KabarNet

Aktual Tajam

Nasrudin Dibunuh, Karena Diduga Bagian Dari Teroris

Posted by KabarNet pada 28/08/2009

Nasrudin Nasrudin Zulkarnaen menjadi target pembunuhan karena diduga sebagai bagian dari teroris yang harus dihabisi sebelum pemilu. Itu salah satu hal yang terungkap dalam sidang lanjutan pembunuhan direktur utama PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) itu di Pengadilan Negeri (PN) Ta­nge­rang kemarin (26/8).

Pada sidang pembacaan eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dari lima eksekutor (Daniel Daen Sabon, Hendrikus Kia Walen, Heri Santoso, Francis­kus Tadon Kerans, dan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo) itu, tidak terlihat adik kandung (alm) Nasrudin, Andi Syamsudin.

Menurut kuasa hukum tiga terdakwa (Daniel Daen Sabon, Hendrikus Kia Walen, dan Heri Santoso), Juan Felix Tampubolon, fakta soal membunuh Na­srudin adalah tugas negara. Selain itu, dalam eksepsinya, peng­acara meminta persidangan harus batal demi hukum karena dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, seluruh terdakwa tidak didampi­ngi pengacara.

”Sesuai pasal 56 ayat 1, tersangka atau terdakwa yang disangka atau didakwa melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana mati atau ancaman pidana lima belas tahun wajib didampingi kuasa hukum,” kata Juan Felix.

Dakwaan JPU terhadap terdakwa dengan menempatkan pasal 340 jo pasal 55 ayat 1, kata Juan Felix, seharusnya ikut menjabarkan atau menguraikan orang di balik rencana. Misalnya, subjek yang telah melakukan, menyuruh, serta turut melakukan suatu kejadian.

Juan Felix juga menilai pemisahan tempat persidangan antara kliennya dan tersangka lain yang akan diadili di PN Jakarta Selatan tidak tepat. Para eksekutor dan tersangka lain, yakni Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar, Wiliardi Wizar, Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo seharusnya ditempatkan dalam peradilan yang sama. ”Peradilan selayaknya tidak dipisah­kan agar masyarakat umum me­ngetahui secara utuh dan jelas,” kata Juan Fellix di hadapan ketua majelis hakim.

Fakta menguatkan soal pembunuhan ini adalah tugas negara dijabarkan dalam surat keberataan Hendrikus Kia Walen. Dia menerima tawaran pekerjaan dari Eduardus Noe Ndopo Mbete dengan dalih tugas dan kepentingan negara. Dalam surat itu dijelaskan, terdakwa Hendrikus sempat bertanya kepada Edo, mengapa harus kita lakukan kalau kerjaan negara. Kan sudah ada polisi dan tentara.

Masih dari surat keberatan Hendrikus, dijelaskan bahwa perintah ini rahasia dan tidak boleh banyak orang tahu. Pekerjaan ini diketahui juga merupakan perintah Bang Jerri dan mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombespol Wiliardi Wizar. Dalam surat keberatan itu, orang yang akan dibunuh (Nasrudin, Red) diduga berencana mengacaukan pemilu dan salah satu jaringan yang mendanai teroris.

Setelah memikirkan tawaran itu, Hendrikus Kia Walen mengajak Heri Santoso. Dalam perjalanannya, Heri sempat mengutarakan permintaan kepada Franciskus Tadon Kerans dan Hendrikus agar diperbolehkan mundur dalam perencanaan pembunuhan. Alasannya, istrinya baru meninggal dunia. Namun, permintaan Heri tidak dikabulkan dan ancamannya dia akan dihabisi oleh orang yang memberikan order.

2 Tanggapan to “Nasrudin Dibunuh, Karena Diduga Bagian Dari Teroris”

  1. kadzim said

    Daniel Daen Sabon, Hendrikus Kia Walen, Heri Santoso, Francis­kus Tadon Kerans, dan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo, Juan Felix Tampubolon.

    ada satu yang belum disebut,
    nama Jhony_Walker.

    Karena dia satu golongan dengan para eksekutor.

  2. PANGERAN ISLAM said

    TEGAKKAN KEADILAN SEADIL-ADILNYA
    JANGAN SEKALI-KALI KEADILAN DAPAT DIBELI DENGAN UANG
    ALLAH MAHA MENGAWASI KITA SEMUA..

    HANCURKAN PARA PENJAHAT, MAFIA YANG TELAH MERUGIKAN KEKAYAAN NEGERI INI…
    INI BAGIAN DARI TUGAS KITA SEMUA

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: