KabarNet

Aktual Tajam

NAMRU-2 Menginjak-injak Kewibawaan NKRI

Posted by KabarNet pada 16/08/2009

namru-2 Keberadaan laboratorium Namru-2 di Indonesia sejak tahun 1970 adalah untuk kepentingan Angkatan Laut AS. Walau ada Memorandum Of Understanding (MOU) antara pemerintah AS dan Indonesia telah berakhir pada tahun 2005, namun laboratorium itu tetap beroperasi dan melanggar kedaulatan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Selain itu mengancam keselamatan jiwa rakyat, karena bukan hanya melakukan penelitian penyakit-penyakit menular yang ada di Indonesia namun juga mengembangkan berbagai virus penyakit tanpa pengawasan dan laporan pada pemerintah Indonesia…

Anehnya, Menkes Siti Fadilah Supari tahun lalu sempat ditolak masuk ke laboratorium NAMRU (Naval Medical Research Unit). Padahal jelas-jelas lembaga itu berada di Litbang Departemen Kesehatan, instansi yang secara hirarki berada di bawah menteri kesehatan. Kantornya juga bukan instansi diplomatik.

Usut punya usut, NAMRU beroperasi tanpa ada MoU dengan Indonesia. Soalnya kerja sama antara Indonesia dan Amerika Sudah habis. Selama ini, lembaga militer itu bekerja secara ilegal. Meski begitu, tak ada yang berani mengutak-atik lembaga itu. Konon ini karena sudah ada joint statement (pernyataan bersama) antara Presiden AS George W Bush dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pertemuan di Istana Bogor, 2006.

namru2 Tidak banyak yang mengetahui secara detail apa yang dikerjakan NAMRU di Indonesia. Selama ini mereka menutupi aktivitasnya dengan kedok penelitian penyakit menular. Ketertutupan itu semakin nyata ketika peneliti-peneliti bule itu dilengkapi dengan kekebalan diplomatik. Baju diplomatik ini menjadikan mereka sulit dijamah oleh aparat keamanan Indonesia.

Banyak yang curiga, mereka melakukan aktivitas intelijen di Indonesia. Bahkan seorang pengamat intelijen mengatakan bahwa agak aneh NAMRU pun meneliti alur laut Indonesia, suatu yang sama sekali tak terkait dengan urusan penyakit. NAMRU juga pernah mengambil sampel darah tentara yang sedang bertugas di Irian Jaya. Di samping itu, tidak ada yang tahu apa yang dibawa keluar dan masuk Indonesia oleh para peneliti tersebut karena bagasi mereka mendapat kekebalan diplomatik sehingga isinya tak bisa diperiksa oleh aparat keamanan.

Penelitian NAMRU di Indonesia sebenarnya tak terlalu istimewa. Laboratoriumnya pun biasa saja. Nah yang justru istimewa adalah keberadaan peneliti mereka yang memperoleh kekebalan diplomatik. Mereka bisa mengambil apa saja milik kita dan menjelajah ke mana saja dengan baju diplomatiknya. Dan di dunia kesehatan, ternyata sampel-sampel penyakit (virus, bakteri, protozoa) dan sebagainya sungguh berbahaya bila jatuh ke tangan militer (baca: AS). Bahan-bahan itu bisa dikembangkan menjadi senjata biologi. Bukan tidak mungkin dari penyakit-penyakit ini dikembangkan senjata biologi untuk menghancurkan negeri ini pada waktunya. Mereka tak perlu lagi melawan bangsa ini dengan senjata berat tapi cukup menyebarkan penyakit. Tentara mereka tinggal masuk saja dengan aman karena telah disuntik vaksin anti penyakit yang disebarkan.

Anehnya lagi, ketika banyak pihak (termasuk Dephan dan Deplu) meminta NAMRU ditutup, ada pihak di Istana Negara yang membabi buta mempertahankannya. Amerika sendiri ngotot tetap bercokol. Bahkan untuk itu Amerika mengirimkan Menkesnya untuk melobi SBY.

Presiden tak berkutik dan minta NAMRU dipertahankan.
Semakin nyata kualitas pemimpin negeri ini. Sekadar bilang ’’tidak’’ saja tak punya nyali. Padahal bahaya besar tak bisa lagi ditutupi. Akankah kita membiarkan keadaan ini? Saatnya negeri ini berubah. Bukan saatnya lagi kita menghamba kepada sesama manusia. Saatnya kita hanya menghamba kepada Allah SWT. Di sanalah kemuliaan akan terwujud nyata.

Kami rakyat Indonesia menuntut agar Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, menarik penuh laboratorium Namru-2 dan menghentikan semua operasi militer dan intelejen yang berbahaya bagi keamanan umat manusia.

Siapa pun nanti yang akan terpilih menjadi presiden di Indonesia harus menolak keinginan sejumlah elit politik di DPR yang ingin mempertahankan laboratorium Namru-2.

Seharusnya Polri dan Kejagung melakukan pemeriksaan terhadap anggota DPR yang bersekongkol untuk mempertahankan laboratorium tersebut. Bahkan bila perlu Panglima TNI dan Kepala BIN tidak berdiam diri dan bertindak tegas saat specimen darah ratusan prajurit TNI di Papua diambil dicuri oleh laboratorium Marinir AS di Namru-2 dan operasi intelijen ilegal di Indonesia.

Menkes Siti Fadilah Supari geram karena ternyata proyek Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2) tetap berjalan di Bandung. Padahal, menurutnya Depkes sudah menghentikannya sejak pertengahan 2008 silam.

Sikap ini diperlihatkan Menkes usai melakukan sidak di RS Cicendo, Jalan Cicendo, Senin (11/5/2009). Menkes berbincang langsung dengan Rektor Unpad Ganjar Kurnia dan Dekan Fakultas Keodkteran Unpad Eri Surahman. Diketahui, Fakultas Unpad masih melakukan kerjasama dengan Namru 2. “Saya minta distop. Depkes sudah menghentikan sejak 2008,” katanya dengan nada tinggi.

Penelitian Namru-2 dengan Fakultas Kedokteran Unpad dilakukan dengan cara pengambilan sampel darah DBD. “Segala bentuk kerjasama harus koordinasi dengan saya, tidak dengan pihak lain,” ujarnya menegaskan.

Menkes menambahkan, dalam sebuah kerja sama harus ada kesetaraan antara kedua belah pihak. “Bukan salah satu menginjak-injak pihak yang lain. Apa kerja sama seperti ini akan kita teruskan karena sudah jelas Namru-2 menginjak-injak kedaulatan negara,” katanya.

Berkali-kali Menkes RI yang vokal terhadap cengkraman asing ini menegaskan bahwa jika tak segera dibubarkan keberadaan Namru-2 semakin berbahaya bagi bangsa ini.

Sepertinya, Pemerintah Indonesia lebih condong mempertahankan kepentingan asing ketimbang rakyatnya. Yang lebih gawat, Amerika Serikat berkomitmen tetap mempertahankan keberadaan lembaga riset medis (NAMRU-2) di Jakarta dan melanjutkan perundingan mengenai rancangan Nota Kesepahaman (MoU) baru dengan pemerintah Indonesia.

Satu Tanggapan to “NAMRU-2 Menginjak-injak Kewibawaan NKRI”

  1. USIR NAMRU tong sina namru wae

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: