KabarNet

Aktual Tajam

Pimpinan Ponpes Al Mutaqin Blitar Ngaku Resah

Posted by KabarNet pada 29/08/2009

Kedatangan kepolisian di Ponpes Al Mutaqin Kesamben, Kabupaten Blitar membuat pengasuh pondok pesantren tersebut merasa tidak nyaman. Alasannya, polisi meminta identitas, data ponpes serta kegiatan para santri.

“Waktu itu sebelum bulan ramadan, saya sedang mengadakan kajian di luar pondok. Kemudian ada polisi datang ke pondok dan diterima istri dan orang tua saya. Mereka menanyakan data identitas santri dan kegiatan pondok kami,” kata Pengasuh Ponpes Al Mutaqin KH Abu Hilal Hamdani saat bincang-bincang dengan detikcom, Sabtu (29/8/2009).

Karena menyangkut pondok, orang tua dan istri KH Abu Hilal tidak berani memberikan data. Polisi lalu diberikan nomor handphone KH Abu dan diminta menghubunginya langsung.

“Dalam perbincangan di telepon, awalnya mereka tidak mengaku polisi. Setelah kami desak, mereka mengaku dari intel polisi dan meminta data-data. Tapi saya tidak memberikan karena santri kami bukan teroris,” jelasnya.

KH Abu Hilal meminta petugas kepolisian itu datang untuk menemuinya sendiri. Namun, sampai saat ini petugas tersebut belum juga bertemu dengannya.

“Saya juga menyakinkan, bahwa ajaran kami bukan teroris dan tidak ada santri saya yang menjadi teroris. Kalau mereka tidak percaya silahkan tanya langsung ke Wakapolsek Kesamben yang sering salat berjamaah di Masjid Jami Kesamben,” ungkapnya.

KH Abu Hilal menerangkan, saat ini santri yang aktif di dalam pondok berjumlah 40 orang. Sedangkan santri di luar pondok mencapai sekitar 2.000 orang dari dalam dan luar Kabupaten Blitar.

Ribuan santri itu tergabung dalam Majelis Taklim Forum Kajian Islam Intensif sejak tahun 2004. Dalam forum tersebut, para jamaah diajarkan tentang akidah, tafsir, fiqih, bahasa Arab dan ajaran Islam lainnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim KH Syafiq A Mughni mengimbau kepolisian untuk tidak melakukan cara-cara seperti itu. Hal itu dapat memancing ketegangan dengan umat Islam.

“Meminta data santri dan mengawasi kegiatan pondok itu dapat membuat rasa tidak nyaman,” katanya. (detikNews)

3 Tanggapan to “Pimpinan Ponpes Al Mutaqin Blitar Ngaku Resah”

  1. PANGERAN ISLAM said

    MAKLUMAT DPP FPI

    SIKAP DPP FPI terhadap Malaysia:
    DPP FPI memprotes keras segala bentuk pelecehan yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia dari Soal TKI, Ambalat sampai dengan budaya. Tapi mengingat kita sekeluarga serumpun maka kami berharap penyelesaiannya secara DAMAI. FPI desak pemerintah RI agar berada di GARDA terdepan guna melakukan langkah-langkah diplomatik maupun advokasi untuk melindungi TKI, Ambalat dan Budaya. Jangan Pemrintah diam, apalgi memanfaatkan situasi tersebut sebagai PENGALIHAN ISU DALAM NEGERI. Kasihan rakyat, jangan dipermainkan. Dan ingat, Konflik RI-Malaysia akan menguntungkan BARAT. Bahkan AS & sekutunya jadi punya alasan untuk MEMBUKA PANGKALAN MILITER di NUSANTARA. Waspada !!!!!!!

    Sumber: DPP FPI/ Al-Habib Muhammad Rizieq Shihab

  2. kadzim said

    Menurut pendapat saya, biarkan polisi melakukan penekanan terhadap ponpes, jika perlu polisi bukan hanya menekan tetapi juga melecehankan kyai/ustadz dihadapan para santri.

    Sebab apa yang dilakukan oleh oknum Polisi itu selain tidak akan berjalan lama (karena tidak mungkin para santri bisa trus sabar melihat kelakuan oknum polisi).

    Juga akan terjadi peristiwa yang dahsyat (pertempuran dan ini pasti) antara para oknum polisi dengan para santri di mana-mana.

    Jika itu terjadi, baru pimpinan polisi akan belajar bagaimana cara menghormati para kyai / ustadz dan santri.

    Apabila pihak polisi tidak menghendaki pertempuran terjadi, saya harap dari sekarang polisi bisa merubah sikapnya.

    Terima Kasih.

  3. kadzim said

    Saya harap tidak ada Pak Sudi Silalahi atau Pak siapa pun yang menyalahkan saya, karena apa yang sedang dilakukan oleh oknum polisi sudah masuk katagori penghinaan terhadap agama ISLAM.

    Jika Anda benar dari istana negara, selamatkan negara kita ini dengan cara memberitahu pimpinan polisi akibat yang akan diterima jika mereka tetap melakukan penekanan terhadap ponpes atau para kyai dan ustadz.

    Mencari Teroris itu dengan cara yang telah diketahui oleh INTEL, bukan dengan cara (menekan ponpes) seperti yang sedang dijalankan oleh oknum polisi.

    Terima Kasih.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: