KabarNet

Aktual Tajam

Dua Masjid Ahmadiyah Diserang, 8o Orang Tewas

Posted by KabarNet pada 29/05/2010

lahore – Seorang pria bersenjata nekat menyerang dua masjid  Milik komunitas aliran ahmadiyah di Lahore, Pakistan. Pria tersebut dilengkapi rompi bom bunuh diri dan melemparkan sejumlah granat ke daerah masjid.

Korban tewas akibat serangan teror kelompok bersenjata ke dua masjid di Lahore, Pakistan terus bertambah. Kini jumlah korban menembus 80 orang. Seperti dikutip dari AFP, Sabtu (29/5/2010), penyerangan dilakukan secara membabi buta menggunakan senjata api. Selain itu, serangan juga dilakukan dengan melemparkan granat ke dalam mesjid.

“Teroris ini menyerang masjid. Mereka menembak dan menggunakan granat. Mereka telah mengambil dan menyandera orang di dalam masjid,” kata pejabat pertahanan sipil setempat Muzhar Ahmed.

Kedua masjid yang diserang adalah milik komunitas Ahmadiyah. Diduga serangan ini dilakukan oleh kelompok ekstrimis Sunni. Serangan itu memicu pertempuran senjata selama dua jam dengan polisi dan pasukan khusus. “Ketika itu khatib sedang memberikan khotbah di dalam masjid, tiba-tiba terdengar suara tembakan,” kata Bilal Ahmed salah satu warga yang selamat dari masjid di Model Town.

“Lalu tembakan menjadi lebih keras dan lebih dekat dan orang-orang mulai berlarian di sana-sini dan di mana-mana untuk menyelamatkan diri,” tandasnya.
“Sekitar 80 orang tewas,” pungkas Ahmed.

Tembakan Membabibuta

Para saksi mata mengatakan, orang-orang bersenjata melancarkan serangan serentak terhadap dua masjid. Sejumlah orang bersenjata dilaporkan melepaskan tembakan secara membabibuta di masjid Model Town. Mereka dikatakan bersenjatakan senapan AK-47, senjata genggam, granat dan kemungkinan bahan-bahan peledak lainnya.

Para saksi mata mengatakan kepolisian menggeledah kompleks masjid itu setelah tembakan berhenti. Belasan ambulan membawa mayat dan korban luka ke rumah sakit. Kepala kepolisian Punjab, Tariq Salim Dogar, mengatakan pertempuran masih berlanjut di masjid Garhi Shahu.

Dogar mengatakan, “Prioritas utama kami adalah membawa korban luka-luka ke rumah sakit, dan menangkap para teroris kalau mereka masih berada di dalam masjid.”

Di masa lampau, serangan-serangan sektarian dilancarkan oleh berbagai kelompok di Provinsi Punjab dan bagian lain Pakistan. Di negara itu, Ahmadiyah sudah dinyatakan sebagai kelompok minoritas non-Muslim. [kn/detikNews]

61 Tanggapan to “Dua Masjid Ahmadiyah Diserang, 8o Orang Tewas”

  1. AHMADIYAH DI NEGERI INI PERLU JUGA TUH… TIDAK ADA TOLERANSI TERHADAP PARA LOYALIS NABI PALSU!

  2. aisya said

    sangat ironis..para teroris yg benar2 sesat memahami makna jihad..sampai dgn semangat jihadnya membunuh mereka yg juga bersyahadat dan pada hakikatnya mereka para teroris bersenjata adalah orang2 sesat yg sadar atau tanpa sadar memaki2 dan membenci israel dan amerika tapi mereka mengadopsi cara2 israel dan amerika untuk membantai orang2 yg tdk sepaham dgn keyakinan mereka..sadar atau tanpa sadar mereka mempersenjatai diri dgn senjata2 dari negara2 barat yg pada hakikatnya mendukung negara2 barat penjual senjata makin kaya..mereka membeli senjata2 tsb dgn dana yg mungkin dari hasil menjual harta rampokan bahkan menjual ganja… Nauzubillah…

  3. taUbat said

    SAUDARAKU AHMADIYAH YANG ADA DI BUMI PERTIWI INI :

    KASIHANILAH DIRI SENDIRI DAN KELUARGA JANGANLAH TERBAWA EMOSI/FANATISME YANG BERLEBIHAN KEMBALILAH PADA ISLAM YANG SEBENARNYA.

    SEKARANG TEREDAM DENGAN POLITIK YANG SEDANG MEMANAS, ITUPUN ADA WAKTUNYA NANTI SETELAH POLITIK KEMBALI NORMAL, KEKHAWATIRAN ITU KEMBALI MENYENTUH RANAH AHMADIYAH.

    SEBAGAI MASYARAKAT SANGATLAH TIDAK BERHARAP ADA KONFLIK YANG SEHARUSNYA TIDAK TERJADI ……..

    WASSALAM WR WB ….

  4. aisya said

    Islam adalah Rahmatan lil alamin..Dien penuh kedamaian..mengapa harus dgn kekerasan dan senjata untuk memuliakannya..perbedaan tafsir dalam umat islam adalah hal yg wajar pun dalam masalah aqidah karena Allah juga yg Maha Memberi kita keyakinan dan ketetapan hati..kenapa hrs dgn kekerasan untuk menunjukan jalan pada orang lain yg kita sangka akan tersesat?..

  5. MOESLIM said

    @Aisya

    Kalo ngakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW ya bukan perbedaan tafsir toh.. Jadi orang kok geblek ya.. oh iya, bu aisya, kamu komunitas ahmadiyah mana?

  6. Dawkintz said

    Wah, benar2 perbedaan yg saling menghancurkan. Ga malu ya ❓ ❓ 🙂

  7. aisya said

    @Moeslim..dari Ahmadiyah mana saya..itu tdk perlu dibahas..yg pasti namanya aqidah tdk bisa dipaksakan..pun dalam meyakini tafsir ttg khataman nabiyyin..Anda punya dalil..orang lainpun berhak punya dalil dan meyakini sesuai dalil yg mereka pakai..

  8. Ahmadrock said

    Dukung bu aisya.Betul betul..Diri sendiri aja blm iman yg benar udah bilang ahmadiyah sesat.Di islam sendiri bnyk yg sesat kok ..Cm ktp nya islam.Tapi kelakuan bar bar.Aku sendiri barusan sadar kalo islam yg keras bnyk salah tafsir.Sekarang kembali ke islam yg rahmatan lilalamin.Islam itu satu.

  9. MOESLIM said

    MENJAWAB KESESATAN ALIRAN AHMADIYAH

    Pertama, soal kenabian. Ahmadiyah memang mengakui bahwa Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai Penutup Para Nabi. Kalau pun Ahmadiyah mengakui Nabi Muhammad saw sebagai Khaatamun Nabiyyiin, tapi dengan makna Stempel Para Nabi atau Semulia-mulianya Para Nabi, bukan dengan arti Penutup Para Nabi. Kalau pun Ahmadiyah terkadang menerima Muhammad sebagai Penutup Para Nabi, tapi dibatasi hanya nabi yang bawa syariat yang ditutup, sedang nabi yang tidak bawa syariat tetap ada sampai akhir zaman.

    Dalam kitab Tadzkirah hal 493 brs 14 tertulis bahwa Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dijadikan sebagai Rasul, dan di hal 651 brs 3 tertulis bahwa Allah memanggil MGA dengan panggilan Yaa Nabiyyallaah (Wahai Nabi Allah).

    Shamsir Ali pura-pura memuji Nabi Muhammad saw sebagai Nabi yang istimewa dan termulia, padahal dalam kitab Tadzkirah hal 192, 368, 373, 496 dan 579 disebutkan bahwa MGA adalah makhluk terbaik di alam semesta yang mendapat karunia Allah yang tidak pernah didapat oleh selainnya. Selain itu, Shamsir Ali menyatakan bahwa MGA adalah Al-Masih, padahal dalam Tadzkirah disebutkan bahwa MGA bukan hanya Al-Masih, tapi MGA adalah Al-Masih putra Maryam ( Hal 192, 219, 222, 223, 243, 280, 378, 380, 387, 401, 496, 579, 622, 637 dan 639). Disini, Shamsir Ali berusaha menyembunyikan ”keanehan aqidah” nya.

    Tidak sampai disitu ”keanehan aqidah” Ahmadiyah. Dalam kitab Tadzkirah hal 412 brs 2 dan hal 436 brs 2-3 tertulis bahwa MGA disamakan dengan anak Allah, dan di hal 636 brs 13 disamakan pula dengan ’Arsy. Lebih dari itu, Tadzkirah menyebutkan bahwa kedudukan MGA sama dengan ketauhidan dan keesaan Allah (Hal 15, 196, 223, 246, 368, 276, 381, 395, 496, 579, 636). Lalu MGA menyatu dengan Allah dan menjadi Allah, lalu MGA lah yang menciptakan langit dan bumi (Hal 195-197, 696 dan 700). Sedang di hal 51 brs 4 tertulis firman Allah kepada MGA Yaa Ahmad yatimmu ismuka wa laa yatimmu ismii (Hai Ahmad, sempurna namamu, dan tidak sempurna nama-Ku). Lihat juga di hal 245, 277 dan 366.

    Kedua, soal Kitab Suci. Ahmadiyah memang mengakui bahwa Al-Qur’an adalah Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci terakhir. Kalau pun Ahmadiyah mengakui Al-Qur’an sebagai Kitab Suci terakhir, tapi dibatasi hanya sebagai wahyu syariat yang terakhir, sedang wahyu non syariat tetap ada sampai akhir zaman. Menurut Ahmadiyah bahwa kitab Tadzkirah adalah kumpulan wahyu suci dari Allah SWT kepada MGA yang kedudukannya sama dengan kitab suci.

    Shamsir Ali boleh mengelak tentang penisbahan penulisan Tadzkirah kepada MGA, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa isi kandungan Tadzkirah memang berasal dari MGA, karena isi Tadzkirah – menurut Ahmadyah – adalah kumpulan wahyu Allah SWT kepada MGA. Dan dia juga tidak bisa mengelak bahwa yang tulis, cetak, perbanyak dan sebarluaskan Tadzkirah ke seluruh dunia adalah Ahmadiyah sendiri. Dalam 12 poin komitmen Ahmadiyah – Departemen Agama RI tertanggal 14 Januari 2008 dinyatakan bahwa Tadzkirah adalah catatan pengalaman rohani MGA.

    Penting diketahui, bahwa di awal kitab Tadzkirah tertulis bahwa Tadzkirah adalah Wahyun Muqoddas (Wahyu yang suci). Di hal 43 brs 8, tertulis ucapan MGA Khoothobani Robbii wa Qoola (Tuhanku bicara langsung kepadaku dan berfirman). Di Hal 278, 369, 376 dan 637 tertulis bahwa Allah menurunkan Tadzkirah di sekitar Qodiyan. Di hal 668 brs 12 tertulis bahwa MGA sama dengan Al-Qur’an dan dia akan mendapatkan Al-Furqon.

    Nah, bagaimana bisa disamakan antara Islam yang beriman bahwa Muhammad adalah Penutup Para Nabi dan bahwa Al-Qur’an adalah Kitab Suci terakhir, dengan Ahmadiyah yang ”beriman” bahwa setelah Muhammad saw ada nabi baru bernama MGA, dan bahwa setelah Al-Qur’an ada kitab suci baru bernama Tadzkirah yang diturunkan kepada MGA di Qodiyan – India ? Bagaimana pula bisa disamakan antara Islam yang beraqidahkan lurus dan benar, dengan aqidah aneh Ahmadiyah yang meyakini bahwa MGA makhluq yang termulia, dan namanya lebih sempurna dari nama Allah, serta bahwa MGA sama dengan ’Arsy dan anak Allah, bahkan menyatu dengan Allah dan jadi Allah ? Ini adalah persoalan Ushuluddin yang sangat prinsip dan mendasar.

    Ketiga, soal Ahmadiyah antek kolonialisme, bukan fitnah, tapi MGA sendiri yang mengaku. Dalam kitab Ruhani Khazain yang merupakan kumpulan karya MGA, Vol 3 Hal 21, MGA menyatakan kesediaan berkorban nyawa & darah bagi Inggris yang saat itu menjajah India. Dan di hal 166 pada Vol yang sama, MGA mewajibkan berterima-kasih kepada Inggris yg diakui sebagai pemerintah yg diberkahi. Di Vol 8 Hal 36, MGA mengaku sbg Pelayan Setia Inggris, lihat juga di Vol 15 Hal 155 & 156. Dan puncaknya di Vol 16 Hal 26 dan Vol 17 Hal 443, MGA menghapuskan Hukum Jihad.

    Perlu dicatat, bahwa di tahun 1857, tatkala terjadi pemberontakan besar yang dilakukan kaum muslimin India terhadap penjajah Inggris, ayah MGA yang bernama Ghulam Murtaza (Murtadha) ikut dalam pasukan Inggris untuk membantai kaum muslimin. Hal ini MGA sendiri yang cerita dalam kitab Tuhfah Qaishariyah Hal.16.
    Dan itulah sebabnya Ahmadiyah disayang dan dipelihara Inggris hingga hari ini. Dan itu pula yang menjadi sebab Belanda tertarik untuk menghadirkan Ahmadiyah di Indonesia pada tahun 1925. Para Pelajar Jawa – Sumatera di India yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai pembawa Ahmadiyah ke Indonesia hanya kamuflase. Intinya mereka adalah antek Belanda.Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, Inggris, Portugis dan Jepang di Indonesia tidak ada seorang Ahmadiyah pun yang terlibat. Ada pun nama seorang Ahmadiyah yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai anggota Panitia Pemulihan Pemerintahan RI dan mendapat Bintang Jasa Kehormatan dari Pemerintah RI masih harus diteliti dan diperiksa kebenarannya. Kalau pun benar, itu tidak berarti menjadi bukti kebenaran Ahmadiyah. Banyak antek penjajah saat menjelang kemerdekaan RI balik badan secara tiba-tiba untuk mendukung pemerintah RI. Mereka menyalip di tikungan dan menjadi pahlawan kesiangan. Mereka adalah para pengkhianat yang mencari selamat dan manfaat.

    Keempat, soal legalitas Ahmadiyah di Indonesia. Memang, Ahmadiyah pernah dilegalkan berdasarkan SK Menteri Kehakiman RI No. JA / 23 / 13 tgl 13 Maret 1953 yang kemudian dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI No.26 tgl.31 Maret 1953. Tapi patut diperhatikan, bahwa SK tersebut sudah kadaluwarsa dan secara hukum tidak berlaku dengan adanya Perpres No.1 Th.1965 tentang Penodaan Agama dan KUHP Psl. 156a tentang Penistaan Agama. Karenanya, legitimasi Ahmadiyah terus dikoreksi secara bertururt-turut melalui berbagai SK yang melarang Ahmadiyah di berbagai daerah, antara lain : SK Kejari Subang – Jabar Th.1976, SK Kejati Sulsel Th.1977, SK Kejari Lombok Timur Th.1983, SE Dirjen Bimas Islam – Depag RI Th.1984, SK Kejari Sidenreng – Sulsel Th.1986, SK Kejari Kerinci – Jambi Th.1989, SK Kejari Tarakan – Kaltim Th.1989, SK Kejari Meulaboh – Aceh Barat Th.1990, SK Kejati Sumut Th.1994, SKB Muspida Kuningan – Jabar Th.2003, SKB Muspida Bogor – Jabar Th.2005, Rekomendasi Bakorpakem 18 Jan 2005 & 16 April 2008.

    Kelima, soal prestasi dunia Ahmadiyah. Shamsir Ali begitu bangga dengan banyaknya cabang Ahmadiyah di dunia, pembangunan tempat ibadah, sekolah, stasiun televisi, dan sebagainya. Lalu Shamsir Ali menjadikan semua itu sebagai bukti kebenaran Ahmadiyah. Itu sama sekali tidak berarti, karena tidak menjadi bukti kebenaran Ahmadiyah. Apakah keberhasilan Yahudi dan Nashrani di dunia berarti bahwa mereka benar dan lurus ?! Sekali-kali tidak. Begitu juga keberhasilan Ahmadiyah. Itu semua adalah istidraaj.

    Selain itu, tercatat dalam sejarah, sebagaimana dinukilkan oleh ulama terkenal Pakistan, DR. Ihsan Ilahi Zhahir, dari berbagai sumber Ahmadiyah sendiri melalui kitabnya Al-Qadiyaniyah Diraasaat wa Tahliil, bahwa pada tanggal 15 April 1907, MGA menulis bahwa Surat Mubaahalah (saling sumpah dan siap untuk dilaknat) kepada Asy-Syeikh Abul Wafa Tsanaa-allah Al-Amrtasri rhm. Dalam Mubaahalah disebutkan bahwa Si Pendusta akan terkena kolera, dan mati hina dilaknat Allah SWT, sedang Si Jujur akan tetap hidup saat kematian Si Pendusta. Faktanya, selang13 bulan 11 hari, tepatnya pada tanggal 26 Mei 1908, MGA mati akibat kolera, bahkan sebagian sumber sejarah menyatakan bahwa MGA mati di WC saat buang-buang air tiada henti seharian. Sedang Si Jujur Syeikh Tsanaa-allah rhm tetap hidup sampai 40 tahun setelah kematian Si Pendusta MGA Al-Kadzdzaab. Alhamdulillah.

    Akhirnya, saya ingin menegaskan bahwa Islam sangat menghargai Kebebasan Beragama, tapi Islam tidak pernah mentolerir Penodaan Agama. Islam mengharamkan pemaksaan umat agama lain untuk masuk ke dalam agama Islam, bahkan mengharamkan segala bentuk penghinaan dan gangguan terhadap umat agama lain. Dalam pandangan Islam, bahwa agama lain seperti Kristen , Budha dan Hindu, memiliki agama dan konsep ajaran sendiri, sehingga mereka mesti dihargai dan dihormati, serta tidak boleh diganggu selama mereka tidak mengganggu Islam. Inilah Kebebasan Beragama. Sedang Ahmadiyah mengatasnamakan Islam tapi menyelewengkan ajaran Islam, sehingga mereka sudah menyerang, mengganggu dan merusak Islam. Itulah Penodaan Agama. Karenanya, mereka mesti dilawan dan dilenyapkan untuk menjaga kemurnian ajaran Islam.

  10. MOESLIM said

    Kesimpulan:
    Kita jangan mudah tertipu dengan penjelasan-penjelasan yang tampak indah, padahal, dunia Islam sejak dulu sudah tahu, apa dan bagaimana sebenarnya ajaran Ahmadiyah. Intinya, mereka mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, Isa al-Mau’ud, dan Imam Mahdi. Mereka juga tidak mau bermakmum kepada orang Islam dalam shalat, karena orang Islam tidak mengimani Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi.Jadi, antara Islam dan Ahmadiyah memang ada perbedaan dalam masalah keimanan. Oleh sebab itulah, berbagai fatwa lembaga-lembaga Islam internasional sudah lama menyatakan, bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Kita berharap para pejabat dan cendekiawan kita tidak mudah begitu saja menerima penjelasan Ahmadiyah, tanpa melakukan penelitian yang mendalam. Sebab, tanggung jawab mereka bukan saja di dunia, tetapi juga di akhirat. Kita hanya mengingatkan mereka, tanggung jawab kita masing-masing di hadapan Allah SWT.

  11. MOESLIM said

    Di masa Rasulullah SAW ada seseorang yang mengaku nabi, bernama Musailamah Al-Kaddzab. Gelar Al-Kaddzab berarti si Pendusta, karena dia memang berdusta dengan mengaku sebagai nabi. Selain mengaku nabi, Musailamah juga merasa mampu menandingi ayat Al-Qur’an dengan gubahannya sendiri Ad Difda’u atau Katak. Al Jahiz, sastrawan Arab dalam bukunya ‘Al Hayawan’ mengomentari gubahan nabi palsu ini dengan mengatakan: ”Alangkah kotornya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al-Qur’an itu yang turun kepadanya sebagai wahyu.”

    Ghulam Mirza Ahmad Bersama Para Pengikutnya, Dia Ditengah, Barisan ke 2 dari Kiri no 4,Laknatullah..
    Kini, seseorang kembali mengaku nabi. Namanya Mirza Ghulam Ahmad, lahir di Qodian (India) pada tanggal 15 Februari 1835 M dan meninggal tanggal 26 Mei 1908 M. Selain mengaku nabi dan rosul, Mirza juga mengaku sebagai Imam Mahdi, serta mengaku menerima wahyu, yang disebut dengan Tadzkirah. Dengan kitab ‘suci’ yang dibuatnya ini Mirza Ghulam Ahmad membai’at murid-muridnya dan mengembangkan sekte sesat dan menyesatkan dengan nama Ahmadiyyah. Saat ini Ahmadiyyah yang masuk di Indonesia sejak tahun 1935 telah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB dan lain-lain.

    Di masa lalu, para Sahahabat, seperti Abu Bakar Ash Shiddiq segera mengirimkan panglima terbaik dalam Islam, Khalid bin Walid sang pedang Allah untuk menghabisi sang nabi paslu, Musailamah Al Kadzzab. Sebelumnya telah dikirim, panglima Islam lainnya, Usamah bin Zaid yang teryata kewalahan menghadapi nabi palsu tersebut, Musailamah Al-Kadzab dan istrinya, Sajah. Barulah ketika tentara Islam pimpinan Khalid bin Walid ini menyerbu Musailamah Al-Kaddzab di Yamamah, maka sang nabi palsu Musailamah terbunuh bersama 10.000 orang murtad lainnya. Ath-Thabari, seorang sejarawan Islam menyebutkan bahwa belum pernah ada perang sedahsyat itu dalam memerangi kesesatan, terutama ajaran yang sesat dan menyesatkan.

    Tadzkirah Kitab “Suci” yang Menyesatkan

    “Apabila engkau (Mirza) berniat untuk mengerjakan pekerjaan yang besar, maka bertawakallah kepada Allah, dan jadikanlah perahu (jema’at di hadapan Kami menurut wahyu Kami). Orang-orang yang mengambil bai’at kepada engkau (yakni murid-murid engkau), mereka bai’at kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka”.
    (Kitab “Suci” Tadzkirah, hal 163)

    Dalam buku Ahmadiyyah & Pembajakan Al-Qur’an karya M.Amin Djamaluddin, disebutkan bahwa kitab “suci” Ahmadiyyah, Tadzkirah telah membajak ayat Al-Qur’an sebanyak 132 ayat. Dalam Tadzkirah sang nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad mencampur-adukkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan bahasa Arab, bahasa Urdu, dan bahasa Persia.
    Wahyu palsu yang diklaim Mirza Ghulam Ahmad diturunkan padanya sebenarnya adalah bajakan dari potongan beberapa ayat Al-Qur’an dari surat Ali Imran ayat 159, Surat Hud ayat 37 dan surat Al-Fath ayat 10 yang disambung menjadi satu ‘wahyu’. Dengan wahyu rekayasa inilah Mirza Ghulam Ahmad membentuk aliran sesat Ahmadiyyah dengan suatu keyakinan Jama’at Ahmadiyyah itu identik dengan perahu nabi Nuh a.s. Menurut Mirza, barang siapa yang tidak mau masuk dalam Jama’at Ahmadiyyah sama saja dengan orang yang tidak mau naik (masuk) dalam perahu nabi Nuh Nuh dan akan tenggelam semuanya yaitu akan masuk neraka.

    Ahmadiyyah juga menganggap kitab “suci” Tadzkirah sama sucinya dengan kitab suci Al-Qur’an, bahkan lebih besar. Jama’at ini juga mempunyai tempat suci tersendiri yaitu Qadian dan Rabwah. Mereka bahkan memiliki surga sendiri yang letaknya di Qadian dan Rabwah dan serifikat kavling surga tersebut dijual kepada jama’ahnya dengan harga yang sangat mahal. Parahnya lagi, wanita-wanita Ahmadiyyah haram menikah dengan laki-laki yang bukan Ahmadiyyah, tetapi lelaki Ahmadiyyah boleh kawin dengan perempuan yang bukan Ahmadiyyah. Selain itu, seorang pengikut Ahmadiyyah tidak boleh bermakmum dengan (di belakang) imam yang bukan Ahmadiyyah.

    Ahmadiyyah juga mempunyai tanggal, bulan, dan tahun sendiri, yang mereka beri nama dengan Hijri Syamsyi atau disingkat menjadi HS.
    Keanehan dan penyimpangan-penyimpangan ini barulah sebagian kecil dari pokok-pokok ajaran Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan.

    Bahkan Ahmadiyyah bisa disebut sebagai sebuah agama baru, dan bukan Islam. Hal ini karena Ahmadiyyah memiliki nabi tersendiri, yakni Mirza Ghulam Ahmad, kitab “suci” tersendiri yaitu Tadzkirah, dan ajaran-ajaran tersendiri yang menyimpang jauh dari ajaran Islam. Dr. Muhammad Iqbal, ilmuan Islam yang juga berasal dari India mengingatkan :
    “Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) adalah gerakan penentang Nabi Muhammad SAW, dan komplotan penentang Islam dan agama yang terpisah, dari agama Islam, bahwa Qadianisme adalah umat yang berdiri sendiri bukan bagian dari umat Islam”.
    “Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) akan menarik umat nabi Muhammad SAW dan mendirikan umat baru di India. Sesungguhnya Qadianisme lebih berbahaya bagi kehidupan masyarakat Islam Hindia dibangdingkan aliran Spenoza dengan filosof Yahudi yang memberontak dengan peraturan-peraturan Yahudi”.

    Ahmadiyyah : Rekayasa dan Konspirasi Musuh Islam
    Dalam salah satu kitabnya, Mirza Ghulam Ahmad menulis : “ Aku adalah Imamuzzaman pada abad sekarang dan Allah telah menghimpun tanda-tanda pada diriku”. Mirza mengaku dan menganggap dirinya Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu dan dijanjikan kedatangannya oleh umat Islam seluruh dunia.

    Jema’at Ahmadiyyah meyakini bahwa Allah SWT telah membangkitkan seorang utusan rohani umat manusia di seluruh dunia, yaitu Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Masih Mau’ud dan Imam Mahdi. Mirza Ghulam Ahmad sendiri menyatakan bahwa “Barang siapa yang tidak benar-benar yakin bahwa akan hadirnya Masih dan Mahdi yang dijanjikan, ia bukan dari Jama’atku, yakni jama’at Ahmadiyyah.
    Cerita dan klaim konyol seperti ini sudah sering terjadi sebelumnya yang teryata didalangi oleh musuh-musuh Islam.

    Musuh-musuh Islam memanfaatkan nubuwah (berita kenabian) diutusnya Imam Mahdi di akhir zaman dengan memanipulasi sosok Al Mahdi dan memunculkan tokoh-tokoh rekayasa untuk dipercaya sebagai Al Mahdi, termasuk Mirza Ghulam Ahmad.

    Keyakinan akan turunnya Imam Mahdi telah dimanipulasi oleh musuh-musuh Islam, salah satunya Inggris. Inggris yang pada waktu itu menjajah India, kesal dan putus asa terhadap sikap kaum muslimin yang anti pati dan nonkooperatif terhadap Inggris. Sikap umat Islam ini membuat mereka terpojok dibanding umat Hindu yang bersikap kooperatif. Dalam kondisi lemah dan tertindas inilah muncul gerakan Mahdiisme yang dipelopori Ahmadiyyah yang berorientasikan pada pembaharuan pemikiran. Mirza Ghulam Ahmad tampil sebagai sosok yang mengaku telah diangkat sebagai Al-Mahdi dan Al-Masih oleh Tuhan, merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk memajukan Islam dan umat muslim dengan memberi interpretasi baru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan tuntutan zamannya, sebagai yang diilhamkan Tuhan kepadanya.

    Dalam novel The Mahdi karya AJ Quinnel (1981) diceritakan konspirasi antara agen M-16 (Inggris) dengan agen CIA (Amerika) dalam merekayasa kehadiran sosok Al Mahdi, Abu Qadir, seorang sufi asal Saudi. Dalam sinopsis novel tersebut dikatakan : Sebuah cerita spionase spektakuler tentang dinas-dinas rahasia internasional yang merencanakan untuk menguasai kekuatan Islam yang sedang berkembang melalui sebuah mukjizat buatan, di depan mata jutaan umat Islam beriman di Kota Mekah. Menampilkan seorang Mahdi baru : Itulah sasaran yang ingin dicapai setiap agen dinas rahasia Barat. Seorang ‘nabi boneka’ merupakan sebuah kunci yang tak terbayangkan bagi kekuatan internasional. Menampilkan, sudah tentu seorang “nabi” yang tetap berfungsi sebagai boneka.

    Fenomena munculnya nabi-nabi palsu akhir zaman seperti Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Mosadeq, hingga Lia Aminuddin dengan klaim sebagai Al Masih, menerima wahyu dari Jibril a.s. sekaligus mengaku sebagai nabi yang mendapat wahyu menjadi realitas tak terbantahkan akan adanya konspirasi untuk menghancurkan Islam yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Pelbagai cerita “mukjizat” biasanya diumbar oleh para nabi palsu ini untuk meyakinkan para pengikutnya. Padahal, bisa jadi “mukjizat” palsu itu sengaja diciptakan oleh musuh-musuh Islam, baik yang nyata maupun tidak.

    Untuk membuktikan kemahdian Abu Qadir, agen Inggris M-16 membangun instalasi komunikasi rahasia dalam gua yang biasa digunakan sang sufi untuk meditasi. Lewat satelit, diproduksilah visualisasi ketika Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama, sehingga seolah dia pun menerima ‘wahyu’.

    Sementara itu, Mirza Ghulam Ahmad mengaku menemukan sebuah makam di Srinagar, Punjab, India. Menurutnya makam tersebut adalah makam Yus Asaf yang diyakini sebagai Isa Al-Masih, sesudah pengembaraannya yang panjang dari Palestina ke Kashmir, India. Sesudah penemuan makam tersebut, barulah dicari hadits-hadits mahdiyah (tentang Imam Mahdi) yang relevan sebagai dasar keyakinan Ahmadiyyah. Maka pada tahun 1890, Mirza Ghulam Ahmad pun mendakwahkan dirinya sebagai Imam Mahdi. Selaku Imam Mahdi ia mendapat wahyu dari Allah SWT, yang berbunyi : “Bangkitlah! Waktu yang ditetapkan untukmu telah tiba…”
    Dalam situs resmi Ahmadiyyah Indonesia, terdapat artikel tentang biografi Mirza Ghulam Ahmad yang ditulisnya sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau’ud (Al Masih yang ditunggu). Lewat situs ini Ahmadiyyah gencar berpropaganda, bahkan menyiarkan langsung ceramah khalifah mereka di London.

    Berikut kutipan dari situs Ahmadiyyah Indonesia tentang tanda-tanda kematian Mirza Ghulam Ahmad :
    Pada bulan Desember 1905, Hazrat Ahmad as. mendapat ilham yang menerangkan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, oleh karenanya beliau menulis sebuah buku yang berjudul Al-Wasiat, yang disebar luaskan kepada seluruh warga Jemaat Ahmadiyah. Di dalamnya beliau as. memberitahukan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, dan menasihatkan agar Jemaat tenteram serta berbesar hati.

    Demikian pula, berdasarkan ilham Ilahi, Hazrat Ahmad as. mengumumkan untuk membuat sebuah areal perkuburan khusus (Bahesyti Maqbarah), dan orang-orang yang akan dikebumikan disana harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Yakni mengurbankan paling sedikit 1/10 harta bendanya dan 1/10 dari penghasilannya setiap bulan untuk kepentingan Islam. Hazrat Ahmad as menjelaskan :
    “Allah Taala telah memberi kabar suka kepada saya, bahwa di perkuburan itu hanya orang-orang ahli surga saja lah yang akan dikuburkan.”

    Lihat, kesesatan Ahmadiyyah yang meyakini pimpinan mereka menerima wahyu (meski diubah kata-katanya menjadi ilham), dan meyakini dengan yakni bahwa pimpinan mereka akan masuk serga.
    Selain itu, kucuran dana Ahmadiyyah juga sangat besar. Untuk menggaji pegawainya saja Ahmadiyyah mengeluarkan sekitar 60 juta/bulan. Ahmadiyyah juga setiap bulannya membagikan brosur kepada masyarakat, membagikan buku-buku yang berisi ajaran Ahmadiyyah secara gratis kepada masyarakat. Semuanya itu dilakukan dari markas besar mereka di Parung Bogor, Jawa Barat di atas tanah seluas 15 ha.

    Harus Diapakan Ahmadiyyah ?
    Sejak kemunculannya, Ahmadiyyah telah ditentang oleh seluruh ulama. Namun, berkat bantuan Inggris yang menjajah India ketika itu, keberadaan Ahmadiyyah tetap langgeng bahkan semakin berkembang cepat. Ketika Pakistan melarang keberadaan Ahmadiyyah, khalifah atau pemimpin tertinggi mereka melarikan diri ke Inggris dan memindahkan markasnya pula ke sana.

    Pasca kematian Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1908 M, kepemimpinan Ahmadiyyah berpindah secara estafet kepada seseorang yang kemudian diyakini sebagai khalifah, dan mendapat gelar Hadhrat. Kepemimpinan pertama Ahmadiyyah selepas kematian Mirza adalah Hadhrat Hafiz H. Hakim Nuruddin selaku khalifah I hingga meninggal tahun 1914 M. Selanjutnya dipilih khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad yang memangku jabatan tersebut dari tahun 1914 hingga 1965. Kemudian, ia digantikan oleh khalifah III Hadhrat Hafiz Nasir Ahmad yang meninggal dunia tahun 1982. Selanjutnya kekhalifahan dijabat oleh khalifah IV Hadhrat Mirza Taher Ahmad hingga sekarang.

    Ironisnya, di bulan Juni-Juli 2000 M, Ahmadiyyah yang telah difatwakan sesat oleh MUI, dinyatakan sebagai aliran kafir di luar Islam oleh Liga Dunia Islam di Mekkah, justru disambut dengan upacara penting di negeri ini oleh Dawam Rahardjo, Gus Dur, dan Amien Rais. Ketika itu, khalifah ke IV Ahmadiyyah, Taher Ahmad yang bermarkas di London, Inggris berkunjung ke Indonesia. Tentu saja sambutan kepada penerus nabi paslu tersebut akan mengakibatkan kaburnya pandangan umat Islam akan kesesatan dan menyesatkannya Ahmadiyyah. Bisa jadi, Ahmadiyyah akan dianggap sebagai ajaran yang benar, yang perlu juga dibela dan dilindungi sebagaimana pandangan awam saat ini. Padahal sudah jelas sejelas matahari di siang hari bahwa Ahmadiyyah adalah sesat dan menyesatkan!

    Prof.KH. Ibrahim Hasan LML, Rektor IIQ Jakarta mewajibkan kaum muslimin untuk berjuang membubarkan Ahmadiyyah. Bahkan hampir seluruh ormas Islam ketika itu telah menandatangani kesepakatan agar Ahmadiyyah dibubarkan, karena telah menodai Al-Qur’an. Peristiwa itu terjadi pada bulan Juni 1995.

    Syuriah Nahdatul Ulama, melalui Rois (Ketua) dan pelaksana harian syuriyahnya, KH Ma’ruf Amin, memutuskan bahwa Ahmadiyyah yang ada di Indonesia menyimpang dari ajaran Islam. Maka sudah seharusnya aliran yang memutar-balikkan Al Qur’an tersebut dilarang. Ahmadiyyah, menurut keputusan Syuriyah memutar-balikkan ayat Al-Qur’an, bahkan mengakui adanya nabi baru setelah nabi Muhammad SAW. Mirza Ghulam Ahmad dianggap sebagai nabi. Itu jelas menyimpang dari ajaran Islam dan harus dilarang, uangkap KH Ma’ruf Amin menjawab harian Pelita, Agustus 1995.

    Sejak saat itu, kaum muslimin tiada henti menuntut pembubaran Ahamdiyyah di negeri ini. Lebih dari 10 tahun telah berlalu, umat Islam tidak henti dan tidak bosan menyuarakan kebenaran dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, menolak keberadaan Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Kaum muslimim yakin bahwa Ahmadiyyah adalah sebuah kemungkaran dan kemungkaran harus diingkari menurut kadar kemampuan. Karena jika kemungkaran seperti Ahmadiyyah tidak dihilangkan, maka akan menyebabkan negara dan umat akan binasa, sebagaimana hadits Rosul SAW :
    “Maka jika mereka membiarkan mereka berbuat menurut keinginan mereka, niscaya mereka akan binasa, dan jika mereka mencegahnya, maka mereka semua akan selamat”.

    Abdul Mun’im Halimah “Abu Bashir” dalam bukunya “Fatwa Mati Buat Penghujat” menyatakan, mencegah dan menjatuhkan sanksi hukuman terhadap pelaku kemungkaran tidaklah bertentangan ataupun berlawanan dengan keadaan Allah yang akan menghukumnya sendiri kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah :
    “Dan kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan kepada kalian adzab siksaan (yang besar) dari sisi-Nya, atau (adzab siksaan) dengan tangan-tangan kami.” (QS At Taubah : 52)
    Adapun siksaan yang ditimpakan Allah kepada mereka melalui tangan-tangan kita adalah sewaktu mereka menampakkan kepada kita kebatilan dan kekafiran mereka. Sedangkan siksaan yang datang dari sisi Allah adalah kelak nanti pada hari kiamat, hari di mana mereka dibawa menghadap Allah SWT. Lalu, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang amat pedih.

    Wallahu’alam bis showab!

  12. anom said

    Kekerasan bukanlah teman Rasulullah saw.

    pada zaman nabi saw., beliau tidak berperang sebelum ada perintah dari Allah swt. bahkan beliau saw. melarang umatnya untuk membalas semua kejahatan dan penganiayaan yang mereka alami.

    Ketika perintah perang beliau saw. dapatkan barulah beliau saw. menlaksanakan jihad fi sabilillah yang jauh dari hawa nafsu… bahkan baliau saw. memberikan banyak sekali amanat supaya berjihad sesuai dengan tuntunan Al-Quran Karim.

    APAKAH MEREKA YANG BERJIHAD PADA ZAMAN INI TELAH MENDAPATKAN MANDAT DARI ALLAH SWT. ATAU ADA PERINTAH DARI RASULULLAH SAW. BAHWA MEREKA BOLEH BERPERANG-JIHAD- ???

    ATAS NAMA SIAPAKAH MEREKA BERJIHAD??? APAKAH PIMPINAN MEREKA BERHAK MENGELUARKAN FATWA UNTUK BERJIHAD???

    Bukankah Rasulullah saw. sudah berpesan bahwa jihad di masa akhir zaman tidak menggunakan pedang….

    Yakinlah ajaran Islam bukanlah ajaran Radikal, ajaran Islam paling mulia diantara ajaran yang lain…
    Buktikan ajaran tersebut dengan akhlak yang indah,,,bukan dengan mengebom tempat Ibadah, apapun itu alasannya..!!!

  13. MOESLIM said

    Surat untuk Adnan Buyung Nasution

    Dari: H Pangadilan Daulay MA MSc Dosen Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta Mantan Wartawan Editor di Asia Selatan Alumnus Quaidi Azam University Islamabad Ketua Jamiah Al-Washliyah DKI Jakarta Hal yang sangat mengenaskan adalah ketika seseorang merasa benar pada saat ia berbuat salah. Saya merasa prihatin dengan Abang yang selama ini menjadi kebanggaan saya karena di belakang nama Abang ada Nasution. Di samping prihatin juga kasihan karena dalam usia yang tidak tahu kapan akan berakhir, demikian ngotot membela yang salah. Kalau Abang membela koruptor, maka Abang berhadapan dengan masyarakat, tetapi ketika Abang membela aliran sesaat maka tidak hanya berhadapan dengan masyarakat tetapi juga dengan Allah SWT.

    Abang dengan semangat membela aliran sesat Ahmadiyah yang dikatakan bertentangan dengan UUD yang menjamin kebebasan beragama. Di sini masalahnya bukan kebebasan beragama, tetapi pengacak-acakan agama. Kalau aliran Qadiani membuat agama baru lalu diakui oleh negara, silakan.

    Kemudian Abang mengatakan bahwa pelarangan terhadap aliran sesat Ahmadiyah, preseden buruk terhadap demokrasi di Indonesia. Demokrasi hanya menjamin kebebasan seseorang dalam batas-batas tertentu. Karena seseorang tidak bebas mencuri, tidak bebas memperkosa, tidak bebas merusak dan juga tidak bebas mengacak-acak agama orang lain.

    Saya bertanya kepada Abang, bagaimana pendapat Abang kalau ada orang masuk ke rumah Abang lalu ia mengacak-acak rumah, apakah itu bagian dari demokrasi? Dan orang lain membela bahwa hak dia mengacak-acak rumah Abang.

    Untuk Abang ketahui bahwa aliran ini muncul setelah terjadi perang umat Islam melawan penjajah Inggris di India pada tahun 1857 yang dikenal dengan ”The Mutiny of Freedom”. Penjajah Inggris kewalahan menghadapi perlawanan umat Islam. Setelah mengkaji kekuatan umat Islam ini maka penjajah menyimpulkan bahwa kekuatan mereka terdapat dalam tiga hal: Alquran, sosok Nabi Muhammad SAW, dan jihad. Lalu dibuat skenario untuk melemahkan kekuatan umat Islam dengan menampilkan seorang orator, ahli debat seorang ustadz lokal, dialah Mirza Ghulam Ahmad. Karena hidupnya susah maka dengan mudah ia digiring untuk motor perusakan Islam.

    Ada empat tujuan pokok pembentukan aliran ini:
    1.Penodaan terhadap Alquran
    2.Penistaan terhadap kerasulan Muhammad SAW
    3.Pengaburan pemahaman jihad
    4.Merusak ukhuwah Islamiyah

    Dalam Tablighi Risalah Vol VII, Faruq Press Qadian, Agustus 1922, Mirza Ghulam Ahmad menyampaikan, ”Seluruh hidup saya dari sejak kecil sampai hari ini ketika berusia 60 tahun, saya telah menyerahkan diri saya dalam tugas-tugas untuk menyebarkan dalam pikiran umat Islam bibit-bibit kepatuhan, prasangka baik, dan simpati terhadap penjajah Inggris dan berusaha menyapu habis pemikiran jahat seperti jihad dan lain-lain dalam pikiran bodoh di antara mereka”

    Dalam buku Qadiani terbitan Departemen Penerangan Pakistan ditulis: ”Dalam kondisi yang sangat penting ini, gerakan sesat Qadiani dimunculkan di sudut terpencil kota Punjab di bawah perlindungan penuh penjajah, tuan besarnya. Penyelidikan terakhir membuktikan bahwa gerakan sesat ini berada di bawah pengawasan penjajah yang skenarionya telah dipersiapkan dan para dalang dari rencana busuk ini cukup tepat setelah menemukan Mirza Ghulam AHmad Qadiani, seorang yang jiwanya tidak stabil yang dinobatkan sebagai ‘nabi palsu’ yang diberi tugas untuk merusak integritas keagamaan dan ukhuwah Islamiyah.”

    Penodaan terhadap ajaran Islam mencakup berbagai aspek dari ajaran pokok Islam :
    1.Alquran. Dalam buku Haqiqatul Wahy, hlm 391, Mirza Ghulam Ahmad berkata: Firman Tuhan yang diturunkan kepadaku demikian banyak sehingga bila dikumpulkan maka tak kurang dari 20 juz.

    2.Kenabian. Dalam Maktobat -i-Ahmadiyah vol V hlm 112, Mirza Ghulam Ahmad berkata: ”Dialah tuhan yang mahabenar yang telah mempercayakan nabinya di Qadian.”

    3.Tanah Suci. Dalam Haqiqatur Roya hlm 46: Qadian adalah ibu dari seluruh kota. Siapa saja yang menjauhkan dirinya dari kota ini akan terpotong dan tercabik-cabik. Buah-buahan Makkah dan Madinah sudah dipetik dan habis dimakan, sedang buah-buahan Qadiani tetap ada dan segar.

    4.Ibadah Haji. Dalam Paigham-i-Sulh, terbit 19 April 1933: Tidak dikatakan Islam sebelum percaya kepada Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, seperti juga tidak dikatakan haji sebelum menghadiri pertemuan tahunan Qadiani karena untuk sekarang ini tujuan haji bukan lagi di Makkah.

    Kerusuhan Gujarat thn 2002 lalu telah menewaskan 2.000 muslim, Konflik antara Masyarakat Hindu (mayoritas) vs Islam adalah warisan sistim pecah belah “bambu” sejak Kolonialisme Inggris di India

    Masih banyak hal-hal pokok dalam ajaran Islam yang dikacau-balaukan. Karena itu Rabithah Alam Islami menyatakan aliran ini adalah kafir dan keluar dari Islam. Pemikir Musim Pakistan, Dr Muhammad Iqbal, menyebut mereka
    ”Traitors of Islam/Pengkhianat terhadap Islam.”

    Pada 1953, pecah gerakan anti-Ahmadiyah besar-besaran di Punjab sehingga pemerintah memberlakukan hukum darurat. Dan pada 1974 Majdlis Nasional Pakistan melahirkan Undang-Undang dan Pasal 260 ayat 3 menyatakan aliran Qadiani adalah di luar Islam.

    Majelis Nasional juga mengesahkan Undang-Undang Hukum Pidana terhadap aliran sesat Qadiani. Pada ayat 298 C disebutkan: Barangsiapa dari golongan Qadiani atau Lahore (yang menyebut mereka Ahmadiyah atau nama lain) yang secara langsung atau tidak langsung mengaku sebagai Muslim atau menyebut atau menyatakan kepercayaannya sebagai Islam atau menyebarkan atau mempropagandakan kepercayaannya atau meminta orang lain untuk menerima kepercayaannya baik melalui kata-kata atau pembicaraan atau tulisan atau melalui gambaran yang dapat dilihat atau melalui apa pun yang menyakitkan perasaan keagamaan umat Islam dihukum penjara atau dengan hukuman lain yang dapat diperpanjang sampai tiga tahun dan dikenakan denda.

    Dalam keterangan ini, apakah Abang masih membela kesesatan? Sekali lagi bahwa ini bukan hak kebebasan beragam, tetapi perusakan terhadap ajaran Islam, di mana setiap Muslim termasuk Abang wajib menjaganya. Pelarangan narkoba bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari kerusakan. Sedang pelarangan aliran sesat Ahmadiyah untuk menyelamatkan masyarakat dari kesesatan.

    Semoga Abang diberi hidayah oleh Allah SWT. Amin.

  14. MOESLIM said

    Hal yang menyedihkan dari umat Islam adalah mereka mempelajari sejarah, tetapi tidak belajar dari sejarah.

    Mirza Ghulam Ahmad : ‘Nabi’ Pelayan Imperialis
    Dr Muhammad Iqbal , salah seorang pendiri negara Pakistan, mengecam aliran Qadiani (Ahmadiah) dan menyatakan mereka sebagai Penghianat terhadap Islam. Dr Muhammad Iqbal pernah mengusulkan penyelsaian aliran Qadiani dengan menetapkan mereka sebagai non-Muslim. Hal ini sesuai dengan kepercayaan mereka bahwa umat Islam adalah kafir. Seperti pernyataan Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad yang dimuat dalam ”Aina-e-Sadaqat” halaman 35: ”Semua umat Islam yang tidak mengikuti Al Masih Al-Mauud (Mirza Ghulam Ahmad) adalah kafir dan keluar dari Islam, meskipun mereka tidak mendengar seruan ini.” Hal senada juga sering disampaikan oleh Mirza Ghulam Ahmad.

    Dengan menempatkan mereka di luar Islam sesuai dengan keyakinan mereka, menurut Dr Muhammad Iqbal, maka umat Islam akan memberikan toleransi kepada mereka seperti pada agama-agama lainnya. Usulan Muhammad Iqbal ini menjadi kesepakatan umat Islam India. Namun usulan ini ditentang oleh penguasa Inggris. Karena bila diterima akan memukul balik penjajah Inggris sendiri, karena tujuan pendirian aliran Ahmadiah adalah untuk mengacak-acak sendi-sendi Islam dan Ukhuwwah Islamiyah.

    Dalam buku ”Qadianiat” halaman 25 disebutkan: ”Tujuan utama penjajah adalah untuk memecah belah umat Islam. Sejak mereka gagal dengan berbagai cara, kemudian mereka menggunakan cara berbelok melalui mesin Qadiani.”

    Bentrokan yang terjadi di Monas pada 1 Juni 2008 (ini tidak berhubungan dengan hari lahirnya Pancasila) antara Umat Islam, di mana Front Pembela Islam di satu pihak dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang di dalamnya ada orang-orang NU di lain pihak, sangat disayangkan. Bentrokan antara dua kelompok ini dimenangkan oleh Ahmadiah.

    Perlu diketahui bahwa masalah Ahmadiah bukan masalah kebebasan beragama dan berkeyakinan, tetapi perusakan terhadap ajaran pokok Islam. Dalam buku ”Tauhid-i-Maram”, Mirza Ghulam Ahmad menggambarkan Allah seperti hewan laut, bahwa Allah memiliki sungut yang menyebar ke segala arah yang melampaui alam semesta. Ini pelecehan terhadap Allah dan Alquran surat Asy-syuraa 11. Dalam kitab suci mereka ”Tazkirah”, ratusan ayat-ayat Alquran diacak-acak.

    Pada halaman 33, diacak-acak surat Al Baqarah 23, denga mengganti kata ”bi-suratin” dengan kata ”bi-syifain”. Pada halaman 36, mengacak-acak surat Al-Hijr 53, dengan mengganti kata ”aliim” menjadi ”Hasiin”. Halaman 43, surat Al-Anfal 17 diaduk-aduk dengan ucapan Mirza Ghulam Ahmad. Pada halaman 94, dengan memenggal ayat 12 surat Al-Baqarah, disambung dengan memenggal ayat 62 surat Asy-Syura, lalu disambung dengan mengacak-acak ayat 118 surat Al-Mukminun, kemudian memenggal ayat 10 surat Al-Qamar, lalu masuk ayat Injil. Sekali lagi, ini bukan kebebasan beragama tetapi perusakan agama. Dan setiap Muslim berkewajiban membelanya.

    Ketika Pakistan merdeka tahun 1947, adalah Dr Muhammad Iqbal yang mengusulkan agar pengikut Ahmadiah diberi tempat di Pakistan dengan harapan mereka bisa sadar dan kembali kepada ajaran Islam yang benar. Pengikut Qadiani kemudian memindahkan markas mereka ke Robwah di Propinsi Punjab.

    Kebaikan yang diberikan kepada mereka malah dijadikan sebagai alat penyesatan umat, dan mengarah kepada perbuatan makar. Pidato pimpinan Ahmadiah di Quetta, Baluchistan, salah satu negara bagian terbesar di Pakistan pada 13 Juli 1948 yang merencanakan pendirian negara bagian Ahmadiah memperkeruh situasi.

    Puncaknya meledak pada tahun 1953, ketika muncul perlawanan besar-besaran umat Islam melalui gerakan anti-Ahmadiah dalam bentuk kekerasan, sehingga pemerintah memberlakukan Hukum Darurat. Pemerintah Pakistan berusaha mempersempit ruang gerak mereka agar tercipta kedamaian dalam masyarakat, tetapi demikian besarnya desakan masyarakat akhirnya Majlis Nasional Pakistan menetapkan Pasal 260 UUD yang mengatakan Ahmadiah di luar Islam dan melarang kegiatan mereka.

    Pada tahun 1974, Rabithah Alam Islami dalam putusannya mengatakan aliran Ahmadiah adalah kafir dan keluar dari Islam. Tahun 1975, disusul Malaysia dan Brunei melarang aliran ini. Hal yang sama dilakukan oleh Arab Saudi, Turki, Mesir, Afghanistan dan negara-negara Muslim lainnya. Sikap ini diambil sebelum wabah ini mengganas dan menjadi bom waktu. Dan bila pemerintah Indonesia tidak tegas, maka hanya memperpanjang persoalan bangsa. Bangsa ini sudah lelah berputar-putar dalam krisis ekonomi, politik dan aliran sesat sehingga kebangkitan bangsa yang dicita-citakan yang melibatkan semua unsur bisa-bisa Baru Bisa Mimpi. (RioL)

    H Pangadilan Daulay MA MSc
    Dosen Institut PTIQ Jakarta
    Jl. H Ahyar No.16 Duren Sawit, Jakarta Timur.

  15. MOESLIM said

    Kematian Mirza Ghulam Ahmad

    Menyaksikan sepak terjangnya yang kian menjadi, maka para ulama saat itu berusaha menasehati Mirza Ghulam Ahmad, agar ia bertaubat dan berhenti menyebarkan dakwahnya yang sesat. Nasihat para ulama ternyata tidak membuahkan hasil. Dia tetap bersikukuh tidak memperdulikan. Akhirnya, para ulama sepakat mengeluarkan fatwa tentang kekufurannya. Di antara para ulama yang sangat kuat menentang dakwah Mirza Ghulam Ahmad, adalah Syaikh Tsanaullah.

    Mirza Ghulam Ahmad sangat terusik dengan usaha para ulama yang mengingatkannya. Akhirnya dia mengirimkan surat kepada Syaikh Tsanaullah. Dia meminta agar suratnya ini dimuat dan disebarkan di majalah milik Syaikh Tsanaullah.

    Di antara isi suratnya tersebut, Mirza Ghulam Ahmad tidak menerima gelar pendusta, dajjal yang diarahkan kepadanya dari para ulama masa itu. Mirza Ghulam Ahmad menganggap dirinya, tetap sebagai seorang nabi, dan ia menyatakan bahwa para ulama itulah yang pendusta dan penghambat dakwahnya. Sang nabi palsu ini menutup suratnya dengan do’a sebagai berikut:

    “Wahai Allah Azza wa Jalla Yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan di hati. Jika aku seorang pendusta, pelaku kerusakan dalam pandangan-Mu, suka membuat kedustaan atas nama-Mu pada waktu siang dan malam hari, maka binasakanlah aku saat Ustadz Tsanaullah masih hidup, dan berilah kegembiraan kepada para pengikutnya dengan sebab kematianku. “Wahai Allah! Dan jika saya benar, sedangkan Tsanaullah berada di atas kebathilan, pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka binasakanlah dia dengan penyakit ganas, seperti tha’un, kolera atau penyakit lainnya, saat aku masih hidup. Amin.”

    Begitulah bunyi do’a Mirza Ghulam Ahmad. Sebuah do’a mubahallah. Dan benarlah, do’a yang ia tulis dalam suratnya tersebut dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla. Yakni 13 bulan lebih sepuluh hari sejak do’anya itu, yaitu pada tanggal 26 bulan Mei 1908M, Mirza Ghulam Ahmad ini dibinasakan oleh Allah Azza wa Jalla dengan penyakit kolera, yang dia harapkan menimpa Syaikh Tsanaullah.

    Di akhir hayatnya, saat meregang nyawa, dia sempat mengatakan kepada mertuanya: “Aku terkena penyakit kolera.” Dan setelah itu, omongannya tidak jelas lagi sampai akhirnya meninggal. Sementara itu, Syaikh Tsanaullah masih hidup sekitar empat puluh tahun setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad.

    Meski kematian telah menjemput Mirza Ghulam Ahmad, tetapi bukan berarti ajarannya juga ikut mati. Ternyata kian tersebar di tengah masyarakat. Karenanya, sebagai seorang muslim, hendaklah lebih berhati-hati, agar tidak terjerat dengan berbagai ajaran sesat.

    Ya, Allah. Perlihatkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai sebuah kebenaran, dan berilah kami kekuatan untuk melakukannya. Ya, Allah. Perlihatkanlah kepada kami kebatilan sebagai sebuah kebatilan, dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

  16. aisya said

    @Moeslim..Saya tdk cukup byk hafalan untuk mengklarifikasi tulisan Anda..tapi jika Anda blm pernah membaca BUKU PUTIH yg diterbitkan pihak Ahmadiyah..mgkn sebaiknya Anda perlu membacanya dgn hati jernih tanpa suudzon..InsyaALLAH Anda akan mendapat jawaban2 yg adil dan benar ttg hal2 yg biasa para Penentang Ahmadiyah tuliskan ttg kesesatan Ahmadiyah..akan tetapi kalau memang Anda sdh membaca BUKU PUTIH tsb namun Anda masih blm berubah pandangan ttg Ahmadiyah..maka..sy juga tdk bisa berkata apa2..selain..BAGI ANDA PRINSIP ANDA dan BAGI SAYA PRINSIP SAYA ..tdk ada yg bisa merubah selain kuasa ALLAH Sang Pemberi Kehidupan.. Sy tdk merasa menodai kemuliaan Islam dan keagungan Nabi Muhammad SAW dgn keyakinan saya dan faktanya di dunia saat ini melalui da.wah Ahmadiyah.. Islam yg penuh damai dan keteduhan makin berkembang di negara2 yg menghargai perbedaan prinsip dan keyakinan dan setiap thnnya berjuta2 manusia di belahan bumi ini memeluk Islam berkat da’wah damai Ahmadiyah dan sy yakin merekapun tdk merasa menodai Kemurnian Ajaran Islam dgn keyakinan mereka saat ini.

  17. reza said

    Beberapa kelompok Muslim menentang Komunitas Muslim Ahmadiyah, tetapi banyak juga orang yang berpikiran terbuka mengamati gerakan ini, dalam hal moralitasnya dan pelayanan terhadap kemanusiaan dan memuji Komunitas Jamaah Ahmadiyah dan misinya yang ditujukan untuk kepentingan umat manusia, sebagaimana moto perdamaian dari gerakan ini: “Love For All Hatred For None” Jamaah Islam Ahmadiyah sangat percaya bahwa cinta dan kasih sayang adalah unsur penting bagi terciptanya perdamaian diantara masyarakat multi-etnis, dan multi agama. Dalam skala internasional, komunitas ini telah berdiri di 190 negara dan mengklaim memiliki sekitar 220 juta pengikut

    Pada tahun 1889 di sebuah kota kecil dan berdebu, di Punjab India, sekitar 90 mil dari Lahore, Mirza Ghulam Ahmad, menerima perjanjian setia (baiat) dari pengikut pertamanya. Acara pengambilan baiat berlangsung di Ludhiana (Punjab) pada 23 Maret 1889, sebagaimana diperintahkan oleh Allah. Dengan mengambil Bai’at atau sumpah kesetiaan, Mirza Ghulam Ahmad meletakkan dasar Jamaah Ahmadiyah ini. Untuk menandai peristiwa ini, Ahmadi Muslim di seluruh dunia merayakan 23 Maret sebagai “Hari Mesias yang Dijanjikan” (Hari Masih Mau’ud). Itu adalah sebuah peristiwa yang ditakdirkan untuk mengubah arah sejarah.

    Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (1835 – 1908) di bawah perintah Tuhan, menyatakan bahwa dia adalah Al Masih yang dan Mahdi yang dijanjikan dan bahwa kedatangannya itu adalah untuk memenuhi berbagai nubuatan dari agama-agama besar tentang kedatangan Pembaharu Yang Dijanjikan (Promised Reformer) di akhir zaman. Setelah kewafatannya pada tahun 1908, Jamaah ini telah diberkati oleh institusi Khilafat (kekhalifahan). Khalifah sejauh ini adalah Hazrat Maulvi Hakim Nuruddin (1908 – 1914), Hazrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (1914 – 1965), Hazrat Mirza Nasir Ahmad (1965 – 1982) dan Hazrat Mirza Tahir Ahmad (1982 – 2003) dan Jamaah Ahmadiyah sekarang dipimpin oleh Khalifah kelima, Hazrat Mirza Masror Ahmad sejak tahun 2003.

    Beberapa kelompok Muslim menentang Komunitas Muslim Ahmadiyah, tetapi banyak juga orang yang berpikiran terbuka mengamati gerakan ini, dalam hal moralitasnya dan pelayanan terhadap kemanusiaan dan memuji Komunitas Jamaah Ahmadiyah dan misinya yang ditujukan untuk kepentingan umat manusia, sebagaimana moto perdamaian dari gerakan ini: “Love For All Hatred For None Jamaah Islam Ahmadiyah sangat percaya bahwa cinta dan kasih sayang adalah unsurepenting bagi terciptanya perdamaian diantara masyarakat multi-etnis, dan multi agama. Dalam skala internasional, komunitas ini telah berdiri di 190 negara dan mengklaim memiliki sekitar 220 juta pengikut.

    Seperti biasa banyak teman dan simpatisan dari berbagai agama dan lapisan masyarakat menghadiri Konvensi Tahunan (Jalsah Salanah) yang diselenggarakan di berbagai belahan dunia untuk memahami dan melihat praktik pelaksanaan ajaran Islam yang sebenarnya. Mereka mencakup kalangan Akademisi, Guru Sekolah, Siswa, Penasehat Lokal, Walikota dan Anggota Parlemen dll. Ada umat Buddha, Sikh, Hindu, Kristen, Katolik, Protestan dan Atheis sekalipun yang tidak percaya agama sama sekali. Beberapa pesan dan ceramah yang disampaikan dalam kesempatan Jalsah Salanah (Pertemuan Tahunan) yang diselenggarakan di Inggris pada tahun 2005 telah dimuat di sini untuk kepentingan pembaca.

    Dalam pesan yang disampaikan pada Jalasah Salanah Ahmadiyah yang diselenggarakan di Inggris pada 2005, mantan Presiden Chandrika Bandaranaike Kumarathunga berkata: “Islam adalah agama yang mengakui cinta dan persaudaraan diantara berbagai lapisan masyarakat dalam rangka untuk membangun perdamaian dan keharmonisan. Oleh karena itu, sangatlah melegakan hati mengetahui bahwa Jamaah Islam Ahmadiyah di Inggris sedang berupaya untuk mencapai tujuan ini ”

    Presiden Republik Ghana, dalam sambutannya di kesempatan yang sama mengatakan: “Pertemuan anda sedang diadakan pada saat moto Anda: ‘Love For All Hatred For None’ merupakan hal yang sangat penting bagi seluruh dunia mengingat kekerasan dan konflik yang kini tersebar di seluruh dunia. ”

    Komunitas Ahmadiyah telah didirikan untuk jemaatnya, di seluruh dunia, sebuah reputasi hidup berdampingan secara damai di lebih dari seratus delapan puluh negara di mana para anggotanya dapat ditemukan. Berbagai proyek-proyek sosial yang bertujuan membantu mereka yang menunjukkan perhatian Ahmadiyah terhadap kemanusiaan tanpa memandang agama. Hal ini sangat sesuai dengan motto: Love for all. Hatred for none’. Pada saat ini dalam hubungan internasional, ketika banyak pertanyaan yang muncul mengenai doktrin-doktrin Islam, yang ditafsirkan oleh sebagian orang telah menciptakan kekerasan dan mendukung terorisme, menjadi sangat penting bahwa semangat toleransi, niat baik dan persaudaraan sejati, seperti yang ditunjukkan oleh Ahmadiyah Muslim Community , mendapatkan tempat terhormat dalam konteks internasional, kata Presiden Republik Trinidad George Maxwell Richards, dalam pesannya di Konvensi tersebut.

    Hon. Stephen Hammond MP untuk Wimbledon, dalam pidatonya di konvensi mengatakan, pesan dari Komunitas Ahmadiyah adalah kesetiaan kepada bangsa dan negara, penolakan terhadap jihad secara fisik, bahwa terorisme dan aksi-aksi kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap siapa pun harus ditolak dan bahwa komunitas Anda mengikuti ajaran-ajaran Al-Quran yang menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama dan dituangkan oleh komunitas anda dalam slogan “Love for all. Hatred for none’. Pesan Anda terlihat jelas dan visioner dan merupakan salah satu hal yang kita semua bisa tegakan dan setuju. Anda adalah komunitas yang telah melakukan amal yang luar biasa di seluruh dunia.

    Hon. Rise Lars MP, anggota Parlemen Norwegia dalam sambutannya kepada Konvensi berkata, Saya senang karena komunitas anda tidak percaya pada Jihad menggunakan pedang, senjata dan bom. Anda percaya bahwa jihad adalah khotbah damai dan perjuangan internal untuk pemurnian hati. Saya sepenuhnya menghargai layanan Anda dalam bidang kemanusiaan.

    Prof Elizabeth Howlett, seorang anggota Majelis London, dalam sambutannya di konvensi mengatakan, Saya memiliki kekaguman dan rasa hormat terhadap apa yang telah dilakukan oleh Komunitas Muslim Ahmadiyah di seluruh dunia-bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan memberikan contoh cara hidup. Contoh ahlak yang terpuji keimanan yang sangat kuat kepada Allah Maha Kuasa dan contoh dari perdamaian dan toleransi.

    Tariq Chaudhry, anggota komunitas bangsa Pakistan yang terpandang di Inggris, dalam sambutannya mengatakan, saya berbicara hari ini sebagai saudara dan seorang Muslim. Biar saya katakan bahwa walaupun saya tidak menganut ajaran Islam Ahmadiyah tetapi saya belum pernah membiarkan perbedaan pendapat seperti itu mengubah pandangan saya tentang Muslim yang baik ini. Mereka adalah orang-orang beriman dan orang-orang yang memiliki visi.

    “Kemanusiaan adalah yang Utama” (Sebuah organisasi amal dari Komunitas Ahmadiyah) sesuai dengan tema Jemaat Ahmadiyah dan upaya mereka dalam melakukan amal, cukup menjadi bukti prestasi mereka. Saudara-saudara yang terlibat dalam badan amal ini tidak hanya bisa berbicara, namun mereka memberikan contoh dari apa yang mereka katakan. Pada hari-hari seperti hari ini, ketika kita semua bersama-sama dan bersatu, kita benar-benar merasakan sisi kebaikan manusia. Saya bangga dikaitkan dengan cara berpikir positif dan konsep proaktif. Anda, saudara-saudaraku, Anda membuat saya bangga menjadi seorang Muslim. Anda menetapkan tolok ukur dan standar baru dalam hal kemanusiaan dan integritas dalam diri kita dan masyarakat pada umumnya.

    Motto Anda adalah ” Love for all; Hatred for none ” adalah sangat sederhana dan murni. Bagaimana kita bisa salah jalan sebagai muslim, jika kita mengikuti ideologi yang begitu sederhana tersebut? Beberapa dari kalian telah aku kenal dan walaupun beberapa yang lain belum aku kenal, namun sangat menyenangkan bertemu anda semua, tapi biar saya katakan bahwa yang saya tahu, keberadaan saya di sini sekarang ini adalah sebagai pernyataan tentang pendapat saya bahwa Anda telah menjadi contoh tentang apa artinya menjadi seorang Muslim dalam era modern ini. Bagi saya siapa pun yang mengatakan “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya” adalah muslim seperti saya sendiri atau muslim lainnya dalam hal ini. Akhirnya aku percaya bahwa tidak ada manusia yang boleh memutuskan siapa yang Muslim dan siapa yang bukan. Sebab, kebenaran yang ada jauh di dalam hati kita hanya dapat dilihat oleh pandangan Allah saja. ”

    Dr Prem Sharma, Pendiri pelindung Conservative Parliamentary Friends India dan seorang aktivis Hak Asasi Manusia, dalam pidatonya di Konvensi, mengatakan, Komunitas Ahmadiyah khususnya selalu menyerukan perdamaian dan harmoni di antara semua orang. Ajaran Ahmadiyah, mengenai persaudaraan, perdamaian dan toleransi yang merupakan pilar inti gerakan ini, memberikan jalan yang jelas dan bercahaya bagi kita semua untuk diikuti, apa pun keyakinan atau warna kita. (Damayanti Natalia/ Asian Tribune)

  18. aisya said

    @Reza..jzkmh tuk tambahan infonya. @Moeslim..mudah2an Anda sudi tuk membaca sedikit apa ya akhi Reza uraikan.

  19. @MOESLIM

    Terima kasih atas info Anda ttg kesesatan agama ahmadiyah. Info smcm ini pasti sangat bermanfaat untuk meluruskan aqidah Islam. Umat Islam menunggu info2 pencerahan selanjutnya tentang agama sesat ahmadiyah. Semoga amal dakwah Anda dlm meluruskan aqidah Islam mendapat balasan keridhoan Allah SWT dan Sorga yang dijanjikan-Nya, amin.

  20. Raden said

    Kamu aisya cewek kampungan.

    _______________

    RADEN IMITASI

  21. Raden said

    Dengar ya aisya, belajar dulu sejarah Ahmadiyah dan Islam yang benar.

    ________________

    RADEN IMITASI

  22. aisya said

    Kebenaran suatu keyakinan akan diakui dunia.. memang perlu waktu yg panjang….seperti kebenaran yg mustahil yang dicetuskan sang Galileo ttg Bumi Kita Bulat..bahkan diakui dunia setelah beratus2 tahun sang pencetus pernyataan itu meninggal dunia. Semua agama2 besar dunia tak terkecuali Islam mengalami masa2 perjuangan panjang dan mengalami penentangan hebat sebelum diakui dunia akan kebenarannya. Saya yakin..demikian pun Ahmadiyah saat ini kebenarannya belum diakui dunia (khususnya dunia islam mainstream) akan tetapi pada saatnya nanti InsyaALLAH Dunia akan mengakui bahwa keberadaan Khilafah Ahmadiyah adalah suatu kebenaran seperti kebenaran pendapat sang Galileo bahwa BUMI YANG SAAT INI KITA HUNI ADALAH BULAT.

  23. Raden said

    Saya lahir sebagai raden dan diberi nama raden. Tapi kemudian pernyataan saya ini di hapus oleh Admin. Pada semua komentar, saya di sebut raden imitasi. Ini bukti bahwa yang menyebut raden imitasi ternyata memang pengecut.

    Nb : RADEN ASLI.

  24. pengamat said

    pertanyaannya boleh ada nabi lagi gak setelah mirza qulam,yg bukan dari keturunan mirza misal,liya eden ngaku pengganti mirza, mau gak pengikut ahmadiyah ikuti lia eden dgn semua ajarannya tolong di jawab untuk pengikut ahmadiyah,dan ingat bukan berarti pengakuan orang2 kufar tentang kebenaran ajaran ahmadiyah berarti ahmadiyah benar,dan kalau satu ajaran dilihat hanya dgn kesantunan ajaran budha jaaauuuhhh lebih santun dari ahmadiyah,lalu apakah budha lebih benar dari ahmadiyah ada satu ajaran ahmadiyah ditulis oleh mirza dikitab tadzkirohnya yg mengatakan selain pengikut ahmadiyah mereka babi dan boleh dibunuh dgn cara kejam dan perlu diingat kemerdekaan indonesia didapat dari ajaran jihad yg haqiqi,tapi kalau dahulu mayoritas orang2 indonesia pengikut ahmadiyah niscaya sampai sekarang anak2 bangsa kita masi jadi budak penjajah.

  25. GAKNGARUH said

    NABI MUHAMMAD SAW ADALAH NABI AKHIR JAMAN.
    JIKA ADA YANG MENGAKUI NABI SETELAHNYA ADALAH SESAT !
    TIDAK BISA DITAWAR LAGI.

  26. Dawkintz said

    @ Gakngaruh

    Kalau semua agama mengklaim seperti anda, apa jadinya dunia ini. Hihihi… 😆

    “Lebih baik sesat tetapi hidupnya penuh kedamaian dan kebahagiaan daripada tidak sesat tetapi menimbulkan kekacauan dimana-mana”. 🙂

  27. Kl ada yg punya fotonya sang Nabi Palsu Mirza Golam Ahamed gue mau donk. Gimana sich tampangnya? Tolong diposting disini yach. Trims.

  28. Foto MGA said

    MIRZA GHULAM AHMAD [NABI PALSU]

  29. @Foto MGA

    Ooooh…. Jadi ini tampang sang Nabi Palsu itu?
    Ich.. mukanya serem juga yach.
    Subhanallah,… bersih atau kotornya jiwa dan hati seseorang pasti akan terpancar pada Aura wajahnya.
    Anyway makasih banyak yach… atas posting picnya.

  30. Terus terang aja tampang kayak gini mah banyak di kolong jembatan, apalagi profesinya mirip-mirip nabi palsu : tukang obat palsu, dukun palsu, tukang cap palsu, tukang kunci palsu, cewek palsu dll.

    Jadi gak aneh and gak ngaruh sama strateginya konspirasi, he, he, heeee …
    Cuekin aja karena anjing menggonggong, kafilah berlalu, kalo gak diperhatikan ntar juga capek sendiri tuh sipalsu.

    Jadi ….

    CUUUEEEKKKIIINNNN AJAAAAAAAAAAAAA !!!!!!!

  31. hantu Politik said

    Aisyah, kamu pengikut aliran Ahmadyah ya..?? saya boleh tau gak, apa di aliran Ahmadyah juga ada kalimat “Syahadat”..?? kalau ada, saya pengen tau bunyinya gmn…

    Kamu mengatakan Ahmadyah adalah agama yg paling kasih dan mengasihi, tapi kenapa orang yg masuk ke dalam masjid kalian kalian anggap sebagai “NAJIS”..?? kalian cuci bekas telapak kaki orang muslim seperti mencuci bekas pijakan babi… Apakah ajaran seperti ini yg kalian anggap benar..?
    Sedangkan pada jaman rasulullah SAW saja, ketika seorang “YAHUDI” memasuki masjid malah dihormati Nabi..?

    Tunjukan bukti REAl tentang kebenaran ajaranmu ini… sebaiknya kamu harus baca dan pelajari arti dan tafsir dari Kitab suci Al-Qur’an, baru kamu tau mana yg benar, dan mana yg salah… jangan kamu suruh kami membaca Kitab Putihmu itu, yg jelas-jelas telah di karang dari manusia…

  32. hantu Politik said

    Aisyah, kamu pengikut aliran Ahmadyah ya..?? saya boleh tau gak, apa di aliran Ahmadyah juga ada kalimat “Syahadat”..?? kalau ada, saya pengen tau bunyinya gmn…

    Kamu mengatakan Ahmadyah adalah agama yg paling kasih dan mengasihi, tapi kenapa orang yg masuk ke dalam masjid kalian kalian anggap sebagai “NAJIS”..?? kalian cuci bekas telapak kaki orang muslim seperti mencuci bekas pijakan babi… Apakah ajaran seperti ini yg kalian anggap benar..?
    Sedangkan pada jaman rasulullah SAW saja, ketika seorang “YAHUDI” memasuki masjid malah dihormati Nabi..?

    Tunjukan bukti REAl tentang kebenaran ajaranmu ini… sebaiknya kamu harus baca dan pelajari arti dan tafsir dari Kitab suci Al-Qur’an, baru kamu tau mana yg benar, dan mana yg salah… jangan kamu suruh kami membaca Kitab Putihmu itu, yg jelas-jelas telah di karang dari manusia…

    Buktikan kepada kami kalau ajaran kamu itu “BENAR”.

  33. MAS said

    Wa’alaikum salam Mas Rifani,

    Ini tanggapan saya.

    ====

    Tiga Perkara Teologis Ahmadiyah
    M. A. Suryawan

    Membaca tulisan Muhammad Rizieq Syihab di Republika, Kamis (29/5) dengan judul Lima Perkara Tolak Ahmadiyah, saya sebagai anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia secara pribadi perlu untuk meluruskan tiga perkara dari tinjauan teologis, yaitu mengenai masalah kenabian, buku Tadzkirah dan wahyu.

    Sebelumnya perlu diperjelas, bahwa nama Islam bukanlah monopoli kelompok atau golongan tertentu saja seperti yang diklaim oleh Rizieq Syihab dengan analogi sederhananya, bahwa manusia tidaklah sama dengan monyet, demikian pula Islam tidak sama dengan Ahmadiyah. Islam adalah nama agama, sementara Ahmadiyah adalah nama sebuah sekte dalam Islam. Dan “Islam” sendiri adalah nama pemberian Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya. Sebuah nama agama yang sangat indah, bermakna pasrah, kepatuhan dan kedamaian.

    Kembali kepada tiga perkara teologis yang ditujukan kepada Ahmadiyah. Pertama tentang soal kenabian. Rizieq Syihab mempersoalkan status Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad (MGA) sebagai Nabi Allah dan memiliki kedudukan yang istimewa dan termulia. Hal tersebut tidaklah beralasan, sebab MGA oleh kalangan Ahmadiyah diterima dan diyakini sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau’ud (Al-Masih yang Dijanjikan), sosok yang menyandang pakaian dan warna yang semisal dengan Nabi Isa AS.

    Karena Ahmadiyah meyakini bahwa Nabi Isa AS yang dulu diutus kepada kaum Yahudi (Bani Israil) sudah meninggal (QS. 3:55, 5:75, 3:144, 5:75, 5:117) dan tidak akan kembali lagi ke dunia ini (QS. 23:100), maka nama Isa yang disebutkan dalam berbagai kitab Hadits dipercaya telah datang dalam sosok MGA.

    Ahmadiyah juga meyakini bahwa MGA menyandang status nabi ummati, nabi pengikut agama Islam, sebagaimana pernyataannya: “Tidak ada kitab kami selain Qur’an Syarif. Dan tidak ada rasul kami kecuali Muhammad Musthafa shallallaahu `alaihi wasallam. Dan tidak ada agama kami kecuali Islam. Dan kita mengimani bahwa nabi kita SAW adalah Khaatamul Anbiya’, dan Qur’an Syarif adalah Khaatamul Kutub…” (Maktubaat-e-Ahmadiyah, jld. 5, no. 4).

    Status MGA sebagai nabi merupakan karunia Allah semata, karena ia patuh dan taat kepada Nabi Muhammad SAW (QS. 4:69), sebagaimana pernyataannya:

    “Bagiku tidak mungkin meraih nikmat ini seandainya aku tidak mengikuti jalan yang ditempuh majikanku, anutanku, kebanggaan para anbiya, insan yang terbaik, Muhammad Musthafa SAW. Apa pun yang kuperoleh, telah diperoleh karena mentaatinya. Aku mengetahui dari pengalaman pribadi dan berdasar ilmu yang sempurna bahwa siapa pun tidak dapat mencapai kedekatan kepada Tuhan tanpa mentaati nabi ini dan mustahil pula meraih makrifat yang sempurna. Sekarang aku beritahukan pula bahwa sesudah orang mentaati Rasulullah SAW, dengan sesungguh-sungguhnya dan sesempurna-sempurnanya, ia dianugerahi hati yang cenderung kepada kebajikan, suatu hati yang sehat, yakni tidak ada kecintaan kepada dunia dan mulai mendambakan kelezatan abadi dan lestari. Kemudian sebagai gantinya, hatinya sekarang layak memperoleh kecintaan yang semurni-murninya dan sempurna – kecintaan Ilahi. Semua nikmat ini diperoleh sebagai warisan berkat ketaatan kepada Rasulullah SAW.” (Ruhani Khazain, jld. 22; Haqiqatul Wahyi, hal. 24-25)

    Lebih jauh, MGA juga menyatakan mengenai kedudukan istimewa dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang tidak tergantikan dan terlampaui oleh siapa pun:

    “Cahaya agung yang dianugerahkan kepada manusia yang paripurna tidak terdapat pada wujud malaikat, tidak pula pada bintang-kemintang, tidak pula pada sang rembulan, tidak pula pada sang suryav… Hanyalah dalam diri sang manusia, yakni, di dalam diri manusia paripurna yang perwujudannya yang penuh, sempurna, tinggi lagi luhur adalah terdapat pada Majikan serta Junjungan kita, Penghulu segala nabi, Penghulu segala makhluk hidup, Muhammad Musthafa shallallahu `alaihi wasallam … Kemegahan setinggi-tingginya, sesempurna-sempurnanya, dan selengkap-lengkapnya ada pada Majikan kita, Junjungan kita, pemandu jalan kita, Nabi Ummi, Shadiq, Mashduq [wujud yang kebenarannya diakui] Muhammad Musthafa shallallahu `alaihi wassallam.” (Ruhani Khazain, jld. 5, Aina Kamalati Islam, hal. 120-121)

    Perkara kedua adalah mengenai kitab Tadzkirah yang dianggap oleh Rizieq Syihab sebagai kitab suci bagi Ahmadiyah. Anggapan ini tidak beralasan, sebab kitab sucinya MGA dan pengikutnya adalah Al-Quran. Buku Tadzkirah dibuat oleh para ulama Ahmadiyah 27 tahun kemudian setelah wafatnya MGA, dan buku ini hanya merupakan kompilasi pengalaman spiritual (mimpi, ilham dan wahyu) yang pernah dialami oleh MGA.

    Memang benar, pada halaman pertama buku Tadzkirah terdapat tulisan wahyu muqaddas (wahyu suci), dan menurut ajaran Islam dapat dipastikan bahwa semua wahyu yang berasal dari Allah SWT adalah wahyu suci. Seperti halnya wahyu dari Allah SWT yang diterima oleh para nabi, perempuan (Siti Maryam dan ibundanya Nabi Musa AS), laki-laki yang bukan nabi (para sahabat Nabi Isa AS) adalah wahyu suci. Bahkan wahyu yang diterima oleh binatang (Lebah) atau diterima oleh para wali (misalnya Imam Syaafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, Syekh Muhyiddin ibn Arabi, Syekh Abdul Qadir al-Jaelani) juga merupakan wahyu suci. Demikian pula dengan wahyu dari Allah SWT yang diterima oleh MGA adalah wahyu suci. Semua wahyu dari Allah SWT kepada hamba yang dikehendaki-Nya tidak akan pernah berhenti, karena Allah SWT adalah Maha Hidup dan Mutakallim (Maha Berkata-kata).

    Akan tetapi, tidak selalu kumpulan wahyu dari Allah SWT disebut dan dianggap sebagai kitab suci. Sebab, masyarakat Islam sendiri memiliki dan tidak pernah menyebut kumpulan Hadits Qudsi (Hadits Suci) sebagai kitab suci, meskipun Hadits tersebut adalah himpunan dari pengalaman spiritual, sabda-sabda yang berdasarkan wahyu, dan wahyu-wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, namun tidak dimasukkan sebagai bagian dari Al-Quran. Dengan demikian sama halnya bagi Jemaat Ahmadiyah, buku Tadzkirah bukanlah Kitab Suci, dan kitab sucinya Jemaat Ahmadiyah adalah Al-Qur’an.

    Ketiga, persoalan teologis berkaitan dengan wahyu-wahyu yang diterima MGA, dikatakan oleh Rizieq Syihab bahwa MGA: `menjadi Allah lalu menciptakan langit dan bumi’, `disamakan dengan anak Allah’, `sama dengan ketauhidan dan keesaan Allah’, serta `nama MGA yang sempurna, nama-Nya tidak sempurna’ – semuanya hanya konklusi hitam putih sepihak saja, sebab Rizieq Syihab tidak menghadirkan sudut pandang metafora, redaksi lengkapnya serta tafsirnya dari MGA sendiri.

    Misalnya persoalan MGA menjadi Tuhan, lalu menciptakan langit dan bumi, redaksi dan tafsirnya sebagai berikut:

    “Dalam sebuah kasyaf [pemandangan spiritual] saya melihat diriku menjadi Tuhan dan percaya diriku menjadi seperti itu. Saya merasa bahwa saya tidak lagi memiliki keinginan atau pemikiran atau tindakan dari diri saya sendiri, dan karenanya saya menjadi seperti sesuatu yang benar-benar sedang dipengaruhi oleh sesuatu yang lain yang telah menarik saya seutuhnya sehingga diri saya benar-benar menjadi sirna. Saya melihat spirit ketuhanan membungkus jiwaku dan menutupi jasadku benar-benar tersembunyi di dalamnya sehingga tidak tersisa sebuah partikel pun dari diriku. Saya melihat diri saya seolah-olah semua anggota jasad saya menjadi diri-Nya, mataku menjadi mata-Nya, telingaku menjadi telinga-Nya, lidahku menjadi lidah-Nya. Tuhan saya menggunakan saya dengan kekuatan yang besar itu sehingga saya sirna di dalam diri-Nya dan saya merasa kekuatan-Nya bergelora dalam diriku dan sifat ketuhanan-Nya mengalir melewatiku…Tuhan Yang Maha Perkasa masuk seutuhnya ke dalam diriku dan kemarahanku dan kelemah-lembutanku, dan kebencianku dan keramahanku dan gerakanku dan ketakberdayaanku – semua menjadi Dia. Dalam keadaan ini saya katakan: Saya menginginkan sebuah semesta baru, sebuah langit baru dan sebuah bumi baru…” (Kitabul-Bariyya, hal. 78-79)

    “Telah disampaikan kepadaku, ketika Tuhan Yang Maha Perkasa menetapkan untuk menciptakan manusia, Dia menciptakan langit dan bumi dan semua yang diperlukan dalam enam hari dan menciptakan Adam pada akhir hari keenam. Inilah cara penyelesaian penciptaan-Nya. Hal itu juga disampaikan kepadaku bahwa penciptaan sebuah langit baru dan bumi baru yang saya lihat dalam kasyaf mengindikasikan dukungan langit dan bumi …” (Aina Kamalati Islam, hal. 554-556)

    Terjadinya peristiwa di alam rohaniah, baik kasyaf atau mimpi, dan kemudian dianggap sebagai suatu kejadian lahiriah adalah suatu kekeliruan. Dalam kitab Ta’tirul-Anam fi Ta’biril-Manam hal. 9, sebuah kitab mengenai tafsir mimpi karya Allamah Sayyid Abdul Ghani An-Nablusi menjelaskan: “Seseorang yang melihat dalam mimpi bahwa ia seolah-olah menjadi Tuhan, maka artinya Allah SWT akan segera menyampaikannya ke jalan yang benar.”

    Pengalaman rohani yang dialami oleh MGA bermakna seperti keterangan Abdul Ghani, sehingga MGA bukanlah Allah. Makna kejadian itu senada dengan kejadian yang dialami Nabi Yusuf AS. Beliau bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan yang semuanya bersujud kepadanya (QS. 12:4). Menurut ajaran Islam, bintang, matahari dan bulan adalah ciptaan Allah, dan semua ciptaan-Nya harus bersujud kepada Allah SWT. Lalu bagaimana dengan Nabi Yusuf AS, apakah kemudian Rizieq Syihab berani mengkritik dan mengatakan bahwa Nabi Yusuf AS adalah Allah?

    Pada ayat selanjutnya dalam QS. 12:6, masih selaras dengan keterangan Abdul Ghani di atas, setelah mimpinya itu Allah kemudian menegaskan bahwa Yusuf akan mendapatkan jalan yang benar, yaitu Allah memilih Yusuf sebagai nabi/rasul-Nya dan diajarkannya ta’bir (rahasia) mimpi-mimpi dan disempurnakan nikmat-Nya kepada Yusuf.

    Demikian pula dengan MGA telah diajarkan oleh Allah mengenai ta’bir mimpinya itu, ia menjelaskan: “Kami tidak memaknakan peristiwa itu sebagaimana yang dimaknakan dalam kitab-kitab para pengikut wahdatul wujud [berpaham aku sendiri adalah Tuhan], dan kami tidak memaknakan hal itu seperti pendapat para Hululiyin [berpaham Tuhan menitis dalam diriku], bahkan peristiwa itu sesuai dengan Hadits Bukhari tentang penjelasan martabat hamba-hamba Allah yang shaleh yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan ibadah nafal.”

    Hadits Bukhari yang dimaksud oleh MGA adalah: “Seorang hamba-Ku yang senantiasa berusaha mendekat kepada-Ku dengan mengerjakan ibadah nafal sehingga Aku mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi matanya…; Aku akan menjadi telinganya…; Aku akan menjadi tangannya…; Aku akan menjadi kakinya…; Aku akan menjadi hatinya…; Aku akan menjadi lidahnya…;…” (HR. Bukhari)

    Selanjutnya persoalan bahwa MGA disamakan dengan anak Allah. Rizieq Syihab kembali tidak menampilkan penjelasan dan tafsir dari MGA sendiri, sebagai berikut:

    “Syekh Abdul Qadir al-Jaelani (Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya) mengatakan: Saya telah melihat Tuhanku dalam bentuk ayahku. Saya juga telah mengalami pengalaman yang serupa. Ayahku adalah seorang laki-laki dengan penampilan yang mengesankan dan memiliki keberanian yang besar dan ketetapan hati yang tinggi. Saya melihatnya duduk di sebuah singgasana agung dan disampaikan kepadaku bahwa ia adalah Tuhan.”

    “Makna hal itu adalah bahwa sebagaimana seorang ayah penuh kasih sayang dan rasa kasihan dan sebuah pemandangan Tuhan Yang Maha Perkasa di dalam bentuk ayah seseorang adalah sebuah manifestasi dari kemurahan Tuhan, kedekatan-Nya, dan kecintaan-Nya yang dalam…dan satu di antara wahyu-wahyu juga mengatakan: Kamu bagi-Ku seperti anak-anak-Ku…” (Al-Hakam Vol. VI No. 17, 10 May 1902, hlm. 7)

    Selanjutnya MGA menegaskan:

    “Haruslah diingat bahwa Tuhan Yang Maha Perkasa tidaklah memiliki anak. Dia tidak bersekutu dengan apa pun dan tidak mempunyai anak. Tidak ada seorang pun yang memiliki hak untuk mengatakan: Saya adalah Tuhan; atau mengatakan: Saya adalah anak Tuhan. Wahyu Ilahi terkadang menampilkan ungkapan-ungkapan yang bersifat metafora/kiasan. Sebagai contoh dalam Al-Qur’an, Tuhan menjelaskan tangan-Nya sebagai tangan Rasulullah SAW di dalam kata-kata: Tangan Allah di atas tangan mereka; … Percayalah kepada apa yang berbentuk kiasan dan janganlah mencari apa yang ada dibalik hal itu; serahkan hal itu kepada Tuhan. Berpedomanlah pada kebenaran bahwa Tuhan tidak akan mengangkat seorang anak bagi diri-Nya, meskipun banyak terdapat kiasan yang dapat ditemukan dalam firman-Nya. Oleh sebab itu waspadalah, dengan menafsirkan kiasan menjadi literal/harfiah akan menimbulkan kekacauan. Terdapat sebuah wahyu mengenai diri saya yang terdapat dalam Brahiin Ahmadiyah: Katakanlah, aku tiada lain adalah seorang manusia seperti kamu. Diwahyukan kepadaku bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa dan semua kebaikan terdapat dalam Qur’an.” (Dafe-ul-Bala hal. 67 catatan kaki)

    Lebih jauh Rizieq Syihab masih mengatakan bahwa MGA sama dengan ketauhidan dan keesaan Allah. Perkataan tersebut tidak tepat, sebab Rizieq Syihab masih tidak menghadirkan redaksi dan penjelasan lengkap dari MGA.

    “Engkau berkedudukan sebagai Tauhid-Ku dan Keesaan-Ku.” MGA menjelaskan tafsirnya sebagai berikut:

    “Engkau begitu dekat dengan-Ku dan hal itu juga yang Aku inginkan dari engkau sebagaimana kepada Tauhid dan Keesaan. Maka, ketika Aku menginginkan Tauhid-Ku mendapatkan kemasyhuran, begitu juga Aku akan memasyhurkan namamu. Dan di mana saja ada nama-Ku, di sana pula ada namamu.” (Arba’in, jld. II, hlm. 35)

    “Arti wahyu tersebut yang aku pahami ialah: `Bahwa orang seperti itu semisal dengan Tauhid, karena dia menyebarkan Tauhid. Ketika Tauhid sudah tercemar, maka di masa itulah datang seseorang yang menjadi penampakan Tauhid. Setiap orang dikenal dengan tujuan hidupnya (cita-citanya). Akan tetapi, orang ini, tujuan dan cita-citanya hanya Tauhid. Dia mendahulukan dan mengutamakan Tauhid Allah SWT, dibandingkan dengan tujuan dan cita-cita pribadinya.” (Pidato yang dimuat dalam surat kabar Al-Hakam tahun 1907, hal. 9).

    Selanjutnya, masalah teologis yang dipersoalkan Rizieq Syihab adalah wahyu yang diterima MGA, yaitu: “Yaa ahmaduyatimmu ismuka walaa yatimmu ismi…” (Hai Ahmad, sempurna namamu, dan tidak sempurna nama-Ku).

    Terjemahan yang dibuat tidak tepat, dan tidak pula Rizieq Syihab memberikan tafsirnya dari MGA. Seharusnya, terjemahan lengkapnya menjadi: “…Wahai Ahmad, namamu akan berakhir, namun nama-Ku tidak akan berakhir. Jadilah [kamu] di dunia ini seperti seorang asing atau seorang pengembara dan jadilah seorang yang berbudi dan beriman dan ajaklah kepada kebaikan dan jauhilah kejahatan dan mintalah berkat [shalawatlah untuk] Muhammad dan umat Muhammad. Meminta [untuk mendapatkan] berkat-berkat (Shalawat) adalah latihan yang sejati…” (Brahin Ahmadiyah bab III, hal. 238-242, sub catatan kaki 1)

    MGA kemudian menjelaskan arti kalimat “namamu akan berakhir, namun nama-Ku tidak akan berakhir” sebagai berikut: “Engkau [Ahmad] tidaklah abadi dan pujian bagimu akan berakhir, namun pujian bagi Allah tidak akan pernah berakhir yang untuk itu [pujian bagi Allah] tak terbilang dan tanpa akhir.” (Brahin Ahmadiyah bab III, hal. 242)

    Dengan demikian, penjabaran aspek teologis yang terbaik atas wahyu-wahyu yang diterima oleh MGA adalah dari MGA sendiri. Sebagai orang yang menerima wahyu, hanya ia yang layak untuk menafsirkan serta menjelaskannya. Orang lain, apalagi orang yang tidak sepaham dan bukan pengikutnya tidak layak menafsirkan kemudian menghakimi wahyu-wahyu yang diterimanya dari Allah SWT.

    Salam,
    MAS

  34. Aisya said

    @Atik Pratiwi..
    @GakNgaruh..
    @Capek Dehh..:
    Anda2 belum mendapat hidayah dari Allah Ta’ala untuk mengimani apa yang sudah saya imani..sehingga dengan mudahnya mencemooh Seorang Figur yang mulia yang dalam masa kehidupannya mendapat tuntunan dari Allah untuk memperbaiki kesalahan2 penafsiran tentang Islam dan mengembalikan makna Islam yang Haqiki yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhamad SAW dan seorang figur yang Anda2 cemooh tersebut saat ini memiliki pengikut lebih dari 150 juta orang di lebih dari 180 negara..
    @Hantu Politik :
    Demi Allah yang jiwa saya dan jiwa Anda ada dalam genggaman-Nya,..Syahadat kami sama dengan Syahadat Anda dan yang mengatakan bahwa Syahadat orang Ahmadiyah berbeda dengan syahadat orang Islam umumnya adalah fitnah belaka yang dilontarkan para penentang Ahmadiyah. Dan termasuk juga sebuah Fitnah bahwa kami orang Ahmadiyah membasuh lantai masjid kami bila disinggahi orang lain yang bukan Ahmadi atau menganggap orang lain sebagai Najis..Demi Allah tidak ada doktrin seperti itu dalam ajaran Ahmadiyah..
    @Pengamat :
    Lia Eden ataupun Ahmad Musadiq bukanlah pengikut Ahmadiyah..jadi mengapa kami harus percaya dengan pengakuannya?? sedangkan kami memiliki seorang Khalifah yang mendapat tuntunan dari Allah untuk memberikan petunjuk kepada para jamaahnya bahkan memberi petunjuk kepada semua umat manusia yang mempercayainya. Dan ada atau tidak adanya nabi lagi setelah pendiri Ahmadiyah..saya tidak berkompeten untuk membahasnya karena khawatir salah pernyataan namun bila Anda ingin penjelasan yang benar dan lebih adil silakan mencari tahu dari pihak Ahmadiyah dan bukan mempercayai begitu saja yang Anda peroleh dari para penentang Ahmadiyah. Dan bila Anda sudah mendapat penjelasan tersebut namun anda masih belum mempercayainya..maka sekali lagi tidak ada yang bisa saya katakan selain “Bagi Anda prinsip dan keyakinan Anda dan bagi saya prinsip dan keyakinan saya”. Keyakinan apa yang Allah tetapkan untuk saya itu sesuai untuk saya dan Keyakinan apa yang Allah tetapkan untuk Anda itu akan sesuai untuk Anda..saya menyadari bahwa firkoh (kelompok, organisasi)di dalam umat Islam saat ini begitu banyak..dan tidak patut kita memaksakan apa yang sudah kita yakini..sebagaimana di atas langit banyak bertaburan gugusan bintang2 dan mereka berjalan sesuai alurnya masing2 dan tidak bertabrakan maka semestinya demikian pula Umat manusia..berjalanlah sesuai apa yang kita yakini masing2 tanpa memaksakan keyakinan kepada orang lain. Karena jika dipaksakan maka akan saling bertabrakan dan kita semua tahu seandainya susunan tata surya dan bintang2 saling bertabrakan..tentunya kehancuranlah yang akan terjadi dan bila keyakinan dipaksakan maka penganiayaan kepada yang lemah (minoritas) dan ketidak adilanlah yang akan terjadi..sedangkan Allah ta’ala yang Maha memberi kita kehidupan tidaklah menyukai orang-orang yang berlaku tidak adil dan melampaui batas. Jazakumullah..

  35. @Aisya

    Oh ya. Tentu saja. Kebebasan beragama itu sdh pasti dan dijamin oleh Islam, dan sudah sesuai dengan ayat AlQur’an surah Al-Kafirun sbb: Lakum dinukum wa liya din. Bagimu agamamu (Ahmadiyah) dan bagiku agamaku (Islam).

    Ada bbrp hal yg menarik dr keyakinan agama Anda. Agama atau sekte Anda meyakini bahwa Allah SWT terus menerus menurunkan wahyu kepada siapapun yg dikehendakiNya. Termasuk juga MGA (menurut keyakinan agama/sekteAnda). Artinya, Siapapun dan sampai kapanpun (saya ulangi: SIAPAPUN DAN SAMPAI KAPANPUN) masih bisa menerima wahyu.

    Pertanyaanya:

    Kalau misalnya saya (Atik Pratiwi), dan/atau si Minah, si Sugeng, si Slamet dll mengalami pengalaman spiritual yg sama (betul2 sama persis) seperti yg dialami oleh MGA, maukah Anda mengganti kedudukan MGA dgn saya? Maukah Anda mengganggap Atik Pratiwi sebagai Nabi Ummati atau whatever lah namanya (seperti yang dikatakan oleh orang Ahmadiah)? Maukah Anda menulis sebuah kitab kompilasi semacam kitab Ahmadiah (tadzkirah) berjudul, katakanlah: Taujihah? Bukankah wahyu yg saya terima lebih up to date dan lebih cocok dengan konteks masa kini?

    Kalau jawaban Anda adalah : Tidak mau, berarti wahyu Tuhan “terputus” hanya sampai kepada MGA saja. Dengan kata lain Anda menganggap MGA adalah Nabi Terakhir yg menerima wahyu. Yakni nabi terakhir tersebut bukan Rasulullah Muhammad SAAW (Astaghfirullah, dan Maafkan daku Wahai jujunganku Yang Mulia Rasulullah) dan bukan SAYA, dan bukan juga yang lain, tetapi MGA dan HANYA MGA, dan BUKAN SELAIN MGA.

    Seorang kawan Ahmadi Anda mengatakan pada komentar di atas sbb:
    {{{ Bahkan wahyu yang diterima oleh binatang (Lebah) atau diterima oleh para wali (misalnya Imam Syaafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, Syekh Muhyiddin ibn Arabi, Syekh Abdul Qadir al-Jaelani) juga merupakan wahyu suci. Demikian pula dengan wahyu dari Allah SWT yang diterima oleh MGA adalah wahyu suci. Semua wahyu dari Allah SWT kepada hamba yang dikehendaki-Nya tidak akan pernah berhenti, karena Allah SWT adalah Maha Hidup dan Mutakallim (Maha Berkata-kata). }}}

    Pertanyaannya:

    Mengapa agama/sekte Ahmadiah tidak menganggap Imam Syaafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, Syekh Muhyiddin ibn Arabi, Syekh Abdul Qadir al-Jaelani dll, dll, “juga” sebagai Nabi Ummati Anda, akan tetapi hanya menganggap MGA dan HANYA MGA, dan BUKAN SELAIN MGA sebagai Nabi Ummati Anda?

    Saya dan Milyaran umat islam di seluruh dunia sudah puluhan tahun merasa “aneh dan bingung” dengan penjelasan (baca: upaya pembelaan) orang2 dari agama Anda. Dan Semoga Allah SWT terus senantiasa menetapkan kami dalam “rasa aneh dan bingung” itu selamanya sampai kami selamat wafat menghadap Rabbul Alamin. Amin.

  36. btw, teman2 kl ada yg tau obat manjur penyembuh “rasa aneh, ganjil, dan bingung” boleh donx dibagi ke gw. thx yach.

  37. aisya said

    @mba Atik..ga sembarang org yg dikaruniai Allah ilham atau wahyu bisa ngaku sbg nabi..maaf.. mgkn Anda hrs mengerti dulu definisi kata NABI sblm bertanya yg aneh dan ganjil seperti pertanyaan2 di atas.

  38. Hitler said

    SAUDARI AISYA.

    SAYA HARAP SAUDARA SEGERA SHOLAT TAHAJUD NANTI MALAM, MOHON PETUNJUK DARI ALLAH SWT, BUKAN DARI MGA !!!

  39. AHMADIYAH said



  40. Bujubune ! said

    Aisya berkata
    4 Juni 2010 pada 02:53
    @Atik Pratiwi..
    @GakNgaruh..
    @Capek Dehh..:
    Anda2 belum mendapat hidayah dari Allah Ta’ala untuk mengimani apa yang sudah saya imani..sehingga dengan mudahnya mencemooh Seorang Figur yang mulia yang dalam masa kehidupannya mendapat tuntunan dari Allah untuk memperbaiki kesalahan2 penafsiran tentang Islam dan mengembalikan makna Islam yang Haqiki yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhamad SAW dan seorang figur yang Anda2 cemooh tersebut saat ini memiliki pengikut lebih dari 150 juta orang di lebih dari 180 negara..

    Bujubune :

    Maaf Aisya, setahu saya, jumlah umat Islam selama ini sebelum ada MGA sudah mencapai milyaran dari kurang lebih 5 milyar penduduk dunia di berbagai negara.

    Jadi jika anda mengatakan bahwa muslim pengikut MGA sudah berhasil mencapai 150 juta-an di 180 negara di dunia, apakah bisa disebut sebagai prestasi ?

    Baiknya kita lihat saja ilustrasi di bawah ini :

    Pengikut MGA = 150.000.000 : 180 negara
    = 833.333 orang di setiap negara di dunia.

    Penduduk Indonesia = 220.000.000 orang.
    Muslim Indonesia = 90% x 220.000.000 orang
    = 198.000.000 orang.

    Jika dibandingkan, maka :

    Pengikut MGA : Muslim Indonesia = 833.333 : 198.000.000
    = 0,42 %
    = < 1 %

    Apakah ini bisa disebut suatu prestasi atau sebaliknya Aisya ?

    Jadi ingat saudaraku Aisya, Islam yang benar adalah Islam yang cume kembali kepada kitab suci Al-Quran yang diturunkan oleh Allah SWT kepada ROSULNYA YANG TERAKHIR, yakni NABI MUHAMMAD SAW DAN HADIST NABI YANG DIRIWAYATKAN OLEH PARA SAHABATNYA, bukan yang lain.

    Selain itu menurut ajaran islam yang benar, maka yang akan diturunkan lagi kelak sebelum hari akhir tiba adalah Isa Al-Maseh atau Nabi Isa AS setelah sebelumnya diangkat oleh Allah SWT ke langit dari kejaran tentara Romawi-Yahudi dulu untuk memperingatkan kaumnya yang keliru.

    Jadi Aisya, jika ada yang mengatakan ada Al-Quran Versi A, Versi B atau Versi C, maka AMAT KELIRU ! Karena Allah SWT sudah berjanji akan menjaga keaslian kitab suci Al-Qutran hingga akhir jaman.

    MEREKA YANG KELUAR DARI KITAB SUCI AL-QURAN DAN HADIST NABI SEBAIKNYA SEGERA SADAR DAN BERTOBAT KEPADA ALLAH SWT.

  41. Caplin said

    Wajah Nabi Muhammad SAWsaja tidak boleh direka-reka, lha ini sebagai yang ngaku-2 nabi teraskhir kok bisa ditampilkan vulgar gitu, ga salah nih ? Aneh euy !

  42. LOGIKA said

    Salah satu strategi pihak internasional yang merasa terancam oleh perkembangan Islam dunia adalah dengan memecah belah dan mengacaukan ajaran Islam yang benra atau murni. Banyaknya aliran baru yang aneh-aneh ajarannya dan orang-2 yang mengaku-2 pernah ke sorga, menjadi utusan Tuhan, bisa berkomunikasi dengan kehidupan sorga dan lain-lain adalah contoh-2 aksi pembelokan ajaran Islam oleh mereka dari Al-Quran dan Hadist Nabi agar Islam menjadi lemah, terpecah-pecah dan saling baku hantam. Jika Islam yang banyak penganutnya ini lemah, maka mereka yang tidak senang akan tampil menjadi penguasa dunia yang materialistis dan memaksakan keyakinannya.

    Jadi Islam dunia, khususnya Indonesia harus menjadi ISLAM YANG CERDAS, yang tidak mudah dipengaruhi, diprofokasi, dihasut, dipecah belah, diperdaya, diperbodoh oleh ajakan atau ajaran yang tidak bertanggungjawab, apalagi yang menyesatkan, yakni yang keluar dari kitab suci Al-Quran dan Hadist Nabi, yang cuma mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rosul Utusan Allah SWT yang terakhir dan menerima hanya 1 kitab suci, yakni Al-Quran, bukan yang lain.

  43. Ogah said

    Manusia yang ngaku-ngaku jadi Tuhan pernah ada.
    Manusia yang ngaku-ngaku jadi Malaikat pernah ada.
    Manusia yang ngaku-ngaku Nabi sekarang ada.

    Yang belum pernah ada, apa ya ?

    Oh ya ! Yang belum ada adalah :
    1. Manusia yang ngaku-ngaku jadi setan.
    2. Setan yang ngaku-ngaku jadi manusia.

    Ogah la yauuuuw !

  44. Wahai Aisya.

    Ingatlah bahwa yang dikatakan dalam Al-Quran sebagai “mereka” tidak akan pernah berhenti beraksi sebelum kaum muslim berpindah keyakinannya. Namun di sisi lain mereka tahu bahwa untuk bisa memindahkan atau menyimpangkan keyakinan itu tidaklah segampang membalikan telapak tangan. Maka dari itu mereka berusaha dengan berbagai cara dan perlahan-lahan.

    Salah satunya adalah dengan membelokan ajaran Islam yang benar, yakni ajaran Islam yang berdasarkan hanya kepada kitab suci Al-Quran dan Hadist Nabi secara perlahan-lahan :
    1. Dimulai dengan menafsirkan Al-Quran secara keliru (suka-2)
    2. Memelesetkan istilah, penyebutan, hari besar dan lainnya.
    3. Mengurangi dan menambah praktek keislaman yang benar.
    4. Memunculkan nama-2 Islam yang dikenal dan tidak dikenal.
    5. Memunculkan segenap aliran baru yang aneh.
    6. Memperbanyak pengikut dari kaum yang lemah akal dan imannya.
    7. Mengorganisasikan pahamnya.
    8. Menampilkan wajah Islam baru yang tidak sesuai Al-Quran dan hadist Nabi.

    Jadi berhati-hatilah !
    Kembalilah ke jalan yang benar, yakni jalan yang diridhoi oleh Allah SWT dalam kumpulan firman-firman-Nya, yakni kitab suci Al-Quran dan yang telah disuritauladankan oleh Nabi MUhammad SAW sebagai Nabi dan Rosul terakhir utusan Allah SWT.

    Tidak ada Nabi atau Rasul lain yang akan menjadi Nabi dan Rasul terakhir selain Isa Al-Maseh atau Imam Mahdi yang akan diturunkan kelak oleh Allah SWT untuk memperingatkan kaum pengikutnya yang dianggap keliru kelak.

  45. AHMADIYAH said



  46. @Aisya

    *
    37. Aisya berkata
    4 Juni 2010 pada 07:41

    @mba Atik..ga sembarang org yg dikaruniai Allah ilham atau wahyu bisa ngaku sbg nabi..maaf.. mgkn Anda hrs mengerti dulu definisi kata NABI sblm bertanya yg aneh dan ganjil seperti pertanyaan2 di atas.

    *

    Komentar Atik Pratiwi:

    Dari pemahaman Anda di atas, sebetulnya Anda dan kelompok Andalah yg sangat aneh dan ganjil. Sebaliknya pertanyaan saya pada No.35 & 36 di atas adalah sangat logis.

    Ini saya tunjukkan lagi bahwa yang aneh/ganjil dan tidak logis itu adalah pemahaman Anda, bukan pertanyaan saya dan pertanyaan “Muslim sejati” di seluruh dunia :

    Komentar kawan Anda pada No.33 diatas mengatakan :

    “Semua wahyu dari Allah SWT kepada hamba yang dikehendaki-Nya tidak akan pernah berhenti, karena Allah SWT adalah Maha Hidup dan Mutakallim (Maha Berkata-kata).” (copas)

    OK. Sambil menulis saya akan mencoba berpikir mengikuti alur pemikiran / pemahaman Anda.

    Seperti kita ketahui bahwa Yang Mulia para Sahabat Rasulullah SAW seperti: Sayidina Abubakar Ashiddiq r.a., Sayidina Umar ibn Al-Khattab r.a., Sayidina Utsman ibn Affan r.a., dll, adalah muslim-muslim terbaik yang hidup bersama Rasulullah SAW dan belajar mengenai Islam langsung dari Rasulullah SAW.

    Apalagi para Ahlil Bait Rasulullah SAW seperti Sayidatina Fatimah r.a., Sayidina Ali bin Abi Talib k.w., Sayidina Hasan r.a., Sayidina Hussein r.a, dan dzuriyat Rasulullah SAW yang hidup satu atap dengan Rasulullah SAW lain adalah manusia-manusia suci yang dididik dan ditempa langsung oleh lisan dan tangan suci Rasulullah SAW. Artinya, beliau-beliau orang-orang suci tersebut adalah muslim-muslim terbaik sepanjang jaman karena merekalah “anak didik” yang dibimbing langsung oleh Rasulullah SAW. Kalau menurut pemahaman Anda bahwa wahyu dari Allah SWT tidak pernah berhenti, tentunya para anak didik Rasulullah SAW di ataslah yang paling pantas, paling berhak, dan tentunya sudah banyak sekali menerima wahyu.

    Pertanyaanya:

    Kalau misalkan logika pemahaman Anda itu benar, mengapa Anda tidak mengangkat Sayidina Abubakar Ashiddiq r.a., Sayidina Umar ibn Al-Khattab r.a., Sayidina Utsman ibn Affan r.a., Sayidatina Fatimah r.a., Sayidina Ali bin Abi Talib k.w., Sayidina Hasan r.a., Sayidina Hussein r.a, dll, sebagai Nabi Ummati Ahmadiah?

    Mengapa pengalaman spiritual MGA saja yang Anda anggap sebagai wahyu suci dan kemudian Anda bukukan dalam kitab Tadzkirah untuk kemudian Anda anggap MGA sebagai Nabi Ummati, sedangkan orang-orang yang saya sebutkan namanya di atas (yang kalau mengikut pada pemahaman Anda tentunya juga mengalami pengalaman-pengalaman spiritual melebihi MGA) mengapa tidak Anda anggap sebagai Nabi Ummati?

    Sayidina Ali bin Abi Talib k.w. juga mempunyai banyak sekali pengalaman spiritual (bahkan sebagian dialami oleh beliau di masa dan bersama Rasulullah SAW) dan pengalaman spiritual beliau tsb ditulis dalam kitab Nahjul Balaghah. Kenapa Sayidina Ali bin Abi Talib k.w. tidak Anda anggap dan angkat sebagai Nabi Ummati? Apakah MGA lebih hebat daripada Sayidina Ali bin Abi Talib k.w. yang diasuh langsung oleh tangan suci Rasulullah SAW?

    Mengapa wahyu yang seharusnya tidak terputus itu, ternyata terputus pada MGA dan HANYA MGA, dan BUKAN SELAIN MGA?

    Berarti wahyu itu terputus dong?

    Kalau wahyu itu terus datang dan tidak pernah terputus, lalu kemudian SIAPA SAJA NABI-NABI UMMATI PENERIMA WAHYU BERIKUTNYA???

    Apa kriteria Nabi-nabi Ummati yang akan terus bermunculan sampai hari kiamat tersebut?

    Siapa yang menentukan kriteria bahwa wahyu yang diterima si A pantas untuk diakui sebagai wahyu Allah SWT, sedangkan wahyu yang diterima oleh si B tidak pantas dianggap sebagai wahyu Allah SWT dan karenanya si B gugur tidak boleh menjadi Nabi Ummati? Siapa panitia penentu kriteria tersebut? Dan siapa yang mengangkat dan memberi wewenang kepada panitia penentu kriteria tersebut untuk menentukan kepantasan dan ketidak-pantasan seseorang untuk dianggap sebagai Nabi Ummati?

    Harap diingat, kalau Anda berkeyakinan bahwa wahyu Allah SWT tidak pernah berhenti dan akan terus datang, maka agama/sekte Anda tidak boleh berhenti hanya pada MGA saja (karena berarti wahyu itu berhenti pada MGA dan tidak turun lagi), maka Anda harus selalu mencari dan mencari Nabi-Nabi baru untuk dianggap sebagai Nabi Ummati. Apakah sudah tampak tanda-tandanya Nabi Ummati yang baru itu?

    Kalau saya teruskan saya bisa menulis pertanyaan-pertanyaan logis sepanjang lembaran-lembaran koran mengupas keganjilan logika pemahaman Anda tentang Nabi Ummati. Maka dari itu di awal komentar ini saya tuliskan, bahwa YANG ANEH DAN GANJIL ITU ADALAH PEMAHAMAN ANDA DAN AGAMA/SEKTE ANDA, dan bukan pertanyaan saya bersama milyaran muslim sejati di seluruh dunia.

  47. hantu Politik said

    Mbak Atik Pratiwi :

    Saya salut kepada anda yg telah memberikan alasan-alasan yg logis kepada pengikut dari aliran ahmadiyah… saya yakin, dengan argument-argument yg telah anda paparkan para pengikut aliran ini akan terbuka hati dan pikirannya… Amiien..

    islam cuma satu, dan sampai akhir zaman pun Islam hanya cuma satu…
    Pemahaman Islam hanya berdasarkan dari Alqur’an dan Hadist. bukan dari yg lain..

  48. muklis said

    Al hujuraat 11
    Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)

    Ana’am 9
    Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan dia berupa laki-Iaki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.

    Ana’am 9
    Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka.

    Agama tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi memaksakan kehendak/keyakinan. Karena agama bukan pada fisik tetapi di Kalbu, kekerasan tidak akan pernah menaklukkan kalbu.

    semoga bermanfaat untuk menyikapi perbedaan…..

  49. rqam said

    wong ahmadiyah ki cen wong ngeyel koyo wong israel,la wong jlas2 salah iisih mbulet ae. Utek e kebuntel tai po yo

  50. Anonim said

    kalau emg jemaat ahmadiyah ini sesat , kenapa allah swt. masih memelihara nya hingga ratusan tahun …….????
    anda kan percaya bahwa allah adlah maha pemberi azab bagi umat ny yg murka , ingat lo , lni bkan jemaat yg seumur jagung, klu emg ini jemaat yg bkan di ridhoi allah , pasti kan udah hancur mas .

  51. ahmadi sejati said

    kalau emg jemaat ahmadiyah ini sesat , kenapa allah swt. masih memelihara nya hingga ratusan tahun …….????
    anda kan percaya bahwa allah adlah maha pemberi azab bagi umat ny yg murka , ingat lo , lni bkan jemaat yg seumur jagung, klu emg ini jemaat yg bkan di ridhoi allah , pasti kan udah hancur mas .

  52. HITLER said

    Justru orang yang sesat seringkali diberi kesempatan waktu alias umur yang relatif lebih panjang dibandingkan orang yang jelas-2 telah beriman.

    Mengapa ?

    Karena mereka yang sesat akan semakin diuji oleh Allah SWT sama seperti orang-2 yang beriman.

    Bedanya ?

    Bedanya bagi mereka yang sesat, mereka akan biasanya menggunakan nikmat tambahan umur atau kesempatan hidup yang lebih panjang itu bukan untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar yaiatu jalan yang diridhoi Allah SWT, melainkan akan lebih bersuka cita untuk menambah jumlah dosanya kepada Allah SWT yang akan makin memberatkan siksaan yang akan mereka terima kelak di hari pembalasan.

    Sedangkan bagi yang beriman, nikmat tambahan umur atau kesempatan hidup itu biasanya digunakan untuk lebih berhati-hati, bersabar dan berserah diri kepada Allah SWT dengan lebih giat menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar tetap siaga alias tidak terlena dan terjerembab dalam dosa yang menjauhkan keselamatan hidupnya di dunia dan akherat.

    Itu bedanya mas.

  53. Aa said

    @Aisya-
    anda seharusnya berpikir lg,telaah lg,koreksi,brusahalah hilangkan doktrin yg telah menuntun anda pada kesesatan,ingat muslim yg murtad sudah disiapkan neraka tuh tinggal nyemplung aje!
    Orang jelas2 salah masih ngeyel dngn kesalahan itu,TOBAT TOBAT TOBAT..
    Tobatlah skrg Alloh swt maha penerima tobat..
    Jika anda masih tetap bersikeras dngn ajaran sesat anda,
    selamat aja deh,,nanti kalo udah brtmu dngan kaum kaum kafir di neraka sms saya saya,saya pingin ngucapin jg sama sodara anda yg senasib sepenanggungan,
    tp q harap anda masih bisa di bilangin,
    bukankah anda sudah berjanji untuk selalu taat pd ajaraNYA,ketika ruh anda baru di tiupkan di kandungan ibumu,
    apa anda sudah murtad,sudah nyeleweng,udah melenceng dari ajaran islam?
    Ya selamat lg deh!
    Smga anda masih di beri pengampunan Alloh swt,amin.
    Asshadualla illahaillalloh waashaduana muhhamaddurosululloh.
    Ucapkanlah aisya.
    Laknat dan siksa Alloh sudah menanti jika anda tetap mempertahankan hal yg salah,mengacak2 islam yg sesungguhnya,
    di liat aja dr pic MGA wahhh
    cape dewhhh
    kekiii aku..

  54. islamhakiki said

    skarang ktahuan mana yang islam dan yang palsu, aisyah teguhkan keyakinanmu….yang palsu kebakaran jenggot he..he.. oh ya untuk mencari kebenaran lebih baik kalian bermubahala aja…yang salah pasti dpt laknatullah salut buat ahmadyah yang menterjmahkan al’quran ke dalam 100 bahasa didunia dan membangun masjid2 di seluruh kawasan Eropa,amerika,dan Afrika….@moslim mana islam yang kmu banggakan bisanya cma fitnah sama menghujat itu mah jauh dari nur islam…ahmadyah walau dihujat dan ditentang islam tapi seluruh isi bukunya/literaturnya menyanjung muhammad dan ajaranya….kalo saya boleh membri pendapat sbenarnya semuahnya sdang menunggu datangnya imam mahdi,, yang ahmadiyah sudah meyakini dngan diutusnya MGA,yang non ahmadiyah sedang dan masih menunggu…..ahmadyah tunjukan bahwa kalian pematah salib(tujuan kdatangan imam mahdi yang akan Mematahkan tuhan punya anak)dengan keberhasilan tablig2 di negara2 nasrani(Eropa&Amerika)dan yang saya lihat kalian begituh taat kpada kalifah2 setiap ada program2 pengurbanan kalian slalu berkata kmi dengar kami taat..dan solat tahajud dan puasa nafal menjadi istiqomah dan anda diberkati kesabaran yang luar biasa, mengingatkan saya pada kaum awalin pada jaman Rasulullah….dan dalil2 melawan yahudi dan nasrani begitu tajam bak pedang yang menusuk kalbu2 setiap penentang..dan yang merasa anda islam yang benar tunggulah imam mahdi-mu di timur damaskus entah sampai kapan dan selama menunggu jangan menghujat yang suda yakin datang…katakanlah MGA palsu tapi kita lihat hasilnya mengasilkan Khilafat minhaj nubuat..pengikut2 yang siap mengorbankan harta,waktu bahkan kehormatan dunia serta mengislamkan dunia barat..dan anda yang merasa paling benar terus dalam penghujatan kpada kaum lain

  55. Sdri. Aisyah apapun dalihnya Ahmadiyah itu sangat sesat dan menyesatkan,itu tidak besa dibantah lagi.

  56. Gading said

    Dalam syahadat dikatan: “Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”.
    Inti sebenarnya dari syahadat tersebut adalah, kita sedang menyaksikan pada diri kita sendiri, yaitu: NIAT, UCAP dan PERBUATAN kita sendiri akan mengikuti hukum2nya Allah (Al Quran) dan juga menyaksikan atas NIAT, UCAP dan PERBUATAN diri kita sendiri akan mengikuti Sunnah Rasulullah.

    Dengan mengucapkan syahadat berarti kita tidak boleh lagi menentang, meragukan semua yang ada dalam Quran, bila tidak maka kita sudah termasuk sebagai orang musyrik, membatalkan syahadat dan membatalkan ke-Islaman kita.

    Misal: dalam Quran mengatakan daging babi adalah haram, maka kalo ada orang yg mengatakan (ucap): ‘nyobain daging babi sedikit aja sih boleh aja’, maka ini orang sudah termasuk musyrik karena telah MENOLAK hukum Quran yg mengharamkan daging babi.
    Tapi bila orang ini mengatakan: ‘saya tahu daging babi itu haram tapi saya suka’, maka orang ini belum termasuk musyrik krn masih mengakui hukum Quran, cuma salahnya dia telah menolak perintah, dia telah berdosa krn makan daging babi.

    Jadi kalo dalam Quran sudah mengatakan bahwa TIDAK ADA LAGI nabi setelah Muhammad maka orang2 yang mengatakan (ucap): ‘masih ada nabi lagi stelah Muhammad’, berarti mereka telah musyrik, sudah batal ke-Islamannya.
    Cuma baru mengatakan saja, ada nabi setelah Muhammad itu sudah membatalkan ke-Islaman, nah apalagi kalo NIAT, UCAP, PERBUATANNYA sudah dimaksudkan utk hal yg sama.

    Nah bayangkan kalo sampe ada orang yg ngaku2 nabi, stelah Muhammad !!! Saya gak tahu mo kasi label apa ke orang ini, super musyrik ato apa?
    Lagi pula dalam Islam sangat melarang mereka-reka rupa wajah para nabi2… nah itu yg diatas foto nabi ?

    Jadi kalo memang Ahmadiyah masi aja mengakui ada nabi lagi stelah Muhammad, itu artinya dia sudah keluar dari Islam, sudah bukan Islam lagi.

    Ada yg mengatakan, jumlah pengikut Ahmadiyah di Indonesia ada skitar 400.000 orang, jadi mumpung masi kecil sebaiknya pemerintah membubarkan saja Ahmadiyah, sebelum jumlahnya menjadi jutaan, bisa tambah runyam dan lebih parah lagi urusannya nanti.
    Lagi pula waktu itu pemerintah bisa membubarkan PKI,yg jumlah sudah jutaan orang.

    Kalo nanti ternyata semua orang Islam jadi setuju dgn Ahmadiyah, jadi percaya bahwa Muhammad bukanlah rasul terakhir, semua orang Islam jadi mengakui terjamahan Quran Ahmadiyah lebih benar dari pada Quran orang Islam, semua orang Islam jadi mengakui Mirza Ghulam A adalah nabi…
    ato muncul orang lain yg mengaku nabi dan mengatakan sholat gak perlu 5 waktu, sholat cukup sekali aja krn sudah digabung semuanya…
    Bila itu semua terjadi di Indonesia ini, muncul banyak aliran/paham sesat yg memutar balikan hukum Islam, siap yang salah? akankan kita menyalahkan Allah ?

    Wallahu a’lam

  57. herry purnomo said

    Mirza Ghulam itu mirip2 Syekh Siti Jenar, maaf kalo salah.

  58. kang dalijo said

    siapapun orangnya tidak berhak menghakimi keyakinan seseorang…..
    emangnya siapa itu MUI?? ulama kok di majliskan..disitulah sarang otoritas tunggal tafsir.

  59. asmaraku said

    Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yg mengatakan kafir (mengkafirkan) terhadap orang/golongan yg mengucap salam seperti salamku,sahadatnya seperti sahadatku, shalatnya seperti kiblatku,kitabnya seperti Qur’anku,,,maka sesungguhnya kekafiran itu akan kembali kepadanya,,,

    Jadi hati hatilah dalam kafir mengkafirkan karena sesungguhnya yg berhak mengafirkan itu hanyalah ALLAH SWT.

    Ahmadiyah itu seperti bola bekles semakin di pukul keras maka pantulannya akan semakin keras

    Hidup berdampingan dengan perbedaan di bumi PANCASILA adalah yg terbaik bagi kita

    Indonesia bukan negara islam jadi Jangan buang waktu dan tenaga untuk mencaricari kesalahan orang lain,.Kecuali anda ingin menghancurkan negeri ini

  60. Love for All said

    ISLAM itu memang satu tapi islam di ahir zaman itu banyak dan ironisnya semuanya ‘ahli naarr, ila wahidan’ (ahli neraka kecuali satu) yaitu yg sesuai dengan ‘ahlusunah waljamaah’ (kutipan Sabda Rasullullah saw)

    Maka dari itu kita selaku umat islam silahkan kita cari islam yg sesuai dg ahlusunnah waljamaah tadi, bayangkan kalau Allah berkehendak bahwa JAMAAH AHMADIYAH itu adalah ahlusunnah waljamaah ISLAM YANG SESUNGGUHNYA,,,maka,,,,,,??? jangan sampai anda menyesal,,,kalau tidak percaya AHMADIYAH minimal anda tidak menghujat

    Kalau anda termasuk orang intelek
    – Carilah data dari sumbernya
    “kalau mau tahu air sungainya bersih atau tidak maka lihatlah dari hulunya”

    – teliti dan buktikan hal yg di anggap bertentangan

    – bicara sesuai bukti (salah katakan salah benar katakan benar)

  61. remainder said

    – Salah satu ciri ahir zaman : “Sejahat jahat umat di ahir zaman adalah para ULAMA”

    – MUI buktinya!!!

    – Sedarlah wahai manusia,,,ahir zamankah ini???

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: