KabarNet

Aktual Tajam

Baasyir: Dakwah Lebih Manjur Dari Bom

Posted by KabarNet pada 15/08/2009

baasyir1 Pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Abu Bakar Ba’asyir kembali mengeluarkan pernyataan soal aksi terorisme yang kembali terjadi di Indonesia.

“Mereka yang mengebom memang melakukan jihad,” kata Baasyir dalam tablig akbar menolak pembukaan kantor dagang Israel di Masjid Al Azhar, Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2009.

Namun, tambah dia, cara mereka perlu dikoreksi. Jihad, tambah dia, lebih baik dilakukan melalui dakwah. “Karena dakwah lebih hebat dari bom,” tambah Baasyir.

Menurut Baasyir, Islam memang tidak bisa dipisahkan dari senjata. “Nabi saja kotbahnya bawa tombak,” kata dia.

Saat ini, lanjut Baasyir, tombak diganti dengan tongkat. “Sekarang harusnya kotbah bawa M 16,” tambah dia.

Baasyir lantas meminta Detasemen Khusus 88 Antiteror berhati-hati dan bertobat. Lho, mengapa?

Baasyir menceritakan saat dia ikut menguburkan jenazah dua tersangka teroris, Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono, wajah mereka jernih, baunya juga tidak busuk meski darah mengalir. “Saya menasehati polisi, agar yang menembak mereka untuk bertobat,” kata Baasyir.

Setelah empat tahun tanpa ancaman teror, dua bom bunuh diri meledak dalam waktu hampir bersamaan di Hotel Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Jumat 17 Juni 2009.

Dua pelaku berhasil diidentifikasi yakni Dani Dwi Permana (18) dan Ikhwan Maulana alias Nana. Polisi lantas menembak mati Ibrohim, anggota jaringan Noordin M Top, aktor utama dalam pengeboman di Marriott dan Ritz Carlton.

Polisi juga berhasil mengungkap rencana jahat para teroris, meledakan Istana Negara dan kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor.

Rencana tersebut digagalkan polisi ketika menyergap rumah persembunyian para teroris di Kompleks Puri Nusaphala, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat. Dalam penyergapan itu, polisi menembak mati Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono.

Sementara itu, TNI Angkatan Darat akan mengaktifkan kembali satuan antiteror. Langkah itu dilakukan untuk membantu kepolisian dalam memerangi terorisme pascapeledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.

TNI akan berkoordinasi dengan Polri. “Kami koordinasi,” kata Panglima Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai acara Penghargaan Achmad Bakrie di Hote Nikko, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2009.

Pembentukan pasukan antiteror ini sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2000 tentang TNI. Hal ini juga sesuai dengan perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar seluruh aparat keamanan dan pertahanan ikut memerangi terorisme.

Pada 17 Juli 2009 lalu, bom bunuh diri kembali meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Akibat ledakan tersebut sembilan orang tewas dan 55 lainnya terluka. (Suara Media/KN)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: