KabarNet

Aktual Tajam

Pengacara Ghazali: Kapolri bohong!

Posted by KabarNet pada 30/09/2010

MEDAN – Minggu (19/9) lalu, tim Datasemen Khusus (Densus) 88 meringkus 4 orang yang diduga teroris di Desa Tanjung Bunga, gang Sehat, Kota Tanjung Balai. Dari empat orang yang diringkus, dua diantaranya tewas di tempat dan dua lainnya terluka diberondong timah panas Densus 88.

Dalam konferensi persnya di Mapolda Sumatera Utara beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, mengatakan Densus menembak para tersangka teroris dikarenakan adanya perlawanan dari dalam rumah pada saat penggrebekan dilakukan.

Hal ini dibantah tegas oleh anggota Tim Pembela Muslim (TPM), yang menjadi kuasa hukum para terduga teroris yang ditangkap dan ditembak oleh Densus 88 itu, Mahmud Irsyad Lubis. Mahmud mengatakan, apa yang dikatakan oleh Kapolri dalam jumpa persnya adalah pembohongan publik.

“Sama sekali tidak benar. Dari keterangan Kartini, istri Ghazali (salah seorang terduga teroris), dan beberapa orang saksi yang tidak mungkin kami sebutkan namanya disini, sama sekali tidak ada perlawanan dari dalam rumah. Bagaimana mau melawan, sedangkan mereka sedang beribadah secara khusyu’ kepada khaliknya pada saat terjadinya peristiwa,” ujar Mahmud, tadi malam.

Selain itu, kata Mahmud, Kapolri juga menyatakan jika ada anak-anak yang dijadikan tameng oleh para terduga teroris untuk melindungi diri. Hal ini sama sekali tidak ada. Karena seluruh tembakan berasal dari dalam rumah, dan sama sekali tidak ada anak-anak yang dijadikan tameng pada saat penggrebekan berlangsung.

Mahmud mengatakan, pihaknya juga membantah ditemukannya senjata api di rumah Ghazali. Karena selama 2 minggu pasca lebaran, Kartini selalu membersihkan rumah, dan sama sekali tidak ditemukan senjata api di rumah tersebut. “Apa yang diungkapkan oleh kapolri pada saat terjadinya penggrebekan merupakan rekayasa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) langsung memberikan sikapnya terhadap kesaksian itu. Melalui FPI Sumatera Utara, dikatakan bahwa Densus biadab. Penangkapan terhadap Ghazali di rumahnya di Tanjung Balai, Sumut, gang Sehat, dinilai sebagai tindakan yang tidak memiliki rasa kemanusiaan.

Namun, hal itu dibantah Mabes Polri, yang mengatakan penangkapan teroris telah sesuai prosedural. “Tidak mungkin Densus melanggar HAM saat Ghazali sedang shalat karena itu tidak benar. Penangkapan yang dilakukan Densus 88 sudah pasti prosedural dengan komando yang jelas. Tidak mungkin orang lagi ibadah dilakukan penangkapan,” tegas kepala bidang penerangan umum Mabes Polri, Kombes Marwoto Soeto, kepada Waspada Online.

Istri Khairul Ghazali Terus Mencari Keadilan

Kartini Panggabean, istri Khairul Ghazali yang diduga teroris terus mencari keadilan atas penangkapan suaminya oleh Densus 88 pada, Minggu (18/9) lalu di Tanjung Balai.

Kartini mengaku menyaksikan suaminya dinjak-injak dan diseret anggota Densus 88 saat menggerebek rumah mereka di Jalan BahagiaKelurahan Bunga Tanjung, Tanjung Balai.

“Saat itu, anggota Densus 88 langsung menangkap dan menyeret suamiku yang masih sholat maghrib. Dari celah bilik pintu rumah tetanggaku, aku lihat jelas perlakukan Densus 88. Suamiku diinjak-injak dan diseret dengan mata ditutup lakban menuju mobil yang sudah ada terparkir di depan rumah,” kata Kartini menguraikannya, tadi malam.

Kartini menilai, apa yang dilakukan Densus 88 terhadap suaminya Khairul Gazali adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), terlebih, saat itu suaminya dan Alex, Deni dan Deden ( keduanya telah ditembak mati) sedang melaksanakan sholat Magrib berjamaah.

Hingga saat ini, kata Kartini, dia khawatir akan nasib suaminya yang sampai sekarang masih belum jelas keberadaanya. Dari informasi yang diperolehnya, Ghazali saat ini ditahan di Mabes Polri di Jakarta.

Kartini menyebutkan, dia bersama TPM berangkat ke Jakarta. Selain memastikan kebenaran informasi Ghazali berada di Mabes Polri di Jakarta, dia juga akan mengadu ke Komnas HAM dan DPR RI.

Kartini menegaskan, suaminya bukan seorang teroris seperti yang disebut-sebut kepolisian selama ini. Sementara itu, Tim Pengacara Muslim Medan, Mahmud Irsyad Lubis, secara tegas mengatakan, bahwa tindakan yang dilakukan oleh tim Densus 88 Mabes Polri adalah tindakan pelanggaran HAM dan telah melanggar kode etik kepolisian.

Bahwa perbuatan tim Densus 88 Mabes Polri bertentangan dengan ketentuan Pasal 22 ayat (1) UU RI No. 39 Tahun 1999 tentang hak azasi manusia dan Pasal 5 ayat (1) huruf d peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2009, tentang implementasi prinsip dan standar hak azasi manusia dalam penyelenggaraan tugas kepolisian.

“Dalam kasus ini kami meminta pihak kepolisian agar membebaskan Khairul Ghazali dan menindak oknum Densus 88 yang telah melakukan pelanggaran HAM,” pintanya.

TPM tantang Kapolri di pengadilan

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dalam konfrensi persnya di Mapolda Sumatera Utara beberapa waktu lalu mengatakan lokasi penggrebekan yang dilakukan oleh Densus 88 di sebuah rumah di Desa Tanjung Bunga gang Sehat, Kota Tanjung Balai merupakan sarang teroris internasional.

Bahkan pemilik rumah, Khairul Ghazali, terduga teroris dikatakan sebagai teroris internasional yang memiliki jaringan di beberapa megara, dan merupakan orang yang telah lama diburu Polri.

Anggota tim pembela muslim (TPM), yang menjadi kuasa hukum para terduga teroris, Mahmud Irsyad Lubis, mengatakan apa yang dikatakan Kapolri merupakan aksi pembohongan publik. “Semua pernyataan Kapolri tidak benar. Jika dia tetap bersikeras, kita ingin hal ini dibuktikan di pengadilan. Kita yang benar atau Kapolri yang benar,” ujar Mahmud, pagi ini.

Mahmud menjelaskan, mustahil jika orang yang telah berdomisili di Tanjung Balai selama 6 tahun, dan telah memiliki diklat mengajar dinyatakan sebagai teroris. Selain itu, jelasnya, kalau memang Ghazali seorang teroris, pasti dia berpindah-pindah tempat. “Anak kecil juga tahu mengenai hal itu,” ujarnya.

Mahmud menambahkan, apa yang dituduhkan kepada Ghazali sama sekali tidak beralasan. Karena di kediaman Ghazali sama sekali tidak ditemukan perangkat tekhnologi yang bisa berhubungan ke luar negeri bahkan ke luar kota dan sebagainya.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan upaya gugatan praperadilan terhadap klien kita,” tandasnya.

Source

9 Tanggapan to “Pengacara Ghazali: Kapolri bohong!”

  1. Narendra said

    Kalau soal bohong berbohong memang sudah kerajaan tiap harinya, bahkan berbohong 5 kali dalam satu hari sudah biasa.
    Kalau dalam soal rekayasa memang sudah ahlinya
    Kalau dalam soal bantah membantah, memang itu sudah bawaannya.
    Memang benar jika manusia sudah dibawah kendali Iblis, manusia yang benar dihina, dicaci dan dicap sebagai terrorist bahkan jika perlu ditangkapi dan dibantai.
    Kalau kita tidak mempunyai kekuatan, kita berdo’a ajalah ( meskipun itu selemah-lemah iman ) semoga Allah segera menghancurkan para penyembah dan pengikut setia iblis, dan segera memberi kemenangan kepada kebenaran, sambil kita saksikan bagaimanakah akhir hidup seorang “ Raja Bohong “ yang sebentar lagi segera kehilangan Tuhannya ( jabatan ).
    Bila tidak segera bertobat dan menebus segala dosanya, saya do’akan akhir hidupnya seperti Ariel Sharon yang sudah 5 tahun menjadi mayat hidup

  2. […] This post was mentioned on Twitter by Nyantry, Santri. Santri said: Pengacara Ghazali: Kapolri bohong!: MEDAN – Minggu (19/9) lalu, tim Datasemen Khusus (Densus) 88 meringkus 4 orang… http://bit.ly/bp5Uwl […]

  3. taUbat said

    Tidak semua Polisi Pembohong,
    tidak semua polisi Perekayasa,
    tidak semua Polisi Bejat,
    tidak semua Polisi brengsek,
    tidak semua Polisi arogan,
    tidak semua Polisi Korupsi,

    Artinya tidak semua polisi rusak dan masyarakat masih membutuhkan kecuali …

  4. @taubat komen anda ok.Termasuk yg ngomong yg gak bohong mungkin jg bohong..He.He.He.

  5. UJIAN KEMUNAFIKAN LEBIH BERAT DARI UJIAN KEKAFIRAN
    Umat Islam di indonesia sekarang mendapat ujian dari Tuhan yang amat sangat berat dari level presiden hingga rakyat jelata,
    dengan kebodohan yang menjadi budaya bangsa dan rasa ketakutan bagi umat yang cendekia untuk menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Polri selama ini tentang opini “TERORIS”
    bisa disikapi sebagai kebohongan public atau rekayasa semata,
    Bangsa Idonesia yang mengatas namakan orang beragama ternyata masih awam dari subtansi ajaran yang mereka yakinan tentang kehidupan setelah mati,
    sehingga apapun yang menjadi pokok dari keagamaan hanya sebatas Ritual dan untulk Ritual sehingga tidak ada pengaruhnya sedikit pun terhadap ahklaq manusianya,
    Manuver yang dilakukan Polri misalnya terhadap kejahatan Teror tidak bisa hanya disikapi bahwa pelakunya adalah Teroris
    sebagaimana yang telah disimpolkan oleh Abdulrahman Asegaf dalam wawancara di TVone kamis,30/9 jam 18.00
    yang mencerminkan kebebalan cara berfikir setiap berdebat dengan lawan bicaranya seputar pemahaman tentang Teroris,
    Bukan Islam saja pembawa ajaran rahmat dan alamin, semua agama didunia juga punya misi yang sama cinta kasih dan damai.
    Kalau Sdr Asegaf mengatakan Islam tidak boleh merampok,merampok adalah perbuatan PKI,
    Saya sendiri adalah mantan keluarga besar PKI,dan belum pernah saya mendengar Ideologi komunis mengajarkan merampok, justru dari gaya bicaranya saja Abdulrahman Asegaf lebih bobrok dari PKI,hanya saja beliau menggunakan atribut Kiyai yang seolah-olah kiyai beneran.
    Sekarang saya balik bertanya,kepada anda TKW yang diperkosa diMalaysia,di Kuwait,di Yordania dan di Arab Saudi yang memperkosa orang Hindu apa orang Kristen, kan orang Islam kan! Masak harus dijawab orang PKI , Anda bicara membawa nama Islam tetapi alam pemikiran anda sangat dangkal oleh karena minimnya wawasan pengetahuan,
    Seharusnya TVone tidak menggunakan pengamat seperti Abdul Rahman Asegaf kan masih banyak pemikir-pemikir Islam yang lebih handal, salah satunya Basir Abas yang dari Malaysia kan lebih mumpuni, TVone jangan melihat sorbannya saja nanti bisa terkecoh,
    Kembali kepokok permasalahan tentang Teroris ditengah-tengah negara yang tidak ada konflik seperti di indonesia,

    Semenjak Republik ini berdiri yang namanya Teroris tidak pernah absen dari panggung politik dinegeri ini,berawal Gerakan sparatis,gerakan PKI,Gerakan Darul Islam,Gerakan Teroris yang membajak Wiola, sampai Teroris-Teroris model sekarang, semuanya adalah konspirasi kepentingan, yang sutradaranya oleh kelompok-kelompok itu saja yang bersarang digedung Pentagon Amerika,
    Zaman Bung Karno atau kita sebut Ulama Soekarno sebagai Muslim yang mempunyai segudang pengetahuan,bisa didifinisikan sebagai Ulama, Sangat kwatir terhadap agenda gilanya gerakan Imperialis,atau Kapitalism yang sekarang kita kenal dengan Neo-Liberal yang semuanya adalah jaringan Iluminati yang mejadi mesin pendobrak dari gerakan Rahasia “FREEMASON”
    Di Hindia gerakan ini menggunakan Ektrimis Hindu direkrut dan didoktrin menjadi Teroris, untuk mengacaukan pemerintahan yang sah.
    sebenarnya pemerintah setempat sudah memahami gerakan-gerakan tersebut, hanya semua bertolak dari garis kepentingan Pemerintah Hindia sendiri jadi tidak bisa berbuat apa-apa
    Sama dengan yang terjadi di Indonesia, karena di Indonesia Muslim menjadi lebih dominan,wajar saja mereka memanfaatkan kelompok ektrimis untuk direkrut menjadi Teroris,kalau kelompok Ektrimis tidak ada misalnya mereka bisa saja menggunakan rekayasa yang endingnya untuk membabat kelompok Fundamentalis seperti yang menimpa Ustad Abu Bakar Ba’syir,
    Saya tidak perlu untuk menjelaskan tentang Sdr.Sofyan Tsauri itu siapa ,ataupun tentang latihan di Kelapa Dua ataupun juga di Aceh ,karena saya percaya semua lapisan masyarakat Indonesia didepanya sudah ada mesin pencetak Informasi yang jauh lebih akurat dalam mengungkap semua fenomina,
    Kalau kita berbicara dihadapan publik jangan asal bicara nanti tidak dihargai oleh manusia karena sering berbohong
    Apalagi SBY dan Bambang Hendarso kan orang jawa mestinya paham tentang peribahasa” Ajinne rogo soko busono # ajine diri soko ucapane”
    Kalau terjadi pergesekan horizontal dimana-mana ini adalah jawaban dari perbuatan kita yang selama ini lebih dominan untuk membohongi rakyat.dari pada realita yag ada,

    Surabaya 30 September 2010

  6. Kedangkalan dan kebohongan Kapolri lebih menjadi-jadi bahkan sudah tidak lagi mencerminkan orang beragama sedikitpun,

    Kalau Kapolri sebagai manusia yang diawasi Tuhannya tentunya beliau lebih takut,apalagi kebohongan ini hanya untuk memuaskan George W Bush dan Kroninya di Gedung Putih AS, Selaku induk semangnya Densus 88,

    Kalau Tuhan bisa jadi memaafkan anda karena anda melakukan korupsi dan uangnya kalian kembalikan kepada yang hak, tetapi Tuhan tidak akan memaafkan anda ,apabila anda dalam keadaan sadar menginjak-injak agama Allah dan membuat Musuh-musuh Allah tertawa terbahak-bahak dan mengagumi manuver anda yang layak untuk dijadikan misionaris Dajjal,

  7. Sugeng said

    @Suara Timur

    Oknum yang Anda sebut (Abdulrahman Asegaf / nama palsu) ternyata sudah pernah disinyalir sebagai seorang oknum pemalsu identitas. Nama aslinya adalah ABDUL HARIS UMARELLA BIN ISMAIL UMARELLA asal Ambon. Anda bisa cek beritanya pada link di bawah ini,,

    http://politikana.com/baca/2009/07/21/menepis-pengakuan-seorang-habib-tak-terdaftar.html

    https://kabarnet.wordpress.com/2009/09/02/gonjang-ganjing-pengakuan-habib-tak-terdaftar/#comments

  8. kami dukung siapa saja penghianat bangsa/teroris di tangkap tetapi tolong tangkap dg baik agar kita bisa mencari akar permaslahan bukan enaknya/menhilangkan jejajk. siapa saja yang melalukan tidak baik harus diselidiki/tim pencari fakta. tuntaskan teroris/penhianat bangsa, dan para Koroptor serta para pembohong/mafia hukum, tegakkan supremasi hukum dan keadilan

  9. leo said

    islam bejad semua…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: