KabarNet

Aktual Tajam

MEMILIH TIDAK BICARA

Posted by KabarNet pada 31/01/2010

Oleh: R. Mintardjo Wardhani
Saat ini rasanya manusia mudah sekali mengumbar bicara, bahkan kadang yang diucapkan sering membuat orang lain sakit hati atau merasa dihina dan direndahkan martabatnya, maka ada baiknya kita ambil pelajaran dari kisah dibawah ini.

Ibnu Khalikan sangat heran menyaksikan seorang pemuda yang hanya duduk membisu dekat gurunya, Imam Sya’bi. Dibiarkannya orang-orang berbicara panjang, sedangkan ia cuma mendengarkan dengan tekun, begitulah yang ia lakukan setiap hari.

Akhirnya Imam Sya’bi bertanya : “mengapa engkau tidak berkata sepatah pun ?“ Kemudian pemuda tersebut menjawab dengan sebuat kalimat bijak. “Aku diam, maka aku selamat. Aku mendengarkan, maka aku tahu. Sesungguhnya manusia itu mempunyai bagian masing-masing. Ditelinganya, bagian itu untuknya. Dilidahnya, bagian itu untuk orang lain“

Dizaman sekarang ini ketika orang lebih suka membuka mulut ketimbang membuka telinga, ketika orang lebih senang didengarkan daripada mendengarkan, maka nasihat Ibnu Assikkit berikut baik untuk menjadi renungan kita semua.

“Seseorang justru tertimpa celaka karena terpeleset lidahnya, dan tidaklah ia terkena bahaya lantaran terpeleset kakinya. Apabila ia terpeleset gara-gara perkataannya, bisa saja ia kehilangan kepalanya. Tetapi jika yang terpeleset hanya kakinya, ia akan sembuh kembali dalam waktu yang tidak lama“

Di kota Bashrah pernah kedatangan seorang pria yang tampak sangat alim, pakaiannya serba takwa, jubahnya tebal, sorbannya panjang dan biji tasbihnya besar-besar, penduduk kota tersebut memuja-mujanya karena dikira seorang wali. Ia begitu dihormati dan penduduk banyak yang memberikan sedekah kepadanya, hingga dalam waktu yang singkat ia menjadi kaya-raya. Sampai tiba saatnya ia meninggalkan kota Bashrah sang wali tersebut belum pernah memberikan ilmunya kepada penduduk setempat.

Imam Hasan Al Bashri ingin tahu, siapa sebenarnya orang tersebut dan sejauh mana ketakwaan dan kealimannya. Maka didatangilah sang wali tersebut ditempat tinggalnya, kemudia Imam Hasan Al Bashri bertanya : dari mana Tuan memperoleh derajad kewalian ?

Orang tersebut dengan congkak menjawab : “ dari Tuhan “

Dari jawaban tersebut tahulah Imam Hasan Al Bashri bahwa orang tersebut bukan wali, melainkan seorang penipu belaka. Karena tidak ada seorangpun yang mengaku dirinya wali adalah benar-benar wali. Derajad kewalian tidak pernah disadari oleh yang bersangkutan. Derajad kewalian hanya dirasakan oleh orang-orang yang memahami betapa beratnya menjadi orang salih, yang memilih kebaikan bagi orang lain daripada keuntungan buat diri sendiri.

Untuk itu Imam Hasan Al Bashri memberikan nasehatnya :

“Lidah orang berakal itu terletak dibelakang akalnya. Jika ia hendak berkata, dipikirkannya lebih dulu. Kalau perkataan itu kira-kira bakal bermanfaat baginya, ia akan mengucapkannya. Kalau dirasakannya akan membahayakan dirinya, ia memilih diam. Sedangkan hati orang yang dungu terletak dibelakang lidahnya, jika ia mau berkata maka langsung diucapkannya tanpa dipikirkannya lebih dulu“

Para sufi yang lebih tekun menggunakan mulutnya untuk berzikir dari pada berbincang-bincang memperingatkan dengan prihatin :

“Manusia yang paling sering ditimpa bahaya dan paling banyak mendapat kesusahan adalah yang lidahnya terlepas dan hatinya tertutup. Ia tidak dapat berdiam diri, dan kalau berkata tidak bisa mengungkapkan yang baik-baik“

Rasulullah saw mengingatkan kepada kita :

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, ucapkanlah yang bermanfaat, atau lebih baik diam saja“.

K@barNet

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: