KabarNet

Aktual Tajam

Yusril: Saya Bisa Seret SBY!

Posted by KabarNet pada 17/07/2010

“MATI SATU MATI SEMUA”

JAKARTA – Yusril Ihza Mahendra, mantan menteri hukum dan HAM dan mantan menteri sekretaris negara, terpancing amarahnya sehingga terusik dengan Kejaksaan Agung. Ikrar ‘mati satu mati semua’ mulai disuarakannya dengan menegaskan dirinya akan menyeret Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus Sisminbakum dan Bank Century.
Medan pertempuran kasus Sisminbakum yang dituduhkan pada dirinya mulai melebar ke SBY. Bukan saja saya bisa tarik Presiden ke dalam kasus Sisminbakum, tapi akan melebar ke kasus Century. Ini yang paling ditakuti SBY,” tegas Yusril, hari ini di Jakarta.

Kata Yusril, Kejaksaan Agung tidak sepenuhnya faham bahwa kasus Sisminbakum memiliki keterkaitan dengan berbagai kasus lain yang ada saat ini, termasuk yang bisa menyeret SBY secara hukum. “Anda bisa lacak TPI itu perebutan antara siapa dengan siapa. Jaksa Agung bertindak sangat ceroboh menjadikan saya tersangka,” kecam Yusril.

Ikrar ‘mati satu mati semua’ akan dibuktikannya. “Kejaksaan (Agung) akan terima resiko didamprat Presiden SBY karena ulahnya sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, analis hukum dari Universitas Medan Area (UMA), Zamzami Umar, menyatakan hal yang serupa dengan Yusril. Dikatakannya, akar mula permasalahan ini memang berasal dari Presiden SBY sendiri. “Mengapa sewaktu pelantikan saat itu tidak diumumkan, lalu ketika sudah ribut saat ini, SBY tutup mulut, harusnya segera turun tangan jelaskan hal yang sebenarnya,” kata Zamzami kepada Waspada Online, malam ini.

Diterangkannya, dalam sepanjang sejarah pengangkatan kabinet, semua presiden menetapkan jaksa agung yang disejajarkan dengan setingkat menteri. Bahkan di kabinet pemerintahan SBY yang pertama juga ditetapkan.

Atas hal tersebut, ketua program studi di UMA ini berpendapat, sebaiknya Presiden menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Bila pun terjadi kekeliruan, dikatakannya Presiden tidak disalahkan bila minta maaf. “Lazim saja seorang presiden minta maaf, karena tidak ada salahnya. Hal tersebut bukan pekerjaan buruk namun pekerjaan yang mulia. Dan memberi maaf jauh lebih mulia,” sebutnya.

Selain itu, kata Zamzami, dengan keterangan tersebut, pihak pemerintahan baik sekretariat negara maupun kejaksaan bisa menjadi hal ini pengalaman agar tidak melakukan kesalahan serupa dikemudian hari.

“Jika memang harus dikeluarkan atau dikorbankan atas kesalahannya itu tidak jadi masalah, demi menegakkan kebenaran,” pungkasnya.

[WASPADA]

Yusril Janji Bongkar Rahasia Century

Yusril Ihza Mahendra belum mau mengungkap rahasia skandal Bank Century yang ia ketahui. Mantan Mensesneg itu berjanji akan membongkar rahasia Century jika kasus Sisminbakum yang melilitnya selesai.

“Oke, tapi Sisminbakum selesaikan dulu,” kata Yusril, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/7/2010). Yusril mengatakan itu saat ditanya wartawan soal kesediaannya jika dipanngil Tim Pengawas DPR tentang kasus Bank Century.

Yusril mengaku tahu banyak hal tentang rahasia kasus Century yang belum diungkap Pansus Angket. “Suatu saat juga akan saya buka. Itu salahnya Pansus dulu kenapa tidak memanggil Saya dulu. Kalau dipanggil akan Saya buka semua,” kata dia.

Ia menambahkan, usai kasus Century kasus apapun akan diangkat untuk mengalihkan kasus yang menyedot uang negara Rp 6,7 T itu. Tak terkecuali kasus Sisminbakum yang kini menjerat Yusril sebagai tersangka.

“Saya menganalisis, pasca-Century apapun akan di-blow up untuk mengalihkan perhatian orang,” kata dia. [detikNews]

8 Tanggapan to “Yusril: Saya Bisa Seret SBY!”

  1. Bima Harus said

    Ketika saya masih duduk dikelas II SMP yang kebetulan didepan rumahku ada pembangunan mesjid yang diawali menentukan arah Kah’bah tinggal carikan kompas dan gbr peta Dunia kita tinggal tarik kota mekah sampai posisi kota kita dimana mesjid yang akan dibangun mengapa kota mekah kita jadikan bahan acuan?
    karena Ka’bahnya tidak nampak, andaikata gambar ka’bahnya nampak berarti kalau diskala besarnya sama dengan P.Kalimantan

    Jadi kita bisa nyimpulkan menentukan arah mesjid ternyata lebih mudah dari pada membalikan tangan, kalau sekarang para pakar heboh tentang arah mesjid ke ka”bah itu adalah fenomina yang sangat amat sangat memalukan sekali bagi manusia yang berakal. mereka umat Islam tidak sadar kalau dirinya dikerjain oleh orang-orang Israel yang menggunakan kaki tangan antek-antek Liberal diantaranya Golongan kelompok ulama yang bebal karena terindikasi sifat munafik.

    Dalam Al-Qur”an maupun hadit’s tidak ada yang mengharuskan mesjid diseluruh dunia harus simetris dengan arah Ka’bah kalau tidak sholatnya batal! itu tidak ada hai munafik yang ada kalimat “kalian jangan BODOH supaya tidak dijadikan bulan-bulanan oleh Zionisme Israel yang bermuka Amerika yang sekarang ini anda berada dimulutnya tinggal dimasukan kedalam perutnya”
    Tahukah anda difinisi perut zionis????
    yaitu jalan menuju ke Kafiran bagi orang islam yang Fasik dalam agama dan Pengetahuan.

  2. bungkar semua agar Indonesia sejahtera, lbh mati tapi mulia dari padahidup berlimpah harta tapi terhina mati disiksa. bongkar smua rakyat mnnggu, jaksa Agung hrs Indenpenden jgn takaut jlan trssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

  3. Ratu said

    INI YG AKU TUNGGU,SBY ITU HARUS DI SERET KE PENGADILAN,UNTUK MEMPERTANGGUNGKAN JAWAPKAN SEMUANNYA,SUPAYA TERBONGKAR SEMUANNYA,KESIAN RAKYAT INDONESIA,YG TDK TAU MASA DEPANNYA

  4. [COPAS]Yusril Simpan “Kartu As” Century

    Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra (kiri) bersama Mantan Menteri Tenaga Kerja Bomer Pasaribu (tengah) dan Pendiri SOKSI Suhardiman tampil sebagai pembicara dalam diskusi tentang “Isu Aktual Politik Terkait Kasus Yusril Ihza Mahendra Dalam Kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum)” di Jakarta, Jumat (16/7).

    “Ini menarik sekali, kita sedang menjadwalkan untuk memanggil Yusril.

    [JAKARTA] Mantan Menteri Hukum dan HAM yang menjadi tersangka kasus Sistem Administrasi Bantuan Hukum (Sisminbakum), Yusril Ihza Mahendra mengaku punya “kartu As” terkait kasus Bank Century. Namun, ia baru mau membukanya setelah kasus Sisminbakum selesai.
    “Saya tahu banyak tentang kasus tersebut (Bank Century, Red) dan akan saya ungkapkan pada waktunya nanti. Salah sendiri Pansus tidak memanggil saya. Saya juga siap dipanggil, namun kasus saya diselesaikan dulu,” kata Yusril dalam diskusi dialektika demokrasi di DPR, Jumat (16/7).
    Yusril menegaskan, jika kasusnya terus digulirkan, dirinya akan memberikan bukti-bukti, analisis dari aspek legalitas di mana kekurangan dalam penangangan kasus Bank Century tersebut. “Saya juga akan ungkapkan peran Satgas dan Timtas Tipikor yang tidak jelas dalam penanganan kasus-kasus perkarannya. Coba saja tanah Hotel Hilton itu, kini menjadi milik swasta. Timtas Tipikor yang bekerja tidak ada hasilnya,” jelasnya lagi.
    Dalam diskusi kemarin, Yusril membeberkan beberapa analisis atau kemungkinan dirinya dijadikan tersangka dalam kasus Sisminbakum. Walau ia sendiri sangat yakin bahwa keputusan mengenai Sisminbakum sudah benar, dan merupakan primus interpares, dimana pembuat kebijakan tidak bisa dipidanakan. Sisminbakum, menurutnya, bukanlah satu kasus, tapi memang sengaja dikasuskan.
    Kemungkinan pertama, kata Yusril, dia hanya korban dari permasalahan antara keluarga Harry Tanoesudibjo dan keluarga Cendana dalam kasus kepemilikan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Pemerintah tidak terlibat dalam kasus tersebut, tetapi diduga orang-orang Kejaksaan yang selama ini menjadi pendukung keluarga Cendana.
    Kemungkinan kedua, adanya intervensi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) yang juga mantan Sekretaris Kabinet (Seskab), Sudi Silalahi. Terkait dugaan ini, Yusril mengaku sudah lama sebenarnya dia menjadi sasaran, dan itu terlihat dari beberapa kasus yang pernah ingin ditimpakan. “Saya juga tidak mengerti mengapa saya selalu menjadi sasaran terus, bahkan semasa saya masih menjabat. Kasus sisminbakum bukanlah kasus pertama yang ingin dibebankan kepadanya. Sebelumnya juga ada kasus korupsi KTT Asia Afrika di Setneg, kasus sidik jari, dan sekarang Sisminbakum,” jelasnya.
    Yusril berkisah, ketika Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika pada tahun 2005 di Bandung, dia ditunjuk menjadi ketua pelaksana. Di tengah-tengah mempersiapkan event internasional itu, Kejaksaan Agung tiba-tiba mau memeriksa Yusril.
    “Saya sebagai ketua pelaksana hanya diberikan waktu lima minggu untuk mempersiapkan KTT Asia-Afrika itu, termasuk persiapan keamanan, tempat tinggal seluruh kepada negara, presiden, dan raja yang hadir sebanyak 144 orang. Di tengah tugas berat itu, tiba-tiba saya dipanggil oleh Kejaksaan Agung, katanya ada korupsi pada pelaksanaan itu,” cerita Yusril.

    Presiden Bantah
    Dia kemudian mendatangi Hendarman Supandji, yang saat itu menjadi Ketua Timtas Tipikor. “Saya pun mendatangi Hendarman, dan mengatakan bahwa saya sedang sibuk mengurus KTT Asia-Afrika. Kalau mau memanggil, nanti setelah KTT Asia-Afrika selesai. Saya juga bertanya, siapa yang menyuruh memanggil saya? Dia (Hendarman, Red) bilang disuruh oleh Sudi Silalahi, yang katanya diperintahkan oleh Presiden,” jelasnya.
    Yusril yang tidak menerima keterangan itu, kemudian mendatangi Presiden di kediamannya di Cikeas, dan meminta klarifikasi, mengapa dirinya yang sedang sibuk mempersiapkan KTT Asia-Afrika kemudian dipanggil Kejaksaan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kata Yusril, membantah kalau menyuruh Sudi memeriksa dirinya. Karena merasa dirinya dipermainkan, Yusril sempat marah-marah, dan meminta mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I. Menko Polhukam Widodo AS yang kebetulan ada di Cikeas, menenangkan Yusril. “Pak Widodo menyabarkan saya, dan bilang jangan marah-marah,” kata Yusril.
    Kemungkinan ketiga, adalah pengalihan isu kasus Bank Century. Setelah meledaknya kasus itu, jelasnya ada upaya untuk menutup-nutupi dengan membongkar kasus-kasus lainnya. “Saya pikir kasus saya adalah salah satu upaya ke sana. Tapi, saya tahu banyak tentang kasus tersebut (Century, Red), dan akan saya ungkapkan pada waktunya nanti,” katanya.
    Sementara itu, anggota Komisi III DPR Ahmad Yani mengatakan, keinginan Hendarman menjadikan Yusril sebagai tersangka dalam kasus Sisminbakum sudah lama. “Namun, karena belum ada izin dari Presiden, niat tersebut tertunda,” kata Yani meniru ucapan Hendarman.
    Di tempat terpisah, anggota Tim Pengawas Tindaklanjut Kasus Bank Century Trimedya Pandjaitan menyatakan, pihaknya sedang menjadwalkan akan memanggil Yusril untuk didengar keterangannya soal apa yang diketahui tentang kasus Bank Century. “Ini menarik sekali, kita sedang menjadwalkan untuk memanggil Yusril,” katanya.

  5. syaiful said

    sangat setujuuuuu bongkar saja Bang

  6. Koment 4 :


    “Saya juga tidak mengerti mengapa saya selalu menjadi sasaran terus, bahkan semasa saya masih menjabat. Kasus sisminbakum bukanlah kasus pertama yang ingin dibebankan kepadanya.

    Karena Bapak paling ganteng dari yang lain, he, he, heee, sirik kaleee …

  7. Anonim said

    Yusril kalau cuma ngomong di media masa, org ideot juga bisa, buktinya mana, yusril kalahj di MK katanya mau seret SBY krna kasus remisi penjahat Narkoba corby dan katanya presiden melanggar undang undang, ternyata Yusril yg kalah di pengadilan, kok tdk minta maaf dan mengaku salahj telah provokasi rakyat indonesia, dasar banci pezinah wanita muda, umuRrmu tinggal sebentar lagi banyak berdoa saja

  8. yusril. aku akui kamu memang pintar , dan jago.
    belum pernah saya dengar ada pengacara/siapa pun yg berhasil/ menang melawan yusril di bidang hukum.
    namun sayang, kamu hanya bisa berkicau di media. mem propokasi masyarakat indonesia, tanpa ada pembuktian ,. kalow memang kamu tau banyak tentang kasus century, silahkan buka. biar masyarakat indonesia tau mana yang benar dan mana yang salah, mana pemenang dan mana pecundang !!!

    kalow nyanya bisa berkicau seprti burung , anak kecil juga bisa BUNG !!!!! .

    BY . MASYARAKAT DENGAN MASADEPAN YG SURAM !

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: