KabarNet

Aktual Tajam

Detik-Detik Akhir Noordin M Top

Posted by KabarNet pada 18/09/2009

Solo – Aparat Kepolisian menggerebek sebuah rumah yang diduga dihuni kelompok teroris jaringan Noordin M Top, di Kampung Kepoh Sari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, sejak Rabu (16/9) malam hingga Kamis (17/9) pagi.

Penyergapan yang dilakukan Densus 88 dibantu Polda Jateng itu berlangsung sekitar tujuh jam dan berakhir Kamis pagi sekitar pukul 06:00 WIB.

Densus 88 terlebih dulu mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar rumah sasaran sekitar pukul 22.30 WIB.Evakuasi kepada enam kelompok keluarga (KK) itu berlangsung setengah jam sebelum penyergapan.

Tembak menembak terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan memecah keheningan kampung yang terbiasa sepi karena jauh dari keramaian Kota Solo.Baku tembak terjadi setelah listrik padam di sekitar Kampung Kepoh Sari.

Baku tembak sempat terhenti saat pergantian hari sekitar pukul 00.00 WIB.

Pihak Kepolisian sekitar pukul 00:10 WIB mulai memblokir akses jalan menuju TKP dan masyarakat hanya bisa melihat dari jarak sekitar 300 meter.

Listrik mulai menyala sekitar pukul 00:10 WIB. Baku tembak berhenti beberapa saat. Satu unit mobil truk Ford Ranger milik polisi masuk lokasi dan terdengar kembali suara tembakan.

Rumah milik Totok warga RT 3 RW 11 Kampung Kepoh Sari, Mojosongo itu dikontrak Susilo. Menurut Polisi, Susilo adalah warga Kagokan, RT 2 RW 11, Pajang, Laweyan. Dia berada di dalam rumah bersama teman lainnya.

Sekitar pukul 02:30 WIB, sebuah mobil ambulans milik Kepolisian Kota Besar Surakarta, mobil jenazah Kepolisian Daerah (Polda) Jateng dan sebuah mobil unit olah tempat kejadian perkara (TKP) bergerak ke lokasi.

Dua kali ledakan terdengar dari rumah yang digerebek polisi. Ledakan pertama terdengar sekitar pukul 05:15 WIB dan ledakan kedua sekitar pukul 05:35 WIB. Tidak diketahui ledakan itu berasal dari polisi atau dari penghuni rumah.

Hingga Kamis pagi juga masih terus terdengar suara rentetan senjata api di lokasi rumah yang digerebek.

sekitar pukul 06.00 WIB suara tembakan senjata api sudah tak terdengar dan sejumlah ambulans keluar-masuk.

Empat mayat di lokasi adalah Susilo alias Adib, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, seorang perempuan yang diduga istri Susilo dan seorang laki-laki adalah Noordin M Top.

Polisi juga masih berupaya menjinakkan sebuah bom yang diduga masih aktif di sekitar lokasi.

Rumah itu mengalami kerusakan berat akibat tembak menembak itu dan telah ditutupi seng oleh aparat.

Empat jenazah diotopsi kemudian dibawa ke Bandara Adi Sumarmo Solo dan diterbangkan ke Jakarta. (primaironline.com)

________________________________________

Otak Kepala Noordin Jatuh Berhamburan

Solo – Petualangan gembong teroris asal Malaysia Noordin M Top berakhir sudah. Ia tewas bersama tiga pelaku teroris lain masing-masing Bagus Hadi Pranoto alias Urwah, Hadi Susilo, Ario Sudarso alias Aji alias Mistam Husamudin dalam pengrebegan di Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Jebres, Kamis (17/9).

Noordin tewas dengan luka pecah di kepala bagian belakang. Tak hanya Noordin, luka berat seperti tengkorak kepala pecah, bagian perut sobek dan luka patah juga dialami oleh anggota teroris lain yang juga tewas dalam pengrebegan itu.

Suratmin, ketua RT 3 RW 2 Dukuh Kepuhsari, bersama Lurah Mojo Songo, Sri Wahyono mengungkapkan, beberapa saat sebelum ke empat mayat yang dievakuasi dari rumah Hadi Susilo itu dimasukkan ke dalam kantung mayat, dirinya sempat melihat langsung mayat-mayat itu. “Sebelum dimasukkan kedalam kantong mayat saya dan pak lurah sempat diajak petugas menjadi saksi untuk datang ke lokasi menyaksikan empat mayat yang tewas dalam penggrebegan,” kata Suratmin.

Soal ciri-ciri mayat yang tewas, Suratmin mengaku yakin kalau salah satu mayat dalam penggrebegan itu adalah Nordin M Top. “Mayat Noordin berada di sisi paling Utara. Selain berjenggot lebat, dilihat dari ukuran fisiknya, mayat tersebut juga lebih besar di banding tiga mayat yang lain,” kata Suratmin.

Pakaian yang dikenakan oleh Noodin M Top berbeda dengan ketiga mayat lainnya. Noordin berkulit putih dan mengenakan serban di bagian kepala, celana yang dikenakan juga lebih pendek. “Saat mayat diangkat, kepala bagian belakang terlihat rusak hinga beberapa organ di bagian dalamnya seperti otak itu keluar dan terjatuh ke tanah,” kata Suratmin.

Barang Bukti
Disamping melihat beberapa mayat yang dikeluarkan dari sisi kanan bagian belakang rumah itu, Suratmin dan Sri Wahyono juga diajak untuk menyaksikan sejumlah barang bukti yang ditemukan dari dalam rumah. Beberapa barang bukti yang ditemukan diantaranya 1 pistol, 1 senjata laras panjang, 2 karung belerang ukuran 25 kg, 6 karung TNT ukuran 25 kg, 2 laptop merek acer dan thosiba, 2 HP, 1 Handycam merek sony dan sejumlah uang uang tunai. (jakartapress.com)

_________________________________________

Sisa Misteri Densus Grebeg Noordin

Susilo Penggembala Sapi di Ponpes Al Kahfi

Solo – Tak mau nama pesantrennya dikait-kaitkan dengan teroris, Direktur Ponpes Al Kahfi Suparmana HS buru-buru menggelar jumpa pers begitu Kapolri mengumumkan para tersangka teroris yang tewas, Kamis (17/9) petang. Salah seorang yang tewas Susilo adalah karyawan di Ponpes Al Kahfi.

Suparmana HS mengatakan, Susilo masuk ponpes tahun 2002 dan diterima di Madrasah Aliyah (setingkat SMA). Ia lulus pada tahun 2005. Setelah itu, Susilo mengabdi dan tinggal di ponpes menjadi pengasuh santri. Sejak Pebruari 2008, Susilo mendapat tugas untuk mengelola ternak sapi yang dimiliki oleh ponpes. ”Tugas Susilo adalah mengawasi sekaligus mengelola ternak. Termasuk memberi pakan ternak dan membersihkan kandang,” kata Suparmana.

Selama menjalankan aktifitas yang berhubungan dengan ternak, Susilo bekerja secara penuh waktu. Sehingga selama itu pula yang bersangkutan tidak pernah bepergian jauh maupun izin dalam waktu yang lama. Selama menjalankan tugas merawat ternak, Susilo terbilang rajin, amanah dan tanggung jawab.

Di tempat tinggalnya yang digerebek Tim Densus 88 di Kampung Kepuhsari RT 3 RW 11, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo, Susilo juga menyelenggarakan Taman Pendidikan Al Quran (TPA). TPA diadakan sepekan dua kali dengan istri Susilo (Putri Munawaroh) sebagai pengajarnya. Kegiatan TPA tersebut bermula dari permintaan ibu-ibu tetangga Susilo yang menghendaki anaknya diberikan pengajaran Al Quran.

Kurang Bergaul
Sementara itu, tetangga Susilo di Kampung Kepuhsari RT 3 RW 11, Kelurahan Mojosongo, Jebres, mengaku kaget dan terkejut ketika Kapolri mengumumkan salah satu korban tewas dalam penggerebekan Densus 88 di rumah kontrakan Susilo, adalah Noordin M. Top.

Warga menyangka di rumah tersebut hanya ada dua orang yakni Susilo dan istrinya, Putri Munawaroh. “Setahu saya yang tinggal di rumah itu hanya dua orang, Susilo dan istrinya, Putri Munawaroh. Kalau soal orang yang lainnya saya tidak tahu. Siapa mereka dan datang dari mana,” kata Suratmin, Ketua RT 3 RW 11 Kampung Kepuhsari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres.

Sejak tinggal di rumah kontrakannya, Susilo sangat tertutup. Ia jarang bergaul engan tetangganya. Susilo sendiri mulai tinggal di Kampung Kepuhsari, sekitar lima bulan lalu. Namun baru tiga bulan terakhir pasangan suami istri ini mendaftarkan identitasnya pada ketua RT setempat. Ironisnya Susilo mendaftarkan diri atas desakan warga sekitar. Warga menganggap Susilo kurang bersosialisasi. Padahal mereka tinggal di dalam perkampungan.

Selama tinggal di rumah Susilo dikenal merupakan salah satu tenaga pengajar di Pondok Pesantren Al Kahfi, Mojosongo. Sedangkan Putri Munawaroh bekerja sebagai guru membaca Alquran di taman pendidikan Alquran yang didirikan di dalam rumahnya. Selama mengajar mengaji, Putri Munawaroh memiliki 15 murid. Mereka rata-rata masih berusia belia antara 5-12 tahun. “Susilo kurang bergaul dengan warga sekitar. Dan baru sekali ikut kegiatan arisan RT,” ujar Suratmin.

Siapa Ario Alias Aji?

Purbalingga – Salah seorang teroris yang tewas dalam penggrebekan oleh Densus 88 di Kampung Kepuh Sari RT 3 RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, ditengarai sebagai warga Desa Karangreja, Purbalingga (Jateng).

Korban yang disebut Kapolri Bambang Hendarso Danuri sebagai Ario Sudarso alias Aji, oleh warga Karangreja dikenal dengan nama Mistam Husamudin, warga RT 18 RW IX dusun Kedungjampang, Desa Karangreja Kecamatan Kutasari.

Mistam menghilang dari rumahnya begitu Tim Densus melakukan penggrebekan di rumah Badrudin yang disebut-sebut mertua Noordin M Top yang tinggal di Nusawungu Cilacap, Juli lalu.

Kadus IV desa Karangreja, Saliman meyakini foto yang ditampilkan Kapolri pada saat jumpa pers, Kamis (17/9) petang, memiliki ciri-ciri persis dengan wajah Husamudin. “Foto Ario yang memakai kacamata dan fotonya tersebar sebagai buron itu memang sangat mirip dengan Husamudin,” kata Saliman,.

Menurut Saliman, Husamudin datang ke Purbalingga karena menikahi salah seorang warga Karangreja. Ketika datang menggunakan nama Mistam. Setelah menikah mengubah nama menjadi Husamudin.

Pihak keluarga Husamudin tidak bersedia memberikan komentar atas tewasnya Ario yang juga memiliki nama Husamudin. Dari salah satu kerabat dekatnya hanya menyebut jika mengetahui Husamudin tewas dari tayangan televisi. “Saya mengetahui korban Husamudin dari televisi. Selebihnya kami mohon maaf tak bisa berkomentar banyak,” kata seorang lelaki yang mengaku kerabat Husamudin.

Istri Husamudin, Titi Rochyati (31), sama sekali tidak mau memperlihatkan diri, bahkan menyuruh salah satu keluarganya untuk mengusir puluhan wartawan cetak dan elektronik keluar dari rumahnya.

Tukang elektronik
Berdasarkan kartu keluarga yang ada di kantor Desa Karangreja, Husamudin lahir di Cilacap tanggal 17 September 1970. Sehari-harinya, ia adalah tukang servis barang-barang elektronik. Selama dua hari mangkal di Pasar Kutasari dan selebihnya berkeliling desa.

Sebelum dilakukan penggerebekan yang dilakukan oleh Densus 88 pada Minggu tanggal 21 Juli silam, Husamudin sudah pamit pergi ke Jakarta untuk merantau, karena pekerjaan servis barang elektronik sepi. “Kira-kira tiga hari sebelum Densus 88 datang ke desa ini, ia sudah pergi,”ujar Saliman.

Sampai akhirnya kemarin tersiar kabar bahwa satu dari empat korban tewas dalam penggerebagan di Solo adalah Ario Sudarso alias Aji, yang diyakini warga Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jateng sebagai Mistam alis Husamudin. (jakartapress.com)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: