KabarNet

Aktual Tajam

Saya Tak Peduli Remisi, Yang Penting Bebas !

Posted by KabarNet pada 18/08/2009

Pollycarpus Terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto tidak mempedulikan remisi yang diperolehnya selama tiga bulan.

“Saya tidak peduli dengan remisi. Yang penting saya bisa bebas secepatnya dari tempat ini,” ujar Pollycarpus saat ditemui di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Senin (17/8).

Untuk penanganan kasus yang menempa dirinya, Pollycarpus tidak berkomentar banyak. Dirinya menyerahkan seluruh kasusnya kepada Kuasa Hukum agar menuntaskanya. “Biar Kuasa Hukum saya saja yang menuntaskan masalah ini hingga tuntas,” singkatnya.

Sementara itu menurut Kepala Lapas Sukamiskin Murdjito mengatakan, Pollycarpus mendapatkan remisi selama tiga bulan. Dia juga, lanjut Kalapas, sudah mendekam di Lapas Sukamiskin sejak 23 Mei 2008 dengan vonis 20 tahun penjara potong masa tahanan oleh Mahkamah Agung (MA).

“Remisi untuk Pollycarpus selama tiga bulan dari 20 tahun vonis pengadilan terkait pembunuhan aktivis HAM Munir,” ungkapnya.

Pollycarpus adalah salah satu dari 472 narapidana kelas 1 Lapas Sukamiskin yang mendapat remisi pada HUT Kemerdekaan RI ke-64.

Menurut Murdjito, dari 508 orang penghuni di lapas tersebut yang memperoleh remisi saat HUT RI ke-64 ini sebanyak 472 orang. Selain itu, sebanyak 10 orang berhak mendapatkan remisi bebas.

“Untuk remisi 6 bulan ada 34 orang, 5 bulan 102 orang, 4 bulan 93 orang. Untuk 3 bulan ada 155 orang, 2 bulan 78 orang dan 1 bulan ada 10 orang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf dalam sambutanya mengatakan kepada para penghuni Lapas Sukamiskin yang menjalani hukuman agar tabah dan bisa berperilaku lebih baik.

“Saya berharap kepada penghuni lapas untuk berperilaku lebih baik. Apabila sudah keluar nanti jangan sampai melakukan hal yang sama,” ujar Dede.

Dalam pemberian remisi HUT RI ke-64 tersebut, Dede Yusuf, memantau kamar yang dihuni oleh para tahanan Lapas Sukamiskin. (Surya)

Satu Tanggapan to “Saya Tak Peduli Remisi, Yang Penting Bebas !”

  1. The Baggins family lived in the Shire, mostly in or near the town of Hobbiton. Evidently aristocratic landowners, they intermarried extensively with the two titled families of the Shire, the Tooks and the Brandybucks. It seems likely that the Bagginses were the major landowners and leading family of the area around Hobbiton. They were seen as respectable (indeed, as more respectable than the aristocratic Tooks) until Bilbo Baggins set out on the quest for Erebor with Gandalf the Grey and thirteen Dwarves: when he returned he was seen as odd or queer, but also extremely rich.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: