KabarNet

Aktual Tajam

SBY Harus Waspada Tangani Testimoni Antasari

Posted by KabarNet pada 17/08/2009

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, jaksa, dan polisi diminta berhati-hati dan waspada dalam menangani kasus testimoni Antasari Azhar, ketua KPK non aktif. Sebab jika para pemimpin KPK dijadikan tersangka berdasarkan testimoni tersebut, maka sesuai undang-undang harus dinonatifkan semuanya.

Testimoni

Perkembangan penyidikan terhadap kasus yang menjadikan saya sebagai tersangka pasal 340 jo pasal 55 ayat (1) ke-1, dalam proses tanya jawab terkati perkara yang ditanyai KPK, terdapat 1 (satu) perkara yang perlu saya jelaskan sbb:

1.Proses penggeledahan kasus Tanjung Api-api terhadap tsk Yusuf Emir Faisal tim dik memperoleh dokumen (blangko kosong kop Dephut dengan stempel Dinas Kehutanann se- Indonesia) menurut hasil gelar perkara.

2.Disepakati karena dokumen tersebut digeledah di PT Masaro, dan beberapa terlihat kaitannya dengan kasus yusuf emir faisal, maka akan dilampirkan saja di BAP Yusuf Emir Faisal karena masalah tersebut akan dilakukan lid tersendiri.

3.Dalam perkembangan sebagai Ketua KPK, saya minta laporan kemajuan lid tidak mendapatkan jawaban pasti, karena sedang meneliti SKRT se-Indonesia.

4.Tetapi ketika saya mendapat informasi dari seseorang, bahwa demi menjaga nama baik saya dia ingin menyampaikan info bahwa kasus Masaro teleh ‘diselesaikan’ oleh elemen KPK dengan PT Masaro.

mendapat ini saya terkejut dan tidak percaya, selanjutnya pemberi info sanggup memberi kesempatan jika saya ingin mendengar testimoni dari Masaro.

5.Karena pemilik PT Masaro sdr. Anggoro berada di Singapura, maka saya yang mendatangi untuk mendapat kepastian dengan dibekali alat perekam (tape recorder).

6.Sungguh terkejut setelah mendengar uraian dari saudara Anggoro tersebut.

7.Karena rincian penyerahan dana ke oknum KPK, saudara Anggoro tidak dapat menjelaskan (ybs menyuruh sdr Toni dan Ari), ketika berada di Malay, saya bertemu langsung dengan saudara Ari di Hotel Tugu dengan ybs merinci penyerahan dana (tidak terekam).

8.Saudara Ari menjelaskan bahwa penyerahan dilakukan di Jakarta beberapa kali dengan berbeda tempat kepada pimpinan KPK (2 orang) dan staf – sesuai dengan keterangan Anggoro-.

9.Belakangan pemberi info menyampaikan bahwa ada penyerahan tahap-2 kepada salah satu pimpinan.

Demikian testimoni saya dan saya siap bersaksi seperti apa yang tulis di dalam testimoni ini

Jakarta, 16 Mei ’09

ttd

Antasari Azhar

__________________________________________

Testimoni itu berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan yang ditangani KPK. Salah satu tersangkanya adalah Anggoro Wijaya, bos PT Masaro Radiokom, yang mendapat proyek ini. Dari pengakuan Antasari, Anggoro telah menyuap dua anggota pimpinan KPK sebesar Rp 6 miliar. Pernyataan Antasari ini didasari pengakuan Anggoro saat ia bertemu dengan buron itu di Singapura.

“Saya melihat ada agenda besar untuk melemahkan KPK. Testimoni Antasari Azhar tidak lepas dari itu juga. Polisi, jaksa dan presiden harus hati-hati,” kata Koordinator Indonesian Corruption Watch Teten Masduki kepada VIVAnews di Gelora Bung Karno, Minggu 16 Agustus 2009.

Jika jaksa, polisi dan presiden tidak hati-hati, maka KPK akan seperti macam ompong. Meski di dalam aturan hukum KPK bisa dipimpin satu orang saja, tapi diyakininya kepemimpinan seperti itu tidak akan efektif. “Ini isu lama, sudah lama banyak pihak yang ingin menghentikan KPK,” kata Teten.

Teten sendiri mengaku sudah sempat meminta penjelasan langsung dari pimpinan KPK. Dari situ, dia mendapat penjelasan bahwa testimoni Antasari tidak dipahami dan digunakan sepenuhnya oleh polisi. “eperti dilihat dalam testimoni Anggoro, uangnya sebenarnya tidak diberikan langsung, tapi kemudian muncul dua nama broker. Testimoni ini sangat lemah, tapi sekarang sudah terlanjur (menyebar),” kata dia.

Yang kemudian muncul saat ini adalah keragu-raguan dari masyarakat, mana yang benar, apakah polisi, jaksa, atau KPK. Oleh karena itu dia mengusulkan dengan latar belakang konflik tersebut, lebih baik untuk memeriksa kebenaran dan kejujuran testimoni Antasari.
“KPK perlu membentuk tim ahli independen, di luar proses hukum, bisa jadi terdiri dari polisi, jaksa, tapi yang terpenting harus ada perwakilan masyarakat melalui ormas, untuk menilai testimoni Antasari dan Anggoro,” kata dia.

LSM antikorupsi, kata dia, siap mendukung sepenuhnya sebab ada yang janggal dalam hal ini, kalau KPK menerima suap kenapa Anggoro dijadikan tersangka.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: