KabarNet

Aktual Tajam

Mantan Dirut PT Pupuk Kaltim Ditahan

Posted by KabarNet pada 10/04/2010

Samarida Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, menahan mantan Dirut PT Pupuk Kaltim (PKT), Omay K Wiraatmadja, terkait kasus dugaan mark up pengadaan rotor tahun 2004 senilai Rp 33 miliar. Selain Omay, kejati juga menahan Direktur Teknik PKT Kadarman dan Ketua Panitia Lelang Pengadaan Rotor Alfian. Sebelum dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sempaja Samarinda, ketiganya sempat menjalani pemeriksaan di ruang Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltim selama beberapa jam. Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Kaltim Syakhrony SH didampingi jaksa penyidik Eko Nugroho SH mengatakan, penahanan itu dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan.

Menurut Syakhrony, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan lanjutan kepada ketiga tersangka pekan depan. Dengan penahanan itu menunjukkan kejati benar-benar komitmen untuk menuntaskan kasus-kasus lama. Pada Februari lalu Kajati Dachamer Munthe melakukan ekspose sejumlah kasus lama yang tidak rampung penyidikannya.

Setelah itu, ia memberi deadline kepada jajarannya selama satu setengah bulan untuk menunjukkan progres. Salahsatunya yang mendapat perhatian adalah kasus rotor di PKT ini. Proyek pengadaan rotor itu dimaksudkan untuk menambah daya listrik perusahaan produsen pupuk urea tersebut. Belakangan pengadaannya ditengarai mark up dan diproses Kejati Kaltim, sejak beberapa tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Negeri (Rutan) Sempaja Samarinda Ismail membenarkan penahanan mantan Dirut PKT Omay di Rutan Sempaja. Omay bersama Direktur Teknik, Kadarman dan Panitia Lelang Alfian, katanya, merupakan tahanan titipan Kejati Kaltim. Omay, Kadarman, dan Alfian dijebloskan ke tahanan Rutan pukul 19.30 Wita.

Untuk sementara ketiganya ditempatkan di ruang Jupiter 3 sambil menunggu pemeriksaan berkas. “Statusnya masih praduga tak bersalah. Setelah berkas selesai dan ada kepastian dugaan mark up, pasti akan ditahan,” kata Ismail kepada Kaltim Post, kemarin. Bagi Omay ini adalah kasus kedua yang diusut kejaksaan.

Sebelumnya, Omay juga sempat berurusan dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus penyelewengan anggaran PT PKT. Dia didakwa membebankan biaya pemeliharaan rumah pribadi, penggunaan mobil untuk keperluan pribadi dan keluarga serta penagihan beberapa nomor ponsel untuk keperluan pribadi pada perusahaan yang dipimpinnya.

Namun majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, yang diketuai Sri Mulyani membebaskan Omay dari segala dakwaan jaksa penuntut umum, dalam persidangan 22 Februari 2007 lalu. Omay dinyatakan bebas dari dakwaan primer dan subsider yaitu pasal 2 dan pasal 3 UU Korupsi yang masing-masing dijunctokan dengan pasal 18 UU 31/1999 jo UU 20/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 64 KUHPidana.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ninik Mariyati SH menuntut terdakwa Omay hukuman empat tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan dan kewajiban membayar uang pengganti Rp 3,689 miliar. Omay dinilai jaksa terbukti menyalahgunakan kewenangan, fasilitas dan sarana pada jabatan yang melekat padanya sebagaimana pada dakwaan subsider.

Surat dakwaan menyebutkan, perbuatan pria berdarah Sunda itu diduga mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp 10,352 miliar dengan rincian keuntungan bagi diri sendiri sebesar Rp 6,132 miliar, menguntungkan direksi PT Pupuk Kaltim Rp 3,072 miliar dan menguntungkan pejabat Kementrian BUMN MP Simatupang sebesar Rp 1,147 miliar.

Menurut JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah menyelenggarakan pemerintahan yang bersih. Terdakwa selaku dirut tidak memberikan contoh yang baik dalam mengelola perusahaan secara profesional. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, belum pernah dihukum dan telah mengembalikan sejumlah uang Rp 536 juta.

Tapi hakim berpendapat lain. Vonis bebas pun dijatuhkan pada Omay. Omay sendiri dicopot sebagai direktur utama PKT pada 19 Januari 2007 lewat Rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Pupuk Kaltim.

Saat RUPS, Omay tidak hadir karena sedang ditahan oleh Kejaksaan Agung dan sedang menghadapi proses persidangan dengan dugaan korupsi penyalahgunaan fasilitas direksi Pupuk Kaltim di PN Jakarta Selatan.(kri/art/kaltimpost)

4 Tanggapan to “Mantan Dirut PT Pupuk Kaltim Ditahan”

  1. Sarjono said

    Redaksi KabarNet Yth: Prihatin melihat berita2 di media massa yg memuat ttg mantan Dirut PT.Pupuk Kaltim yg ditahan oleh Kejati Kaltim. Kenapa disebut prihatin, media termasuk KabarNet tdk mencari tahu sejak kapan mantan Dirut tsbt dijadikan tersangka oleh Kejati Kaltim, kenapa baru sekarang ditindaklanjuti dan siapa oknum2 Kejati Kaltim yg sdg mencari popularitas. Kalau tdk salah, Pak Omay sdh dijadikan tersangka sejak 21 Mei 2008 oleh Kejati Kaltim, dgn katalain begitu lamanya Kejati Kaltim menyelesaikan pemeriksaannya dan menahannya, apa blm memenuhi unsur, sehingga takut kehilangan muka maka dipaksakan ditahan. Beberapa tahun yg lalu Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN Jakarta Selatan, yang diketuai Sri Mulyani membebaskan Omay dari segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), dalam persidangan 22 Februari 2007 lalu. Omay dinyatakan bebas dari dakwaan primer dan subsider yaitu pasal 2 dan pasal 3 UU Korupsi yang masing-masing dijunctokan dengan pasal 18 UU 31/1999 jo UU 20/2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 64 KUHPidana.Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ninik Mariyati SH menuntut terdakwa Omay hukuman empat tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan dan kewajiban membayar uang pengganti Rp 3,689 miliar. Omay dinilai jaksa terbukti menyalahgunakan kewenangan, fasilitas dan sarana pada jabatan yang melekat padanya sebagaimana pada dakwaan subsider dan hingga peradilan tingkat akhir yakni di Mahkamah Agung RI pun membebaskan Omay dari segala dakwaan. Coba media massa memberi sanksi moral kpd setiap Jaksa yg memaksakan membawa sebuah permasalahan hingga ke meja hijau bila tkd dapat dibuktikan, apalagi hingga tingkat MA yakni kasasi maupun PK. Krn tdk sedikit uang negara, energi para majelis hakim yg tersita hanya krn ulah oknum2 Jaksa yg mengajukan sebuah perkara yg akhirnya kalah.
    Selain itu, oknum Kejati Kaltim yg belakangan ini sering berkomentar di media massa, bukankah oknum tsbt jg diduga salah seorang oknum Kejagung yg menerima aliran dana Bank Indonesia yg sampai hari ini blm secara transparan diumumkan apakah benar menerima atau tdk?
    Semoga KabarNet lbh jeli menerima sumber berita dan menyajikannya ke publik.

  2. Marwan said

    Sdh bukan rahsia umum lagi kalau PT.Pupuk Kaltim akan jd sumber mata uang oknum2 tertentu maka penahanan mantan Dirut nya pun diduga memiliki aroma yg sama. Cuma masyarakat dan media massa hrs terus memantau apakah Kajati Kaltim nantinya mampu membuktiknnya di pengadilan, kalau tdk mampu, apakah oknum2 Jaksa nya akan diberi sanksi oleh pimpinannya atau oleh negara krn sdh menyita waktu, termasuk waktu para hakim, materi/uang/anggaran negara?

  3. Pudjirahadjo said

    Pemerintah hrs segera mengkaji ulang status PT Pupuk Kaltim, ada apa disana dan siapa saja yg mengusainya sekerang ini dan apa benar terjadi dugaan tindak pidana korupsi atau sebaliknya hanya sebuah permainan catur utk meraup uang negara?

  4. Herni Farid,SH said

    Jaksa Agung seharusnya merubah ethos kerja di institusi Kejaksaan dgn tdk lg menempatkan oknum2 Jaksa diduga bermasalah ke daerah2. Copot dan non aktifkan segera.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: