KabarNet

Aktual Tajam

Rakyat Muak, Angket Century Jadi Barter DPR

Posted by KabarNet pada 31/10/2009

Jakarta – Pengamat hukum tata negara, Irmanputra Sidin mengatakan penyelesaian kasus Bank Century seperti saat ini yang terjadi tidak akan menyelesaikan permasalahan, karena semua yang terjadi sekarang tidak lebih dari drama politik semata. Masyarakat pun sudah muak dengan perilaku para politisi di DPR yang hanya mengedepankan kepentingan pribadinya dengan mengatasnamakan rakyat.

“Saya melihat hak-hak angket yang digulirkan oleh DPR pada akhirnya berujung pada ketidakjelasan. Oleh karena itu untuk menyelesaikan kasus ini lebih baik dipikirkan mata-matang agar jangan sampai hal ini menjadi drama politik yang berkepanjangan yang akan berdampak pada tatanan hukum dalam jangka panjang,” ujar Irman dalam diskusi Angket Century, Politis atau Hukum” di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/10).

Irman pun mengibaratkan tidak pernah tuntasnya penyelesaian angket secara jelas seperti halnya orgasme yang terputus yang justru bisa mengakibatkan barter politik semata. “Jika seperti ini penyelesaiannya maka hasilnya pun saya khawatir akan sama dengan penggunaan angket-angket terdahulu. Semuanya ditujukan hanya untuk mendapatkan barter politik,” tambah Irman.

Oleh karena itu, menurut Irman, menggugat kasus Bank Century sebelum menunggu hasil audit investigasi yang dilakukan oleh lembaga independen seperti BPK akan menjadi sia-sia. “Fraksi yang tidak mendapatkan kursi di pemerintahan jangan jadikan ini sebagai alat untuk menekan. Fraksi yang mendapatkan kursi juga jangan sampai memandang angket ini tidak perlu. Yang terpenting semangat dari penguliran angket ini adalah pengawasan dan bukan untuk menjatuhkan siapa-siapa,” jelasnya.

Menurut Irman jika nanti hasil audit investigasi BPK mengeluarkan hasil bahwa tidak ada kaitannya kasus Bank Century dengan lingkaran ring satu kekuasaan, maka hak angket tidak perlu dilakukan. Penyelesaian kasus itu maka cukup oleh penegak hukum tanpa perlu ada upaya politis di parlemen.

“Angket itu bisa dikeluarkan jika hal itu menyangkut ring satu kekuasaan. Jadi jikapun hasil audit itu mengatakan ada kesalahan dan ada tindak pidana dalam kasus ini, namun hal itu tidak melibatkan ring satu kekuasaan atau presiden, maka tidak perlu ada angket. Kalau misalnya masalah ini hanya melibatkan seorang hansip misalnya maka tidak perlu ada hak angket,” imbuhnya.

Pernyataan senada juga dilontarkan Anggota Fraksi PKS DPR Andi Rahmat. Menurut Andi, Fraksinya akan menunggu hasil audit sebelum memutuskan mendukung atau menolak angket. Andi juga meminta agar para pendukung hak angket saat ini tidak menggunakan alasan atas nama rakyat untuk menggulirkan angket tersebut.

“Jangan lagi gunakan atas kehendak rakyat, tapi apa yang dikehendaki hukum, karena kalau menggunakan nama rakyat ini sangat sumir, karena rakyat yang mana yang mereka wakili. Intinya kami tidak ingin rakyat dimanipuliasi padaha itu semua untuk kepentingan dan popularitas pribadi tanpa target yang jelas,” jelas Andi.

Menurut Andi, Fraksinya hanya akan menyetujui angket jika konstruksi yang digunakan adalah untuk perbaikan sehingga menurutnya jika BPK mengatakan tidak ada unsur pidana oleh presiden maka fraksinnya pun tidak akan mencari-cari alasan lainnya untuk tetap bertahan dengan pengajuan hak ini.

Ketika ditanyakan pengajuan angket ini bernuansa untuk menjatuhkan pemerintahan SBY saat ini dengan mengkaitkan pada aliran dana kampanye dan apakah dirinya juga siap menerima serangan balik dari kubu SBY yang juga bisa saja memeriksa aliran dana partainya dalam pemilu lalu, Andi menegaskan hal itu tidak mungkin dilakukan mengingat semua partai sudah diaudit oleh KPU. “Kami sendiri tidak keberatan dan berani diusut aliran dana kami, jika memang itu harus dilakukan,” tegasnya.

Sementara Anggota Fraksi Partai Hanura, Ahmad Faisal menegaskan tidak ada niat dari partainya menjatuhkan pemerintahan saat ini apalagi mengkaitkannya dengan aliran dana kampanye. Partainya menurut Faisal sudah menerima hasil pilpres dan oleh karenanya pengajuan angket ini tidak bernuansa jatuh menjatuhkan seseorang.

”Kami sudah melihat realitas hasil pileg dan pilpres sehingga tidak mungkin kami ingin berniat menjatuhkan. Kami hanya ingin agar kasus ini dapat diselesaikan karena ini menyangkut keuangan negara,” tegasnya.

Menurutnya, Fraksi Partai Hanura DPR juga siap dan berani di audit. Hal itu juga ditegaskan oleh Mahmud Yunus dari FPPP yang menegaskan partai siap diaudit, jika ternyata kasus Bank Century ini dikaitkan dengan aliran dana kesalah satu pasangan calon presiden dalam pemilu lalu. (Jakartapress.com)

3 Tanggapan to “Rakyat Muak, Angket Century Jadi Barter DPR”

  1. watur said

    untung dulu golput

  2. capunk said

    Sebagai Anak Bangsa saya Bersyukur tidak Memilih Pasangan Sby/Boediono. Yang harusnya turut serta dituntut Rakyat yang Memilih Sby/boediono yang baru saja menikmati kursi kekuasaan utk ke 2 kalinya dan Boediono pertama kali menjadi Wapres sekaligus akan Menjadi penerus Sby jika thn 2014 nanti ikut pemilihan Presiden,Ramalan Mbah Capunk,dengan ini saya Himbau kepada Para wakil Rakyat khususnya yang duduk di komisi yang membidangi Hukum agar segera menjatuhkan Sanksi kepada Ri I/Ri II/serta Menkeu Sri mulyani,bila para wakil Rakyat ikut terlena maka Hancurlah Negara ini

  3. kamto said

    Saya hanya bisa tersenyum melihat tingkah polah para wakil rakyat …. seolah mereka membicarakan perjuangan untuk rakyat …… tapi semua nampak jelas ketika media meliput Ada auru bangga ketika wajah mereka menghadap kamera dan tersiar ke pelosok negri ini…….ha ha ha … Mendiang Gusdur pernah bilang Dewan ini tak ubahnya seperti taman kanak kanak … yang sekarang mendapatkan mainan dengan nama skandal century karena anak anak tidak mau mengerti untuk menerima penjelasan melainkan hanya mau menerima yang membuat nya bisa bermain dan bergembira .Luapan kegembiraan para politikus saat memenangkan voting jelas menunjukan seperti apa sebenarnya pribadinya … karena pada kondisi extrim seperti itu sisi pribadi yang sesungguhnya muncul… yah… mungkin kita harus maklum itulah pilihan masyarakat kita… disisi lain untuk kepentingan reting media juga harus menampilkan sesuatu yang laku dia pasar salah satunya menjual kontroversi . yang kadang bisa membuat media jadi bensin pada percikan api yang sebenarnya tidak besar …..
    politik…. politik… politik …..
    sebagian masarakat yang banyak dianggap oleh para politikus diperjuangkan….digedung senayan sebenarnya ingin pemerintahan jalan normal tanpa gangguan sampai akhir masa jabatan…..
    kami memilih SBY karena figur dan kami memilih dpr lebih karena partai yang kadang kami tak kenal siapa personal yang kami pilih, itu realita sebagian dari masyarakat kita ….. jadi para dewan jangan beranggapan mereka telah di pilih oleh konstituenya , bisa jadi kursi keberuntungan ….dewan adalah perwakilan dari komonitas …. sedang presiden adalah pilihan rial dari rakyat….. dan presepsi mayoritas dewan bukan kebenaran …. karena perlu di uji …… Bravo sby sebagian besar masyarakat masih mempercayai penyelenggara negara dibanding tikus politik. Ambil langkah terbaik …. kami akan menilai janjimu … sby .. Century adalah ujian bukan ancaman…. jangan kau dengarkan komentar para penjual berita … tapi dengar hati nuranimu …. jangan dengar para politisi yang ingin ngetop seperti artis tapi dengar janji dan keyakinanmu…….
    salam hormat

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: