KabarNet

Aktual Tajam

Atraksi Tatung “Cap Go Meh” Menghina Islam

Posted by KabarNet pada 07/03/2010

Bn, 35, menggunakan lafadz Allah dan ayat suci Alquran dalam atributnya ketika beraksi sebagai tatung di Cap Go Meh (28/2) lalu. Kasus ini sedang diproses Poltabes Pontianak, kemarin (5/3). (FOTO : Tomi Fahrurazi/Equator)
Lima hari berlalu sejak Cap Go Meh, Poltabes didatangi massa umat Islam. Atraksi tatung menodai Agama Islam. Keterangan MUI dan Depag telah diperoleh. Tersangka kembali ditahan. Sekitar lima puluh orang massa mendatangi Poltabes Pontianak, Jumat (5/3) sekitar pukul 13.00 kemarin. Mereka meminta kasus penodaan terhadap agama Islam dalam perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak, Minggu (28/2) diusut tuntas. Buktinya sudah jelas. Bn, 35, menggunakan lafadz Allah dan ayat suci Alquran dalam atributnya ketika beraksi sebagai tatung.

Aksi massa ini menindaklanjuti laporan warga setelah mengetahui peristiwa penodaan agama tersebut. Bn diamankan warga dan membawanya ke Poltabes Pontianak tepat di depan Lapangan sepakbola Kebun Sajoek saat menunjukkan kesaktiannya di depan khalayak ramai. Bn yang dalam kartu identitasnya beragama Islam itu memakai jubah warna hitam yang di bagian belakangnya terdapat kain yang disulam merangkai lafadz Allah. Selain itu memakai kaus warna putih yang bertuliskan ayat-ayat Alquran.

Kedatangan massa kemarin, bertemu dengan Kapoltabes Pontianak, Kombes Pol Asep Syahrudin meskipun hanya sekitar 15 orang sebagai perwakilan. Mereka diterima di depan pintu masuk markas Poltabes. Dalam dialog dengan Kapoltabes, selain Bn, massa juga menuntut salah seorang penasihat panitia Cap Go Meh, Harso Utomo Suwito dan penanggung jawab even dari Dinas Pariwisata, Kamurazaman, agar turut bertanggung jawab.

Begitu pula dengan kedua warga Tionghoa yang memberikan kesempatan kepada Bn ikut bermain tatung yakni At dan Ah. Keduanya diminta untuk ditahan. Sebab Bn mengaku dirinya dipakaikan baju bagian luar berlafaz Allah tersebut oleh At dan Ah. Sedangkan baju bagian dalam atas inisiatif tersangka Bn.

Namun pernyataan Bn berubah dalam pemeriksaan polisi. Tersangka mengaku mengenakan baju tersebut atas kemauannya sendiri. “Panitia harus bertanggungjawab, mengapa tatung mengenakan baju berlafaz Allah dan kalimah sehingga masuk pekong. Ini pelecehan terhadap agama Islam,” ujar salah satu perwakilan massa saat berdialog dengan Kapoltabes.

Massa menganggap kasus Bn tidak berdiri sendiri dan diduga ada sebuah sistem yang direncanakan. Sebab dalam kegiatan tersebut seolah-olah mencampuradukkan antara kebudayaan dan akidah. “Untuk itu kami meminta panitia Cap Go Meh meminta maaf kepada umat Islam. Sebab dengan pernyataan minta maaf setidaknya menyejukkan umat Islam,” kata mereka.

Kedatangan massa ini dipicu oleh isu Bn dibebaskan dari tahanan Poltabes. Namun baru kemarin sore tersangka ditahan kembali oleh polisi. “Tidak hanya Bn yang harus ditahan, At dan Ah pun harus diproses,” ucap massa itu lagi saling menimpali.

Massa menganggap atraksi yang ditampilkan terlalu mencolok dan belum bisa diterima seluruh warga. Acara terlalu mengada-ada dan berlebihan, sehingga terjadi rekayasa dengan menghadirkan suguhan seorang muslim yang dijadikan tatung. Dalam kesempatan ini perwakilan massa pun meminta untuk diperlihatkan tersangka.

Kapoltabes di hadapan massa menjelaskan panitia tidak bisa disalahkan terhadap kasus ini. Sebab berdasarkan pemeriksaan polisi Bn sejak dua hari sebelum perayaan telah mempersiapkan diri. Bahkan baju bagian dalam dikenakan secara sadar mulai dari rumahnya. “Saya tidak melihat ini direkayasa secara sistematis. Saya percaya Kamaruzaman tidak ada unsur kesengajaan,” tutur Asep.

Mengenai dilepaskannya Bn setelah pemeriksaan 1×24 jam, menurut Asep dikarenakan polisi belum bisa memastikan hal tersebut merupakan penistaan agama. Polisi beralasan menunggu keterangan atau pernyataan dari saksi ahli, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Departemen Agama (Depag) Provinsi Kalbar. Terpaksa Bn dilepaskan karena sudah 1×24 jam. “Kemarin sore Bn kita tahan kembali setelah keluar surat keputusan tersebut,” jelasnya.

Rencananya, perkara ini kalau tidak ada halangan, Senin (8/3) mendatang akan dilimpahkan ke kejaksaan. Polisi pun meminta apabila ada bukti-bukti yang mengarah kepada At dan Ah untuk memberitahukannya. Setelah dialog berakhir, massa diizinkan untuk bertemu dengan Bn yang dalam kesehariannya itu dikenal sebagai dukun alias paranormal di daerah Jeruju. Setelah yakin Bn telah ditahan, akhirnya massa pun pulang.

Sy Alwi, salah satu perwakilan massa mengatakan kedatangan mereka tidak mengatasnamakan suatu kelompok, namun umat Islam. Tujuan datang karena Islam telah diinjak-injak dengan alasan even dan macam-macam. “Tidak ada alasan mereka bilang tidak tahu. Sebab banyak saksi yang melihat tatung mengenakan tulisan lafaz Allah dan ayat-ayat Alquran masuk ke dalam pekong ,” katanya kepada wartawan.

Kedatangan mereka untuk menyelesaikan kasus ini secara baik-baik. Melalui polisi sebagai penegak hukum agar kasus ini diproses. “Aparat keamanan ada, silakan ini ditindak sesuai apa yang harus ditindak. Begitu juga dengan panitia harus bertanggungjawab. Sebab kejadian ini melukai hati umat Islam,” pungkasnya. (equatornews)

6 Tanggapan to “Atraksi Tatung “Cap Go Meh” Menghina Islam”

  1. Bagiku agamaku bagimu agamamu, ayo saling menjaga agama masing-masing jangan mencampuradukkan agama! Harus cepat diselesaikan secara lokal dan tidak deperpanjang lagi dan meluas, negeri ini sudah capai dengan masalah yang menghambat kesejahteraan dan kedamaian rakyat!

  2. Jadi ingat Arca Gus Dur, ayo kita saling menghargai agama masing-masing! Kita perdalam agama kita, dan kita amalkan! Jangan saling melukai dan anarkis! Semoga cepat selesai masalahnya! Amin!

  3. begitu gampangnya umat islam diinjak-injak. makanya bonyok terus. Masak lafaz saja dianggap menginjak-injak????? Kalau gicu…. dia arab sana banyak lafaz arab yang bertuliskan allah di koran-koran lalu diabuang dan diinjak-injak. Berarti orang islam diinjak-injak juga dong. Makanya indonesia ini ngak maju-maju. Habisss …. islam sih yang menguasai rakyat indonesia ini. Pikirannya sudah terjajah semua oleh arab melalui agama islam.

  4. makanya setan paling senang sama orang islam. allahnya begog sih. mask umatnya yang mati-matian membelah allahnya???? Kalau Allah kami tidak perlu dibela. Allah kami yang membela kami! itu baru mantap!

  5. Psikiater said

    @Jhony Walker

    Saya memperhatikan dari beberapa postingan Anda di blog ini, sepertinya Anda menderita gangguan kejiwaan pada stadium berat dan serius. Saya sangat menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter jiwa di kota Anda. Dibawah ini adalah daftar alamat lengkap seluruh Rumah Sakit Jiwa di Indonesia yang bisa Anda hubungi.

    DAFTAR NAMA DAN ALAMAT RUMAH SAKIT JIWA MILIK PEMERINTAH

    Semua Rumah sakit Jiwa ( RSJ) . Pemerintah Pusat:
    1. RSJ Banda Aceh, Jl. Kakap 25
    2. RSJ Medan, Jl. Tali Air Km. 10
    3. RSJ Padang, Jl. Ulu Gadut. Padang
    4. RSJ Pekanbaru, Jl. Bangkinang Km 17,5
    5. RSJ Jambi, Jl. Kesehatan Jiwa Km 9,5
    6. RSJ Palembang, Jl. Kol. Berlian
    7. RSJ Bengkulu, Jl. Bukit Husada
    8. RSJ Sangaliat, Sangaliat, Bangka
    9. RSJ Jakarta, Jl. Latumeten No. 1
    10. RSJ Bogor, Jl. Dr. Sumeru 82
    11. RSJ Bandung, Jl. Martadinata 11
    12. RSJ Cimahi, Jl. Rumah Sakit
    13. RSJ Klaten, Danguran, Kebon Arum
    14. RSJ Magelang, Jl. A. Yani 189
    15. RSJ Surakarta, Jebres
    16. RSJ Semarang, Jl. Cendrawasih 27
    17. RSJ Lawang, Jl. A.Yani No.1 Lawang
    18. RSJ Bangli, Jl. Kusumayuda, Bali
    19. RSJ Singkawang, Kalbar
    20. RSJ Pontianak, Jl.Ali Anyang No.1
    21. RSJ Tamban, Tamban
    22. RSJ Banjarmasin, Jl.Brigjen H.Hasan Basry
    23. RSJ Samarinda, Jl. Kakap
    24. RSJ Manado, Jl. Bethesda 27
    25. RSJ Ujungpandang, Jl.LD Pasewang 34
    26. RSJ Palu, Jl. RS Undata
    27. RSJ Kendari, Jl. Letjen Suprapto
    28. RSJ Ambon, Jl. Negeri Lama, Passo

    Harap segera berobat, jangan menunda-nunda dan jangan menyepelekan kondisi Anda. Sebab kalau tidak segera ditangani saya khawatir gangguan jiwa yang sedang Anda derita akan semakin memburuk.

    Sekian dan semoga cepat sembuh.

  6. Gaster said

    Orang islam Itu Pembela kebenaran,!!!, jadi hal sekecil apa pun bisa dianggap jd masalah,,Makanya Orng islam sering mau di hargai dari pada menghargai..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! minta maaf setidaknya menyejukkan umat Islam !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Ha.ha.ha.ha.ha.ha…….

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: