KabarNet

Aktual Tajam

Ahmad Mubarok, Keseleo Lidah Atau Kejujuran Politisi?

Posted by KabarNet pada 28/08/2009

ahmad-mubarok Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok kembali berulah. Politisi yang dikenal pernah mengejek Partai Golkar dengan prediksi perolehan suara 2,5% itu kini mengklaim bahwa pendekatan Demokrat ke PDIP hanyalah permainan politik semata untuk menjinakkan sikap partai mitra koalisi. Keseleo lidah atau kejujuran seorang politisi?

Ulah Ahmad Mubarok kembali membuat geger pentas politik nasional. Kali ini pernyataan kontroversi Mubarok muncul dalam forum resmi ‘Dialog Kenegaraan’ di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Rabu (26/8). Profesor Psikologi Islam ini menyebutkan pendekatan politik Demokrat terhadap PDIP tak lebih dari sekadar permainan politik semata.

Tujuannya pun tak seperti dikira publik selama ini. Karena, kata Mubarok, komunikasi yang dijalin selama ini hanya untuk ‘menjinakkan’ sikap mitra koalisi SBY-Boediono. “Ini adalah permainan politik yang belum ketahuan ujungnya. Ini dibuat untuk menekan mitra koalisi agar seolah-olah kita dekat dengan PDIP, supaya yang lain nggak berani macam-macam,” katanya.

Sebenarnya, tidak ada yang aneh dalam pernyataan tersebut. Faktanya, secara telanjang publik memang dapat melihat, partai politik mitra koalisi pendukung SBY, tanpa tedeng aling-aling sering menyebut pos menteri atau figur yang pas duduk di kabinet SBY-Boediono lima tahun mendatang.

Cara penyampaiannya pun cukup jitu, layaknya permainan sepakbola. Misalnya, salah satu fungsionaris partai menyebutkan, tokoh A dari partai A lebih cocok duduk di kementerian A. Namun, tak berselang lama, petinggi partai justru membantah pernyataan rekan partainya. Menurutnya, pernyataan rekan partainya hanyalah pendapat pribadi.

Fakta telanjang tersebut memang dengan mudah dipahami oleh publik sebagai upaya menyorongkan kader partai untuk duduk di pos kabinet SBY-Boediono. Itu yang tampak di permukaan. Publik jelas tidak tahu, kondisi riil partai politik pendukung koalisi terhadap SBY. Upaya penekanan partai politik mitra koalisi SBY, hanya Partai Demokrat dan SBY yang merasakan.

Apalagi, berbagai pihak menekankan kabinet mendatang harus didominasi kabinet ahli daripada mengakomodasi figur dari partai politik. Atas desakan ini, SBY pun sepertinya mengamini dan akan melakukan pembentukan zaken kabinet.

“Saya juga mendengarkan banyak sekali pandangan dari saudara-saudara kita, dari publik, dari pengamat dan dari rakyat, yang kira-kira kalau saya pahami, kabinet mendatang betul-betul kabinet kerja, kabinet yang profesional, kabinet yang bisa menjalankan tugas dengan baik. Saya kira cocok dengan apa yang saya pikirkan juga,” kata SBY awal Agustus lalu di kediaman pribadi di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Minta maaf

Pernyataan Mubarok menemukan konteksnya dalam rangka pengukuhan pembentukan pemerintahan dengan sistem presidensiil. Hak prerogatif presiden menjadi mutlak dalam menentukan siapa saja yang berhak duduk di kursi kabinet. Bukan atas dasar titipan atau permintaan partai politik.

Meski demikian, Sekjen DPP Partai Demokrat Marzuki Alie merasa harus meminta maaf kepada mitra koalisi SBY-Boediono atas pernyataan Mubarok tersebut. Justru Marzuki menyebut, pernyataan Mubarok memang acap membuat masalah. “Teman-teman kan sudah tahu Pak Mubarok. Bukan sekali dua kali saja. Banyak sekali pernyataan beliau yang kontroversial. Kadang kita juga bingung,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/8) kemarin.

Alie menyayangkan pernyataan Mubarok yang justru memancing reaksi negatif bagi mitra koalisi SBY-Boediono. Ia menilai, pernyataan Mubarok kontraproduktif atas koalisi yang selama ini dibangun. “Pernyataan tersebut tidak ada gunanya, hanya menimbulkan situasi yang tidak enak,” cetusnya.

Pernyataan Mubarok memang dalam beberapa kesempatan menimbulkan kontroversi. Pernyataan tanpa tedeng aling-aling itu menjadi khas politisi asal Purwokerto ini. Dari jejak rekam pribadinya, Mubarok merupakan politisi sederhana yang tak silau dengan kekuasaan. Termasuk selama menjadi pimpinan Partai Demokrat, dirinya tak tertarik menjadi anggota DPR maupun eksekutif.

Dengan begitu sepertinya sulit menyimpulkan bahwa pernyataan Mubarok tersebut adalah bagian dari upaya untuk menjatuhkan kawan politiknya. Tidak mustahil, pernyataan Mubarok merupakan wujud kegelisahannya sebagai politisi atas upaya mitra koalisi Demokrat menekan SBY dalam pembentukan kabinet. Pernyataan Mubarok bisa dimaknai sebagai refleksi Partai Demokrat dari politisi yang jujur. (Duta Masyarakat)

2 Tanggapan to “Ahmad Mubarok, Keseleo Lidah Atau Kejujuran Politisi?”

  1. PANGERAN ISLAM said

    Para POLITISI hendaknya menjunjung tinggi moral dan akhlak yang mulia….berjuanglah untuk Allah, Rasulullah, Islam, Umat Islam, untuk Indonesia dan rakyat Indonesia….

    Jangan berjuang untuk partainya sendiri-sendiri, apalagi untuk kepentingan dirinya sendiri….

    Pesan saya: INTROSPEKSI DIRI dan Takutlah kepada Allah, kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di Hari Kiamat.

  2. capunk said

    AHMAD MUBAROK hanya corong dari partai DEMOKRAT,untuk memancing siapa kawan dan siapa lawan ? PDIP memang diperhitungkan oleh DEMOKRAT YG KALI INI JADI PEMENANG PEMILU.KARENA TANPA PDIP DAN GOLKAR DI DALAM KABINET DAN PARLEMENT PEMERINTAHAN AKAN KACAU,PDIP SUDAH LELAH JADI OPOSISI,SEMENTARA PARTAI KOALISI SDH SALAH HITUNG JADI SIAP2 GIGIT JARI

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: