KabarNet

Aktual Tajam

5 Karung Bahan Bom Diamankan

Posted by KabarNet pada 13/08/2009

Polisi mengamankan sekitar 5 karung plus satu jeriken dari rumah yang digerebek di RT 2/RW 2, Kampung Bojong, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Bahan baku bom itu mirip dengan yang ditemukan dengan di Jatiasih, Bekasi.

“Benar ada beberapa bahan baku peledak di dalam,” ujar Komandan Satuan Dua Pelopor Brimob Kedunghalang Kombes Pol Saiful Bahri di lokasi penggerebekan, Rabu (12/8/2009).

Dia membenarkan beberapa kilogram beberapa jenis bahan kimia yang disebutkan petugas Polwil Bogor yang enggan disebutkan namanya tadi.

Yaitu belerang 5 kilogram, potassium 7 kilogram, asam sulfat 1 jeriken, hidrogen peroksida 1 kilogram dan sulfur.

Garis polisi sudah dipasang sekitar 1 meter dari rumah itu plus pagar betis dari personel Brimob. Tak lama kemudian datang satu mobil dari Tim Gegana. Untuk penyisiran lokasi, jalan di kampung itu diblokir namun puluhan warga antusias melihat penggerebekan tersebut. Lokasi ini diduga bagian dari jejak jaringan Noordin. Setidaknya ada kemungkinan calon pengantin di daerah sini sehingga kita harus mencegah agar mereka tidak jadi beraksi. Kasihan mereka jadi korban Noordin, yang enak-enakan hidup, tapi malah meminta orang lain mati. Polisi yakin bisa menangkap Noordin, seperti menangkap anak buahnya, kata seorang petugas.

Sinyal HP

Sementara itu jejak para pelaku pengeboman di Hotel Ritz-Carlton dan J.W. Marriott terendus polisi gara-gara sinyal handphone. Dari sinyal handphone ini Ibrohim cs diketahui sempat singgah di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Setelah bom Kuningan, saya sempat didatangi intel. Mereka menduga ada jejak pelaku karena sinyal HP. Lokasinya di wartel di mulut gang Pondok Jaya, ujar Ketua RT 01 Linda Rahman (57) kepada wartawan, di Jl Pondok Jaya I, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Pantauan di lokasi, wartel dengan cat warna hijau hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari kontrakan yang disewa oleh kelompok teroris jaringan Noordin M. Top itu. Linda awalnya mengaku tidak percaya jika ada sekelompok teroris yang mengontrak rumah di daerahnya. Linda juga menyayangkan sikap pemilik rumah Gondo Sugandi yang tidak melaporkan adanya pendatang baru. Mereka tidak melapor, katanya.

Padahal, dia mengaku selalu mengingatkan kepada warganya agar selalu melaporkan jika ada pendatang baru. Saya selalu ingatkan untuk melapor, tegas Linda.

Vischa (30) salah seorang pemilik toko mengaku kalau Dani pelaku bom bunuh diri di J.W. Marriott sering membeli makanan, minuman di tokonya. Namun sedikit aneh karena sikapnya sangat tertutup.

Kalau membeli air minum misalnya dia mencontohkan, orang ini tidak pernah mau dimintai identitas atau nomor telepon. Kalau minta diantar pintu rumahnya tidak boleh dibuka. Seperti tidak mau ketahuan isi rumahnya, ungkapnya.

Namun Vischa tidak dapat memastikan ada berapa orang yang terlibat terorisme. Seingatnya dia hanya pernah melihat Ibrohim dan Dani. �Kalau Nana saya tidak tahu, tandasnya.

Ibrohim, Dani dan Nana mengontrak di sebuah rumah di RT 1/6, Mampang, Jakarta Selatan sejak 2 Juni 2009. Berdasarkan informasi dari pemilik rumah, namanya Gondo Sugandi, dia bilang pada 2 Juni ada 3 orang yang ngontrak yaitu Ibrohim, Dani dan Nana, ujar Linda.

Menurut dia, sebagai jaminan, Ibrohim memberikan KTP-nya kepada pemilik rumah. Meski demikian, Gondo Sugandi belum melaporkan kehadiran Ibrohim, Dani dan Nana kepadanya.

Saya mendapat informasi ini setelah adanya bom di Ritz-Carlton dan Marriott, imbuh dia.

Sleeping army

Noordin tampaknya mulai mengaktifkan jaringannya setelah empat tahun vakum atau sejak aksi pemboman pada 2005 lalu atau yang dikenal dengan Bom Bali II. Sejak itu Noordin terus bekerja membangun selnya. Hingga 4 tahun kemudian di Juli 2009 dia kembali beraksi menggunakan selnya.

Di bawah Noordin ada 10 sel kecil, yang terdiri dari 1 pemimpin 2 kurir dan 4 pengawal, kata kata pemerhati terorisme, Mardigu WP, seperti dikutip detikcom Rabu kemarin.

Masing-masing sel tidak saling mengenal, hanya pemimpinnya saja yang berhubungan langsung dengan Noordin. Masing-masing sel memegang SOP handbook Al Qaeda,  jelasnya.

Ini belum seberapa, Noordin memiliki sleeping army atau pasukan tidur yang bisa dia rekrut dan tarik sewaktu-waktu.

Banyak jumlahnya, sampai ratusan. Yang diam di sekeliling Noordin paling hanya 50-an. Mereka pun berhubungan dengan kurir Noordin, jelas dia.

Dengan bantuan sleeping army dan selnya ini, Noordin bisa terus bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Salah satu sleeping army itu yakni Ibrohim, yang membantu dalam upaya pemboman di Hotel J.W. Marriott dan Ritz-Carlton.

Bagaimana Noordin bisa hidup? Dia disokong dari dana Osama, sedang pengawal dan sleeping army bekerja seperti biasa, lihat saja Ibrohim, katanya.

Soal dana dari Al Qaeda ini, lanjut Mardugi, disalurkan melalui kurir, dan masuk melalui Dumai atau Batam. Perlu diingat Noordin besar karena media, sebenarnya masih ada yang lain yang lebih tinggi pangkatnya yang masih hidup, misalnya Dulmatin, Umar Patek, atau Zulkarnain, jelasnya.

Dan aksi pemboman di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton ini pun sebagai bukti kepada Osama bahwa kelompok teroris ini masih aktif. Noordin juga menjadi corong dana, tutupnya.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: