kebenaran, sudah terbiasa dalam pendengaran orang Kristen yang sudah membaca Alkitab Perjanjian Baru. Tetapi Roh Kebenaran belum pernah di dengar orang Arab khususnya suku Quraisy. Itulah sebabnya Muhammad mengatakan: “Al Qur’an (bacaan) benar-benar dari Tuhan semesta alam dan dibawa oleh Ar-Ruh Al Amin, agar Muhammad menjadi salah seorang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas, seperti dalam QS. 26 Asy Syu’araa :192-195, berikut ini: Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin, ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (26 Asy Syu’araa :192-195)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa innahuu la tanziilu rabbil ‘aalamiin. Nazala bihir ruuhul amiin. ‘Alaa qalbika li takuuna minal mundziriin. Bi lisaanin ‘arabiyyim mubiin. (26 Asy Syu’araa :192-195)

    Ada suatu kekuatiran dari tokoh-tokoh Islam, bila diketahui bahwa Ar-Ruh Al Amin adalah Roh Kebenaran, sedangkan Roh kebenaran adalah salah satu sebutan untuk Roh Kudus, maka yang memberikan Al Qur’an (bacaan) itu kepada Muhammad adalah Roh Kudus. Itulah sebabnya maka setelah kata “Ar-Ruh Al Amin” diberi kata “Jibril” dalam tanda kurung. Supaya mengaburkan arti ayat, bahwa yang memberikan Al Qur’an (bacaan) kepada Muhammad adalah Roh Kudus.

    Walaupun demikian, sebenarnya bukan ayat ini saja yang menyatakan bahwa Muhammad mengakui, kalau Al Qur’an (bacaan) itu diberikan oleh Roh Kudus kepada Muhammad. Dalam QS. An Nahl :102, dikatakan : Ruhul Qudus menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhan dengan benar. Surat ini muncul dengan latar belakang peristiwa, ada orang mengatakan bahwa Al Qur’an (bacaan) itu diajarkan oleh seorang manusia kepada Muhammad. Muhammad ingin menyatakan bahwa tudingan itu tidak benar. Karena ia yakin bahwa yang memberikan Al Qur’an (bacaan) itu adalah Roh Kudus, seperti ayat berikut: Katakanlah: “Ruhul Qudus (jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. (16 An Nahl:102).
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Qul nazzalahuu ruuhul qudusi mir rabbika bil haqqi li yustsabbital ladziina aamanuu wa hudaw wa busyraa lil muslimiin. (16 An Nahl:102).

    Lagi-lagi, dalam ayat ini pun kata Ruhul Qudus ditambahkan kata Jibril di dalam tanda kurung. Padahal dalam Al Qur’an berbahasa Arab tidak ada kata Jibril, yang yang ada adalah kata “ruuhul qudusi”. Memang para tokoh Islam suka dengan “bingungisasi.” Sebab ayat ini sangat jelas, tetapi dibuat menjadi tidak jelas alias kabur. Hampir-hampir bisa dikatakan tokoh Islam itu hanya tahunya Jibril saja. Ayat ini adalah ayat-ayat yang muhkamaat dan bukan ayat-ayat yang mutasyaabihaat Tetapi, bagi orang yang ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, tidak perlu bingung. Bacalah Al Qur’an (Al Mushaf) itu dengan tidak memperdulikan kata di dalam tanda kurung, agar arti dan maksudnya yang didapatkan sesuai dengan maksud pada saat Al Qur’an (Al Mushaf) itu ditulis dalam bahasa Arab.

    Apa yang ada di dalam Al Qur’an (Al Mushaf) itu, memang sudah ada dalam kitab-kitab orang yang dahulu, seperti Taurat Musa, kitab Yunus, kitab Ayub, mazmur Daud dan lain-lain. Isi Al Qur’an (bacaan) itu adalah kutipan-kutipan dari Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Seperti yang dikatakan ayat Al Qur’an (Al Mushaf) surat 26 Asy Syu’araa :196-197 berikut ini:

    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israel mengetahuinya? (26 Asy Syu’araa :196-197)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa innahuu la fii zuburil awwaliin. A wa lam yakul lahum aayatan ay ya’-lamahuu ‘ulamaa-u banii israa-iil. (26 Asy Syu’araa :196-197)

    Untuk meyakinkan pendengarnya, Muhammad dengan terus terang mengatakan bahwa Al Qur’an (bacaan) itu benar-benar dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. Tetapi, ayat ini dicoba digeser maknanya, bahwa Al Qur’an (Al Mushaf) itu sudah dinubuatkan pada kitab-kitab orang Yahudi, dengan menambahkan kata “tersebut” di dalam tanda kurung. Dengan penambahan kata itu, maka perpindahan makna dari “Isi Al Qur’an (Al Mushaf) itu sudah ada di dalam kitab-kitab orang dahulu dan para ulama Bani Israel mengetahuinya dan sebagai saksinya,” menjadi “Al Qur’an itu sudah dinubuatkan di dalam kitab-kitab orang dahulu dan para ulama Bani Israel mengetahuinya dan sebagai saksinya.” Hal itu sering kita jumpai dalam Al Qur’an (Al Mushaf) yang sudah dimodifikasi.

    Dengan kesadaran, kalau Al Qur’an (bacaan) itu di turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Seperti ayat Al Qur’an (Al Mushaf) yang terdapat pada QS. 26 Asy Syu’araa 198-199 berikut ini:

    Dan kalau Al Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. (26 Asy Syu’araa 198-199)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa lau nazzalnaahu ‘alaa ba’dhil a’-jamiin. Fa qara-ahuu ‘alaihim maa kaanuu bihii mu’miniin. (26 Asy Syu’araa 198-199)

    Dalam ayat inipun tidak ada kata “Al Qur’an”. Yang ada hanya kata “nazzalnaahu” maksudnya adalah kalau bacaan ini diberikan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu ia membacakannya kepada mereka bangsa Quraisy; niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Jadi itulah sebabnya maka Allah memakai Nabi Muhammad.

    Di dalam Al Qur’an (bacaan) itu juga dibuat perumpamaan-perumpamaan seperti yang sudah pernah ada di dalam pengajaran Tuhan Yesus dalam Perjanjian Baru, sebagai pelajaran bagi orang Mekah dan sekitarnya yang mengunakan bahasa Arab, seperti yang tercantum di dalam QS. 39 Az Zumar:27-28 berikut ini:

    Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. Al Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan supaya mereka bertakwa. (39 Az Zumar:27-28)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa la qad dharabnaa lin naasi fii haadzal qur-aani min kulli matsalil la’allahum yatadzakkaruun. Qur-aanan ‘arabiyyan ghaira dzii ‘iwajil la’allahum yattaquun. (39 Az Zumar:27-28)

    Muhammad menjelaskan arti dari ayat-ayat Alkitab yang dalam bentuk perumpamaan itu sesuai dalam konteks bacaan dalam bahasa Arab, seperti di jelaskan QS. 41 Fush Shilat:3 berikut ini:

    Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui. (41 Fush Shilat:3)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Kitaabun fushshilat aayaatuhuu qur-aanan ‘arabiyyal li qaumiy ya’lamuun. (41 Fush Shilat:3)

    Dalam Alkitab itu sesungguhnya ayat-ayatnya sudah sangat jelas, tetapi kalau bacaan itu dalam perumpamaan, maka arti dari perumpamaan itu perlu di jelaskan oleh Muhammad. Tujuan Al Qur’an (bacaan) itu diberikan dalam bahasa Arab, supaya orang-orang Mekkah yang berbahasa Arab dapat memahaminya. Dan jika dijadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab, tentulah mereka berkata: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”. Dan tidak patut Al Qur’an (bacaan) diberikan dalam bahasa asing, sedang rasulnya adalah orang Arab. Seperti dijelaskan QS. 41 Fush Shilat:44 berikut ini:

    Dan jika Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”. Apakah (patut Al Qur’an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh”. (41 Fush Shilat:44)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa lau ja’alnaahu qur-aanan a’jamiyyal la qaaluulaulaa fushshilat aayaatuhuu aa’jamiyyuw wa’arabiyyun qul huwa lil ladziina aamanuu hudaw wa syifaa-uw wal ladziina laa yu’minuuna fii aadzaanihim waqruw wa huwa ‘alaihim ‘aman ulaa-ika yunaadauna mim makaanim ba’iid. (41 Fush Shilat:44)

    Jadi Al Qur’an (bacaan) diberikan kepada Muhammad dalam bahasa Arab agar dia memberi peringatan kepada Umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat). Seperti yang dijelaskan QS. (42) Asy Syuu’ara:7 berikut ini:

    Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka. (42 Asy Syuu’ara:7)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa ka dzaalika auhainaa ilaika qur-aanan ‘arrabiyyal li tundzira ummal quraa wa man haulahaa wa tundzira yaumal jam’i laa raiba fiihi fariiqun fil jannati wa fariiqun fis sa’iir. (42 Asy Syuu’ara:7

    Untuk QS. Asy Syuu’ara:7 ini, para tokoh Islam sangat takut jika rahasia ini di ketahui. Sebab jika rahasia ini diketahui maka tidak ada orang yang mau masuk Islam selain Umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya. Itulah sebabnya sudah diantisipasi terlebih dahulu dengan menambahkan catatan kaki pada Al Qur’an dan Terjemahannya, hal. 784, dengan nomor urut 1340, maksudnya: penduduk dunia seluruhnya. Padahal sudah jelas-jelas dikatakan bahwa Al Qur’an (bacaan) itu hanya untuk Umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya. Ayat ini adalah ayat-ayat yang muhkamaat. Bagi orang yang tidak membaca dengan teliti, tipuan ini tidak kelihatan karena sudah dikelabui dengan sub judul untuk perikop ini diberi judul: “Al Qur’an adalah sebagai peringatan untuk seluruh umat manusia.”
    Bagi orang yang tidak memahami Al Qur’an (Al Mushaf), maka tipuan ini tidak kelihatan. Paling-paling, setelah melihat keanehan ini, maka orang cendrung melihat cacatan kaki, lalu hilanglah kecurigaannya. Tetapi bagi orang yang benar-benar meneliti dan hanya dengan tujuan mendapatkan kebenaran, maka ini adalah tipuan para tokoh Islam yang berkepentingan bukan untuk mendapatkan kebenaran, melainkan yang penting agama Islam berkembang ke seluruh dunia.

    Tujuan Al Qur’an (bacaan) diberikan dalam bahasa Arab supaya menerangkan apa yang tertulis di dalam Alkitab, sebab Al Qur’an (bacaan) itu ada dalam induk Alkitab atau bisa dikatakan Al Qur’an (bacaan) itu adalah bagian dari Alkitab. Untuk menerangkan Alkitab kepada penduduk Mekah diberikanlah Al Qur’an (bacaan) dalam bahasa Arab agar mereka dapat memahaminya, seperti dijelaskan QS. 43 Az Zukhruf:2-4, berikut ini:
    Demi Kitab yang menerangkan. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu dalam induk Al Kitab di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi dan amat banyak mengandung hikmah. (Az Zukhruf:2-4)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wal kitaabil mubiin. Innaa ja’alnaahu qur-aanan ‘arabiyyal la’allakum ta’qiluun. Wa innahuu fii ummil kitaabi ladainaa la ‘aliyyun hakiim. (Az Zukhruf:2-4)

    (Arti yang sebenarnya dari ayat ini adalah; Demi Alkitab yang terang, sesungguhnya Allah menjadikan Al Qur’an berbahasa Arab supaya bangsa Quraisy berpikir. Dan sesungguhnya itu adala dalam Alkitab yang bernilai tinggi dan penuh hikmat.)

    Seperti yang telah disingung di depan bahwa Al Qur’an (bacaan) itu hanya bagian dari Alkitab yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Isinya sebagian besar kutipan dari Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang dimodifikasi dan ditambah dengan dongeng-dongeng dan mitos-mitos yang diketahui oleh Muhammad dan menjadikan sebagai perumpamaan. Al Qur’an (Al Mushaf) hanya kitab yang membenarkan apa yang tertulis ti dalam kitab Musa, dan Al Qur’an (Al Mushaf) itu bukan sesuatu ajaran baru, ajaran lama yang diajarkan dalam bahasa lain yaitu bahasa Arab, seperti penjelasan QS. 46 Al Ahqaaf : 12, berikut ini:

    Dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang lalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (46 Al Ahqaaf : 12)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa min qablihii kitaabu muusaa imaamaw wa rahmataw wa haadzaa kitaabum mushaddiqul lisaanan ‘arabiyyal li yundziral ladziina zhalamuu wa busyraa lil muhsiniin. (46 Al Ahqaaf : 12)

    Dan tujuan diberikan dalam bahasa Arab, hanya untuk memudahkan orang Mekah dan sekitarnya memahami berita di dalam Alkitab, dan agar Muhammad dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an (bacaan) itu, dan agar Muhammad memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang, seperti di jelaskan QS. 19 Maryam : 97, berikut ini:

    Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. (19 Maryam : 97)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Fa innamaa yassarnaahu bi lisaanika li tubasysyira bihil muttaqiina wa tundzira bihii qaumal luddaa. (19 Maryam : 97)

    Al Qur’an itu dimudahkan dengan bahasa Muhammad agar suku Quraisy dan sekitarnya dapat memahami maksud berita yang disampaikan oleh Muhammad, dan suku-suku itu dapat pelajaran, seperti dijelaskan QS. 44 Ad Dukhaan : 58, berikut ini:

    Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran. (44 Ad Dukhaan : 58)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Fa innamaa yassarnaahu bi lisaanika la ‘allahum yatadzakkaruun. (44 Ad Dukhaan : 58)

    Dan Muhammad hanya diutus kepada orang kafir Mekah sebagai Rasul seperti mengutus Nabi Musa sebagai Rasul kepada Firaum, seperti dijelaskan dalam QS. 73 Al Muzzammil: 15 berikut ini:

    Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Firaun. (73 Al Muzzammil: 15)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Innaa arsalnaa ilaikum rasuulan syaahidan ‘alaikum ka maa arsalnaa ilaa fir’auna rasuulaa. (73 Al Muzzammil: 15)

    Jadi bagaimana dengan bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, apakah Muhammad juga di utus sebagai rasul? Menurut ayat-ayat yang sudah diteliti di atas, sesungguhnya Muhammad bukan diutus sebagai rasul untuk bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Mengapa? Karena bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia tidak menggunakan bahasa Arab. Seorang teman saya yang masih beragama Islam berkata: “Apakah Allah Pencipta Alam Semesta hanya mengetahui bahasa Arab?” Sebegitu bodohkah Allah yang disembah orang Islam? Jadi orang Islam Indonesia ini menjadikan Allahnya sangat bodoh, hanya tau Cuma bahas arab saja, sedangkan bahasa Indonesia itu tidak diketahui Allah atau bahasa Indonesia tidak suci, yang suci dan sakral hanya bahasa arab.

    Bahkan Universitas IAIN Sunan Ampel Surabaya menjatuhkan skorsing 1(satu) semester kepada seorang Dosen karena menginjak lafadz Arab. Karena dinilai melecehkan Islam dengan menginjak lafadz Arab saat menyampaikan kuliah, Drs Suhawi Rubba, M.Fil, dosen Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya dijatuhi sanksi skorsing satu semester.

    Kejadian bermula saat Sulhawi Rubba memberikan perkuliahan Sejarah Peradaban Islam (SPI) pada mahasiswa semester II, tanggal 6 Mei 2006. Di depan mahasiswa, Sulhawi menyuruh salah satu mahasiswa menulis lafadz Arab di secarik kertas dan kemudian diinjak-injak olehnya. Perbuatannya mendapat protes dari mahasiswanya.
    Peristiwa itu memunculkan debat panjang di tingkat fakultas hingga Rektorat. Sehingga akhirnya Senat memutuskan sanksi skorsing selama satu semester pada Sulhawi Rubba. Pasalnya, tindakannya itu tidak dibenarkan oleh sistem pengajaran IAIN Sunan Ampel.

    “Keputusan ini sebagai langkah darurat. Tapi kalau Menteri Agama menjatuhkan sanksi lain, itu adalah kebijakan pusat. IAIN tidak berhak memutuskan untuk mengeluarkan Sulhawi,” kata Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr H Ridlwan Nasir MA, pada hari Kamis, 25 Mei 2006.

    Namun demikian, Ridlwan menjelaskan, dalam rapat senat yang digelar Selasa, 23 Mei 2006 lalu, Sulhawi menyatakan secara tertulis dan bermaterai, bahwa ia mengaku khilaf dan minta maaf kepada umat Islam dan civitas akademika.

    “IAIN sama sekali tidak membenarkan hal-hal semacam itu, semestinya dia berdiskusi terlebih dahulu dengan kami kalau memiliki pandangan-pandangan tersendiri. Kami sangat menyesalkan praktik semacam itu langsung disaksikan para mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah,” kata Ridlwan. (Harian Duta Masyarakat, Jumat 26 Mei 2006).

    Inilah gambaran pemahaman umat Islam di Indonesia. Seakan-akan begitu sakralnya bahasa Arab itu. Dapat dibayangkan, di negara-negara yang menggunakan bahasa Arab, maka setiap hari umat Islam merasa terlecehkan, karena semua tulisan mengunakan lafadz Arab, baik koran-koran dan surat-surat lainnya dan itu dibuang-buang orang di tempat sampah dan tentu saja juga ada yang terinjak-injak. Mahasiswa yang seharusnya memiliki nalar, tidak dapat lagi berpikir jernih. Karena mereka sudah terdidik dari kecil bahwa lafadz Arab itu kudus, suci, kramat dan sakral.

    Jadi, kau harus sadar kadzim…. Kalau kau orang Islam sudah menggadaikan Indonesia ini kepada orang arab melalui agama Islam. Arab menjajah Indonesia ini melalui agama Islam. Kau lihat itu apa yang dilakukan para habib-habib itu. Dia begitu sangat berpengaruh di Indonesia ini. Disuruh makan taik pun kau mau semuanya. Kalau kau mau jadi Islam, jadilah kau Islam Indonesia. Kalau kau mau sembahyang, sembahyanglah kau dengan memakai bahasa Indonesia. Karena Allah Sang Pencipta Alam Semesta ini mengetahui segala bahasa manusia di dunia ini. Jangankan bahasa manusia, bahasa hewanpun Allah tau. Sebab Dialah menciptakan segala sesuatu. Apalagi kau semua di blog ini adalah orang-orang Muhammaddiyah yang konon orang-orang yang menggunakan logika. Jadi gunakan otak dan pikiranmu itu. Jangan manut saja seperti kerbo dicucuk idung.

    Berikutnya kadzim berkata:

    Soal sabat, jika Yesus mengutamakan sabat untuk beribadat dari hari-hari yang lain dan kalian lebih memilih minggu, tidak jadi masalah, tapi jangan bilang sebagai pengikut Yesus, mengapa malu mengatakan sebagai pengikut agama karya Saulus /Paulus?

    Mr. Jhony Walker menjawab.

    Saya tidak malu kalaupun kau sebut pengikut Paulus, kadzim. Karena Paulus masih jauh lebih baik dari pada Muhammad. Paulus yang tadinya seorang pembunuh, penganiyaya jemaat kristus, tapi ketika dia bertemu dengan Yesus, hidupnya diubahkan. Dia mau dibunuh, dipenjarakan, disesah dicambuk, tapi dia tidak melawan kekerasan itu dengan kekerasan. Kalau dia mau, dia bisa gunakan pengaruhnya karena dia adalah orang yang sangat berpengaruh tadinya dalam agama Yahudi. Tapi sisa hidupnya, sekalipun dia tidak menggunakan kekerasan. Kalau aku….kadzim…. belum seperseratusnyapun. Kalau kau menjengkelkan…. Kau masih kumaki-maki. Aku memang tidak akan datang mengganggu kerumahmu, tapi kalau kau datang mengganggu kerumahku, kusikat kau. Tapi kalau Paulus, walaupun dia desesah dicambuk, dipenjarakan, bahkan hampir dibunuh, dia tidak melawan dengan kekerasan bahkan tidak pernah memaki seperti saya. Tapi kalau Muhammad sebaliknya. Tadinya dia adalah orang baik-baik. Monogami ketika isterinya Khadijah masih hidup, ketika dia menyampaikan keyakinannya pertama sekali, dia diolok-olok, tapi dia tidak melawan. Bahkan dia hampir dibunuh ketika masih di Mekkah, dia tidak melawan, dia bahkan menyingkir ke Medinah. Tetapi ketika dia sudah di Medinah, dia sudah punya kekuatan malah dia yang bringas. Jadi tukang kawin sehingga cara hidupnya itulah yang ditiru pengikutnya sampai sekarang. Itu juga sebagai landasan orang Islam berpoligami, itu juga sebagai dasar para teroris untuk melakukan pembunuhan karena merasa mengikuti teladan Muhammad. Jadi saya bisa berkata jujur dari hati saya…. Kesucsesan Muhammad ketika dia masih di Mekkah. Tapi kegagalan Muhammad ketika dia sudah di Medinah dan istrinya Khadijah menginggal. Jadai saya tegaskan sekali lagi kadzim saya tidak malu kau bilang pengikut Paulus. Tapi kalau kau bilang saya domba Paulus, itu yang salah. Karena Paulus tidak pernah menyebut orang Kristen sebagai dombanya, tetapi Yesus lah yang menyebut para pengikut-Nya sebagai domba-Nya. Jelas kadzim?????

  12. Ini lagi untukmu kadzim

    Untuk kau kadzim, kalau kau memang belum bisa melihat perbedaan versi riwayat tentang Isa di dalam al qur’an mu itu … ini saya bantu menunjukkannya. Contoh tentang bagaimana malaikat menjanjikan tentang kelahiran Isa.

    Sebelum kau bertanya tentang definisi Tuhan,(karena kau pasti akan membandingkan dengan al qur’an mu) maka kau harus bisa membuktikan dulu bahwa al qur’an mu itu wahyu langsung dari Allah kepada Muhammad.

    Tuhan Yesus Kristus (Isa Putra Maryam) dalam versi riwayat surat 3Ali Imran:42-47 berbeda dengan Tuhan Yesus Kristus (Isa Putra Maryam) dalam versi riwayat surat 19 MARYAM :16-21; Padahal sama-sama menceritakan bagaimana pertemuan Maryam dengan malaikat Jibril (Gabriel kristen) untuk kelahiran Isa Al Masih. Dalam versi riwayat surat 3 Ali ‘Imran:42-47, Tuhan Yesus Kristus (Isa Putra Maryam) digambarkan sebagai berikut:

    42- Dan ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia. (3 Ali ‘Imran:42)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Wa idz qaalatil malaa-ikatu yaa maryamu innallaahash thafaaki wa thahharaki wash thafaaki ‘alaa nisaa-il ‘aalamiin. (3 Ali ‘Imran:42)

    45- ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan, (3 Ali ‘Imran:45)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Idz qaalatil malaa-ikatu yaa maryamu innallaaha yubasysyiruki bi kalimatim minhus muhul masiihu ‘iisabnu maryama wajiihan fid dun-yaa wal aakhirati wa minal muqarrabiin. (3 Ali Imran:45)

    47- Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.” Allah berfirman : “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. (3 Ali ‘Imran:47)
    Dalam bahasa Arab dikatakan:
    Qaalat rabbi annaa yakuunu lii waladuw wa lam yamsasnii basyarun qaala kadzaa-likillaahu yakhluqu maa yasyaa-u idzaa qadhaa amran fa innamaa yaquulu lahuu kun fa yakuun. (3 Ali Imran:47)

    KADZIM…. SURAT 3 ALI IMRAN:42-47, TERSEBUT MIRIP DENGAN ALKITAB ORANG KRISTEN DALAM INJIL LUKAS 1:28-35, WALAUPUN REDAKSINYA BERBEDA, SEPERTI BERIKUT INI;

    LUK 1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

    LUK 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

    LUK 1:30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

    LUK 1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

    LUK 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

    LUK 1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

    LUK 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

    LUK 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

    SECARA GARIS BESAR, ISI SURAT 3 ALI IMRAN:42-47, TERSEBUT MIRIP DENGAN ISI ALKITAB ORANG KRISTEN DALAM INJIL LUKAS 1:28-35, LEBIH KURANG ANTARA LAIN:

    1. MALAIKAT DATANG KEPADA MARYAM (MARIA KRISTEN) DALAM ALKITAB BERKATA; “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. SEDANGKAN DALAM AL QUR’AN BERKATA; “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (Termasuk ibunya Muhammad, karena ibunya Muhammad pun seorang wanita, — Mr. Jhony Walker – Red.)

    2. MALAIKAT MEMBERITAKAN KEPADA MARYAM BAHWA DIA AKAN MELAHIRKAN SEORANG ANAK LAKI-LAKI, DAN SIAPA NAMANYA DAN BAGAIMANA DIA KELAK, DALAM ALKITAB DIKATAKAN; Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” SEDANGKAN DALAM AL QUR’AN DIKATAKAN; “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan, (Tidak jelas didekatkan pada siapa).

    3. MARYAM KAGET/TERKEJUT KARENA BAGAIMANA MUNGKIN BISA TERJADI, KARENA DIA BELUM BERSUAMI/BELUM DISENTUH OLEH SEORANG LAKI-LAKI PUN. DALAM ALKITAB DIKATAKAN; “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. SEDANGKAN DALAM AL QUR’AN DIKATAKAN; “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.

    JADI, HAMPIR SAMA YA KADZIM, CUMA REDAKSINYA DIRUBAH. KARENA ALKITAB LEBIH DULU ADA, MAKA TIDAK SALAH KALAU SAYA KATAKAN BAHWA SURAT 3 ALI IMRAN:42-47, TERSEBUT DIJIPLAK OLEH NABI MUHAMMAD DARI ALKITAB ORANG KRISTEN DALAM INJIL LUKAS 1:28-35. TIDAK MUNGKIN… DONG… ALKITAB MENJIPLAK AL QUR’AN, KARENA ALKITAB JAUH LEBIH DULU ADA DARI PADA AL QUR’AN.

    SEKARANG AYAT AL QUR’AN DENGA AYAT AL QUR’AN KITA KONFRONTASIKAN. YAITU SURAT 3 ALI IMRAN :42-47 DENGAN SURAT 19 MARYAM :16-21;

    16- Dan ceritakanlah Maryam di dalam Alkitab, === JELAS YA KADZIM, KALAU YANG DICERITAKAN ADALAH MARYAM YANG ADA DI DALAM ALKITAB BUKAN YANG ADA DALAM AL QUR’AN KARENA PADA WAKTU ITU BELUM ADA AL QUR’AN. (WALAUPUN PENTERJEMAH AL QUR’AN MENAMBAHKAN KATA “AL QUR’AN” SETELAH KATA “ALKITAB”, ITU HANYA AKAL-AKALAN PENTERJEMAH SAJA SEBAB KATA “AL QUR’AN” BERBEDA DENGAN KATA “ALKITAB” DALAM BAHASA ARAB).

    yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, (19 Maryam:16)===== TIDAK JELAS KEMANA MENJAUHKAN DIRI. KALAU ALLAH YANG MAHA TAU YANG MEWAHYUKAN MASAKAN DIA TIDAK TAU KEMANA MARYAM MENJAUHKAN DIRI? INI HANYA DIKATAKAN ; ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur.

    17- maka ia mengadakan tabir dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, ===== DALAM SURAT ALI IMRAN : 42; Malaikat berkata, TETAPI DALAM SURAT MARYAM :17, DIKATAKAN; Kami mengutus roh Kami kepadanya. PERTANYAAN SAYA KADZIM; YANG DATANG KEPADA MARYAM ITU MALAIKAT ATAU roh?????

    BERIKUTNYA; maka ia menjelma di hadapannya manusia yang sempurna. (19 Maryam:17) YANG MENJELMA MENJADI MANUSIA SEMPURNA ITU SIAPA???? roh atau MALAIKAT???

    18- Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.(19 Maryam:18) DALAM SURAT 3 ALI IMRAN:42-47, TIDAK ADA KALIMAT INI.

    19- Ia berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.(19 Maryam:19) SIAPA YANG MENGUCAPKAN KALIMAT INI? MALAIKAT ATAU roh. JUGA KALIMAT INI TIDAK ADA DALAM SURAT 3 ALI IMRAN:42-47. SIAPA YANG NAMBAHI KALIMAT INI DALAM SURAT 19 MARYAM:19 INI KADZIM????

    20- Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku ==== INI MIRIP DENGAN YANG TERTULIS DALAM SURAT 3 Ali ‘Imran:47 WALAUPUN SATU MENGGUNAKAN KATA “LAKI-LAKI” SATUNYA MENGGUNAKAN KATA “MANUSIA”.

    dan aku bukan seorang pezina!” (19 Maryam:20) KALIMAT INI TIDAKA ADA DALAM SURAT 3 Ali ‘Imran:47. PERTANYAAN SAYA KADZIM, SIAPA YANG MENAMBAHI KALIMAT INI???? PENULIS SURAT MARYAM ATAU NABI MUHAMMAD YANG WAHYUNYA BERUBAH-UBAH????

    21- Jibril berkata: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman: KALIMAT INI TIDAK ADA DALAM SURAT 3 Ali ‘Imran:47, YANG ADA MALAH KALIMAT Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun. PERTANYAAN SAYA KADZIM, DALAM ISLAM KAN TIDAK BOLEH MEMANGGIL TUHAN KEPADA SELAIN ALLAH, KENAPA MARYAM MEMANGGIL TUHAN SAMA MALAIKAT JIBRIL???? ITU KAN MUSRYK???? BAHKAN DALAM SURAT 3 Ali ‘Imran:47, DIKATAKAN; Allah berfirman : “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. SEKARANG KOK ALLAH BERFIRMAN??? APAKAH YANG BERBICARA DENGAN MARYAM MALAIKAT JIBRIL ATAU ALLAH??? BEGITU KACAUNYA AL QUR’AN MU ITU KADZIM.

    COBA KAU BANDINGKAN LAGI KADZIM KALIMAT BERIKUTNYA…. DALAM SURAT 19 Maryam:21, DIKATAKAN; “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (19 Maryam:21) BANDINGKAN DENGAN KALIMAT YANG TERDAPAT DALAM SURAT 3 Ali ‘Imran:47, BERIKUT INI; “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. (3 Ali ‘Imran:47). SANGAT JAUH BERBEDA KADZIM KEDUA KALIMAT TERSEBUT.

    SEKARANG PILIHANMU HANYA DUA.

    PERTAMA…. KALAU KAU BERKATA BAHWA AL QUR’AN MU ITU WAHYU LANGSUNG DARI ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD, MAKA SAMA DENGAN KAU BERKATA; ALLAH MU SUDAH PIKUN SEHINGGA IA LUPA APA YANG DIWAHYUKANNYA KEMARIN SEHINGGA WAHYU BERIKUTNYA BERUBAH TENTANG SATU TOKOH SAJA YANG BERNAMA ISA AL MASIH PUTERA MARYAM ATAU NABI MU NABI MUHAMMAD PEMBOHONG BESAR.

    KEDUA…. KAU HARUS MENGAKUI BAHWA YANG TERTULIS DI DALAM AL QUR’AN MU ITU ADALAH PEMAHAMAN PENULIS SURAT MASING-MASING YANG TERDIRI DARI 16 PEMAHAMAN SEDANGKAN SUMBER AJARAN MUHAMMAD SEBENARNYA ADALAH ALKITAB ORANG KRISTEN.

    TERSERAH KAU MAU MEMILIH YANG MANA!!!! INI BARU SEBAGIAN KECIL SAJA YANG SAYA BONGKAR TENTANG KESEMBRAUTAN AL QUR’AN MU ITU.

  13. kadzim said

    Pak Andy dan Ria, walaupun orang kristen yang memakai nick Jhony Walker ini tidak mengerti mengapa tanda kurung digunakan, tetapi saya tetap menjawab surat-suratnya, dan setiap saya mengajukan pertanyaan dia selalu mengelak, jadikalian boleh prihatin dengan wujudnya orang kristen yang satu ini.

    jawaban-jawaban saya kepada Jhony Walker dapat anda baca di article yang berjudul,
    Teroris Itu Zionisme Berwajah Amerika.

    Terima kasih.

  14. kadzim said

    Untuk mengingatkan pembaca tentang keganasan kaum kristen Srebrenica pada muslimin, saya harap pembaca membuka kembali sejarah yang terjadi di Bosnia and Herzegovina beberapa tahun silam.

    Apakah membantaian itu menurut Ria juga dilakukan oleh Tuhan ?

  15. INI KADZIM……

    KADZIM SEDANG BERMAIN BOLA

    KADZIM SEDANG BERMAIN BOLA TIDAK PAKAI CELANA

    KADZIM…..KADZIM ….. SANA GANTI POPOK

    UDAH KUMISAN MASIH NGOMPOL LAGI……

  16. kadzim said

    Mungkin dari sebagian pembaca ada yang belum tahu banyak tentang sejarah Alkitab yang sekarang beredar, di sini saya sumbangkan sekilas sejarah kitab suci umat kristen itu.

    Alkitab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, berasal dari Alkitab versi Raja James / King James Version, Yang disingkat dengan (KJV).

    Alkitab versi Raja James pertama kali ditulis dan direvisi pada tahun 1611 atas perintah Raja James I.

    Raja James I lahir pada 19 juni 1566 dan meninggal pada 27 maret 1625. Dia adalah orang pertama yang menyebut dirinya sebagai King of Great Britain.

    Raja James I berkuasa selama 22 tahun, Pada masa Raja James I berkuasa, sering terjadi gejolak di dalam negri, diantaranya terjadi perang saudara yang mengakibatkan terbunuhnya Charles I putra Raja James I.
    Menurut sumber sejarah, Raja James I adalah penyebab utama terjadinya peperangan itu.

    Pada masa Raja James I berkuasa juga sering terjadi pertengkaran antara dia (Raja James I ) dengan parlemen disebabkan Raja James I selalu menyalahgunakan uang Negara.

    Dan sebelum saya sudahi tulisan ini, yang perlu kita ingat adalah Alkitab yang sekarang beredar (KJV) ditulis dan direvisi atas perintah Raja James I.

    Terima kasih.

  17. kadzim said

    Apakah diantara pembaca ada yang tahu kisah Uskup Gene Robinson dan Mark Andrew ?

    Atau pernah membaca sejarah King James I yang ditulis oleh Philip J. Adler?

    Jika pernah, tidak perlu ditulis di forum ini dan jika belum pernah, saya sarankan untuk membacanya.

    Terima kasih.

  18. kadzim said

    Jhony, saya masih belum tega membongkar sejarah King James I.

    Takutnya orang kristen banyak yang shock jika mengetahui sejarahnya (King James I) yang ditulis oleh beberapa pakar sejarah barat, bukan orang ISLAM yang menulisnya.

    Tapi saya juga sambil melihat perkembangan tulisan Jhony.

  19. Kadzim …. ternyata kau lebih goblok dari yang saya perkirakan. Kau sok-sokan membahas ayat-perayat, kata perkata. Tapi begitu saya layani, kau lari secara gelobal. Kau tidak berani membahas ayat per ayat al qur’an mu itu. Kalau kau melihat al qur’an mu itu secara gelobal, maka kau sama dengan orang yang memandang gunung dari jauh. Kelihatan indah…. mulus …. tapi coba kau dekati gunung itu. disitu baru kau tau…. kalau digunung itu banyak pohon besar, jurang yang dalam batu besar dan binatang buas dan ular beludak banyak disana. Demikian juga al qur’an mu itu. Kau hanya melihat secara gelobal. coba kau lihat kedalam. Kau akan temukan kalimatnya tidak nyambung sehingga harus ditambahkan kata dalam kurung oleh para penterjemah al qur’an, dan al qur’an mu itu dijipalak Nabi Muhamad dari Alkitab orang Kristen, lalu di ngaku-ngaku mendapat wahyu, buktinya…. 70% isinya hampir sama dengan Alkitab, NABINYA 70 % orang Yahudi. hanya diserak-serak sehingga kau sulit untuk memahami. Coba kau lihat; Versi riwayat tentang Yesus ada 16 versi, yang satu versi dengan versi lainnya tidak ada yang nyambung. bahkan satu dengan yang lain sangat kontradiksi.dan itu sudah saya postingkan. Tentang Ibrahim ada 18 Versi riwayat, tentang Nabi Musa, ada 24 versi riwayat. dll. kalau versi-versi itu dikumpulkan menjadi satu maka terlihat jelas kalau al qur’an mu itu dijiplak dari Alkitab orang Kristen. makanya saya sejak saya tau bahwa al qur’an itu hanya jiplakan dari Alkitab orang Kristen maka saya tinggalkan agama Islam dan lebih baik saya mengikuti yang asli yaitu Alkitab dari pada mengikuti al qur’an yang hanya jiplakan dari Alkitab. Jadi kadzim…. al qur’an mu itu hanya kitab sampah yang tak berguna dan tak bernilai. Kau aja yang goblok mau percaya kepada kitab suci yang seperti itu. Kau tau itu sampah semua orang bilang tidak baik untuk kesehatan. Tapi coba kau perhatikan orang madura itu…. Umek saja disampah itu. Karena sampah itu bisa menghasilkan uang. Demikian juga kau kadzim…. Walaupun al qur’an mu itu hanya nilainya buku sampah…. Kalau kau percaya… ya … terserah kau. Tapi disini sudah kubuktikan bahwa al qur’an mu itu hanya jiplakan dari Alkitab orang Kristen.

    Makanya ketika kau coba membahas Alkitab ayat per ayat, saya layani kau tapi sekalian saya mengajak kau melihat Al qur’an mu itu ayat-per ayat … tapi kau tak berani. dan kau melarikan diri dengan mobillah…. onderdillah…. tahun pembuatan mobillah… warna mobillah… dan segala tetek bengeknya. Ibarat mobil…. Kalau kau hanya tau tahun pembuatannya, warnanya, model mobil…. Maka banci kaleng pun bisa. Berarti kau sama dengan banci kaleng kadzim. Kau bukan ahli. Kalau ahli, dia tau kenapa baut itu dipasang disitu…. Apa akibatnya kalau baut itu dipasang disitu…. Apa akibatnya kalau baut itu tidak dipasang disitu….. dan bagaimana latar belakangnya maka baut itu dipasang disitu. Itu baru namanya ahli. Sedangkan kau kadzim hanya rombeng …. Yang asal besi tua masuk semua. Yang penting bisa ditimbang besi tua, sampah , kerdus, masuk semua.

    Tapi kau sok-sok an mebahas Alkitab ku ayat per ayat. apa yang kau postingkan itu semua kau jiplak dari buku Ahmed Deedat yang berjudul “The Choice” dan “Muhammad Ahli Waris Yesus yang terhebat”. termasuk yang kau bilang Tuhan yang salah cetak itu. termasuk pertanyaanmu yang tertulis dalam Injil Lukas 44, dan Mazmur 45-46, yang kau posting itu. itu kau ambil dari buku Ahmad Deedat yang berjudul “Muhammad Pewaris Yesus yang Terhebat”. Jadi gerak langkahmu aku tau semua kadzim!!!! Begitu kau ngeles terus kalau kau njiplak dari buku Ahmad Deedat. Makanya saya tegaskan pada seluruh pembaca di blog ini…. BAHWA KALAU ANDA INGIN MENGETAHUI ISI OTAK SI KADZIM…. ANDA CUKUP MEMBELI BUKU AHMED DEEDAT YANG BERJUDUL “THE CHOICE” DAN “MUHAMMAD PEWARIS YESUS YANG TERHEBAT”. DAN SI KADZIM TIDAK ADA APA-APANYA SAMA SAYA SEHINGGA SAYA HANYA BUANG-BUANG ENERGI KALAU BERDEBAT DENGAN ORANG YANG SAYA SUDAH JELAS-JELAS TAU KEMAMPUANNYA TIDAK SEBERAPA. DAN DIA TAK SELEVEL DENGAN SAYA UNTUK BERDEBAT. ADMIN …. TOLONG CARIKAN ORANG ISLAM YANG LEBIH PINTAR LAGI DARI SI KADZIM. KALAU ADA BARU SAYA LAYANI LAGI. OKE…????!!!! GOD BLESS YOU!

  20. Kadzim…. percuma kau sibuk menjelaskan Raja James / King James Version. Karena orang Kristen tidak terikat dengan King James Version walaupun Alkitab terjemahan Indonesia diterjemahkan dari KJV, tetapi acuan dari orang Kristen adalah Alkitab Bahasa Ibrani untuk PL dan Alkitab Bahasa Yunani untuk PB. Jadi kau percuma sibuk menjelaskan Raja James / King James Version karena itu tidak ngefek sama kami orang Kristen.

    Juga percuma kau sibuk menjelaskan tentang Sir… Lord untuk sebutan orang Inggris. sebab itu tidak ada kaitannya dengan Alkitab orang Kristen. Itu hanya menunjukkan bahwa kau ini hanya anak buah Ahmed Deedat. Ahmad Deedat lah yang sibuk kesana kemari untuk menjelaskan Sir….Lord…. tapi sayang sekarang dia sudah mati. Kalau tidak…. seharusnya dia yang kau undang ke sini. Biar saya cuci otaknya. karena semua yang dia bilang itu salah semua. Dan kau ini kadzim …. tidak ada apa-apanya. kau tidak menguasai al qur’an apalagi Alkitab. Kau hanya orang yang tidak tau apa-apa, tapi begitu kau membaca buku Ahmed Deedat kau merasa semangat. Padahal kau tidak tau kalau semua yang dikatakan Ahmad Deedat itu salah.

    Kau kira aku ini Sitompul???? kau salah kadzim. Sitompul tidak ada waktu berdebat sama kau. dia sibuk mengurusi bisnis minyaknya. Aku ini menguasai al qur’an dan menguasai Alkitab. Makanya kau tidak mungkin menang. Kau hanya bisa menang sama orang Kristen yang tidak tau tentang al qur’an. Walaupun mungkin mereka mengusai Alkitab, tapi kalau mereka tidak menguasai al qur’an… sering sekali mereka hanya bisa menjelaskan Alkitab. Tapi kalau saya… saya berani debat sama kau semua orang Islam… berdasarkan al qur’an yang berbahasa arab dan Alkitab PL yang berbahasa Ibrani dan Alkitab PB yang berbahasa Yunani. Lihat saja itu… kau hanya berdasrkan terjemahan. terjemahan inilah…terjemahan itulah…. kalau kau mau lihat terjemahan… terjemahan al qur’an mu itu pun berubah terus. tau kadzim!!!!

    jadi kau ini kadzim… PECUNDANG. SEKARANG KAU PULANG SANA… GANTI POPOKMU…. DAN KUMPULKAN ROMBENG SEBANYAK-BANYAKNYA…. OK?????

  21. profesor said

    kadzim, jika kau terus tidak percaya Yahshua (Yesus) kau sudah dihukum, hukumanmu adalah hatimu makin keras shg kelak nerakamu makin dalam

  22. kadzim said

    Profesor, semenjak saya bergabung di blog ini, belum pernah saya membaca tulisan orang kristen yang lebih bagus dari tulisan anda, anda adalah satu-satunya orang kristen di blog ini yang patut disebut sebagai pengikut Saulus / Paulus yang berbobot, hanya saja pada tulisan anda ada sedikit kekuragan karena anda tidak menyinggung tentang kebangkitan Yesus.

    Sebetulnya anda tulis bukan hanya penting percaya kepada Yesus tetapi juga kebangkitannya.

    Sebagaimana yang dikatakan oleh Saulus / Paulus dalam 1 KORINTUS 15:12-15.

    Karena percaya atas bangkitnya Yesus dan percaya Yesus menanggung dosa-dosa manusia yang meyakininya (umat kristen) adalah satu-satunya barang yang dapat kristen tawarkan.

    Kristen tidak dapat menawarkan misal; ekonomi kristen, politik kristen, kesehatan kristen, sastra kristen dll. yang dapat ditawarkan hanya kebangkitan Yesus yang menanggung dosa.

    Untuk itu banyak sekali kita jumpai orang islam yang pindah agama menjadi kristen adalah mereka yang tidak berpendidikan dan lapar, hanya kepada merekalah barang yang bernama “kristen” dapat ditawarkan.

    Terima kasih.

  23. kadzim said

    Banyak Cendekiawan barat sebelum membuat kajian tentang Al-Qur’an mereka terlebih dahulu mempelajari bahasa arab, tentunya bukan karena cinta kepada bangsa arab, tapi disebabkan sebagian dari mereka sedang mencari kebenaran dan sebagian lagi karena sangat benci terhadap agama ISLAM yang memiliki kitab pedoman berbahasa arab (Al-Qur’an).

    Memang Al-Qur’an dapat diterjemahkan ke banyak bahasa, hanya saja terjemahan dari bahasa arab ke bahasa selain bahasa arab tidak akan sempurna / tidak akan mempunyai makna yang sesuai dengan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an bahasa arab.

    Sebagai contoh; Pada surat Al-Ikhlas tertulis ayat “Qul huwa-Allahu Ahad” yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia “Katakanlah, Dialah Allah yang Maha Esa”.

    Esa menurut kamus bahasa Indonesia berarti Satu atau Tunggal, sebagai contoh; kita bisa menunjuk sambil berkata “suami-istri itu mempunyai anak Tunggal” dan itu dibenarkan menurut aturan bahasa Indonesia.

    Tetapi apakah dibenarkan dalam aturan bahasa arab bila kita berkata “suami-istri itu mempunyai anak Ahad?” Tentu tidak.

    Mengapa? Karena makna dalam bahasa indonesia anak Tunggal, artinya anak itu tidak mempunyai kakak maupun adik, sedangkan Esa adalah Satu tanpa Definisi yang jelas.

    bersambung…

  24. kadzim said

    Anak Tunggal tersebut terdiri dari Jiwa dan Raga. dengan adanya Jiwa dan Raga, maka tidak benar menurut Definisi bahasa arab jika status Tunggal yang ada pada anak itu diartikan “Ahad”.

    Apabila saya tidak tertarik membahas Al-Qur’an dengan Jhony yang hanya mengandalkan bahasa Indonesia. bukan berarti saya menghindar atau tidak sanggup, melainkan Jhony yang harus tanya kepada dirinya sendiri;

    Apakah Jhony telah mempelajari bahasa arab seperti yang dilakukan oleh para Cendekiawan barat?

    Jika Jhony tidak mengerti bahasa arab, maka dia harus tanya lagi kepada dirinya sendiri;

    Siapakah Jhony hingga mengkoreksi Al-Qur’an, Apakah Jhony pribadi yang lupa diri?

    Al-Qur’an bukan kitab yang bisa diputar-balikan, seperti yang pernah dan sedang terjadi pada Alkitab.

    Pernah saya kutib ayat Alkitab yang mengkisahkan Dialog antara Yesus dengan seorang Perempuan, dalam ayat yang berbahasa English tertulis kata “Sir” yang diucapkan oleh Perempuan untuk Yesus, seharusnya “Sir” berarti “Tuan” tetapi kata “Sir” ditulis dalam Alkitab terjemahan Indonesia dengan “Tuhan”, ini salah satu contoh dari ribuan ayat-ayat Alkitab yang amburadul

    bersambung…

  25. kadzim said

    Apakah Jhony mengetahui berapa banyak ayat Alkitab yang telah Dihapus dan Berapa banyak ayat Alkitab yang telah Dirubah?

    Jika tidak mengetahui, Jhony dapat membaca kandungan situs di bawah ini, yang mana pemilik situs dan penulisnya tidak ada hubungan dengan agama ISLAM.

    bersambung…

  26. kadzim said

    Dan saya sarankan kepada pembaca yang lain untuk mempelajari yang terkandung dalam situs tersebut, karena hanya dengan membaca dan berfikir, para pembaca akan mengetahui ajaran agama kristen karya Saulus / Paulus, yang tanpa segan-segan mengangkat Gene Robinson sebagai Uskup :).

    Gene Robinson dan King James I hanya beda masa, keduanya berkualitas sama, begitulah ditulis dalam beberapa article dan buku kajian agama kristen.

    Semoga makin banyak Uskup, pendeta yang sejenis dengan Gene Robinson, amien.

    bersambung…

  27. kadzim said

    Saya masih beranggapan Jhony orang yang normal, tidak ada gangguan jiwa sebelum Jhony menulis -> Tapi kalau saya… saya berani debat sama kau semua orang Islam… berdasarkan al qur’an yang berbahasa arab dan Alkitab PL yang berbahasa Ibrani dan Alkitab PB yang berbahasa Yunani.

    Jika kalimat itu ditulis dari awal, tidak mungkin saya akan lanjutkan perdebatan dengan Jhony, lain kali sebelum debat dengan orang kristen, saya akan minta dia membawa surat keterangan dari dokter jiwa yang menyatakan dia tidak ada gangguan jiwa

    bersambung…

  28. kadzim said

    Saya tunggu jawabannya dan tolong dijawab dengan argument yang jelas untuk orang kristen selain Jhony, sedangkan khusus untuk Jhony bebas 🙂 karena kita harus dapat memakluminya.

    Terima kasih.

  29. INI KADZIM ….

    KADZIM SEDANG MEMBACA BUKU AHMAD DEEDAT…

    KADZIM SEDANG MEMBACA BUKU AHMAD DEEDAT… TAPI TIDAK PAKAI CELANA

    KADZIM….. KADZIM…. SUDAH GANTI POPOK BELUM?????

    SEMUA YANG KAU OMONGIN ITU SEMUA ISI BUKU AHMAD DEEDAT

    JANGANKAN KAU…. GURUMU SI AHMAD DEEDAT BAWA KE SINI

    KALAU KAU NAGGUNG SAYA LAYANI

    JADI KAU TIDAK ADA HEBATNYA

    KAU HANYA MENJIPLAK DARI BUKU AHMAD DEEDAT

    PULANG SANA KUMPULKAN ROMBENG SEBANYAK-BANYAKNYA OK????

  30. kadzim said

    Sekedar info untuk pembaca yang lain, Saya masih beranggapan Jhony orang yang waras / normal, tidak ada gangguan jiwa sebelum Jhony menulis -> Tapi kalau saya… saya berani debat sama kau semua orang Islam… berdasarkan al qur’an yang berbahasa arab dan Alkitab PL yang berbahasa Ibrani dan Alkitab PB yang berbahasa Yunani.

    Jika kalimat itu ditulis dari awal, tidak mungkin saya akan lanjutkan perdebatan dengan Jhony, lain kali sebelum debat dengan orang kristen, saya akan minta dia membawa surat keterangan dari dokter jiwa yang menyatakan dia tidak ada gangguan jiwa.

    Itu saya tulis bukan untuk menghina, tetapi Jhony memang mengalami gangguan jiwa yang dahsyat.

    orang waras tidak akan menulis sebagai berikut ->Tapi kalau saya… saya berani debat sama kau semua orang Islam… berdasarkan al qur’an yang berbahasa arab dan Alkitab PL yang berbahasa Ibrani dan Alkitab PB yang berbahasa Yunani.

    Dan jika saya masih melayani Jhony lagi, artinya tidak ada bedanya antara Jhony dengan saya 🙂

    Semoga umat kristen bahagia dengan hasil perdebatan yang ternyata mematikan dalil agama karya Saulus / Paulus.

    Terima kasih.

  31. Barnabas (Wakil Nabi) said

    @johnny walker: makanya saya sejak saya tau bahwa al qur’an itu hanya jiplakan dari Alkitab orang Kristen maka saya tinggalkan agama Islam dan lebih baik saya mengikuti yang asli yaitu Alkitab dari pada mengikuti al qur’an yang hanya jiplakan dari Alkitab. Jadi kadzim…. al qur’an mu itu hanya kitab sampah yang tak berguna dan tak bernilai. Kau aja yang goblok mau percaya kepada kitab suci yang seperti itu. Kau tau itu sampah semua orang bilang tidak baik untuk kesehatan. Tapi coba kau perhatikan orang madura itu…. Umek saja disampah itu. Karena sampah itu bisa menghasilkan uang. Demikian juga kau kadzim…. Walaupun al qur’an mu itu hanya nilainya buku sampah…. Kalau kau percaya… ya … terserah kau. Tapi disini sudah kubuktikan bahwa al qur’an mu itu hanya jiplakan dari Alkitab orang Kristen.

    Barnabas: Katamu Al Qur’an 70% Bible, tapi kamu katakan sampah. Jadi Bible memang 100% sampah ya??

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: