KabarNet

Aktual Tajam

Negara Tidak Akan Pernah Kalah Kepada Terorisme

Posted by KabarNet pada 15/08/2009

sby2_1 Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Sidang Paripurna DPR sengaja kita tekankan pada masalah terorisme karena kita membutuhkan penegasan terhadap ancaman keamanan yang ada di depan kita. Tepat apabila Presiden mengatakan, negara tidak boleh kalah dan tidak akan pernah kalah kepada terorisme.

Penegasan Presiden ini penting agar kita semua tidak gamang menghadapi aksi-aksi terorisme yang terus mengganggu rasa keamanan kita. Kita harus bersatu padu untuk menghadapinya. Apalagi seperti ditegaskan oleh Presiden, aksi terorisme sekarang ini tidak hanya ditujukan kepada simbol-simbol asing, tetapi mengancam simbol-simbol kenegaraan termasuk ancaman serangan terhadap Presiden.

Atas dasar itu, kita boleh membiarkan terorisme seenaknya mengancam dan mengganggu kehidupan kita. Aksi terorisme akan merusak segala kerja keras yang sudah dilakukan untuk memajukan kehidupan bangsa di tengah persaingan dengan negara-negara lain.

Kita melihat tepat apabila Presiden mengajak seluruh komponen bangsa bangkit untuk menghadapi tantangan tersebut. Bahkan lebih spesifik Presiden meminta kita semua menjaga anak-anak kita agar tidak terpengaruh oleh pikiran-pikiran sesat yang akhirnya hanya mencelakakan kita semua.

Penegasan itu penting karena kita semua terkaget ketika aksi teror tanggal 17 Juli lalu di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton melibatkan anak muda belia sebagai pelaku bom bunuh diri. Ada peran yang hilang dari orangtua untuk menjaga anak-anaknya, sehingga mudah anak-anak kita dipengaruhi dan diajak untuk melakukan kejahatan yang tidak berperikemanusiaan.

Memang Presiden pun mengakui bahwa upaya memerangi terorisme tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan. Yang tidak kalah pentingnya adalah menyelesaikan akar persoalan seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan..

Menurut Presiden, kita terus akan melakukan itu. Kita mencoba memperbaiki perikehidupan masyarakat agar negeri ini tidak menjadi tempat yang subur bagi berkembangnya terorisme. Pembangunan ekonomi yang terus menerus dilakukan ditujukan untuk memecahkan masalah penggangguran dan kemiskinan.

Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Ke-64 RI harus kita pakai untuk mengembalikan rasa nasionalisme kita. Momentum untuk membangkitkan kesadaran kita semua bahwa ada tanggung jawab dari setiap warga untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.

Selalu diingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan negara ini tidak diperoleh dengan mudah. Perjuangan meraih kemerdekaan itu harus dibayar dengan darah dan air mata. Karena itu “Semangat 45” tidak pernah boleh luntur di dada seluruh warga bangsa ini. Hanya saja tantangan yang harus dihadapi sudah berbeda dengan tantangan tahun 1945, karena tantangan yang sekarang kita hadapi adalah tantangan abad ke-21.

“Semangat 45” harus dikobarkan mulai dari hal-hal yang kecil. Seperti misalnya penghormatan kepada “Sang Merah Putih” dan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Kita seringkali menganggap hal itu tidak berarti dan bahkan kemudian menyepelekannya. Akibatnya, dalam sebuah acara kenegaraan seperti Pidato Kenegaraan Presiden di depan DPR pun, kita sampai lupa menyanyikan “Indonesia Raya”.

Padahal negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat pun tidak pernah lupa menyanyikan lagi kebangsaan “The Star Spangled Banner”.. Bahkan setelah serangan teror 11 September 2001, tidak ada satu pun kegiatan di Amerika yang tidak dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan mereka.. Itu berlangsung hingga saat ini. Artinya, untuk bangsa Amerika pun, semangat untuk terus mengobarkan rasa nasionalisme terus dikobarkan.

Manusia memang bisa saja lupa. Tetapi lupa untuk sesuatu yang seharusnya menjadi pakem standar dalam sebuah acara kenegaraan, sungguh sulit untuk dimengerti. Kalau lembaga negara seperti DPR saja bisa lupa, bagaimana kemudian kita menuntut masyarakat di bawah untuk melakukan hal yang sekali lagi merupakan indikasi yang paling sederhana untuk mengetahui sejauh mana rasa nasionalisme yang ada pada diri warga bangsa ini.

Kita tidak boleh lelah-lelahnya mengingatkan masalah kebangsaan ini. Tepat apabila Presiden menyebut Pancasila sebagai falsafah negara yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Itu merupakan sesuatu yang harus diterima oleh setiap warga yang mengakui dirinya sebagai warganegara Indonesia. Mereka yang tidak mengakui Pancasila sebagai falsafah bangsa, maka dia bukanlah orang Indonesia dan hanya tinggal di negara ini sebagai tamu, bukan warganegara.

Kita akan sulit untuk bisa menjawab “Tantangan Abad Ke-21” apabila kita tidak tahu jati diri bangsa ini. Kita tidak tahu bagaimana negara ini dibangun oleh kebersamaan seluruh suku bangsa dengan menanggalkan primordialisme jauh sebelum kemerdekaan diproklamirkan. Ketika pada tahun 1928, para pemuda dari pelosok negeri sudah mencanangkan “Sumpah Pemuda” yang menegaskan bahwa kita adalah sebuah bangsa yang berbangsa satu, bertanah air satu, dan berbahasa satu yaitu Indonesia.

Rasa kebangsaan dan nasionalisme yang melekat pada diri seluruh warga bangsa akan membuat kita selalu bangga terhadap negeri ini. Ekspresinya akan ditunjuk dengan berlomba untuk memberikan yang terbaik kepada negeri, selalu cinta kepada produk sendiri, dan tidak akan pernah takut untuk berkorban bagi Ibu Pertiwi.

Kalau semangat ini bisa terus membara pada setiap jiwa dan raga warga bangsa ini maka kita bukan hanya akan mampu menghadapi ancaman terorisme yang terus mengoyak ketenteram kita sejak tahun 2002, tetapi kita akan mampu bersaing menghadapi bangsa-bangsa lain. Kita harus meneguhkan bahwa “lawan” yang harus dihadapi di abad ke-21 ini bukan saudara-saudara kita yang tinggal di negeri ini, “lawan” kita adalah bangsa-bangsa lain yang terus memacu dirinya untuk menjadi bangsa yang paling unggul di antara bangsa-bangsa yang lain.

Bangsa Indonesia tidak kalah potensi untuk bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Yang diperlukan hanya kemauan untuk bangkit membangun bangsa dan negara ini. Marilah kita hadapi “Tantangan Abad Ke-21” dengan “Semangat Juang 45”.

3 Tanggapan to “Negara Tidak Akan Pernah Kalah Kepada Terorisme”

  1. Bagus Pak Presiden! Tangkap semua teroris, baik sebagai anggota DPR, Pengacara, Anggota Partai, Ketua Partai, Ustad Abu Bakar Baasyir, Ustad Sobari Lubis, semua ustad MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) semua anggota Ihwanulmuslim, Semua santri di pesantren Abu Bakar Baasyir, semua pesantren yang dibina oleh Santri alumni pesantren Abu Bakar Baasyir, dan wartawan-wartawan yang ikut menyanjung-nyanjung Nurdin Muhammad Top, dan juga semua Islam yang menggunakan burqah dan cadar, karena mereka adalah istri-istri para teroris, semua keluarga besar para teroris, bapaknya, mamaknya, anaknya, mertuanya, termasuk bapak Nurdin Muhammad Top dan seluruh keluarga besarnya yang ada di malaysia sana,tangkap semua dan penjarakan. Bila perlu dibunuh sebagai qhishas perlaukannya ngebom orang lain.

  2. kadzim said

    Saya masih beranggapan Jhony orang yang waras / normal, tidak ada gangguan jiwa sebelum Jhony menulis -> Tapi kalau saya… saya berani debat sama kau semua orang Islam… berdasarkan al qur’an yang berbahasa arab dan Alkitab PL yang berbahasa Ibrani dan Alkitab PB yang berbahasa Yunani.

    Jika kalimat itu ditulis dari awal, tidak mungkin saya akan lanjutkan perdebatan dengan Jhony, lain kali sebelum debat dengan orang kristen, saya akan minta dia membawa surat keterangan dari dokter jiwa yang menyatakan dia tidak ada gangguan jiwa.

    Itu saya tulis bukan untuk menghina, tetapi Jhony memang mengalami gangguan jiwa yang dahsyat.

    orang waras tidak akan menulis sebagai berikut ->Tapi kalau saya… saya berani debat sama kau semua orang Islam… berdasarkan al qur’an yang berbahasa arab dan Alkitab PL yang berbahasa Ibrani dan Alkitab PB yang berbahasa Yunani.

    Dan jika saya masih melayani Jhony lagi, artinya tidak ada bedanya antara Jhony dengan saya 🙂

    Semoga umat kristen bahagia dengan hasil perdebatan yang mematikan dalil agama karya Saulus / Paulus.

    Terima kasih.

  3. filsafatindonesia1001 said

    Negara Tidak Akan Pernah Kalah Kepada Terorisme itu bagus .
    Terorisme Zionis tidak akan pernah kalah kepada hukum internasional itu nyata.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: