KabarNet

Aktual Tajam

KPAI Temukan Eksploitasi Anak di Bentrok Priok

Posted by KabarNet pada 11/05/2010

Kesimpulan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berdasarkan laporan hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan KPAI menemukan ada eksploitasi anak dalam Kasus Bentrok Makam Mbah Priuk, Koja, Jakarta Utara.

Eksploitasi anak itu berupa tindak kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan terhadap anak-anak dengan menjadikan mereka sebagai tameng sasaran serangan dalam insiden berdarah tersebut.
“Sebanyak 67 anak menjadi korban dengan rincian, 17 luka berat maupun sedang dan 50 orang lainnya mengalami kekerasan psikologis dalam insiden di makam keramat tersebut,” kata Ketua KPAI Hadi Supeno, saat memaparkan hasil temuan di Jakarta, Senin (10/5).

Hadi mengakui, belum bisa menyimpulkan siapa dalang di balik eksploitasi anak dalam insiden di Makam Mbah Priuk. “Untuk urusan siapa pelaku eksploitasi anak biar diurus oleh pihak berwajib atau polisi,” tegas dia.

Namun setelah didesak lebih jauh, Hadi mengungkapkan, eksploitasi dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin mempertahankan keberadaan makam tersebut.

Hadi juga membeberkan temuan KPAI yang menyimpulkan anak-anak memang sengaja dieksploitasi, yaitu dengan cara melibatkan dan membiarkan mereka berada di lokasi insiden.

Tidak hanya itu, lanjut dia, anak-anak juga sengaja dibekali dengan senjata tajam. “Bukti mereka dianiaya, anak-anak ada di barisan depan, sedangkan yang dewasa berdiri di belakang,” ungkap dia, seperti dikutip dari laman beritajakarta.com.

Untuk itu, KPAI mendesak agar Kapolri dan aparat penegak hukum lainnya mengusut dan menuntut secara hukum pihak-pihak yang melakukan eksploitasi atau melibatkan anak dalam insiden tersebut. Pengurus makam Mbah Priuk, unsur masyarakat dan pihak manapun juga diminta untuk bertanggungjawab.

Dalam kesempatan itu, Hadi juga menjelaskan dampak fisik maupun psikologis yang menimpa salah satu korban bernama Bayu Listyanto (14). Bayu yang datang ditemani ayahnya, Sulis, menderita luka parah di bagian pelipis dan punggung dan sempat dirawat 18 hari di RS Koja, Jakarta Utara.

“Akibatnya ia (Bayu) menderita trauma psikologis mendalam hingga menjadi pemarah, dan kerap melontarkan kata kotor apabila emosi,” ungkap Hadi menirukan cerita ayah Bayu.

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan hampir semua anak-anak yang terlibat dalam insiden itu mengalami perilaku psikologis yang serupa secara negatif. Perubahan itu, anak akan menjadi keras kepala dan akan cepat tersulut emosinya. “Misalkan ada masalah, anak itu akan melawan,” ucap dia. (Primair Online)

Satu Tanggapan to “KPAI Temukan Eksploitasi Anak di Bentrok Priok”

  1. nekobudi77 said

    Tolong tuntaskan dengan hukum siapa saja yang melakukan tindakan anarkis baik dari pihak aparat dan masyarakat agar hukum berlaku dan ditegakkan supaya kita patuh dengan Hukum. selidiki siapa yng mengekplotasi anak2 dan juga yg menganiaya anak2 dengan tegas dan adil.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: