KabarNet

Aktual Tajam

Da’i Dicurigai, Bagaimana Dakwahnya Diterima?

Posted by KabarNet pada 23/08/2009

Markaz Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) memerintahkan kepolisian di daerah meningkatkan upaya pencegahan tindak terorisme. Salah satu bentuknya adalah menggiatkan pengawasan terhadap ceramah keagamaan dan kegiatan dakwah.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Nanan Soekarna, mengatakan, selama Ramadlan, polisi akan meningkatkan pengawasan ke penjuru wilayah Indonesia. Pihak kepolisian akan ikut serta masuk ke dalam aktivitas dakwah. Jika ditemukan dakwah yang bersifat provokasi dan melanggar hukum, aparat akan menindaknya dengan tegas.

Namun, menurutnya, pengawasan itu bukan untuk membatasi ceramah atau dakwah.

“Polisi tidak akan menghalangi dakwah dan tausiyah. Tapi, kita akan mencoba nempel di situ untuk lebih terbuka dan memantau,” Ujar Nanan, di Mabes Polri, Jumat (21/8).

Menanggapi strategi polisi dengan mengawasi dakwah untuk mencegah aksi terorisme, anggota komisi III DRP, Patrialis Akbar, mengaku heran. “Memberantas teroris kita dukung, tapi jangan salah kaprah dan overacting.” Katanya.

Dia khawatir, upaya itu justru meresahkan masyrakat, karena para pendakwah diposisikan sebagai orang yang dicurigai. “Awasi saja. Tidak perlu ada pernyataan di muka umum. Ini bahaya.” Kata Patrialis.

Kalau pendakwah diposisikan sebagai orang yang dicurigai, bagaimana dakwahnya bisa diterima.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menyatakan, rencana polisi mengawasi dakwah adalah langkah mundur bagi demokrasi. “Kalau dakwah diawasi berarti kita kembali lagi ke zaman rezim Orde Baru.” Katanya.

Pengawasan dakwah, katanya, seharusnya dilakukan para ulama sendiri. dia yakin, ulama yang tak setuju paham-paham ekstrem jumlahnya mayoritas.

Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim, berpendapat senada, “saya kira kita mundur lagi ke orde baru dengan keinginan mengawasi dakwah.” Kata Ifdhal.

“Saya kira kita mundur lagi ke orde baru dengan keinginan mengawasi dakwah.” Kata Ifdhal.

Dakwah, terangnya, merupakan wilayah agama yang tidak bisa diintervensi pemerintah atau negara. “Kita dukung usaha pemerintah berantas teroris, tapi jangan melewati prinsip-prinsip HAM yang dijamin institusi kita.”

Ketua umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, menilai, jika dakwah samapai diawasi, itu merupakan kemunduran. Jarum jam sejarah akan diputar kembali ke arah otoritarian dan penegakan hukum yang represif.

“Padahal, itu semua sudah dikoreksi melalui reformasi. Ini akan mengeliminasi prestasi demokrasi yang sudah dicapai bangsa ini. Kalau itu sampai terjadi, jelas set back,” katanya.

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini, menolak bila dakwah dikaitkan dengan terorisme. Sebab, dakwah selama ini berjalan baik dan tak ada masalah.

Mengawasi dakwah: Membuat suasa permusuhan antara pemerintah dan umat Islam. (menurut Adian)

Adian mempertanyakan dakwah seperti apa yang mesti diawasi. “Jangan membuat suasana antagonis, suasana permusuhan antara pemerintah dan umat Islam. Justru seharusnya umat Islam dirangkul. Jelas ini akan meresahkan umat Islam dan memunculkan situasi adu domba,” paparnya.
_________________________________________________

Di bulan Ramadlan aktivitas keislaman meningkat. Kaum muslimin biasanya memenuhi masjid-masjid dan mushala. Di saat itulah, panitia kegiatan Ramadlan, biasanya, mengadakan siraman rohani atau dakwah.

Semaraknya dakwah Ramadan tahun ini, sepertinya, sedikit terganggu. Pasalnya, polisi akan mengawasi kegiatan dakwah terkait isu terorisme. Polisi tak akan segan-segan menindak jika ada pendakwah yang memprovokasi umat. Dan tentunya, para dai akan semakin was-was kalau-kalau isi dakwahnya dianggap sebagi provokasi.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna menyatakan, selama Ramadan, polisi akan meningkatkan pengawasan ke penjuru wilayah Indonesia. Pihak kepolisian akan ikut serta masuk ke dalam aktivitas dakwah. Hal ini bertujuan agar polisi dapat memantau langsung kegiatan tersebut. Hal ini karena terorisme masih menjadi momok paling menakutkan.

“Seandainya dakwah berkait dengan provokasi, dengan melanggar hukum, pasti akan ditindak,” Jumat (21/8/2009).

Nanan mengatakan, “Polisi akan mengikuti (aktivitas dakwah), akan menempel lebih terbuka dan terus memantau,” kata Nanan.

Nanan mengatakan, operasi ini digelar untuk mengantisipasi adanya perekrutan teroris pada momen Ramadan.(voa-Islam)

Satu Tanggapan to “Da’i Dicurigai, Bagaimana Dakwahnya Diterima?”

  1. PANGERAN ISLAM said

    Pak Polisi….

    Menurut info yang saya kumpulkan….ternyata Noordin M.Top sedang dan senang bersembunyi di Beberapa Gereja, pindah dari gereja satu ke gereja yang lain. Terus juga dia sembunyi di wihara-wihara, kuil-kuil, tempat-tempat prostitusi, tempat-tempat perjudian, tempat diskotik. karena itu jika anda mencarinya di masjid dan musholla anda tidak akan menemukannya.

    Saya saranin Polri mencarinya juga di gereja-gereja seluruh Indonesia, Wihara dan kuil di seluruh Indonesia. atau ke tempat prostitusi, tempat perjuadian….obok-obok aja deh tempat tersebut siapa tau ditempat itu Noordin sembunyi….Insya Allah ketemu….

    Karena, Noordin M.Top dan kawan-kawannya tidak akan bersembunyi di Masjid. Bagi noordin M.Top…masjid tempat suci yang harus dihormati…pantangan dia sembunyi di dalam masjid.

    Dicobain aja …pak polisi…periksa gereja,wihara,kuil,tempat prostitusi,tempat perjudian, tempat diskotik….siapa tau berhasil.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: