KabarNet

Aktual Tajam

Penculik M Jibriel Itu Teroris

Posted by KabarNet pada 26/08/2009

m jibriel-1 Oleh: Salim Syarief MD
Lagi-lagi langsung tuduh. Itulah yang terjadi dalam kasus “menghilang” Muhammad Jibriel, Pemilik Arrahmah Media.

Satu kebetulan yang unik, setelah namanya diumumkan Polri sebagai DPO siang hari, tak lama kemudian ia menghilang diculik dua orang pria tak dikenal yang diduga polisi (http://www.detiknews.com/read/2009/08/25/164314/1189506/10/polisi-masih-cek-penculikan-jibril). Sungguh aneh bila polisi merasa tidak tahu tentang penculikan ini, seperti pernyataan berikut “Nanti saya cek dulu. Kita belum terima laporan,” ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak kepada detikcom, Selasa (25/8/2009).  Sangat masuk akal, langkah hati-hati plus birokrasi semu.

Sebagai rakyat yang punya hak berpendapat, saya ingin memberikan sedikit analisa untuk kejadian ini :
Pertama, tuduhan terhadap M Jibriel yang membuatnya masuk DPO apakah sudah pasti benar dan dapat dibuktikan dengan jelas oleh Polri. Seperti yang dilansir detikNews (http://www.detiknews.com/read/2009/08/25/172431/1189544/10/bareskrim-belum-tahu-penangkapan-jibril). Bisa saja M Jibriel memang sudah jadi target baru, entah apa maksud dibalik pengumuman DPO? dia kan tidak perlu dikonfirmasi tentang apa pun, namanya saja target DPO. Hanya pertanyaan yang timbul kemudian, atas dasar apa M Jibriel bisa masuk kategori DPO?

Kedua, bagaimana bisa sangat bertepatan waktunya, sesaat setelah pengumuman namanya dalam DPO, M Jibriel dikuntit oleh seseorang dalam perjalanan dari Bintaro menuju Pamulang ke rumah orang tuanya (http://www.detiknews.com/read/2009/08/25/194910/1189620/10/jibril-pernah-tinggal-di-malaysia-20-tahun). Kemungkinan besar ia sudah dibuntuti beberapa hari sebelumnya dan bisa jadi teleponnya disadap, karena setelah pengumuman di televisi, ayah M jibriel meneleponnya untuk segera datang ke Pamulang, namun belum sampai di rumah orang tuanya ia sudah menghilang. Timing yang tepat, penculik bisa tahu ia sedang mengarah ke rumah orang tuanya.

Ketiga, meskipun saat ini pihak kepolisian sudah mengaku “mengamankan” M Jibriel, namun sebab ia sampai terjerat dalam DPO sampai sekarang belum jelas mengapa. Padahal pihak kepolisian bisa mencarinya di tempat tinggalnya atau di kantornya, mengapa ia harus dikategorikan buronan polisi? Kecuali bila ia selama ini sulit ditemukan, atau sering berpindah tempat tinggal. Kita hanya menunggu kejelasan kabar dari Polri agar berita makin tak simpang siur dan agar kita bisa melihat dengan jelas bahwa M Jibriel bukanlah korban yang dipaksakan untuk jadi sasaran target operasi, bukti yang akurat sangat kita nantikan. Semoga pihak kepolisian bisa menempatkan segala sesuatunya pada posisi yang tepat, jangan hanya asal comot demi mengejar prestasi, tahu-tahu salah orang.
Ada apalagi ini? mari kita ikuti bersama episode berikutnya, sekian. Wa Salam.

7 Tanggapan to “Penculik M Jibriel Itu Teroris”

  1. PANGERAN ISLAM said

    PROYEK TERORISME SEBAGAI AJANG BERBURU KENAIKAN PANGKAT DAN BONUS MILYARAN,

    Ada trend yang menarik untuk cepat naik pangkat dan menjadi milyuner di kalangan POLRI, TNI dan BIN, yaitu memunculkan issu TERORISME dan kemudian menangkapi para aktifis Islam. Kalau perlu ditembaki sampai mati semua.

    Benar-benar biadab.

    Inilah Paham Materialisme yang telah menyusupi moral para aparat keamanan yang seharusnya memberikan kemanan dan kenyamana bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan sebaliknya, meneror mental dan psikologis para aktifis Islam yang istiqamah dalam berjuang mengaktualisasikan agama dan keyakinannya.

    Menghalalkan segala cara untuk meraih pangkat dan bonus yang tinggi, merupakan cara yang dipakai oleh kaum ATHEIS…Kaum yang tidak lagi menghormati agama, kaum yang tidak lagi merasakan bahwa Allah maha menatap dan melihat kebiadaban ini.

    Wahai POLISI…milikilah hati nurani….
    Jangan main tangkap sembarangan….
    Gunakan kecerdasan dan kekuatanmu untuk kebaikan…
    bukan untuk mengejar Pangkat dan bonus…

    Nanti di akhirat kalian dimintai pertanggung jawaban oleh Allah..karena kalian main tangkap sembarangan.

    Semoga kalian diberi hidayah oleh Allah

  2. Rahma, Ibu Rumah Tangga said

    Gila pangkat dan kekayaan membuat buta mata hati,
    Apa bedanya Polisi dengan teroris kalau begitu,
    Menangkap sembarangan…

    Dengan tingkah laku polisi seperti ini, maaf ya…
    Kredibilitas dan Citra polis sangat jatuh…

    Tak ada bedanya antara Polisi dengan Teroris…
    sama saja,
    sama-sama biadab.
    Sama-sama suka meneror

  3. Zainuddin said

    Astagfirullah… apa polisi yg muslim tidak peduli dgn hari pembangkitan? apa polisi tidak takut kelak pertanggung jawaban dihadapan Allah? apa arti jabatan di dunia kalau berdampak celaka di akhirat?..

  4. kadzim said

    DALAM SATU RT ADA TUJUH GEREJA ?

    “Satu RT ada tujuh gereja ???
    kok bisa ?!!!”

    (Muslim kecolongan atau tidak perduli ???)

    Percaya nggak percaya ini fakta
    yang terjadi di Bekasi tepatnya di Komplek Perumahan Villa Galaksi Bekasi.

    Gereja Bartholomeus, Gereja Batak, Gereja Oukemene, Gereja Paroki, Gereja
    Methodis, Gereja Protestan dan Gereja Galilea.

    Gereja Bartholomeus, dengan alamat Jl. Pulo Sirih Timur Raya Blok AE No.8, Taman Galaksi Bekasi Telp. 8200152. Merupakan Gereja katholik yang termegah di kawasan tersebut dan didalamnya memiliki bangunan Gua Maria.

    Termegah kedua setelah Barholomeus adalah Gereja Batak. Gereja Oukemene
    posisinya dibelakang Gereja Bartholomeus. Jarak kurang dari 10 meter berdiri disitu Gereja Paroki. Tak jauh dari tempat tersebut masih dalam kondisi belum jadi adalah Gereja Methodis dan didepannya ada sebuah lahan kosong dengan papan
    pancang yang bertuliskan rencana pembangunan Gereja Galilea.

    Gereja Protestan
    terletak dibelakang RS.Medika Galaksi.

    Pemerintah telah sangat bijaksana dalam upaya menjaga keharmonisan hidup warga negara Indonesia yang majemuk. Untuk alasan inilah keluarnya Peraturan Bersama
    Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 – No. 8 tahun 2006. Ketika kondisi ideal berjalan maka tujuan Pemerintah akan terwujud, aman tentramlah Indonesia.

    Tapi ketika ada pihak-pihak yang berbuat curang, melanggar peraturan yang telah dibuat maka tak mustahil terjadi konflik. Dan yang sedihnya, selalu pihak mayoritas yang paling dahulu kena getahnya.

    Kunci dari pendirian dari sebuah bangunan ibadah terletak pada ada tidaknya IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Rumah Ibadat yang dikeluarkan oleh Bupati / Walikota
    setempat.

    Dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 – No. 8
    tahun 2006 Bab I Pasal 1 ayat 8 dikatakan bahwa “Ijin Mendirikan Bangunan Rumah Ibadat yang selanjutnya disebut IMB Rumah Ibadat adalah ijin yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota untuk pembangunan rumah ibadat.”

    Sedangkan mekanisme pendirian rumah ibadat diatur dalam Bab IV Pasal 13–17.
    Pasal 14 disebutkan:
    (1) Pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan administratif dan
    persyaratan teknis bangunan gedung, sebagaimana dimaksud dalam UU No. 28 tahun
    2002.
    (2). Pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan khusus meliputi :
    (a). Daftar Nama dan Kartu Tanda Penduduk pengguna rumah ibadat paling sedikit
    90 (sembilan puluh) orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3);
    (b). Dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 (enam puluh) orang yang disahkan oleh Lurah/Kepala Desa;
    (c). Rekomendasi tertulis Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota; dan
    (d). Rekomendasi tertulis dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
    Kabupaten/Kota.

    Mereka pihak gereja mengatakan telah mengantongi semua izin dan telah melalui semua prosedur. Jika memang benar, berarti :
    1. Untuk tujuh gereja tersebut seharusnya ada minimal 90 x 7 = 630 warga kristen
    di kompleks Taman Villa Galaksi.
    2. Sesuai persyaratan diatas maka harusnya ada 60 muslim yang dengan suka rela mendukung dibangunnya gereja.

    Pertanyaan, apakah mayoritas masyarakat penghuni Komplek Villa Galaksi Bekasi memang adalah Kristen ?

    Jika tidak, ini sangat aneh. Apa yang dilakukan saudara-saudara kita sesama
    muslim selama ini ? tidur ?? Ini harus menjadi perhatian serius kita semua.

    wassalamualaikum

    sally_sety

    http://groups.yahoo.com/group/Muslim_BintaroJaya_BSD/message/2855
    **************************************
    Apakah umat kristen tidak kasihan, hingga saudari sally_sety menulis->
    Tapi ketika ada pihak-pihak yang berbuat curang, melanggar peraturan yang telah dibuat maka tak mustahil terjadi konflik. Dan yang sedihnya, selalu pihak mayoritas yang paling dahulu kena getahnya.

    Wahai umat kristen,
    Saya tidak bisa membanyangkan beratnya beban mental yang ditanggung saudari sally_sety sekarang.

    Yang ingin saya ketahui,
    Mengapa kalian selalu membuat ulah ?

    Re: Satu RT, Tujuh Gereja

    Di tempat saya, Flamboyan Loka Graha Raya Bintaro, baru ada satu rumah yang sekarang rutin dijadikan tempat ibadah Kristen. Saya terus terang gak tau harus ngapain…. soalnya sy warga baru di kompleks ini. Komposisi di kompleks sy, 60% muslim…sisanya
    sebagian besar kristen.

    Insya Allah sekarang di kompleks kami diadakan juga pengajian rutin,
    diadakan dua minggu sekali di Mushola Al Ikhlas, hari minggu ke -1 dan ke -3 . mulai jam 10pg.

    Salam,

    Pak Dedih,

    Pernah kejadian di Graha Bunga seperti di lingkungan
    Bapak..dan sekarang sudah enggak ada lagi

    1.Sebaiknya dibicarakan dengan para jamaah di masjid
    di Graha Raya dan Sounding pada Ustadz diluar komplek
    untuk koordinasinya.
    2.Sesuai peruntukannya rumah di dalam komplek tidak
    bisa dipakai untuk gereja.
    3. Mungkin Bapak Dedik bisa sharing dengan pengurus
    mushola graha bunga yang pernah mnegalami hal serupa

    Kadzim:
    Setelah saya baca tulisan saudari sally_sety, Memang (umat kristen) Sengaja memciptakan problem dan seperti yang saudari sally_sety tulis;

    Tapi ketika ada pihak-pihak yang berbuat curang, melanggar peraturan yang telah dibuat maka tak mustahil terjadi konflik. Dan yang sedihnya, selalu pihak mayoritas yang paling dahulu kena getahnya.

    Kadzim:
    Semoga Allah swt memberi pada mereka (para muslimin) yang tertekan batinnya, jalan keluar terbaik

  5. susanto said

    wah itu informasi yang ngawur, tidak dilihat secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan bersifat provokatif. mungkin dia liaht cuman bangunannya saja, dan plang nama.

    lebih baik kita sesama anak bangsa melihat nya dengan suasana yang damai dan jernih

    kalau saya lihat di daerah tsb cuman ada 3 gereja. Gereja Katholik Bartholomeus(cat paroki itu wilayah), HKBP gereja batak, gereja Methodist. sekian

  6. Raden said

    @susanto, kalau saya lihat di daerah tsb cuman ada 3 gereja.
    —————————–
    yang anda liat itu sudah terbangun, baca lagi di bawah ini;

    Tak jauh dari tempat tersebut masih dalam kondisi belum
    jadi adalah Gereja Methodis dan didepannya ada sebuah lahan kosong dengan papan pancang yang bertuliskan rencana pembangunan Gereja Galilea.

    @Susanto, trus yg ngawur apanya ?

  7. edi said

    masalah gereja jangan di permasalahkan,kalo emng disitu banyak orang kristennya.,,salah2 ini jebakan.,, islam menghargai agama lain coba tontom film THE MESSAGE

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: