KabarNet

Aktual Tajam

Ucapan Pangdam Dinilai Sudutkan Islam

Posted by KabarNet pada 20/08/2009

siapa Pernyataan Pangdam IV Diponegoro Mayjen Haryadi Soetanto beberapa waktu lalu yang berbunyi, ‘jika ada orang asing memakai sorban, jubah atau berjenggot, laporkan saja ke pihak keamanan,’ dinilai telah mengandung unsur SARA. Bahkan pernyataan itu dinilai melukai umat Islam.

“Pernyataan itu sungguh menyinggung umat Islam dan menimbulkan kecurigaan-kecurigaan terhadap golongan Islam Salafy atau Majelis Tabligh” tegas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Irfan S Awwas Rabu, 19 Agustus 2009.

Irfan mengatakan tuduhan ataupun stigma terorisme seringkali mengarah kepada ajaran atau golongan Islam ketika terjadi teror dan aparat memeriksa wanita bercadar dan menciduk kelompok pendakwah itu adalah hal sudah keterlaluan.

“Jika ini dibiarkan maka orang tua akan melarang anaknya untuk belajar mengaji karena takut dikemudian hari dicap sebagai teroris”katanya

Terkait dengan tindakan densus 88 dalam penangkapan pelaku teroris di Temanggung beberapa waktu yang lalu, Irfan S Awwas mengatakan densus 88 bertindak over acting serta melanggar aturan hukum. “Densus 88 bertindak berlebihan, brutal dan membabi buta” tandasnya

Lebih lanjut Irfan juga tindakan densus 88 ini akan menimbulkan keresahan bagi umat Islam. “Ada umat Islam yang dicurigai aparat langsung menangkapnya. Ini akan menimbulkan keresahan bagi umat Islam,” tuturnya.

Sebelumnya, Pejabat-pejabat tinggi negara ikut menghadiri Pembukaan Latihan Gabungan Antiteror TNI-Polri. Latihan gabungan ini melibatkan enam Kepolisilan Daerah (Polda) dan lima Komando Daerah Militer (Kodam).

Pembukaan Latihan Gabungan TNI-Polri yang dilakukan Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri itu digelar di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Desember 2008.

Pejabat tinggi negara yang hadir dalam pembukaan ini antara lain, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Trimedya Panjaitan. Tampak hadir pula para perwakilan duta besar negara asing untuk Indonesia.

“Latihan gabungan untuk gladi lapangan ini diikuti enam Polda dan lima Kodam,” ujar Kepala Badan Pembinaan Keamanan Markas Besar Polri, Komisaris Jenderal Iman Haryatna. Laporan itu disampaikan Iman kepada Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Menurut Iman, wilayah yang menjadi simulasi antiteror ini adalah Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan Kepulauan Riau. “Latihan antisipasi teror akan dimulai pada 21 Desember 2008,” ujar Iman. (Suara Media)

3 Tanggapan to “Ucapan Pangdam Dinilai Sudutkan Islam”

  1. striker said

    ISLAM bukan agama teroris. Siapapun yang mengkambinghitamkan Islam dan umat Islam, patut dicurigai kalau ia adalah AGEN TERORIS yang asli, yaitu AGEN TERORIS AMERIKA

  2. HMA Jihad said

    sungguh sangat menyakitkan ucapan bung haryadi…..
    kita semua harus hati2 dgn BALAKOM………….
    yg sengaja sihembuskan utk memecah belah umat ini,…..

  3. fuadi lkirom said

    kadang KEBENARAN selalu diliputi dengan sesuatu yang bernuansa kecurigaan serta berhiaskan tuduhan yang memojokkan , namun mari yakinkanlah hati kita bahwa ALISLAAMU YA’LU WALA YU’LA ALAIHI, ISlam adalah agama yang tertinggi, ini bisa dibuktikan

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: