KabarNet

Aktual Tajam

Pejuang Aceh Bersenjata AK-47 dan M-16

Posted by KabarNet pada 07/03/2010

Dalam video berdurasi 1 jam 15 menit 33 detik yang diunduh dari alufuq.wordpress.com, para pejuang di Aceh tampak bersenjatakan AK-47 dan M-16. Sejumlah  pejuang terlihat dalam rekaman sedang berlatih menembak didalam hutan. Pihak yang mengaku mengupload video ini adalah divisi Media Tandzim Al Qoidah Indonesia.

Video ini dimulai dengan mengutip Al-Quran surat An-Nisa. Dilanjutkan dengan kompilasi berbagai foto dan video mengenai kasus Talang Sari, Lampung, peristiwa Tanjung Priok, DOM di Aceh, kerusuhan Poso dan Ambon.

Video kemudian berlanjut ke suasana di hutan Aceh diiringi rekaman ceramah dari Syaikh Abdulloh Azzam dan Usamah bin Ladin.

Sementara, suasana camp para pejuang  juga terekam. Puluhan orang dengan tenda-tenda sederhana tidur dihutan. Para  pejuang juga menjalani gemblengan fisik seperti lari dan latihan menembak. Namun, tak ada wajah yang terlihat jelas karena sengaja ditutup atau di blur.

Setelah itu, tiga orang sambil memangku senjata memberikan pernyataan agitasi tentang jihad. “Jihad itu hukumnya wajib. Tidak ada yang boleh meninggalkannya. Siapa pun dia, dalam keadaan apa pun dia,” kata seorang pejuang yang menyampaikan propagandanya dengan logat Jawa yang cukup kental.

“Tidak ada kehidupan yang lebih nikmat dari jihad. Kita terhindar dari dosa dan maksiat yang banyak. Tidak ada televisi yang merusak akhlak. Tidak ada musik yang merusak telinga. Tidak ada yang namanya aurat-aurat wanita yang kita pandangi di tempat-tempat umum,” kata pejuang tersebut.

Setelah tiga orang tersebut bergantian berbicara, seorang pria dengan memegang revolver di tangan kanan dan memangku AK-47 bernyanyi dalam bahasa Aceh. Sesekali ia menembakkan revolvernya ke angkasa.

Setelah itu, seorang pejuang tampak latihan menembak dengan M-16 dengan sasaran yang dipasang disebuah pohon. Di dalam tenda, seorang pejuang  lanjut berbicara. Sambil duduk, ia memegang senjata AK-47 di tangan kanannya.

“Kepada jamaah-jamaah, apakah JI, apakah N11. Terutama anggota Jamaah Al- Islamiyah, kalian jangan tertipu. Kalian asyik di dakwah. Kepada seluruh anggota Jamaah Islamiyah saya serukan segera bergabung. Berjihad bukan dengan pena, sarung, dan peci.”

Ia lalu melanjutkan makiannya kepada sesama umat Islam yang memilih jalur pendidikan sebagai dakwah. “Kalian bisa kumpulkan ratusan juta, bahkan miliaran. Tapi kalian kumpulkan untuk dakwah, pesantren. Ini adalah pengkhianatan.”

Para pejuang juga menyinggung makanan mereka yang hanya berupa nasi dengan kecap dan ikan asin. Pada akhir video, tertulis Markaz Media Al-Ufuq dan saat video dibuat, yaitu Rabiul Awal 1431 H/Maret 2010 M. (KN)

_____________________

Pengepungan di Lamkabeue masih berlanjut

ACEH BESAR – Pengepungan kelompok bersenjata di kemukiman Lamkabeu, kecamatan Seulimum kabupaten Aceh Besar masih berlanjut, bahkan pasukan Brimob kembali diturunkan, Sabtu (6/6).

Menurut keterangan keuchik (kepala desa) Meunasah Tunong, Maimun Ahmad, menyatakan, pasukan Densus 88 kembali masuk ke desa mereka pada Sabtu pagi

Sebelumnya, sebagian besar pasukan Brimob Polda Aceh ditarik dari lokasi pengepungan pada Jumat (5/3) sekitar pukul 19.00 WIB karena diperkirakan kelompok bersenjata yang bertahan di kawasan pegunungan lembah Seulawah sudah bergeser ke lokasi lain.

Sementara di kemukiman Lamkabeu tepatnya di masjid setempat yang dijadikan base pasukan Brimob terlihat tiga unit ambulan parkir. Tidak lama kemudian tiga unit ambulan puskesmas setempat dan dua unit ambulans polisi masuk ke lokasi tersebut. Terlihat enam unit ambulan di lokasi.

Berdasarkan informasi yang diterima, ambulan tersebut dipersiapkan untuk membawa korban yang terluka dalam kontak tembak di lokasi pengepungan. Sementara, hingga kini, diperkirakan banyak jatuh korban dalam kontak tembak pada Kamis (4/3) lalu namun tidak bisa dibawa ke base polisi karena situasi yang cukup memanas di lokasi kontak tembak.

Informasi yang didapat juga ambulan tersebut untuk membawa lima korban yaitu tiga korban merupakan kelompok bersenjata dan dua lainnya yaitu seorang Brimob dan satu anggota Densus 88 yang meninggal dunia.

Sejumlah warga yang hendak melintas menuju wilayah yang berdekatan dengan lokasi kontak tembak juga dihentikan polisi yang berjaga dan di suruh memutar kembali ke desa Meunasah Tunong.

Pengepungan yang dilakukan Brimob dan tim anti teror Densus 88 sudah berlangsung selama lima hari terakhir sejak Selasa (2/3) lalu. Diperkirakan 20 anggota kelompok bersenjata masih bertahan di lokasi yang dikepung petugas. (WASPADA)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: