KabarNet

Aktual Tajam

Noordin Hengkang, Densus Kecolongan

Posted by KabarNet pada 21/08/2009

noordin Wilayah perbatasan di Kalimantan Timur merupakan kawasan transit yang strategis bagi teroris. Ada dugaan kuat Noordin M Top memanfaatkan jalur ini dan berhasil masuk Malaysia sejak 20 Juli 2009, tiga hari setelah peledakan bom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Polisi kecolongan lagi?

Kabupaten Nunukan di Provinsi Kalimantan Timur diperkirakan menjadi jalur pelarian gembong teroris paling dicari di Indonesia itu. Sebagai wilayah transit, Nunukan memang dinilai sangat trategis bagi jaringan teroris organisasi Jamaah Islamiyah (JI) yang terlibat dalam setiap aksi ledakan bom di Indonesia.

Nasir Abbas, mantan Ketua Wilayah III JI berkali-kali menyatakan, Kalimantan Timur memang di bawah wilayah gerakan JI dan sempalannya. Tapi JI tidak menjadikannya sebagai wilayah target operasi, hanya untuk wilayah transit saja. Sehingga sampai sekarang pun Nunukan masih tetap dijadikan sebagai transit oleh jaringan teroris.

Nunukan dipilih Noordin dan JI karena memang dinilai sangat strategis. Karena kabupaten itu berada di wilayah perbatasan yang menghubungkan langsung Indonesia dengan negara Malaysia serta ke sejumlah negara lainnya yang menjadi jaringan mereka. Selain itu, tingkat pengawasan di Nunukan juga tidak terlalu ketat, sehingga lebih mudah bagi jaringan teroris untuk keluar masuk ke negara-negara lainnya yang menjadi basis mereka.

Polisi kini sedang mencari Noordin di sekitar Sebatik-Nunukan. Konon Noordin sedang menunggu jemputan dari jaringannya untuk menuju Tawao, Malaysia. Noordin ingin bersembunyi di Malaysia selama Ramadhan.

Seorang pengamat intelijen mengungkapkan keyakinannya bahwa Noodin akan aman di negeri asalnya itu. “Noordin menuju Kalimantan Timur lewat laut dari Jawa Timur. Dia lolos karena mengenakan cadar,” ungkap sumber itu.

Sangat mungkin, jaringan yang membantu Noordin itu juga yang memuluskan pelarian Ali Imron, pelaku Bom Bali I, sebelum akhirnya dicokok di Kalimantan. Mereka pula yang berlatih perang di Kalimantan dengan sasaran foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain memburu Noordin, polisi juga mengejar empat buron teroris, yakni Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Ario Sudarso alias Suparjo Dwi Anggoro alias Aji alias Dayat alias Mistam Husamudin, juga Saefudin Jaelani (SJ) alias Saefudin Zuhri, dan Muhammad Syahril alias Aing.

Bagus Budi Pranoto ternyata pernah divonis untuk kasus terorisme karena menyembunyikan Dr Azhari. Sedangkan SJ dan Aing diketahui adalah saudara kandung. Kediaman yang ditempati Saefudin Jaelani di Bogor selama merekrut dua bomber, ternyata milik sang kakak, Muhammad Syahril.

Saefudin Jaelani diduga polisi sempat memiliki hubungan cukup erat dengan mantan kelompok Al-Ghuroba di Pakistan. Kelompok itu sebenarnya semacam kelompok studi mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang belajar di Pakistan. Belakangan, dalam peristiwa Bom Bali I dan Bom Marriott 2003 terungkap di persidangan, bekas anggota kelompok Al-Ghuroba sempat berperan membantu perolehan dana dari Khalid Sheikh Mohammad (petinggi Al Qaeda) melalui keponakannya yang bernama Ammar Al-Baluchi.

Serumit dan sekompleks apa pun jaringan teroris ini, polisi sangat diharapkan mampu mengungkap sekaligus menggulungnya! (INILAH.COM)

2 Tanggapan to “Noordin Hengkang, Densus Kecolongan”

  1. PANGERAN ISLAM said

    ADA HAL YANG BISA KITA JADIKAN PEGANGAN:
    1. Tidak mungkin terorisme dilakukan atas ajaran agama Islam, semuanya merupakan bagian dari operasi intelijen.
    2. ”Islam tidak mengajarkan terorisme. Karena Islam merupakan agama yang mengajarkan perdamaian. Terorisme adalah bagian dari kegiatan intelijen,”
    3. Setelah perang dingin antara kapitalisme dan komunisme usai, Amerika sebagai pionir dari kapitalisme mencari musuh baru, yaitu Islam. Inilah yang sedang terjadi saat ini.
    4. Jumlah penduduk Indonesia yang 230 juta dan mayoritas Islam merupakan potensi dan sekaligus bahaya besar untuk kapitalisme. Karena itulah, mereka melemahkan semua potensi yang akan menghambat kapitalisme.
    5. ”Terlalu aneh kalau seorang Air dan Eko yang menurut saksi mata masih shalat Jumat di Solo bisa dikatakan tertembak pada Sabtu jam 2 pagi di Jatiasih, Bekasi.”
    6. Selain soal Air dan Eko, dua orang yang disebut polisi sebagai teroris dan tewas ditembak polisi di Bekasi, Jose juga menganggap aneh peristiwa penyerbuan 600 polisi di Temanggung. ”Umumnya penyerangan terhadap suatu tempat persembunyian biasanya dengan gas air mata. Dan semua orang pasti tidak akan tahan dengan cara ini,”
    7. Tapi anehnya, masih menurut Jose, Ibrahim tidak pernah keluar rumah yang diserbu tersebut. Bahkan, darah yang mestinya berceceran di lokasi tidak ada. Tidak tertutup kemungkinan, Ibrahim memang sudah tidak lagi hidup ketika penyerbuan berlangsung.
    8. ”Kenapa polisi tidak mengecek lebih lanjut siapa ratusan orang asing yang menginap di dua hotel tersebut. Tapi, langsung mengarahkan semua tuduhan itu kelompok yang disebut sebagai Nurdin M Top.”
    9. ”Kita sudah paham bahwa motivasi teror yang disampaikan aparat lewat media adalah perang melawan Amerika, tapi kenapa fakta aksinya tidak tertuju pada aset Amerika?”
    10. Lalu, siapa dalang di balik teror di Indonesia? Jose mensinyalir bahwa kelompok multinasional korporat atau pebisnis multinasional di belakang gembar-gembor terorisme. Jose berargumen bahwa hanya merekalah yang tahu adanya rapat pebisnis besar di Mariot saat peristiwa bom terjadi.

  2. Terima kasih untuk tanggapan dari “Pangeran Islam” tanggapan2nya membuka pikiran saya yang selama ini hanya mendengar simpang siur dari berita yang ada dan tidak tau fakta-fakta yang lain.

    Selamat Menunaikan ibadah Puasa Semoga Amal Ibadah Kita Diterima Allah SWT…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: