KabarNet

Aktual Tajam

Pemimpin Oposisi Iran Harus Dihukum Cambuk 80 Kali

Posted by KabarNet pada 19/08/2009

koran_iranian Seorang pemuka agama garis keras, pada hari Senin lalu menyerukan agar pemimpin gerakan oposisi, Mehdi Karroubi, dijatuhi hukuman cambuk atas klaimnya yang menyatakan bahwa sejumlah pengunjuk rasa dalam pemilihan umum Iran lalu diperkosa atau disiksa ketika berada dalam tahanan.

Pemerintah Iran juga telah menutup surat kabar milik kandidat presiden reformis yang kalah dari Mahmoud Ahmadinejad dalam pemilihan umum Iran tanggal 12 Juni lalu. Surat kabar tersebut ditutup karena telah mengabarkan pemberitaan bohong mengenai penyiksaan tahanan, demikian kata sejumlah ajudannya.

Karroubi telah menyulut amarah dari pemerintah Iran karena menyampaikan tuduhan bahwa para tahanan wanita dan pemuda yang dijebloskan dalam penjara setelah melancarkan protes atas terpilihnya kembali presiden Mahmoud Ahmadinejad pada bulan Juni lalu, mengalami siksaan dalam penjara.

“Dalam ajaran agama, jika seseorang menuding pihak lain telah melakukan kejahatan sementara dia tidak mampu membuktikan tudingan tersebut, maka orang tersebut harus menerima hukuman cambuk sebanyak 80 kali,” kata pemuka agama garis keras, Ahmad Khatami, seperti dikutip oleh harian Kayhan.

“Kini Karroubi telah menuduh rezim penguasa, dan tuduhannya dimentahkan oleh dua cabang dari rezim penguasa,” kata Khatami, yang merupakan imam sholat Jumat reguler di Teheran.

Putra Karroubi, Hossein, dalam situs partai ayahnya mengatakan bahwa seorang petugas pengadilan telah memerintahkan pelarangan sementara penerbitan surat kabar Eremad Melli (kepercayaan nasional) pada hari Minggu lalu.

Dia mengatakan bahwa tindakan tersebut diambil karena ayahnya telah mencetak “pembelaan diri” mengenai penghinaan terhadap sang ayah mengenai klaim penyiksaan tahanan yang kemudian dijadikan kritikan asing terhadap Iran.

Jaksa Teheran, Saeed Mortavazi, mengatakan kepada Mehr news agency bahwa surat kabar tersebut tidak dilarang, namun tidak memenuhi syarat karena “permasalahan teknis.”

“Alasan dihentikannya penerbitan surat kabar tersebut adalah masalah pada bagian percetakan, surat kabar yang bersangkutan tidak dilarang penerbitannya,” kata Mortazavi.

Akan tetapi, Esmail Gherami Moghaddam, juru bicara partai politik Karroubi, bersikeras bahwa harian tersebut dilarang beredar oleh pemerintah. “Karena jaksa mengatakan bahwa surat kabar ini hanya dilarang untuk sementara waktu, maka kami berharap agar surat kabar ini bisa segera terbit esok hari,” katanya seperti dikutip oleh agen pemberitaan ILNA.

Karroubi, seorang mantan juru bicara parlemen Iran yang pada pemilihan presiden Iran lalu hanya berhasil menempati urutan keempat dan kini merupakan seorang tokoh terkemuka dalam tubuh partai oposisi, pada hari Minggu berjanji untuk mencari kebenaran mengenai tudingan perilaku tidak senonoh dalam tahanan tersebut.

“Namun, sekali lagi saya mengatakan bahwa tindakan dan intimidasi semacam ini tidak akan mampu membungkam mulut saya, dan saya akan mengungkapkan isu yang saya anggap penting. Saya hanya akan diam ketika seluruh aspek dari kejadian ini telah diperiksa dan masyarakat mendapatkan kebenaran yang sudah menjadi hak mereka.”

Surat kabar lainnya, Kalemeh Sabz, yang merupakan milik rival utama Ahmadinejad , Mir Hossein Mousavi, juga ditutup oleh pihak berwenang pasca terjadinya kerusuhan setelah pemilihan presiden lalu.

Sekitar 4.000 orang pendukung oposisi ditahan atas kerusuhan yang menyapu Teheran dan kota-kota lainnya. Sebagian besar dari mereka telah dibebaskan, namun sekitar 200 orang masih meringkuk di balik jeruji besi. Sementara 140 orang lainnya telah disidangkan.

Pihak berwenang mengatakan bahwa ada sekitar 30 orang yang terbunuh dalam kerusuhan pasca pemilihan presiden, sementara pihak oposisi mengklaim bahwa jumlah korban yang tewas mencapai 69 orang.

Pemuka agama berpengaruh Iran, Ayatollah Akbar Hashemi Rafsanjani menyampaikan peringatan terhadap konsekuensi dari keputusan pengadilan yang tidak adil.

Berbicara dalam upacara pengukuhan kepala kehakiman yang baru, Sadeq Larijani. Rafsanjani mengatakan bahwa penyampaian putusan pengadilan yang benar-benar adil merupakan tanggung jawab utama dari sistem peradilan.

“Untuk dapat menyampaikan putusan yang adil, masyarakat harus memiliki rasa keamanan dan tidak ada yang merasa tidak berdaya dalam memperjuangkan hak-haknya yang dilanggar,” kata kepala majelis ahli tersebut.

Hashemi-Rafsanjani memperingatkan bahwa jika sebuah negara merasa terbebani oleh tindaka sistem peradilan terhadap para tahanan, maka akan terjadi kekacauan dalam masyarakat.

Dia menyerukan pelakuan yang adil terhadap para terdakwa, menjelaskan bahwa cara tersebut merupakan cara untuk membangun rasa saling percaya diantara warga negara.

Pernyataan tersebut disampaikan pada saat pejabat pemerintah melaksanakan persidangan massal terhdapa 200 orang tahanan pasca pemilihan presiden, pengadilan menuding mereka telah berkonspirasi dengan kekuatan asing untuk melancarkan kudeta dengan mempergunakan terorisme, upaya penggulingan kekuasaan dan sebuah kampanye massal untuk merongrong pemilihan presiden pada tanggal 12 Juni lalu.

Kebanyakan dari orang-orang yang disidangkan di Teheran adalah kaum reformis yang bersekutu dengan para tokoh kelompok oposisi, Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi, yang tetap bersikeras bahwa hasil dari pemilihan presiden tersebut telah “dicuri”.

Kubu oposisi sejauh ini menolak untuk mengakui keabsahan presiden Mahmoud Amhadinejad, lebih lanjut lagi mereka berpendapat bahwa pengakuan yang disampaikan oleh para tahanan di ruang persidangan adalah sebuah pengakuan yang berdasarkan pada sebuah paksaan. (suaraMedia)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: