KabarNet

Aktual Tajam

Presiden Halalkan Segala Cara?

Posted by KabarNet pada 22/02/2010

Jakarta – Presiden dan kekuatan politik binaannya, Partai Demokrat, harus bijaksana dan elegan dalam menjaga stabilitas pemerintahan.
“Jangan timbulkan kesan di benak rakyat bahwa presiden menghalalkan segala cara untuk melindungi pemerintahannya,” kata anggota Pansus Hak Angket Bank Century, Bambang Soesatyo kepada primaironline.com di Jakarta, Minggu (21/2). Manuver politik orang-orang dekat presiden akhir-akhir ini sudah dilihat sebagai upaya presiden melumpuhkan Pansus Hak Angket DPR untuk skandal Bank Century.

“Melumpuhkan Pansus DPR dengan cara melobi elite parpol serta menebar ancaman dengan wacana reshuffle kabinet dan memburu pelanggar peraturan perpajakan, bisa diterjemahkan sebagai upaya menutup-nutupi kesalahan para pembantu presiden dengan memaksa Pansus melakukan kebohongan publik,” kata Bambang.

Tentu saja, katanya, manuver politik itu bisa dimaknai sebagai langkah menghalalkan segala cara oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas pemerintahannya.

“Jika manuver itu diteruskan, justru bisa menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri, karena akan melahirkan ekses yang sulit dikalkulasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan menahan diri, dan membiarkan Pansus Hak Angket DPR independen. Tekad presiden menjaga stabilitas pemerintahannya kita apresiasi.

Akan tetapi, situasinya sudah berkembang sedemikian jauh, tak seideal yang diasumsikan. Kepercayaan terhadap satu-dua pembantu presiden sudah mencapai titik terendah. Dengan demikian, strategi melumpuhkan Pansus Hak Angket DPR untuk tidak meminta pertanggungjawaban dari para pejabat itu justru bisa menjadi bumerang bagi presiden dan kabinetnya.

“Bahkan, presiden bisa dinilai menghalalkan segala cara untuk menjaga stabilitas pemerintahannya,” sebut politisi dari Golkar itu.

Pemerintah, dan juga para elite politik, harus menyadari bahwa apa yang dikerjakan Pansus berada dalam area kewajiban DPR untuk menyatakan sebuah kebijakan itu salah atau benar.

“Maka, baik DPR maupun pemerintah sendiri tidak boleh gegabah. Kedua belah pihak harus berjiwa besar dan bijaksana, menjadi negarawan sejati,” saran Bambang.

Pandangan atau kesimpulan fraksi-fraksi itu sudah disampaikan secara terbuka. Logikanya, tak ada ruang untuk mundur atau berubah. Pemerintah dan elite politik mestinya menyadari hal ini. Ada risiko besar jika rekomendasi Pansus Hak Angket ke Paripurna DPR tidak sejalan atau bertolak belakang dengan kesimpulan awal masing-masing fraksi.

“Rakyat tak hanya kecewa, tapi juga marah. Risiko itu tak hanya ditanggung DPR, tetapi juga pemerintah,” tandas Bambang Soesatyo. (Primair Online)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: