KabarNet

Aktual Tajam

Chandra-Bibit ‘Terjerat’ Skenario SD

Posted by KabarNet pada 17/09/2009

chandra - bibitDua pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Mabes Polri. Keduanya sama-sama disangka menyalahgunakan wewenang sebagai penyidik. Dan Chandra dan Bibit pun berpeluang besar menginap di hotel prodeo.

Sebelum penetapan status tersangka, Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji secara gamblang menyebut tengah memainkan skenario terkait dengan penyadapan telepon genggam yang diduga dilakukan KPK seputar skandal Bank Century. Mantan Kapolda Jawa Barat itu sengaja membiarkan ponselnya disadap. “Saya punya skenario sendiri yang akan saya dimainkan. Mari kita bermain,” jelas Susno.

Dirinya pun mengaku mengetahui siapa pelaku penyadapan sambungan teleponnya itu. “Ada suatu aib bagi saya sebagai Kaberskrim bila sampai tidak tahu kalau sedang disadap. Alat sadap itu banyak termasuk jenis dan harganya. Tapi bagaimana saya tahu saya disadap itu rahasia dapur saya. Saya tahu sedang disadap karena sedang disadap kita biarkan saja mereka menyadap kita, karena inilah skenarionya,” beber Susno.

Dalam analisa pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, pelabelan status tersangka memang terkait dengan skenario Susno. Dan parahnya, rencana itu justru merupakan bagian dari skenario besar menghancurkan KPK. “KPK kini terjebak dalam skenario yang dimainkan Susno Duadji. Tapi di balik itu ada juga tangan-tangan tersembunyi yang tengah memainkan grand skenario untuk melumpuhkan KPK,” urai dosen S-2 Ilmu Kepolisian UI ini.

Bambang menjelaskan indikasi skenario besar terlihat dari adanya proses lain yang terkait pelemahan kemampuan dan kewenangan KPK. Ia menyontohkan seperti berlarut-larutnya pembahasan RUU Pengadilan Tipikor, pemangkasan hak penuntutan KPK hingga penyadapan yang harus mengantongi izin pengadilan.

“Grand skenario yang dilakukan terhadap KPK saat ini secara sistemik, organisasi dan diperlemah juga dari segi sumber daya manusianya. Karena dengan KPK hanya dipimpin dua orang, KPK cenderung tidak bisa apa. Ini juga seperti memiliki kepentingan menutupi kasus Bank Century,” cetus Bambang.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Bambang Widjojanto menambahkan argumentasi yang diberikan Polri dalam menetapkan Chandra dan Bibit sebagai tersangka juga terbilang lemah. Alasan yang dibangun Polri dinilai masih sumir. “Saya mendengar keterangan langsung dari Chandra dan Bibit yang mengatakan langsung bahwa alasan Polri menetapkan tersangka itu sangat, sangat, sangat, sangat, sangat sumir,” kata Bambang yang juga merupakan pengacara Chandra dan Bibit ini.

Di mata mantan Ketua YLBHI ini, apa yang dilakukan Chandra dan Bibit dalam mencekal Djoko S Chandra dan Anggoro Wijaya adalah sah. Sebab, kewenangan tersebut jelas termaktub dalam undang-undang. “Jadi tidak sepantasnya kewenangan itu diuji lembaga penegakan hukum lain. Kalau memang ada yang dirugikan, seharusnya ajukan praperadilan. Teman-teman polisi ini mewakili masyarakat atau dua orang buronan itu (Djoko dan Anggoro)?” tanya Bambang heran.

Akan tetapi, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Solo Prof Aidul Fitriciada Ashari memiliki pendapat lain. Aidul menilai Polri justru terjebak dengan skenario KPK. “Polri itu sudah terkena skenario KPK terlebih dahulu, lalu membuat skenario yang lain seolah-olah menjebak KPK,” jawabnya.

Karena itu, Dekan FH UMS ini mengusulkan KPK membeberkan hasil sadapan ponsel Susno. Hal ini penting dilakukan agar kisruh Polri-KPK seputar Century bisa lebih jelas. “Sekarang ini ada dua bukti yang bertentangan, antara rekaman suara Susno yang dimiliki KPK dan pengakuan Susno soal skenario dia menjebak pimpinan KPK. Jadi harus dibuka saja apakah itu benar skenario jebakan Susno atau itu tindakan yang memang diniatkan Susno,” usul Aidul.

Apalagi, lanjut dia, pernyataan Susno yang menyebutkan bahwa telah melakukan skenario penjebakan terkait dengan penyadapan ponsel merupakan post vactum. Artinya, pernyataan tersebut bisa dianggap biasa dilakukan seseorang untuk menutupi ataupun berkilah dari perbuatan yang sebenarnya dilakukan.

“Kita bisa tafsirkan itu sesungguhnya pembenaran saja, dia berkilah dari perbuatan yang dia lakukan. Susno seperti mau menutupi dugaan keterlibatannya dalam kasus Century. Sebaiknya, untuk membuktikan itu semua perlu diselesaikan dalam jalur hukum, tidak bisa dengan hanya konferensi pers,” tandas Aidul.

Dengan jeratan pasal 23 UU No 31/1999 junto pasal 421 KUHP dan pasal 12 E UU Korupsi junto pasal 15 UU No 31/1999, kebebasan Chandra dan Bibit memang benar terancam. Keduanya sangat mungkin ditahan terlebih ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun. Lalu inikah skenario yang sedang dimainkan Susno?

Benar atau tidak adanya skenario besar membunuh KPK memang sebentar lagi akan terlihat. Cepat atau lambatnya akan tergantung ‘keberanian’ polisi dan juga intervensi Presiden SBY sebagai kepala negara dalam kekisruhan KPK-Polri. (INILAH.COM)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: