KabarNet

Aktual Tajam

Utang RI Capai Rp 1.588,02 Triliun

Posted by KabarNet pada 30/05/2010

Jakarta – Utang pemerintah Indonesia sampai akhir April 2010 tercatat sebesar Rp 1.588,02 triliun, jumlah ini turun dibandingkan dengan total utang pemerintah per akhir 2009 yang nilainya Rp 1.590,66 triliun.

Namun penurunan jumlah utang ini lebih dikarenakan penguatan nilai tukar rupiah. Sebab dalam mata uang dolar AS, jumlah utang pemerintah justru meningkat cukup banyak. Per 30 April 2010, utang pemerintah mencapai US$ 176,21 miliar, naik dari posisi akhir Desember 2009 yang sebesar US$ 169,22 miliar.

Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip detikFinance, Sabtu (29/5/2010).

Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 63,54 miliar dan surat berharga US$ 112,67 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.253,79 triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 25%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir April 2010 adalah:

* Bilateral : US$ 38,76 miliar
* Multilateral: US$ 21,64 miliar
* Komersial : US$ 3,08 miliar
* Supplier : US$ 60 juta.

Peningkatan signifikan terjadi pada jumlah utang dalam bentuk obligasi yang nilainya meningkat menjadi US$ 176,21 miliar, dari jumlah di akhir 2009 yang sebesar US$ 169,22 miliar.

Secara jumlah utang Indonesia memang meningkat dari tahun ke tahun, namun rasio utang terhadap PDB memang menunjukkan penurunan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia.

Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio utangnya terhadap PDB:

* Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
* Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
* Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
* Tahun 2003: Rp 1.232,04 triliun (61%)
* Tahun 2004: Rp 1.299,50 triliun (57%)
* Tahun 2005: Rp 1.313,29 triliun (47%)
* Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
* Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
* Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
* Tahun 2009: Rp 1.589,78 triliun (28%)
* Februari 2010: Rp Rp 1.588,01 triliun (25%)

______________________

Indonesia Dapat Utangan US$ 200 jt dari Bank Dunia

Bank Dunia menyetujui pinjaman senilai US$ 200 juta kepada Indonesia untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Pinjaman kebijakan pembangunan atau Development Policy Loan (DPL) ini merupakan yang pertama kali diberikan kepada RI.

“Indonesia berpotensi menjadi korban utama dari perubahan iklim. Dalam waktu bersamaan, emisi Indonesia juga merupakan bagian penting dari total emisi global. Kami sangat senang dengan langkah Indonesia dalam menanggapi ancaman perubahan iklim,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Joachim von Armsberg dalam siaran per yang diterima detikFinance, Rabu (26/5/2010).

Menurutnya, Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam menanggapi masalah perubahan iklim. Selama dua tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah berhasil memasukkan isu perubahan iklim ke dalam proses perencanaan dan penganggaran nasional.

Ia menambahkan, pemberian pinjaman ini merupakan dukungan Bank Dunia dalam mewujudkan pertumbuhan dengan emisi karbon yang lebih rendah dan tahan iklim. Melalui investasi ini, Bank Dunia bergabung dengan Pemerintah Jepang dan Perancis yang terlebih dahulu memberikan bantuan selama dua tahun terakhir.

Fokus pinjaman kebijakan ini antara lain menanggapi kebutuhan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan adaptasi dan upaya ketahanan di sektor-sektor utama dan memperkuat institusi serta kebijakan yang diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim dengan sukses.

Indonesia dinilai sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, meningkatnya permukaan air laut, perubahan pola cuaca, dan meningkatnya ketidakpastian. Perubahan iklim juga akan berdampak pada keamanan pangan, produktivitas pertanian, simpanan air, penyebaran penyakit melalui air dan vektor serta ekosistem terumbu karang.

“Dengan kebijakan yang sesuai dan kapasitas yang lebih baik, Indonesia akan secara bertahap menuju pertumbuhan rendah karbon dan juga mencapai target jangka pendeknya yaitu pengurangan emisi gas rumah kaca sebanyak 26 persen,” ujarnya.

Dalam pinjaman tersebut, Bappenas memainkan peranan terpenting dalam mengkoordinir semua departemen yang merupakan pemangku kepentingan dan kementerian yang terlibat dalam mitigasi dan adaptasi. [detikFinance]
____________

ICW kecam utang ke Bank Dunia

Pemerintah diduga mengambil kebijakan utang secara diam-diam untuk perubahan iklim. Utang ini dinilai tidak perlu lantaran ada dana hibah yang harus dioptimalkan.

“Utang bagi perubahan iklim prosesnya tidak transparan dan dibuat tanpa melalui proses konsultasi publik. Publik hanya mengetahui keberadaan kebijakan ini setelah Bank Dunia mengumumkan di website-nya,” kata Koordinator ICW Danang Widoyoko dalam jumpa persnya di kantor ICW, Minggu (30/5).

Pemerintah telah memutuskan untuk berutang kembali ke Bank Dunia sebanyak US$200 juta kepada Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai US$300 juta dan kepada Perancis melalui Agence Francaise de Development (AFD) senilai US$300 juta.

Padahal, di sela-sela konferensi internasional hutan dan iklim di Oslo, Norwegia, terbangun kesepatan kerja sama antara Indonesia dan Norwegia untuk penurunan gas rumah kaca dari penggundulan hutan. Pemerintah RI dihibahkan Pemerintah Norwegia sebesar US$1 miliar. Dana ini memang tunai atas pengurangan emisi rumah kaca pada 2013 sementara Pemerintah RI tak lagi menerbitkan izin baru buat konversi hutan alam dan gambut.

“Dengan demikian, pernyataan SBY bahwa akan memperjuangkan hibah untuk pendanaan perubahan iklim adalah sebuah kebohongan publik, karena ternyata dalam APBNP 2010 terdapat pula penambahan utang,” katanya.

Kebijakan ini sangat disesalkan karena turut diduga bahwa uangnya hanya akan digunakan untuk pembuatan kebijakan, seperti konversi lahan gambut dan melanjutkan pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di seluruh provinsi.

“Sangat disayangkan dilakukan untuk kegiatan yang memang seharusnya dilakukan pemerintah melalui APBN,” ujarnya. “Anggaran yang sudah ada kemana itu. Kalau memang untuk menutupi defisit anggaran ya diungkapkan ke publik dong,” ungkapnya.

Pasalnya, utang ini hanya akan menambah beban anggaran saja dengan melihat utang pemerintah Indonesia hingga saat ini mencapai lebih dari Rp1588,02 triliun. Meskipun, sudah diklaim beban utang turun hingga di bawah 30 persen pendapatan domestik bruto (PDB).

Faktanya, besaran cicilan utang mencapai Rp110 triliun sementara bunga utang mencapai Rp115 triliun. Hal ini lebih besar dari anggaran buat Kementerian Kesehatan sebanyak Rp22,429 triliun dan Kementerian Kehutanan yang hanya Rp4 triliun.
____________

RI Sumbang Palestina Rp 20 M

VIVAnews – Indonesia akan membantu Palestina membangun sebuah rumah sakit di kota Gaza. Bantuan fasilitas umum ini dijanjikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan nilai sebesar Rp 20 miliar.

SBY mengatakan fasilitas ini merupakan komitmen dan kontribusi Indonesia dalam membantu Palestina.

“Dana Rp 20 miliar itu untuk menambah fasilitas di Gaza dan tentunya Indonesia siap memberi bantuan kemanusiaan lain yang akan datang,” kata Presiden di Istana negara, Sabtu 29 Mei 2010.

Selain bantuan kemanusiaan, kata Presiden, Indonesia bersama Afrika juga memberikan bantuan dalam bentuk capacity building…..>>> [vivaNews]

5 Tanggapan to “Utang RI Capai Rp 1.588,02 Triliun”

  1. taUbat said

    Daftar Negara/Lembaga Kreditor (Pemberi Utang Luar Negeri) terbesar Indonesia

    1. Jepang 45,5% atau 29.8 miliar USD* atau Rp 358 triliun
    2. ADB (Asian Development Bank)16,4% atau 10.8 miliar USD atau Rp 129 triliun
    3. World Bank (Bank Dunia)13.6% atau 8.9 miliar USD atau Rp 107 triliun
    4. Jerman 4.7% atau 3.1 miliar USD atau Rp 37 triliun
    5. Amerika Serikat 3.7% atau 2.3 miliar USD atau Rp 28 triliun
    6. Inggris 1.7% atau 1.1 miliar USD atau Rp 13 triliun
    7. Negara/lembaga lain 14.6% atau 9.6 miliar USD atau Rp 115 triliun

    Data Utang Luar Negeri Indonesia (2001-2009** )

    * 2001 : 58,791 miliar USD Tambahan Utang (5,51 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4,24 miliar USD)
    * 2002 : 63,763 miliar USD Tambahan Utang (5,65 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4,57 miliar USD) * 2003 : 68,914 miliar USD
    Tambahan Utang (5,22 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4.96 miliar USD)
    * 2004 : 68,575 miliar USD Tambahan Utang (2,60 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,22 miliar USD)
    * 2005 : 63,094 miliar USD Tambahan Utang (5,54 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,63 miliar USD)
    * 2006 : 62,02 miliar USD Tambahan Utang (3,66 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,79 miliar USD)
    * 2007 : 62,25 miliar USD Tambahan Utang (4.01 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (6,32 miliar USD)
    * 2008 : 65,446 miliar USD Tambahan Utang (3,89 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,87 miliar USD) * 2009*: 65,7 miliar USD
    Tambahan Utang (????), cicilan utang + bunga (>5 miliar USD)

    TIGA KOMPONEN BIAYA YANG HARUS DIPENUHI PEMERINTAH SEBAGAI PEMINJAM

    1. Biaya di muka (front and fee)
    2. Biaya bunga (interest) yang harus disesuaikan dengan London Interest Bond and Obligation Rate (LIBOR)
    3. Biaya komitmen (commitment fee) yang harus dibayarkan jika pemerintah terlambat (sesuai jadwal yang disepakati) melakukan pencairan pinjaman
    Di antara tiga biaya yang sangat memberatkan itu, biaya front and fee dan commitment fee adalah biaya-biaya yang tidak tampak atau jelas ke mana alirannya. Biaya front and fee yang harus dikeluarkan pemerintah atau negara peminjam sebesar 1 persen dari total pinjaman yang diajukan ini tidak jelas untuk apa ditujukan, sebab segala hal yang berkaitan dengan urusan pinjam-meminjam telah terdapat biaya operasionalnya masing-masing. Karena itu, biaya di muka selama Indonesia terlibat dalam urusan utang luar negeri dengan pihak lender, selain sangat sulit untuk dilacak dan merugikan negara, bisa jadi telah terjadi “permainan” antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses ini dan Bank Dunia. Oleh karena itu, proyek-proyek yang dibiayai utang semacam ini, sebelum terjadi loan agreement, telah menguap, dan inilah yang menurut perhitungan ekonomis tidak dapat dipertanggungjawabkan. Akibatnya, kaitan antara pinjaman yang diterima dan tujuan penanggulangan kemiskinan secara nasional menjadi sangat lemah dan hanya menguntungkan sekelompok orang.

    Sumber : cafe-ekonomi.blogspot.com

    PENYEBAB HUTANG LUAR NEGERI INDONESIA ADALAH SAAT KEPEMIMPINAN ORDE BARU

    DAN YANG SANGAT LUAR BIASA SEKARANG KOALISI PARTAINYA KEMBALI LAGI PADA POLA REZIM LAMA YAITU KOALISI PARTAI DEMOKRAT DAN GOLKAR (ORDE BARU)

    BERAPA BANYAK TAMBAHAN LAGI UTANG YANG AKAN DIBEBANKAN PADA ANAK CUCU KITA ????

  2. RAKYAT said

    SEKALIAN SAJA BANTU IRAQ DAN AFGANISTAN ATAS DASAR KEMANUSIAAN, MASING-MASING RP 50 M. SOAL RAKYAT URUSAN BELAKANGAN, YANG PENTING CITRA PRESIDEN RI BAGUS DI MATA DUNIA… LANJUTKAN!!!

  3. PENGAMAT said

    Membaca berita Berita Running Teks di Stasiun TV one yang memberitakan bahwa utang Negara Indonesia sebesar 1.588,02 trilyun bagi saya utang tersebut sangat besar sekal, yang jadi pertanyaan adalah untuk apakah utang sebanyak itu apakah untuk biaya pembangunan, atau untuk hal yang lain. Kalau kita bagi dengan jumlah penduduk Indonesia yang jumlahnya 235 juta jiwa maka setiap jiwa menanggung utang sebanyak 6,757,531.91 rupiah. Dan saya berharap bahwa utang yang sangat besar itu tidak membebani rakyat terutama rakyat kecil karena saat ini mereka dengan konsisi seperti saat ini mereka sangat merasakan betapa sangat beratnya hidup ini. Dan saya berharap juga bahwa utang yang sebesar itu dipergunakan secara baik bukan disalahgunakan oleh segelintir orang untuk hidup senang diatas penderitaan rakyat kecil.

    Kemudian timbul pertanyaan, kenapa orang yg memberikan keleluasaan bagi penerbitan SUN sekarang justru diangkat menjadi managing director World Bank? Apakah itu merupakan balas jasa atas terbukanya pintu pendapatan bagi lembaga2 kapitalis spt IMF, WB, ADB dll?

    Fakta situasi ekonomi skrg :

    Posisi hot money skrg ini melebihi cadangan devisa negara. Hal ini berbahaya sekali krn para kapitalis itu tinggal menghembuskan issue maka akan terjadi capital flight (larinya modal asing), lalu muncullah rush besar2an spt kejadian 1998. Kemudian IMF akan masuk sbg pahlawan kesiangan… dan sebelumnya, mereka selamatkan dulu org yg memberi pintu masuk bagi IMF dan lainnya, diberilah jabatan managing director WB.

  4. makelar said

    jual aje dah ni negara,saya makelarin boleh gak,kan lumayan ada komisi

  5. Logika said

    Minjem ke Bank Dunia ?

    Tahukah anda :

    Apa Bank Dunia dan siapa pemiliknya ?

    Apa program Tatanan Dunia Baru dan siapa pencetusnya ?

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: