KabarNet

Aktual Tajam

SBY Tidak Konsistensi Dalam Pemberantasan Korupsi

Posted by KabarNet pada 22/12/2009

Seriuskah SBY Membongkar Century?

DALAM beberapa kesempatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa dirinya mendukung sepenuhnya atas pengusutan kasus Skandal Bank Century. Dukungan tersebut dilontarkan olehnya di berbagai konferensi pers dan pidato seraya juga menangkal isu mengenai keterlibatan dirinya dan partai Demokrat dengan aliran dana Bank Century. Tetapi apakah tindakan konkret SBY dalam membongkar Skandal Bank Century tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya kita mulai dari kasus yang baru-baru ini terjadi, yaitu permintaan pansus Century kepada SBY untuk menonaktifkan wakil Presiden Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Himbauan moral tersebut nampaknya tidak diterima oleh SBY. Menurutnya, seperti yang dikatakannya lewat konferensi pers di Copenhagen , Boediono dan Sri Mulyani tak perlu dinonaktifkan karena tidak adanya landasan hukum.

Marzuki Alie, Ketua DPR dari Partai Demokrat mendukung keputusan Presiden untuk tidak menonaktifkan Boediono dan Sri Mulyani. Menurutnya apa yang dilakukan oleh presiden SBY sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara yang tidak mensyaratkan penonaktifan Wapres maupun Menteri Keuangan.

Banyak intelektual dan pengamat politik menilai bahwa keengganan untuk menonaktifkan Boediono dan Sri Mulyani akan berpengaruh terhadap kinerja pansus Century. Dalam hal ini, Din Syamsuddin menilai bahwa SBY seharusnya tidak melihat penonaktifan tersebut dari sisi hukum formal semata, tetapi juga dari sisi moral. Permintaan pansus itu sesuatu yang wajar dan logis karena mereka berdua yang akan diundang pansus berada di posisi yang memiliki kekuatan dan kekuasaan.

Banyak pengamat menilai keputusan SBY untuk tidak menonaktifkan Boediono dan Sri Mulyani juga sebagai bukti tidak konsistensi SBY dalam pemberantasan korupsi, dalam hal ini pengusutan kasus bank Century. SBY yang menolak penonaktifan Boediono dan Sri Mulyani itu menjadi indikasi bahwa SBY telah mengabaikan dimensi moral-etis dan hanya bertumpu pada hukum formal. Dia tak konsisten. Sebenarnya, tuntutan atau himbauan penonaktifan Boediono dan Sri Mulyani tersebut tidak hanya datang dari pansus Century tetapi juga dari kalangan aktivis mahasiswa dan gerakan masyarakat sipil.

Aktivis KOMPAK Ray Rangkuti juga melihat keengganan SBY dalam penonaktifan Boediono dan Sri Mulyani tersebut adalah sikap tidak konsistennya SBY dalam penuntasan kasus Century. “istana ternyata menghalangi percepatan penuntasan Bank Century itu dengan melindungi Boediono dan Sri Mulyani. SBY memasang badan kekuasaannya untuk itu. Kita harus menyadari semua ini agar pembasmian korupsi tak mati langkah,” ujarnya.

Di dalam penuntasan skandal Century ini nampaknya SBY terlihat pasif. Penegasan dan dukungannya terhadap penuntasan kasus skandal tersebut terlihat sebatas pidato di podium. Tidak ada langkah konkret dan dukungan nyata dalam bentuk kebijakan agar kasus skandal Century ini bisa cepat dituntaskan. Dukungannya hanya sebatas retorika politik di podium dengan permainan citra dan image. Hal tersebut disadari oleh berbagai pengamat, aktivis dan intelektual sehingga muncul slogan “Memberantas korupsi tak cukup hanya dengan berpidato”.

Apakah keengganan SBY untuk menonaktifkan Boediono dan Sri Mulyani adalah bentuk nyata tidak seriusnya SBY dalam membongkar Century? Kalau memang jawabannya negatif, manakah bukti konkret SBY dalam penuntasan skandal Century tersebut? Tentu selain pidato.

8 Tanggapan to “SBY Tidak Konsistensi Dalam Pemberantasan Korupsi”

  1. S.Faroji Al-Robbani said

    Yang jelas SBY tidak serius dalam menuntaskan kasus BANK CENTURY….Lebih baik ganti aja Presidennya….Dengan Pemimpin yang Lebih Serius dalam memberantas Korupsi….

  2. dira said

    Ruwet ya.. 🙂

  3. Anonim said

    Menurut pandangan saya SBY seorang presidern yang tidak tegas dan tidak konsisten dalam pemberantasan korupsi terutama menyikapi masalah kasus BANK CENTURY, dia ( SBY ) hanya pandai beretorika di depan publik tapi tidak ada tindakan nyata.

  4. Anonim said

    Padahal DIA ( SBY ) ketika berkampanye di media mengatakan …..” KATAKAN TIDAK/ANTI KORUPSI ” tapi buktinya manaaaaaaaaaaaaaaa……..jangan cuma OMDO ( omong Doang ) sekarang rakyat butuh bukti bukan janji rakyat udah bosan di boongin tau tau ga sih loh..!!!!!

  5. S.Faroji Al-Robbani said

    Nabi Muhammad Saw bersabda, Ciri-Ciri Munafik ada 3:
    1. Apabila berkata, dia berdusta
    2. Apabalia berjanji, dia mengingkari
    3. Apabila dipercaya, dia mengkhianati

    Silahkan anda nilai sendiri…SBY itu siapa? berdasarkan hadits nabi tersebut?

  6. taUbat said

    Seriuskah SBY memberantas Korupsi ?
    Jawab :
    Tidak Serius
    Alasan : Tidak Menon’aktifkan Boediono dan Sri M

    Seriuskah Demokrat dalam Pansus Century
    Jawab :
    Tidak Serius
    Alasan : tidak kompak/serius dengan 8 partai pendukung lainnya.
    (Dalam regu yang sedang berusaha/berjibaku mempertaruhkan Lembaga terhormat DPR ternyata ada juga yang makan tulang)

    Publik sekarang sudah bisa menilai gaya pertanyaan di DPR dengan cara terbuka seperti ini, jika ada pertanyaan yang di ajukan oleh PD jawabannya selalu mudah dan tertata.
    Apakah mungkin pertanyaannya sudah dibahas bersama terlebih dahulu dan dalam pertanyaannyapun terkesan serius tapi justru dijuruskan pada derajat dalam pencerminan yang dapat meringankan saksi – memeberikan solusinya ……. (Wallahualam)

    Pemberantasan korupsi …… yesss, Presidenlah yang terdepan.

  7. dodol said

    uda main musik dan nyanyi aja pak:judul janji tinggal janji

  8. P-U-K-I said

    Udah bos, Sby memang sudah tidak bisa di percaya lagi, Mungkin lebih mulia Lonte yg ada di jalanan dari pada seorang presiden yang bernama SBY, dia seorang pembohong , pendusta dan munafik, juga rela menjual agamanya demi ambisinya, mudah mudahan akan terjadi demo besar – besaran lagi seperti tahun 1997 lalu

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: