KabarNet

Aktual Tajam

Susno Terancam Dibunuh?

Posted by KabarNet pada 24/03/2010

SEBELUM membongkar borok di tubuh Polri, Komjen Pol Susno Duadji sudah siap akan risiko yang akan diterimanya. Susno sudah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. “Saya ini kan bukan anak kecil lagi. Saya sudah memperhitungkan risikonya sebelum bilang itu. Tentu tidak bicara takut lagi. Saya sudah tahulah insitusi Polri. Saya sudah ambil langkah-langkah pengamanan,” ujar Susno, Selasa (23/3/2010).

Menurut pria kelahiran 1954 ini, dia sudah bisa memprediksi kalau setelah membongkar markus pajak ini, dia akan difitnah, diserang, dipenjara, dan bahkan dibunuh. “Sudah ada kan yang bilang saya maling teriak maling. Itu sudah siap saya. Saya diisukan korupsi, dilaporkan pencemaran nama baik, dan bisa saja saya akan dibunuh,” ujar jenderal bintang tiga non job ini.

Susno pun enggan menyebutkan di mana dirinya tinggal kini. Hal itu merupakan salah satu langkah pengamanan dirinya. “Saya sekarang tidak berada di suatu tempat. Ya kalau saya bilang begini sebenarnya saya sudah tidak aman lagi ini,” ungkapnya.

Disalahkan Propam Karena Bongkar Borok Polri
Susno Duadji membongkar kasus markus pajak Rp 25 miliar yang menurutnya melibatkan 2 jenderal Polri. Tindakan Susno ini pun yang membuat dirinya ditetapkan sebagai terperiksa atau tersangka. “Saya dipersalahkan karena berbicara dengan wartawan. Saya memberikan informasi kepada Satgas (Satgas Pemberantasan Mafia Hukum). Menurut mereka (Propam) itu tidak boleh. Yang saya lakukan sifatnya itu membongkar borok di tubuh Polri,” kata Susno.

Susno menceritakan dalam dua kali pemeriksaan Senin kemarin, dia terus menegaskan enggan diperiksa sebagai terperiksa atau tersangka. Karena saksi-saksi belum satu pun diperiksa. Apalagi nama-nama yang sudah disebutkannya terlibat dalam markus pajak tersebut.

“Kemarin saya minta distop pemeriksaan. Karena saya yang lapor saya kok sebagai terperiksa. Terperiksa itu bukan saksi, tapi tersangka dalam Polri. Saya bilang periksa dulu saksi-saksinya,” ungkapnya.

Menurut Susno, saksi-saksi yang harus diperiksa Propam Mabes Polri yakni sejumlah wartawan yang memuat berita mengenai adanya markus di tubuh Polri yang diungkapnya. Karena saat pemeriksaan, Propam menunjukkan bukti-bukti rekaman televisi dan berita di koran.

“Kan bisa saja kutipannya saya ada yang kurang atau lebih. Silakan periksa dulu saksi wartawan. Tapi mereka takut kasusnya nanti seperti wartawan Kompas tempo hari,” katanya.

Susno mengatakan, jika dirinya dinilai telah mencemarkan nama baik seseorang, maka kedua jenderal yang telah dia sebut terlibat markus pajak justru telah mencemarkan nama institusi Polri. “Apa Gayus sudah diperiksa? Dua jenderal yang saya sebut sudah diperiksa? Andi Kosasih, PPATK? Kenapa saya yang dijadikan terperiksa,” protesnya.

Susno menyatakan, belum ada pemeriksaan lanjutan terhadapnya hari ini. “Saya masih nunggu saja,” kata jenderal non job ini.

Status Terperiksa oleh Propam = Tersangka untuk Reserse
Status Komjen Pol Susndo Duadji usai menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Mabes Polri simpang siur. Setelah sempat mengaku telah dijadikan tersangka, Susno mengatakan dirinya hanya terperiksa. Bagaimana sebenarnya status mantan Kabareskrim tersebut? “Istilahnya terperiksa untuk propam itu sama saja dengan tersangka untuk Reserse. Sudah resmi sebagai terperiksa yang derajatnya sama dengan tersangka,” kata Susno.

Kabar Susno ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik datang dari Susno sendiri. Lewat pesan singkatnya, Susno mengatakan dirinya dijadikan tersangka. “Pemeriksaan pada saya malam ini aneh. Saya malah dijadikan tersangka,” kata Susno dalam pesan singkat sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (22/3/2010).

Namun usai menjalani pemeriksaan di Mabes Polri sekitar pukul 22.00 WIB, Susno berkata lain. Dia menegaskan dirinya berstatus terperiksa. “Saya diperiksa itu sebagai terperiksa,” ujarnya ketika meninggalkan Gedung Transnational Crime Centre (TCC) Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Susno Duadji menjalani pemeriksaan terkait pernyataannya yang menyebut 2 jenderal di Mabes terlibat dugaan penggelapan pajak Rp 25 miliar di Mabes Polri. Kedua Jenderal itu adalah Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri di kepengurusan dulu dan sekarang, yakni Brigjen Raja Erizman dan Brigjen Edmon Ilyas.

Kasus yang dikenal dengan nama makelar kasus pajak alias markus pajak ini terkait uang mencurigakan Rp 25 miliar di rekening Gayus Tambunan, seorang pegawai pajak di Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.

Hal senada juga disampaikan Henry Yosodiningrat, pengacara Susno. Henry yang menemani pemeriksaan Susno mengatakan, pemeriksaan lanjutan malam hari yang dijalani Susno sejak pukul 19.30 WIB adalah pemeriksaan lanjutan yang selesai siang hari sebelumnya. Pemeriksaan dilanjutkan tanda tangan berita acara pemeriksaan. “Statusnya terperiksa oleh Propam kok,” kilah Henry. (*/dtc/jpc)

2 Tanggapan to “Susno Terancam Dibunuh?”

  1. soetrisno said

    TERUNTUK SUSNO JANGAN TAKUT MENGATAKAN YANG HAK ADALAH HAK
    Selamat pagi untukmu Indonesiaku, pancaran cahaya mentari yang mampu merombak paradigma lembaga penegak hukum untuk membuang jauh-jauh budaya lama yang sudah tidak jamannya lagi untuk dilestarikan, Sebenarnya yang terjadi kebobrokan disemua Lembaga penegak hukum sebenarnya bukan merupakan rahasia umum lagi, hanya saja public tidak bisa bertindak terlampau jauh dalam hal ini, baik kejahatan untuk memanfaatkan para koroptor maupun kejahatan dalam sebuah konpirasi yang semuanya tidak bisa dipisahkan dari penyalah gunakan perangkat hukum, tanpa Susno pun semua lapisan masyarakat jauh lebih tahu tentang bagaimana yang sebenarnya terjadi disemua sector Lembaga Penegak hukum di Republik ini.

    Kalau presiden Sby dengan mulutnya yang berbusa-busa didalam mendeklarasikan ganyang korupsi di Republik ini, hanyalah merupakan isapan jempol semata, dan mengapa Sby dengan lantang memberikan janji kepada semua public dalam hal memprioritaskan perang melawan korupsi kalau yang korupsi ternyata merupakan distributor keuangan bagi para uknum yang bersembunyi dibalik lembaga yang paling menakutkan bagi rakyat kecil

    Bagi kehadirannya Susno dengan genderangnya yang mengajak public untuk melihat dari dekat yang sebenarnya terjadi di tubuh Polri merupakan Rahmat bagi bumi pertiwi yang disaksikan oleh deretan Gunung berapi diseluruh Nusantara.
    Maka apapun yang dilakukan oleh saudara Susno Duaji terlepas dari dendam ataupun sakit hati merupakan JIHAD FIL SABILILLAH didalam menegakan Keadilan maupun kebenaran di tengah-tengah bobroknya konstitusi Lembaga Penegak Hukum. Bahkan apapun yang dilakukan oleh saudara Susno Duaji jauh lebih mulia dari seorang Ulama yang mengajak berbuat baik tetapi takut menegakan kebenaran ditengah-tengah kemungkaran.
    Kalau boleh gerakan Susno bisa kita sejajarkan dengan Khomeni yang mampu menumbangkan Rezim Diktator ditengah-tengah beringasnya Reza Pahlevi ( Sah Iran) yang semuanya itu bisa dirasakan oleh masyarakat Republik Iran sampai sekarang.

    Kemudian bagaimana tentang saudara Susno Duaji, beliau layak mendapat penghargaan dan perlindungan dari semua lapisan masyarakat atas pengorbanan baik moril, terror, jabatan bahkan sampai kejiwa sekalipun merupakan kosekuensi dari sebuah Perjuangan.
    Tindakan korupsi menyangkut sebuah jabatan diseluruh dunia adalah wajar sekalipun mereka siap menghadapi regu tembak, akan tetapi paling ironis bila korupsi sudah melanda kekonstitusi Penegak hukum, ini namanya sebuah bencana yang tingkat bahayanya lebih besar dari bahaya Teroris yang kita gembar gemborkan. Maka tidak salah kalau semua fenomina yang terjadi dinegeri yang kita cintai ini adalah dampak pengaruh dari kejahatan bailout Century itu sendiri. Atau kita ambil dari perbahasa lain “ guru kencing berdiri kebrutalan murid bentuk pengkaderan guru itu sendiri.

  2. ELING said

    Saya malah mau mencalonkan beliau jadi Presiden RI di tahun 2014 nanti, kalau beliau mau dan didukung oleh Parpol besar yang tidak berkoalisi saat ini.

    Beluau disamping cerdas juga jujur dan mantap man !

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: