KabarNet

Aktual Tajam

Inilah Surat Polri Perihal Pembukaan Blokir Rekening

Posted by KabarNet pada 23/03/2010

Mantan Kabareskrim Komisaris Jenderal Susno Duadji beberapa hari ini berkomentar tentang adanya makelar kasus di Mabes Polri. Salah satu hal yang diungkapkan adalah kejanggalan dalam penanganan perkara pidana perpajakan yang melibatkan seorang pejabat bernama Gayus Halomoan P. Tambunan.

Polemik muncul ketika Susno menyebutkan nama dua jenderal yang menangani perkara itu. Salah satu jenderal disebutkan meneken surat perihal pembukaan pemblokiran harta kekayaan atas nama Gayus Halomoan P Tambunan.

Berikut ini adalah surat dimaksud sebagaimana diperoleh tim primaironline.com dari sumber yang tak mau diungkapkan identitasnya di Jakarta, Senin (22/3).

Surat itu tertanggal 26 November 2009, bernomor R/805/XI/2009 Bareskrim, berkategori Rahasia, perihal pembukaan pemblokiran harta kekayaan An. Gayus Halomoan P. Tambunan.

Surat ditujukan kepada Direktur Utama Bank Panin.

Surat ditandatangani oleh Direktur II Ekonomi dan Khusus Raja Erizman A.n. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri dan ditembuskan kepada Gubernur BI dan Kepala PPATK.

Rujukan:
a. Pasal 33 Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003.

b. Surat Direktur II/Eksus Bareskrim Polri No.Pol: R/283/IV/2009/Dit II Eksus tanggal 27 April 2009, perihal perintah pemblokiran harta kekayaan atas nama Gayus Halomoan P. Tambunan.

c. Laporan Polisi No.Pol: LP/412/VII/2009/Siaga-III, tanggal 25 Juli 2009.

d. Surat Kejaksaan Agung Republik Indonesia No: B/1662/e.2EPP/10/2009, perihal pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana atas nama tersangka Gayus Halomoan P. Tambunan yang disangka melanggar tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 UU Nomor 15 Tahun 2002 yang telah diubah menjadi UU Nomor 25 Tahun 2003 dan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dan atau Pasal 372 tentang penggelapan.

Surat itu memberitahukan bahwa dari hasil penyidikan dan penelitia jaksa penuntut umum barang bukti dalam perkara tersebut adalah ada pada rekening-rekening di penyedia jasa keuangan yang lain, sehingga setidaknya 10 nomor rekening (disebutkan dalam surat itu secara rinci 10 nomor rekening) atas nama Gayus Halomoan P. Tambunan tidak ada kaitan dengan proses penyidikan untuk itu harta kekayaan dalam rekening tersebut dapat dibuka kembali.
__________________________

Susno: Nama Andi Kosasi rekayasa Polri

Mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji menuding Polri melakukan rekayasa dengan memunculkan nama Andi Kosasi sebagai pemilik uang senilai Rp24,6 miliar di rekening oknum Dirjen Pajak Gayus Halomoan Tambunan.

“Ini namanya rekayasa. jadi direkayasa seolah-olah pemiliknya ada, seolah-olah masuk akal, itulah rekayasa itu,” katanya, saat berbincang dengan primaironline.com, Selasa (23/3).

Menurutnya, uang dalam rekening Gayus itu merupakan hasil dari kegiatan yang melawan hukum. “Andi Kosasi itu tidak masuk akal. Buktinya apa laporan hasil analisis PPATK (Prusat Pelaporan Analisah Transaksi Keuangan) itu, jadi jangan terbawa dengan tariannya mabes Polri,” papar dia.

Seperti diketahui, Polri menyatakan hanya uang senilai Rp395 juta di rekening Gayus yang diduga didapatkan dari proses melawan hukum. Sementara sisanya Rp24,6 miliar diketahui milik pengusaha asal Batam, bernama Andi Kosasi.

Andi Kosasi sendiri diketahui merupakan teman Gayus. Dalam pemeriksaan oleh penyidik, Andi menunjukkan bukti perjanjian yang menunjukkan uang itu miliknya yang akan digunakan untuk membeli tanah. (Primair Online)

3 Tanggapan to “Inilah Surat Polri Perihal Pembukaan Blokir Rekening”

  1. taUbat said

    SUSNO SUDAH DIBUI DI LAPAS CIBINONG

    Jumat, 03 Mei 2013 | 07:31

    Jakarta – Mantan Kabareskrim Komjen (pur) Susno Duadji ternyata sudah datang menyerah. Pensiunan jenderal bintang tiga itu sudah masuk ke Lapas Cibinong.

    “Benar mas. Sudah datang tadi malam dan kini sudah ditahan dalam Lapas Cibinong,” kata Kabareskrim Komjen Sutarman kepada Beritasatu.com Jumat (2/5).

    Ikhwal akan menyerahnya Susno awalnya disebut oleh salah satu sumber pagi ini.

    “Rencananya pagi ini, jika tak ada halangan dan perubahan, Pak Susno akan menyerah. Saya belum bisa sebutkan detilnya. Di Cibinong, dekat rumahnya,” kata seorang sumber petinggi di Mabes Polri Jumat (5/4).

    Susno sebelumnya diburu bersama-sama oleh polisi dan jaksa setelah proses eksekusi yang gagal dilakukan karena “campur tangan” Polda Jawa Barat pada 24 April lalu.

    Proses adanya “campur tangan” ini ternyata tak lepas dari proses jalur khusus yang dimiliki pengacara Susno ke Kapolda Jawa Barat.

    Adalah mantan Kadiv Binkum Irjen (pur) Ariyanto Sutadi yang menelepon Kapolda Jabar Irjen Tubagus Anis Angkawijaya. Ariyanto sudah pensiun dan kini bergabung dengan kantor hukum Frederich Yunadi dan bersama-sama menjadi pengacara Susno.

    Kapolda Jawa Barat pun telah diperiksa oleh Divpropam Polri karena hal ini.

    Frederich yang dihubungi terpisah mengaku belum mendengar rencana Susno. “Ini perang urat syaraf, psy war, dari pihak jaksa. Tak mungkin dan tak ada rencana itu,” tegasnya.

    Penulis: Farouk Arnaz/HA

  2. taUbat said

    SUSNO SUDAH DIBUI DI LAPAS CIBINONG

    Jumat, 03 Mei 2013 | 07:31

    Jakarta – Mantan Kabareskrim Komjen (pur) Susno Duadji ternyata sudah datang menyerah. Pensiunan jenderal bintang tiga itu sudah masuk ke Lapas Cibinong.

    “Benar mas. Sudah datang tadi malam dan kini sudah ditahan dalam Lapas Cibinong,” kata Kabareskrim Komjen Sutarman kepada Beritasatu.com Jumat (2/5).

    Ikhwal akan menyerahnya Susno awalnya disebut oleh salah satu sumber pagi ini.

    “Rencananya pagi ini, jika tak ada halangan dan perubahan, Pak Susno akan menyerah. Saya belum bisa sebutkan detilnya. Di Cibinong, dekat rumahnya,” kata seorang sumber petinggi di Mabes Polri Jumat (5/4).

    Susno sebelumnya diburu bersama-sama oleh polisi dan jaksa setelah proses eksekusi yang gagal dilakukan karena “campur tangan” Polda Jawa Barat pada 24 April lalu.

    Proses adanya “campur tangan” ini ternyata tak lepas dari proses jalur khusus yang dimiliki pengacara Susno ke Kapolda Jawa Barat.

    Adalah mantan Kadiv Binkum Irjen (pur) Ariyanto Sutadi yang menelepon Kapolda Jabar Irjen Tubagus Anis Angkawijaya. Ariyanto sudah pensiun dan kini bergabung dengan kantor hukum Frederich Yunadi dan bersama-sama menjadi pengacara Susno.

    Kapolda Jawa Barat pun telah diperiksa oleh Divpropam Polri karena hal ini.

    Frederich yang dihubungi terpisah mengaku belum mendengar rencana Susno. “Ini perang urat syaraf, psy war, dari pihak jaksa. Tak mungkin dan tak ada rencana itu,” tegasnya.

    Penulis: Farouk Arnaz/HA

  3. taUbat said

    SUSNO SUDAH DIBUI DI LAPAS CIBINONG

    Jumat, 03 Mei 2013 | 07:31

    Jakarta – beritasatu.com – Mantan Kabareskrim Komjen (pur) Susno Duadji ternyata sudah datang menyerah. Pensiunan jenderal bintang tiga itu sudah masuk ke Lapas Cibinong.

    “Benar mas. Sudah datang tadi malam dan kini sudah ditahan dalam Lapas Cibinong,” kata Kabareskrim Komjen Sutarman kepada Beritasatu.com Jumat (2/5).

    Ikhwal akan menyerahnya Susno awalnya disebut oleh salah satu sumber pagi ini.

    “Rencananya pagi ini, jika tak ada halangan dan perubahan, Pak Susno akan menyerah. Saya belum bisa sebutkan detilnya. Di Cibinong, dekat rumahnya,” kata seorang sumber petinggi di Mabes Polri Jumat (5/4).

    Susno sebelumnya diburu bersama-sama oleh polisi dan jaksa setelah proses eksekusi yang gagal dilakukan karena “campur tangan” Polda Jawa Barat pada 24 April lalu.

    Proses adanya “campur tangan” ini ternyata tak lepas dari proses jalur khusus yang dimiliki pengacara Susno ke Kapolda Jawa Barat.

    Adalah mantan Kadiv Binkum Irjen (pur) Ariyanto Sutadi yang menelepon Kapolda Jabar Irjen Tubagus Anis Angkawijaya. Ariyanto sudah pensiun dan kini bergabung dengan kantor hukum Frederich Yunadi dan bersama-sama menjadi pengacara Susno.

    Kapolda Jawa Barat pun telah diperiksa oleh Divpropam Polri karena hal ini.

    Frederich yang dihubungi terpisah mengaku belum mendengar rencana Susno. “Ini perang urat syaraf, psy war, dari pihak jaksa. Tak mungkin dan tak ada rencana itu,” tegasnya.

    Penulis: Farouk Arnaz/HA

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: