KabarNet

Aktual Tajam

Inilah Kronologi Bentrok di PN Jaksel

Posted by KabarNet pada 30/09/2010

Bentrokan dua kubu sebelum persidangan kasus Blowfish di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pecah, Rabu (29/9/2010). Mereka adalah kubu pendukung tedakwa Bernandus Maela dan kubu yang berseteru dengannya.

Tiga korban dinyatakan tewas dan sejumlah korban lain mengalami luka serius akibat bacokan. Tiga polisi pun juga terluka terkena sabetan golok. Bahkan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy terserempet peluru di kakinya.

Berikut adalah kronologi awal kasus Blowfish hingga masuk ke proses persidangan dan detik-detik terjadinya tragedi kerusuhan antarpendukung pada siang tadi.

4 April 2010
Perkelahian antara dua kelompok suku yaitu Ambon dan Flores meledak di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di Plaza City sekitar pukul 01.00 WIB. Perkelahian bermula saat seorang pemuda 17 tahun berusaha menerabas masuk klub. Saat bodyguard melarang masuk, ia memaksa dan akhirnya dipukuli oleh petugas satpam yang terlebih dahulu dipukulinya. Laki-laki itu mengaku anak pejabat, dan janji akan membalas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kala itu mengatakan, peristiwa itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan yang sebelumnya dipukul pengunjung karena tak tersedianya meja. Dalam bentrokan itu, M Soleh meninggal disusul oleh temannya, Yopi Inggratubun, yang meninggal dua minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra.

22 September 2010
Persidangan insiden Blowfish digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali perdana. Terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo, didudukkan di kursi terdakwa. Namun, mereka lalu diamuk dan dipukuli pengunjung sidang dari kelompok berbeda yang bertikai saat hendak dibawa keluar dari ruang tahanan pengadilan menuju ruang sidang. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan, tetapi tetap tak mampu menghadang bentrok antara dua kubu.

29 September 2010
Agenda persidangan lanjutan kasus Blowfish. Agenda ini bertepatan juga dengan agenda persidangan perdana mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji dalam dua perkara suap dan korupsi masing-masing menerima suap dalam penanganan kasus Arowana dan perkara korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat tahun 2008.

Pukul 09.00
Sebanyak dua SSK polisi Samapta dan Antihuru-hara disiapkan oleh kepolisian lengkap dengan tameng dan helm pelindungnya guna mengamankan dan mengantisipasi terjadinya kembali aksi kerusuhan pengunjung sidang Blowfish. Pengunjung sidang Blowfish dan Susno sudah mulai terlihat mendatangi Pengadilan Negeri.

Pukul 10.30
Susno tiba di Pengadilan dengan pengawalan ketat. Kericuhan terjadi kala pemburu berita mencoba mengabadikan kedatangan dan sidang perdana mantan Kapolda Jawa Barat itu. Satu kaca nako ruang pos bantuan hukum Ikadin di pengadilan pecah karena kericuhan.

Pukul 11.00
Susno dihadapkan ke persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan. Ruang sidang utama dipenuhi pengunjung, keluarga Susno, dan awak media. Di sisi lain, pengunjung sidang Blowfish berkeliaran mulai memenuhi lokasi persidangan.

Pukul 12.00
Susno selesai melalui persidangan perdananya. Kericuhan kembali terjadi saat pemburu media berlomba mengabadikan dirinya dan memintai tanggapannya seputar dakwaan jaksa. Ibunda Susno, Mardiyah, dan keluarga besar Susno pun turut terseret desak-desakan dan aksi dorong yang mewarnai kericuhan.

Pukul 13.00
Aksi kerusuhan mulai pecah di antara kedua kubu “Blowfish” di luar area pengadilan, tepatnya di Jl Ampera Raya, di depan PN Jakarta Selatan. Kericuhan diduga bermula dari isu di antara kedua kelompok. Beredar kabar, salah satu kelompok mendatangi pengadilan dengan menumpang Kopaja jurusan Tanah Abang-Blok M guna melakukan aksi penyerangan lanjutan terhadap salah satu kelompok sebagai imbas dari kerusuhan sidang sebelumnya.

Salah satu kelompok yang mendengar isu itu menghampiri kelompok satunya dan berusaha menghadang kelompok lawan mereka di sekitar Jl Ampera sebelum sampai di depan Pengadilan.

Badan bus Kopaja 608 yang diisukan ditumpangi lawan mereka itu pun menjadi sasaran amuk. Kaca dan kursi hancur karena dipukul dengan kayu dan batu. Beberapa orang juga terlihat menggoyang-goyangkan bus tersebut, sedangkan sebagian lain berniat membakar bus dengan memantik korek.

Bus yang terparkir di depan toko buah Total Fresh tersebut terus menjadi bulan-bulanan massa. Namun, rencana membakar bus tersebut kemudian dibatalkan karena sebagian orang berusaha menghalangi hal tersebut.

Aksi saling pukul dan lempar batu pun mulai terjadi di antara kedua kubu. Suasana mencekam. Warga dan pengguna jalan yang melintas dengan kendaraan ketakutan. Lalu lintas yang sebelumnya sudah macet menjadi tambah macet. Tembakan peringatan dan tembakan lainnya mulai terdengar bersahut-sahutan. Parang dan pedang tergenggam saling terayun dari masing-masing anggota kelompok ke arah masing-masing anggota kelompok lawan. Di antara mereka juga diketahui membawa senjata api. Seorang lelaki tampak terkapar di tengah jalan. Darah berlinang di tubuhnya.

Pukul 14.00
Personel kepolisian Antihuru-hara tambahan dari Polres Jakarta Pusat datang. Disusul oleh kedatangan satu ambulans PMI Jakarta Selatan dan beberapa mobil polisi lainnya. Korban kerusuhan mulai dievakuasi satu demi satu setelah sebelumnya sempat terabaikan karena tidak ada petugas medis.

Pukul 14.50
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Raffli Amar mendatangi lokasi. Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo menyusul datang meninjau lokasi. Boy melansir, tiga orang menjadi korban tewas akibat bentrok dan lebih dari sepuluh orang luka-luka.

[KbrNet/kompas/tempo]

16 Tanggapan to “Inilah Kronologi Bentrok di PN Jaksel”

  1. Innalillah wainna ilaihi rojiun . . . . . betapa sedihnya negeri ini sudah hilang identitas ketimuran yg terjadi kebingisan dendam dengki adu domba wahai sadarlah sebenarnya kita saudara mari kita selesaikan secara damai, dan tegakkan supremasi hukum ini semua mungkin tidak kepercayaan hukum dan ketidak keadilan serta tumpulnya intelegen kapolri yg tumpul /kurang profesional. kesadaran hukum bisa di kendalikan jika suprimasi hukum ditegakkan, keadilan dirasakan, intelegen peka sesuatu permaslahan ini akan tidak sampai terjadi sadarlah negeri ini menanti putra bangsa yg prestasi brantas KKN dan Mafia hukum, keadilan keamanan kesejahteraan yg akan memajukan bangsa ini

  2. Sotang said

    CAFE, NIGHTCLUB, DISKOTIK DAN SEBANGSANYA YANG BERASAL DARI BUDAYA SALAH KAPRAH CUMA TEMPAT AJANG PROSTITUSI, MABOK, RIBUT…..

  3. FENOMINA YANG TERJADI DI INDONESIA HARUS DISIKAPI DENGAN BENTUK MORALITAS APARAT PENEGAK HUKUM KHUSUSNYA POLRI, YANG SELAMA INI PALING SERING MEMBANTAI ORANG-ORANG YANG DIFITNAH SEBAGAI TERORIS YAG BELUM TENTU MEREKA PELAKUNYA,

    BILA KITA CERMATI SELAMA KEJAHATAN TEROR DI INDONESIA MOTIVNYA TIDAK JAUH SEPERTI YANG DILAKUKAN SOFYAN TSAURI MEREKUT ORANG UNTUK DILATIH MENJADI SUKARELAWAN DI GAZA TERNYATA TINGGAL MENANGKAPI DAN DIOPINIKAN SEBAGAI TERORIS

    PARADIGMA PERANG TERHADAP ISLAM DENGAN KEDOK MEMBURU TERORIS MERUPAKAN KONSPIRASI KEPENTINGAN UNTUK MENARIK DOLAR DARI PENCETUS IDE GILA TERSEBUT YAITU KELOMPOK ELIT YAHUDI DI AMERIKA,

    SEKARANG DINEGERI KITA HAMPIR SETIAP HARI DISIBUKAN DENGAN PERTIKAIAN DARI BERBAGAI ELEMEN MASYARAKAT,
    FENOMINA SEMACAM INI BAGIAN DARI SEBUAH AZAB YANG SELAMA INI KALIAN TELAH MENISTAKAN AGAMA TUHAN SEBAGAI AGAMA TERORIS DAN JANGAN BASA BASI KALIAN MEMBUAT STIGMA, TUHAN TAHU APA YANG SEBENARNYA ADA DIDALAM HATIMU ” MENJUAL AGAMAMU KEPADA KRONI-KRONI GEORGE W BUSH DENGAN HARGA YANG SANGAT MURAH JIKA DIBANDINGKAN KESAKITANMU DIPENJARA ILAHI NANTI”

  4. LOGIKA said

    ZIONIS CUMA MENAKUTI KEDATANGAN IMAM MAHDI YANG AKAN MENUMPAS SEGALA BENTUK PERILAKU IBLIS YANG SAAT INI LEKAT DENGAN KEHIDUPAN MEREKA.

    IMAM MAHDI DISEBUT DIRAMALKAN AKAN DATANG DARI WILAYAH TIMUR. MAKANYA TIDAK HERAN JIKA MEREKA AMAT MENGAWASI NEGARA-2 DI WILAYAH TIMUR INI TERMASUK INDONESIA, KHUSUSNYA YANG BERBUDAYA DAN YANG BERPENDUDUK MUSLIMNYA BANYAK SERTA PUNYA POTENSI MENJADI NEGARA MAJU. DIMANA NEGARA ITU BERADA SO PASTI DIAWASI SECARA KETAT OLEH BERBAGAI PANGKALAN MILITER TERDEKAT DAN NEGARA-2 SPIONNYA.

    SELAIN ITU MEREKA PASTI LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG TELAH MELIBATKAN DIRI DALAM BENTUK TERTENTU DALAM URUSAN DALAM NEGERI SI NEGARA TIMUR.
    CONTOHNYA MASALAH TERORISME DAN BERBAU SARA DI INDONESIA YANG AKHIR-2 INI TERLIHAT MARAK. UNTUK MASALAH TERORISME TERLIHAT SEKALI JIKA MEREKA DICIPTAKAN DAN KEMUDIAN DIBERANGUS SENDIRI BAK FILM SINETRON LAGA DI TV.

    PERTANYAANNYA, APA SEBENARNYA YANG DITUJU ?

    APALAGI JIKA BUKAN UNTUK MENJADIKAN SANG NEGARA TIMUR YANG PUNYA POTENSI KEMUNCULAN SANG RATU ADIL ‘IMAM MAHDI’ MENJADI LEMAH DAN TIDAK BERDAYA AGAR TIDAK BISA MENDUKUNG PERJUANGANNYA.

    JADI HIKMAHNYA :
    KITA SEMUA JANGAN MAU DI ADU DOMBA, BERSATULAH, CERDASLAH, KENDALIKANLAH DIRI UNTUK TERUS MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA AGAR MENJADI KUAT, MAJU, MANDIRI, SOLID DAN TETAP DISEGANI OLEH BANGSA-BANGSA LAIN DI DUNIA HINGGA TIBA WAKTUNYA SANG IMAM MAHDI AKAN DITURUNKAN OLEH ILAHI DI SUATU TEMPAT KELAK.

  5. tommy said

    hancur hancur hancur…beginilah kalo preman dipelihara. Polisi kerjasama dg preman, bank kerjasama dg preman, partai kerjasama dg preman, pengusaha kerjasama dg preman. he he he terjadilah percampuran antara aparat dan keparat hasilnya keparat semua….hancurrrrrrrrrr

  6. Wong Ndeso said

    Ini tanggung jawab Polisi, tapi gimana lagi :

    Pimpinanya sibuk nyiapkan kebohongan baru, untuk mengikuti kontes pejabat paling sering berbohong

    Para perwiranya sibuk menggendutkan Rekeningnya untuk bisa jadi pemenang kontes rekening gendut,

    Para penyidiknya sibuk memeras Koruptor agar bisa mengikuti kontes rekening gendut,

    Pasukan khususnya sibuk membantai orang untuk mengejar target, agar bisa mendapat pujian dari bos nya,

    Para Intelnya pada teler dan tidur kepulasan

    Ini kesempatan emas, kapan lagi kalau tidak sekarang ikut menikmati barang haram, kata penjaga gudang
    Penjaga gudang senjatanya mencuri senjata dijual kepada perampok dan preman.

    Kacau balau lah negeri ini, dan terus makin kacau

  7. ya…Allohhhh….. jadi apa negeriku ini sebenarnya???? makin banyak saja orang beringas dan menjadi biadab. Tak ubahnya orang kerasukan setan…saling membunuh, saling fitnah, saling marah dan dendam. Atau jangan2 setan memang sudah mendarah daging pada dirinya, hingga nafsu amarah di jadikan Tuhan.
    Ini akibat semua dinilai dengan uang. Hilang sudah harga diri demi perut dan kesenangan.
    Rasanya negara ini sudah tidak aman seperti dulu lagi.

  8. UNYIL said

    KOK BISA YA (GA KETAHUAN GITU) MEREKA PADA BAWA SENJATA TAJAM PANJANG-2 KE PENGADILAN NEGERI YANG TERLETAK DI TENGAH-TENGAH KOTA JAKARTA SELATAN ?

    BUKANNYA HAMPIR DI SETIAP PEREMPATAN JALAN ADA POS PENJAGAAN ?
    APALAGI MENJELANG GERBANG PENGADILAN NEGERI JAK-SEL BEGITU ?

  9. SUARA HATI said

    Kalau mau kembali aman kayak dulu :
    1. Para pemimpin harus insyaf dan memberikan contoh pada bawahannya.
    2. Semua tau bahwa manusia gak bakal ada yang bisa hidup selamanya.
    3. Semua tau bahwa cuma amal baik yang bakal di bawa ke liang kubur.
    4. Pembangunan harus merata di semua daerah.
    5. Hukum harus benar-2 ditegakkan tanpa pandang bulu.
    6. Sensor pemberitaan diperketat lagi agar tidak kebablasan.
    7. Meningkatkan kedaulatan negara dengan mengurangi ketergantungan bangsa.
    8. Kerukunan hidup beragama difasilitasi dengan baik.
    9. Ekonomi rakyat dibuat sedemikian rupa agar terjangkau seluruh rakyat.

  10. cempaka said

    biar “MAMPUS LU ” orang2 “rese” pembuat onar, apa sih kontribusinya orang2 itu u/ negara cuma bikin ribut sok jagoan. biar mampus lu ( gak termasuk sopir kopaja )

  11. keadilan said

    ada yang aneh…. koq pemberitaan di tv hanya sekitar bom sepeda ontel. padahal berita kerusuhan yang terjadi antar preman harusnya mendapat porsi yg lebih besar karena terjadi di ibukota jakarta pusatnya pemerintahan dan memakan banyak korban, biadap pula. itulah nasib media tv pesanan atau tv rekayasa selalu memberitakan apa yg dipesan.

  12. Liza feriza said

    innalillah……dulu kita ditindas sama penjajah eh sekarang merdeka ditindas premanisme….hendak dikemanakan bangsa ini kalo warga negaranya banyak premannya dan pencundang2 yg punya jabatan alias pejabat2 keparat,ya tuhan dimanakah indonesiaku…..

  13. Toe said

    Hg

  14. Anonim said

    SADIS!!

  15. Anonim said

    preman2 seperti itu memang lebih baik mati aja daripada hidup nyahin yang lain..

  16. Anonim said

    mestinya satu pluru di dada untuk setiap wni yang membawa senjata tajam di depan umum dengan tujuan kekerasan

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: