KabarNet

Aktual Tajam

Hakim Minta Rp20 juta, Ditawar Hingga Rp 6 juta

Posted by KabarNet pada 22/02/2010

Tanjungpinang – Seorang hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diduga melakukan pemerasan terhadap keluarga salah seorang terdakwa yang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Dugaan pemerasan tersebut disampaikan oleh Suwarsono (48) kepada pers di Tanjungpinang, Minggu (21/2), orang tua dari Ari Wibowo (19) yang didakwa karena mencuri sepeda motor kakak tirinya.

“Usai melaksanakan persidangan pertama pada pertengahan Januari 2010, saya disuruh Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang untuk menghadap salah seorang hakim dengan inisial TS, atas permintaan hakim tersebut,” kata Suwarsono.

Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut dirinya mengaku meminta bantuan kepada hakim tersebut untuk meringankan hukuman yang menimpa anaknya karena kasus pencurian tersebut terjadi dalam keluarganya sendiri.

“Saat pertemuan itulah oknum hakim yang mengaku sebagai Ketua Majelis Hakim tersebut menawarkan bantuan dengan meminta uang sebesar Rp20 juta. Saya terkejut karena saya tidak menyangka arah pembicaraan ke arah itu,” ujarnya.

Menurut dia, karena ingin hukuman anaknya diringankan, pada saat itu terjadi negosiasi, dari permintaan pertama sebesar Rp20 juta turun menjadi Rp15 juta, kemudian turun lagi menjadi Rp10 juta dan akhirnya terjadi kesepakatan Rp6 juta.

“Hakim tersebut meminta saya menyerahkan uang tersebut esok harinya sampai batas waktu pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Suwarsono mengaku, pada saat itu menyanggupi walaupun tidak mempunyai uang, sampai pada hari yang dijanjikan dia mengaku tidak pernah menyerahkan uang yang diminta.

“Sidang kedua pada akhir Januari 2010 ditunda menjadi awal Februari 2010, diduga karena tidak ada uang yang saya janjikan,” ujarnya.

Pada saat sidang kedua, awal Februari 2010, menurut Suwarsono, mantan istrinya menyerahkan uang sebesar Rp2 juta kepada hakim tersebut namun ditolak karena sebelumnya hakim tersebut sudah sepakat dengan dia Rp6 juta.

“Vonis hakim terhadap anak saya pada saat persidangan ketiga hari Rabu (17/2) menjadi tujuh bulan, naik dari tuntutan JPU selama enam bulan,” ujarnya yang langsung dinyatakan anaknya untuk banding.

Menurut dia, surat perdamaian antara terdakwa Ari Wibowo dengan kakaknya juga ditolak hakim pada saat persidangan.

“Seharusnya surat perdamaian yang diajukan JPU tersebut menjadi pertimbangan hakim untuk meringankan terdakwa,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, yang menjadi Hakim Ketua pada saat pembacaan putusan adalah hakim MS bukan TS seperti pengakuan TS sebelumnya karena pada saat sidang pertama dan sidang kedua hakim MS tidak datang.

Suwarsono mengaku prihatin dengan kasus yang menimpanya, karena dia menilai proses besar kecilnya hukuman seseorang, diduga bisa ditentukan oleh besar kecilnya uang yang diberikan kepada oknum hakim.

“Kami keluarga kecewa, kami akan lakukan unjuk rasa ke PN Tanjungpinang untuk meminta keadilan agar tercipta proses peradilan di PN Tanjungpinang yang bersih,” ujarnya.

Sementara, Humas PN Tanjungpinang, Joko Saptono mengaku belum mengetahui adanya dugaan pemerasan oleh oknum hakim tersebut.

“Kami belum mengetahui, namun jika itu benar silahkan keluarga terdakwa melayangkan surat kepada Mahkamah Agung (MA), Pengadilan Tinggi (PT) atau ke PN Tanjungpinang,” ujarnya.

Mengenai putusan hakim lebih tinggi dari tuntutan jaksa, menurut Joko itu merupakan keputusan majelis hakim setelah melakukan berbagai pertimbangan dan berdasarkan fakta-fakta dipersidangan.

Joko mengatakan, mengenai adanya dugaan hakim PN Tanjungpinang yang melakukan pemerasan terhadap keluarga terdakwa tersebut akan dijelaskan kepada pers oleh Ketua PN Tanjungpinang, Sri Andini besok siang. (Primair)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: