KabarNet

Aktual Tajam

Buru Teroris Jangan Dari Jubah Dan Janggut

Posted by KabarNet pada 19/08/2009

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam tidak terjebak pada kecurigaan yang berlebihan terhadap aktivitas dari kelompok Islam tertentu yang melakukan dakwah selagi ajaran yang disampaikan tidak bertentangan dengan Islam.

Pernyataan MUI ini berkaitan dengan 12 Orang warga Sulawesi, pengikut Jamaah Tabligh yang ditangkap polisi di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah. Mereka diciduk karena dilaporkan warga ketika tengah berdakwah di Masjid Nurul Huda, Desa Sida Kangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Menurut pengurus MUI KH Amidan, kecurigaan yang berlebihan akan mengakibatkan ketakutan umat dalam menjalankan perintah agama. Masyarakat menjadi takut mengikuti kegiatan dakwah, datang ke masjid atau menyekolahkan anak-anaknya ke pesantren.

“Janganlah memperbesar kecurigaan yang berlebih. Kalau soal teroris itu urusan intelijen. Masyarakat memang harus waspada, tapi tidak gampang menuduh karena berbahaya nantinya,” papar Amidan, Selasa (18/8/2009).

Dia mengungkapkan, Jamaah Tabligh memang melakukan syiar Islam dari satu masjid ke masjid lainnya. Mereka itikaf atau tinggal di dalam masjid dan berdakwah untuk memakmurkan rumah Allah tersebut.

“MUI melihat ibadahnya sama, ajarannya tak ada yang berbeda. Malah mereka lebih kusuk dalam beribadah. Mereka memperbanyak dzikir, puasa, dan tinggal di masjid untuk beberapa lama. Kemudian pindah ke masjid lainnya untuk salat subuh,” terangnya.

Namun yang berbeda, sambung dia, mungkin dalam gaya penampilan seperti cara berpakaian, berjanggut, dan sebagainya. Hal itu karena pengaruh dari tradisi Jamaah Tabligh yang berkembang di Pakistan. “Jamaah Tabligh dari Pakistan menyebar sampai ke Malaysia dan Indonesia. Di Jakarta pengikutnya bisa ditemui di Kebon Jeruk, Jalan Hayam Wuruk,” terang Amidan.

Sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap aktivitas Jamaah Tabligh. Mereka ke tinggal di sebuah masjid tentunya sudah koordinasi dengan panitia masjid. “Jadi tergantung panitia masjidnya, mungkin menerima dengan persyartan seperti harus jaga kebersihan karena mereka hidup di masjid,” imbuhnya.

Sementara itu, Kegiatan Jamaah Tabligh sama sekali tidak ada kaitannya dengan aksi atau isu terorisme yang santer diberitakan saat ini. Misi Jamaah Tabligh hanya berdakwah dan menjalin silaturahmi antarsesama muslim.

“Karena masyarakat seakan resah dan menolak, kami siap dimintai keterangan apapun oleh pihak berwajib. Kegiatan kami menyeluruh, bahkan segala penjuru dunia untuk mengeratkan silaturahmi umat,” kata Hamid Ma’ruf pengikut Jamaah Tabligh di Purbalingga, Senin (17/8/2009) malam.

Penegasan itu menyusul peristiwa penangkapannya bersama pengikut Jamaah Tabligh lainnya oleh Polsek Kalimanah. Mereka diciduk karena dilaporkan warga setempat ketika tengah berdakwah di Masjid Nurul Huda, Desa Sida Kangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Hamid menambahkan, kemungkinan besar masyarakat khawatir jika pihaknya mengarah kepada paham tertentu dan bahkan jaringan teroris. Padahal dalam setiap dakwah atau pengajian pihaknya tidak pernah merekrut untuk ikut. Apalagi sampai membuat keanggotaan khusus.

“Kebanyakan masyarakat yang mengikuti tabligh karena kemauan mereka sendiri dan tidak ada paksaan. Kami juga tidak ada kartu anggota ataupaun tanda tertentu sebagai jamaah tabligh,” imbuhnya.

Seperti diketahui, belasan orang yang rata-rata berjanggut panjang itu tiba di Mapolsek sekira pukul 20.00 WIB dengan membawa beberapa barang-barang lainnya. Mereka mangaku hanya melakukan kegiatan pengajian di beberapa tempat.

Dari hasil pendataan polisi, rata-rata mereka berasal dari Provinsi Sulawesi dengan beberapa wilayah di dalamnya. Mereka berpindah tempat dan selalu mengadakan kegiatan pengajian yang biasa disebut Jamaah Tabligh.

Keduabelas orang itu masing-masing Budiarjo Lapai, Yusrianto Molo, Edwinarto Arsyad, Muslimin, Zulfikar Karim, Moh Anang Nur, Sardin. Sedangkan jamaah lainnya yang diamankan adalah Amirudin, Fatah Lamusu, Imam Affandi, Arsyad F dan Samsul. Keseluruhan didominasi asal Sulawesi.

Kapolres Purbalingga AKBP Ruslan Effendi yang datang ke Mapolsek Kalimanah mengatakan, masih akan mendalami keterangan mereka di Mapolres. Pihaknya tidak akan gegabah sesuai dengan kondisi yang berkembang saat ini. “Sementara ini kegiatan mereka hanya pengajian, namun kami akan terus dalami secara intensif,” tuturnya. (suaraMedia)

13 Tanggapan to “Buru Teroris Jangan Dari Jubah Dan Janggut”

  1. Siapa yang salah??? Pemburu atau yang berjubah dan berjanggut???? Kenapa anda tidak pernah bilang kepada yang memanfaatkan jubah dan janggut itu supaya jangan memanfaatkan jubah dan janggut untuk membuat kekacauan di Indonesia ini???? Anda harus fair dong! Jangan hanya menyalahkan yang memburu…. tapi anda harus menyalahkan yang memanfaatkan jubah dan janggut yang membina teroris di Indonesia. Dari dulu orang sudah tau…. kalau yanerog berjubah dan berjenggot itu pembina dan kelompok teroris. Tapi anda orang Islam Indonesia tidak pernah sadar sehingga mau tidak mau kelompok teroris yang berjubah dan berjonggot itu harus ditangkapi.

  2. Mr.Cak said

    Si Jhoni itu sih asal komen aja ga ada bobotnya… Orang minta obyektif kok bukan mengeneralisir. Kalo ada orang menggunakan salib atau apapun untuk berbuat jahat, apa berarti tiap orang yg memakai salib jahat semua dan harus ditangkapi. Belajar logika dulu, baru komen… Kacian…

  3. Tony Arendo said

    Janggut, jubah, baju panjang, warna putih, topi (kopyah), cadar dsb merupakan sekian dari ‘identitas’ dalam ummat islam.

    Sayangnya, identitas tsb memiliki celah kelemahan di negara2 berkembang spt Indonesia, karena dapat disusupi oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan ‘identitas’ tsb.

    istilah teroris dan UU teroris sengaja dicetuskan untuk menekan ruang gerak islam, baik dalam beribadah maupun dalam melakukan syiar islam.

  4. fuadi lkirom said

    Islam adalah berserah diri, selamat dan menyelamatkan manusia, damai, sejahtera, penyantun, pengasih,penyayang,jujur, bersyukur,lemah lembut, senyum, ramah.dll

  5. kadzim said

    Salah satu pendeta di mesir datang ke desa mansurah-mesir, untuk misi kristenisasi, di sana pendeta cerita panjang lebar tentang Yesus hingga matinya di atas tiang salib dengan tangan yang dipaku ke kayu salib.

    Setelah bicara panjang pendeta membagi-bagikan salib kepada penduduk desa untuk di pasang di rumah mereka masing-masing.

    Salah satu petani yang ikut mendengarkan ceramah pendeta usul kepada pendeta yang isinya;

    Pendeta tadi cerita bahwa Yesus dalam bepergian dari satu daerah ke daerah lain mengunakan keledai sebagai kendaraan.

    Artinya Yesus senang dengan keledai yang dapat digunakan untuk mengurangi beban perjalanan panjang.

    Dan pendeta juga bilang kalau Yesus sakit di atas tiang salib, artinya Yesus menderita apalagi tangannya dipaku ke tiang salib.

    Bagaimana kalau kita pasang patung keledai pada dinding rumah kita?, sebab keledai adalah hewan yang pernah meringankan beban Yesus dari pada tiang salib yang membuat Yesus menderita.

    Hanya gara-gara seorang petani yang dengan lugunya berbicara, program pendeta yang datang ke mansurah untuk meng-kristenkan penduduk desa itu gagal.

  6. zacky said

    Tidaklah seseorang itu ingin kerusakan. Agar menjadi baik adalah dengan cara damai dan bersilaturahmi.
    Yang menginginkan kerusakan adalah syaitan. Berlindung kepada Allah S.W.T adalah yang diinginkan-Nya.

    Cacian dan makian sudah sejak dahulu ada pada islam. Beri jawaban yang cerdas jika dihadapkan kesulitan dan lerai dengan bijak dan berani.

    Sesungguhnya citra islam terbaik ada pada Rasullullah S.A.W. dia sangat dicintai teman dan disegani lawan. Berupayalah dengan itu semoga musuh akan lari tunggang langgang.

  7. Mr. Jhoni Walker kalo komentar yang obyektif dong. Komentar kayak gitu bikin provokasi aja. And you perlu ditangkap aja karena telah provokasi untuk memusuhi orang berjilbab dan berjenggot.
    Orang yang sudah dicari polisi mana mungkin berjenggot.pasti dia menyamar dengan cukur jenggot.
    Menghina jenggot dan jilbab berarti menghina syiar Islam.

  8. fuadi lkirom said

    religi adalah jubah kebesaran hati, sedang iman adalah tiaranya seorang raja, jadi selagi kita masih memegang Iman dan Islam, InsyaALLAH kita masih menjadi umat yang terbaik, khoirulbariyyah, tidak harus dengan pakaian jubah dibadan serta pecis ala persia nan cantik

  9. Gertakanmu itu sudah enggak mempan Mr. Alexander. Kalau kau tau arti kata Islam yang sebenarnya adalah damai, tidak ada yang bisa menghina damai. Tapi karena kau sudah merubah arti kata Islam menjadi setan yang sangat menakutkan, kalau tidak dibela maka kau kualat, makanya kau sekarang selalu berlindung dan memprovokasi orang-orang Islam goblok dengan berkata ‘menghina Islam’! Tapi orang sudah tidak takut dengan provokasimu itu. Jangankan sekedar provokasi, kau bertindakpun orang sudah tidak takut. Buktinya… kau digulung habis sama aparat.

    Yang membuat Islam itu terhina bukan orang lain tapi kau sendiri dengan tingkah lakumu yang biadab dengan berlindung dengan nama agama. Kalau kau mau jadi Islam…. jadilah kau Islam Indonesia. Tidak perlu kau sembahyang harus pakai bahasa orang lain yaitu bahasa arab. Teliti al qur’an mu itu dengan baik-baik. Sekarang sudah banyak terjemahan. Jelas dikatakan al qur’an mu itu kalau al qur’an berbahasa arab hanya untuk orang arab yang berbahasa arab bukan untuk orang Indonesia yang berbahasa Indonesia. Karena kau sudah termakan taik orang arab, maka kau percaya saja apa kata habib-habib yang orang arab itu. Kau anggap jenggot dan jilbab yang paling hebat. Padahal itu adalah budaya arab Mr. Alexander.

  10. Nucky said

    Mr. Jhony Walker, sadarlah dengan semua komenmu,,mungkin kamu tak punya agama sehingga anda tak tahu etika, tapi saya maklum orang bahlul seperti anda tak memiliki pemikiran yang berbobot,mungkin hanya mulut anda yang punya “bobot” karna selalu banyak “nyocot” dan banyak”bacot”.

  11. D3zy said

    Mr.Jhony Walker
    Mungkin orang seperti andalah yang mengisi neraka Jahannam. Tobatlah….! sebelum anda mati sangit.

  12. Setan said

    Mr. Jhoni Walker itu biasa ngomong seperti itu, saya ini setan yang sudah lama berteman dengan dia, bahkan jhoni walker sudah terpilih sebagai Pimpinan setan sejak dia lahir, jadi apapun yang dikatakan dia, itu sudah jadi kesepakatan setan.dan semua jenis setan setuju dengan dia, karena dia adalah pemimpin kami.

  13. Setan said

    Mr. Jhoni Walker itu setan

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: