KabarNet

Aktual Tajam

Alasan Ahmadiyah Dinyatakan Sebagai Non Islam

Posted by KabarNet pada 21/10/2010

Oleh: Kholili Hasib
PERBEDAAN Ahmadiyah tidak sekedar perbedaan furu’iyah, akan tetapi telah masuk pada perbedaan konsep-konsep teologis. Perbedaan konsep kenabian, dan konsep wahyu sudah tidak bisa ditolelir lagi. Itu sebabnya, PBNU melalui salah satu ketuanya, Slamet Effendi Yusuf, menyarankan agar Ahmadiyah sebaiknya memproklamirkan diri bukan sebagai agama Islam (vivanews.com 31/08).

Menyatakan diri sebagai bukan dari Islam, adalah solusi bagi Ahmdiyah. Sebab, tindakan-tindakan kekerasan, bentrokan dan penolakan keberadaan Ahmadiyah itu karena adanya pelanggaran Ahmadiyah terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) yang diteken Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Jaksa Agung. Menteri Agama sendiri sudah menyatakan akan membubarkan sebab Jama’ah Ahmadiyah tetap membandel tidak mentaati peraturan (dakwatuna.com). Itu sebabnya, jika pembiaran Ahmadiyah seperti saat akan menjadi duri dalam daging Islam. Jama’ah Ahmadiyah telah difatwa sesat oleh MUI dan dilarang secara resmi oleh pemerintah. Aliran ini dilarang karena dianggap menyebarkan ajaran sesat yang meresahkan warga.

Jama’ah Ahmadiyah didirikan oleh seorang berdarah Mongol, Mirza Ghulam Ahmad, di kota Qodiyan India pada akhir abad ke-19. Di negerinya itu, ia dengan terang-terangan mengumumkan bahwa dirinya telah menerima wahyu dari Tuhan berisi berita bahwa Nabi Isa as telah wafat dan dirinya diangkat menjadi Nabi al-Masih al-Mau’ud. Nabi Isa menurut Ghulam Ahmad, tidak wafat di tiang salib atau diangkat oleh Allah, akan tetapi ia wafat di Kashmir India pada tahun 1890 – setelah berpindah-pindah tempat dari Palestina, Persia, Afghanistan dan akhirnya menetap di India. Kematian Isa as menjadi tonggak awal ia menjadi Rasul.

Dalam pandangannya, al-Masih yang akan datang menjelang hari kiamat bukanlah pribadi Nabi Isa as. Nabi Isa telah wafat, tidak mungkin bangkit kembali. Akan tetapi yang bakal turun nanti adalah dari umat Muhammad yang juga diberi gelar al-Mahdi. Orang itu tidak lain adalah Mirza Ghulam Ahmad. Ia menyebut dirinya Nabi Ummati, yaitu nabi dari umat Nabi Muhammad yang tidak membawa syariat. Gelar-gelar lain yang dipakai adalah nabi ghair tasyri, nabi buruzi, nabi zilli, nabi majazi, dan nabi majazi. Sedangkan nama Ahmad yang disandangnya adalah pemberian Tuhan, sebagaimana tersebut dalam surat as-Shaffat ayat 6. Ia mengaku bahwa nama Ahmad dalam surat itu bukan ditujukan kepada Nabi Muhammad akan tetapi dikhitabkan kepadanya.

Wahyu tidak berakhir sampai pada Nabi Muhammad, bahkan wahyu ilahi akan turun sampai hari kiamat. Terkait dengan doktrin wahyu ini, Mirza Ghulam Ahmad dan khalifah penggantinya (saat ini khalifah dijabat oleh Thahir Ahmad berdomisili di Inggris) terus mendapat wahyu dan diperintah Tuhan untuk mendakwahkan kepada umat manusia.

….Keberanian Ghulam Ahmad memproklamirkan diri sebagai Rasul ini menyulut kemarahan….

Keberanian Ghulam Ahmad memproklamirkan diri sebagai Rasul ini menyulut kemarahan. Seperti halnya peristiwa bentrokan di Parung Bogor pada 2005 lalu, Ahmadiyah di India pada awal berdirinya mendapat tentangan keras dari Ulama’. Tidak hanya di dalam negeri, ulama sedunia yang tergabung dalam Rabithah ‘Alam Islamiy mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah agama di luar Islam. Namun, karena ajarannya yang menguntungkan Inggris – menghapus ajaran Jihad – Mirza Ghulam mendapat perlindungan penuh dari pemerintah kolonial Inggris. Ratusan ulama ditangkap dan pertumpahan darah terjadi di kota-kota. Beberapa ahli mengatakan kelahiran Ahmadiyah tidak terlepas dari dukungan dan inisiatif Inggris.

Dalam dakwahnya, Ghulam Ahmad sering mangungul-unggulkan dirinya dengan berita-berita bohong. Ia mengaku keturunan Rasulullah SAW dari Fatimah, keturunan bani Israil, dan secara rutin mendapat ilham dan wahyu dari Allah. Tapi ia tidak menceritakan secara jelas bagaimana Tuhan menyampaikan wahyu kepadanya.

Kumpulan wahyu yang diterimanya itu kemudian dihimpun dalam satu kitab yang diberi nama Kitab Suci Tadzkirah. Dalam kitab ini terdapat firman Tuhan yang mengukuhkan kesucian Tadzkirah: “Sesungghuhnya kami telah menurunkan kitab suci Tadzkirah ini dekat dengan Qadhian (India). Dan dengan kebenaran kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun” (Tadzkirah hal 637).

Berdasarkan ayat itu pula, Qadhian diyakini Ahmadiyah sebagai kota suci, sebagaimana al-Makkah al-Mukarramah bagi umat Islam. Di Qadhian ini digelar ritual ibadah haji bagi pengikut Ahmadiyah setiap tahun. Oleh karena itu Mirza Ghulam konon tidak pernah beribadah haji ke Makkah.

Ajaran Ghulam Ahmad, berbau sinkretisme (mencampur beberapa ajaran agama). Dalam donktirnnya, nuansa Hindu dan Islam dicampur aduk. Menurut penuturan anaknya, Bashiruddin, ia mengaku dipanggil Tuhan dengan Kreshna, namanya disebut dalam kitab suci Gita (kitab suci Hindu),dan ia juga dijuluki Brahman Avatar. Walaupun terindikasi faham sinkritisme, Ahmadiyah tidak sepenuhnya liberalis. Ia bahkan sangat kaku mendoktrinkan truth claim (klaim kebenaran). Wanita Ahmadiyah diharamkan nikah dengan laki-laki di luar jamaah. Mayoritas umat Islam telah kafir karena tidak mengakui kenabian Mirza Ghulam Ahmad. Golongan di luar Ahmadiyah adalah murtad. Merekalah adalah orang-orang yang menolak wahyu. Hanya Ahmadiyah lah golongan yang selamat.

….Ajaran Ghulam Ahmad, berbau sinkretisme (mencampur beberapa ajaran agama). Dalam donktirnnya, nuansa Hindu dan Islam dicampur aduk….

Karena doktrin-doktrin yang menyimpang ini, umat Islam di buat resah. Indonesia, yang mayoritas menganut sunni, sangat dikhawatirkan terjadi konflik dalam skala yang lebih luas bila mereka secara bebas beraktivitas. Sebagaimana pernah disarankan oleh MUI bila tidak berkenan bertobat, lebih baik mereka melepas identitas Islam, artinya memproklamirkan sebagai agama baru di luar Islam. Jika masih memakai identitas Islam, itu artinya mereka tetap melakukan penodaan terhadap Islam. [voa-islam.com]

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, sekarang aktif sebagai peneliti InPas (Institut Pemikiran dan Peradaban Islam) Surabaya

51 Tanggapan to “Alasan Ahmadiyah Dinyatakan Sebagai Non Islam”

  1. Mikhail said

    Allah SWT tetap menunjukkan mana yg bathil dan mana yg haq! Subhanallah! Nalar kita masih sehat untuk menilai aliran ini.

  2. […] This post was mentioned on Twitter by Muwafiq, Bany Holil and Proletar, Nyantry. Nyantry said: Alasan Ahmadiyah Dinyatakan Sebagai Non Islam: Oleh: Kholili Hasib PERBEDAAN Ahmadiyah tidak sekedar perbedaan fur… http://bit.ly/dBHsNA […]

  3. Kedunghalang said

    بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

    Tulisan ini sebaiknya diabaikan saja karena seorang Kholili Hasib [Mahasiswa Pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, sekarang aktif sebagai peneliti InPas (Institut Pemikiran dan Peradaban Islam) Surabaya] hanya mengcopy tulisan “Ulama Uhum” (Ulama Mereka) yang telah berafiliasi dengan LPPI, MUI & DDII dan tulisan ini banyak salahnya dan kuno, contoh:
    (1) “Jama’ah Ahmadiyah didirikan oleh seorang berdarah Mongol, Mirza Ghulam Ahmad, di kota Qodiyan India pada akhir abad ke-19.” Padahal Jemaat Islam Ahmadiyah Internasional didirikan – atas kehendak, perintah dan bimbingan wahyu Ilahi – oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as keturunan bangsawan Persia di sebuah desa yang bernama Qadian, India pada akhir abad ke-19M.

    (2) “Mirza Ghulam Ahmad dan khalifah penggantinya (saat ini khalifah dijabat oleh Thahir Ahmad berdomisili di Inggris) terus mendapat wahyu dan diperintah Tuhan untuk mendakwahkan kepada umat manusia.” Padahal khalifah yang sekarang dijabat oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad(Khalifatul Masih V) atba.

    (3) “Jama’ah Ahmadiyah telah difatwa sesat oleh MUI dan dilarang secara resmi oleh pemerintah. Aliran ini dilarang karena dianggap menyebarkan ajaran sesat yang meresahkan warga.” Padahal Jemaat Ahmadiyah tidak secara resmi dilarang oleh Pemerintah, dan tidak menyebarkan ajaran sesat maupun meresahkan warga, bahkan Jemaat Ahmadiyah mengajak ke dalam Islam yang damai dan penuh kasih sayang sebagaimana mottonya “Love for All, Hatred for None”.

    Selanjutnya tulisan ini berisi fitnah-fitnah yang akan menyulut kemarahan ummat Islam Indonesia terhadap Jemaat Ahmadiyah. Saya mohon Ummat Islam Indonesia tidak mengikuti nafsu amarah karena nafsu amarah itu akan membawa kepada keburukan (QS Yusuf 12:54). Bukankah Rasulullah saw bersabda:”Jihad Akbar adalah melawan hawa nafsu sendiri”.

    Bagi mereka yang ingin berdialog damai, silahkan bergabung dengan thread Ahmadiyah vs Islam yang disediakan oleh Administrator blog ini. Terimakasih.

    جَزَاكُمُاللهِ اَحْسَنُ الْجَزَ
    وَأَخِرُدَعْوَانَآاَنِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
    وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

  4. LOGIKA said

    @Kedunghalang

    Dari semua uraian anda, kelihatannya anda amat meyakini Ahmadiyah sebagai bagian dari Islam.

    Namun maaf sebelumnya, keberatankah jika anda menjawab pertanyaan seperti ini :

    Untuk keyakinan anda ini, anda berani bersumpah di bawah kitab suci Al-Quran ?

    Terima kasih.

  5. Kedunghalang said

    بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

    Looooh, kok masih di sini? Saya kira sudah mau pindah ke thread Ahmadiyah vs Islam.

    100% Saya meyakini bahwa Ahmadiyah adalah Islam dan Islam Sejati, dan untuk itu, saya berani bersumpah di bawah kitab suci Al Quran-ul-Karim. Puas? Terimakasih.

    جَزَاكُمُاللهِ اَحْسَنُ الْجَزَ
    وَأَخِرُدَعْوَانَآاَنِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
    وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

  6. Mikhail said

    Yang bathil tetap akan membela ajaran yg bathil walaupun dibawah Al Qur’an sekalipun. Ahmadiyah adalah sebuah kemunafikan, bertopeng dengan pura2 membela dan mengatakan bagian dari umat Islam tapi menggerogoti ajaran dan syari’at Islam sendiri. Wa’iya u’dzubillah!

    Jangan terjebak dengan uraian2 Al Qur’an dan hadits2 yg ditampilkan Ahmadiyah karena semuanya itu adalah pemutaran fakta, membolakbalikkan kebenaran supaya umat Islam mau menerima Ahmadiyah sebagai bagian dari Islam. Distorsi akan terus dilakukan mereka!

  7. Kedunghalang said

    بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

    Beginilah orang yang sudah kecanduan artikel-artikel para Ulama Uhum. Walaupun di berbagai tempat di dalam Al Quran, Allah memerintahkan agar “afalata’kilun” (“menggunakan akal”), orang-orang seperti ini sama saja, apakah mereka diperingatkan atau tidak diperingatkan, mereka tidak akan beriman, karena Allah telah mencap hati dan telinga mereka, sedang di atas mata mereka ada tutupan (yaitu pengaruh Ulama Uhum yang gemar memfitnah itu) dan bagi mereka ada azab yang amat besar (QS 2:7-8).

    Sadarlah bung Mikhail, tulisan Anda di dalam thread Ahmadiyah vs Islam juga sudah mengubah kiblat ummat Islam Indonesia:”Ini adalah fatwa dari MUI, yg merupakan kiblat kaum muslimin Indonesia dalam fatwa syar’i.” Bukankah kiblat ummat Islam Indonesia dan seluruh dunia itu Ka’bah yang di Mekkah?

    Kalau Anda menuduh uraian2 Al Qur’an dan hadits2 yg ditampilkan Ahmadiyah itu adalah pemutaran fakta atau membolak-balikkan kebenaran, bukankah Anda bisa meng-counternya dengan Al Quran & hadits-hadits shahih? Bukankah Al Quran dan hadits-hadits shahih itu pedoman utama Ummat Islam agar terhindar dari kesesatan?

    Afalata’kilun bung Mikhail. Terimakasih.

    جَزَاكُمُاللهِ اَحْسَنُ الْجَزَ
    وَأَخِرُدَعْوَانَآاَنِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
    وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

  8. Mikhail said

    kedung,

    Umat ini tetap harus belajar, akal diberikan untuk memilah mana yg bathil dan mana yg benar. Kalau menurut lu ajaran MGA lu udah bener, maka akal lu sendiri perlu dipertanyakan. Karena MGA juga tidak memiliki akal yg sehat dengan ajaran2 sesatnya. Ajaran sesat baru bisa dipercaya sebagai ajaran yg shahih hanya oleh orang2 yg juga kehilangan akal sehatnya seperti lu atau Ahmadiyan lainnya.

    Lu gak perlu munafik, kalau masih ngaku Islam, berpeganglah pada syahadat, Al Qur’an dan sunnah Rasulullah dan seluruh syari’at2 yg diturunkan Allah Azza wa Jalla kepada beliau. Itu baru Islam.
    Dan maaf, selama lu masih menganggap MGA sebagai imam mahdi lah, nabi lah, bla bla bla, lu tetap umat MGA dan bukan umat Muhammad dan keluarlah dari Islam dan proklamirkan agama lain.

    Gw dari awal tantang lu debat, bongkar Al Qur’an, tafsir dan hadith dan banyak pertanyaan gw lu hindari.. Jadi lu telat kalau ngajak gw debat syar’i karena udah gw mulai duluan.

    Sorry bro, gw gak anggap lu2 pada manusia yg memiliki akal yg sehat. Selama lu masih bilang Ahmadiyah itu Islam. What a joke!

  9. Kedunghalang said

    بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمـٰنِ الرَّحِيمِ
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

    @Mikhail

    Selamat menikmati caci-makimu sendiri.

    جَزَاكُمُاللهِ اَحْسَنُ الْجَزَ
    وَأَخِرُدَعْوَانَآاَنِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن
    وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

  10. lalakhon said

    kalau mirza gulam ahmad srbut sebai nabi itu adalah kafiiiiiiiiiir

  11. lalakhon said

    kalau mirza gulam ahmad disebut sebagai nabi kafiiiiiiir

  12. Islam Damai said

    Banyak Umat Muslim tidak menyadari bahwa makin kerasnya dengung pengkafiran dan pembubaran Ahmadiyah di Indonesia adalah salah satu upaya Arab Saudi yang mayoritas Ulama dan Rakyatnya berpaham Wahabiyah (Aliran Keras tapi para penguasanya sudah dikuasai Amerika juga)yang merasa khawatir dengan makin pesat berkembangnya Ahmadiyah di Negara2 Eropa dan Amerika. Arab Saudi khawatir Kekhalifahan Ahmadiyah menjadi ancaman bagi kekuasaan Islam Arabiyah. Padahal ketakutan tersebut tidaklah beralasan karena hanyalah FITNAH bahwa orang2 Ahmadi berhaji ke India bukan ke Mekkah malah orang2 Ahmadi-lah yang dihalang-halangi untuk berhaji ke sana.Dan juga FITNAH Bahwa Tazkirah adalah kitab suci Ahmadiyah yang setara dengan Kitab suci Alqur’an. AHMADIYAH..terlepas dari tudingan KAFIR, SESAT DAN MENYESATKAN, DI LUAR ISLAM, MURTAD, DARAHNYA HALAL UNTUK DITUMPAHKAN adalah Sebuah sistim Kekhilafahan yang berawal dari berkah2 Nubuwwah (kenabian)sebagaimana dahulu Islam awal yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW dan setelah kewafatan Beliau berlaku sistem Khilafaurrasidin dan bukanlah pekerjaan Manusia tapi Pekerjaan dan Rencana Allah Ta’ala yang sanggup mendirikan sebuah Khilafah yang hingga saat ini tersebar dilebih dari 180 Negara dan berpengikut lebih dari 200 juta orang. Terlepas dari tuduhan bahwa Pendiri Ahmadiyah seorang NABI PALSU, PENDUSTA DAN ANTEK-ANTEK INGGRIS tapi jika Para Penentang Ahmadiyah berhati adil dan mau jujur mempelajari ajaran2 pendiri Ahmadiyah maka di sana akan ditemukan bahwa Ajarannya adalah Islam yang benar bahkan sebagai Perwujudan Isa Almasih, Beliau Mirza Ghulam Ahmad (MGA) meluruskan Itikad2 yang salah tentang ajaran Trinitas dan tidak akan ditemui di Jamaah Lain selain Ahmadiyah yang Ajarannya benar2 mematahkan ajaran Salib. Jadi bagaimana mungkin bisa dikatakan bahwa Ahmadiyah adalah Bentukan Inggris sementara ajaran2 Ahmadiyah sendiri sangat bertentangan dengan paham Trinitas yang mana adalah Agama mayoritas Rakyat dan Pemerintahan Inggris. Hal ini yang para Penentang dan Pembenci Ahmadiyah tidak menyadarinya. Inggris hanyalah sebuah Pemerintahan yang adil..yang Liberal..yang tidak memiliki dendam pada para pemeluk Agama manapun selama mereka tidak membuat tindakan yang mengganggu Rakyat dan Pemerintahannya. Kekhalifahan Ahmadiyah adalah Kekhalifahan Islam agama Akhir Zaman..yang akan memenangkan Islam kedua kali tapi bukan dengan PEPERANGAN akan tetapi dengan DAKWAH DAMAI..karena faktanya di akhir Zaman ini Peperangan Fisik bukanlah cara2 yang tepat untuk memenangkan Islam..karena NUKLIR, RUDAL DAN SENJATA2 PEMUSNAH MASAL tidaklah akan mampu merubah Keyakinan dan hati seseorang untuk mengenal Tuhan tetapi dengan ajaran Islam yang penuh Kedamaian Tuhan akan dikenal oleh Manusia2 yang saat ini tidak meyakini adanya Tuhan (Manusia Atheis, Komunis) dan Manusia2 yang belum mengenal nama ALLAH tapi mengenal Tuhan dengan nama selain Allah ( Agama Budha, Hindu, Konghuchu dll.) Insya Allah..meskipun makin keras Penentangan terhadap Ahmadiyah dimana2 namun janji Allah untuk memenangkan Islam kedua kali melalui Khilafah Ahmadiyah akan terlaksana karena Jamaah Ahmadiyah ini diawasi dan dibimbing langsung oleh Allah yang Maha Hidup, Selalu Berjaga dan Maha Memberi Petunjuk. Amiin.

  13. @Mikhail
    @Farasydaq
    @Tommy
    @Logika
    @Saudara2 Muslimin

    ASSALAMU ALAIKUM WA RAHMATULLAH WA BARAKATUH

    Saya salut kpd bung Mikhail dan Farasydaq yg tetap keukeuh tidak terhanyut oleh upaya para misionaris kaum munafik ahmadiah yg berusaha menggiring alur perdebatan dengan tujuan membentuk opini Muslimin agar mereka ahmadiah terlihat “seolah-olah” bagian dari Islam (PADAHAL TIDAK).

    Harap dicatat bahwa BEBERAPA dr kaum munafik ahmadiah yang sedang berdebat dgn Umat Islam di Kabarnet ini adalah MISIONARIS ahmadiah. Mereka membawa misi penyebaran paham ahmadiah agar paham sesat ini bisa diterima sebagai bagian dari Islam, dan agar nabi palsu si mirza ghulam ahmad bisa diterima sebagai “nabi” umat Islam. Sebagai Misionaris dan kader, mereka dibekali dgn DANA dan BAHAN2 MATERI DAKWAH (dari jemaat ahmadiah internasional) untuk menyebarluaskan paham ahmadiah dan berdebat membela kesesatan paham mereka. Sebagai Misionaris mereka sangat punya waktu dan energi untuk menyebarluaskan paham sesat ini karena memang untuk tugas dan tujuan itulah mereka dibekali. Jadi janganlah heran kalau mereka piawai dalam memelintir ayat2 Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW dan menafsirkan-nafsirkannya secara subyektif sedemikian rupa agar ahmadiah terlihat islami dan terlegitimasi sebagai bagian dari Islam.

    Saya tidak heran ketika para misionaris ini selalu menghindar manakala Sdr. Mikhail BEBERAPA KALI MENANTANG untuk membahas isi kitab sesat tadzkirah. Trik mereka apabila ingin menghindar adalah : ….. mengoceh panjang lebar sebanyak mungkin membawakan dan memelintir ayat2 Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW agar ahmadiah tampak Islami. Sementara isi kitab sesat tadzkirah sendiri (yang semula ditantang untuk dikupas oleh Sdr.Mikhail dan beberapa ikhwan Muslimin lainnya) malah akhirnya berhasil “terlupakan” dan bahkan sampai detik ini pun tidak disinggung sama sekali. Kenapa??? Krn memang justru disitulah titik lemah yang pasti akan dihindari oleh kaum munafik ahmadiah ini. Misionaris ahmadi ini tidak akan pernah mau diajak membahas sekian banyak kesesatan ayat2 tadzkirah, yang salah satunya mengatakan bahwa nabi palsu dari hindustan mirza ghulam ahmad mengaku bahwa dirinya telah MENYATU DENGAN ALLAH SWT. (AstaghfiruLlahal Adhim, SubhanaKa Ya Rabb ‘amma yashifuun).

    Saran saya kpd kaum Muslimin, STOP berdebat dengan munafikin ahmadi dengan menggunakan AlQur’an dan Hadis Rasulullah SAW sebagai hujjah. Kenapa? Krn ujung2nya mereka munafikin ahmadi PASTI akan berkilah : “Pemahaman kami kaum ahmadi terhadap tafsir ayat dan hadis tsb adalah bla.. bla.. bla… yang ternyata berbeda dengan pemahaman Anda. Tapi boleh dong kita berbeda. Tapi mohon Anda menghargai pemahaman kami yang berbeda dengan pemahaman ulama2 Anda”. Pasti itulah kesimpulan akhir dari debat kalian yang tidak akan pernah menemui titik temu. (sampai2 Sdr.Farasydaq menantang utk berdebat dgn bertatap muka langsung).

    Lalu… bagaimana cara menghadapi munafikin ahmadi ini?

    ===> Bongkar sampai ke akar2nya kesesatan kitab2 “sushi” ahmadiah seperti : tadzkirah, barahain ahmadiah, eik ghalti ka izalah, alwasiat, dlsb.

    (Terima kasih kpd @Admin Kabarnet yang selalu menyediakan forum2 dan artikel2 bermutu yang mencerdaskan pembaca).

    Wassalam

  14. Islam Damai said

    Ukhti Atik yang mudah2an benar2 memiliki Ghiroh Islam yang ikhlas dan benar2 mencintai Islam dan Rosullullah SAW sehingga sangat membenci Ahmadiyah yang ajarannya difatwa Ulama2 Islam Dunia Sesat dan menyesatkan, Murtad, Minoritas Non Muslim..Ana berharap Allah (Yang Maha membolak balikan hati dan Maha menurun naikkan keimanan seseorang) berkenan membukakan pintu hati Ukhti untuk benar2 mempelajari Ahmadiyah dari sumbernya yang benar bukan hanya dari Para Penentang Ahmadiyah..karena Ahmadiyah adalah Jama’ah Ilahi yang didirikan atas petunjuk Allah Ta’ala untuk menyatukan Jiwa2 yang memiliki Ghiroh Islam..untuk beriman dan berkorban demi Da’wah Islam dan memenangkan Islam kedua kali di akhir Zaman…dengan Da’wah Damai bukan dengan Peperangan dan Permusuhan. Amiin..
    Ukhti Atik..afwan sebelumnya..coba Ukhti berfikir dengan jernih dan Adil..apa sebenarnya keuntungan orang2 Ahmadiyah yang telah difatwa Kafir, Murtad, Minoritas Non Muslim..Kenapa Mereka tetap beriman dan Tetap yakin dengan Ke-ahmadiyah-annya padahal Mereka dicaci maki, diusir dari Kampung halaman, rumah mereka dibakar, kehidupan mereka diintimidasi oleh para Pembenci..semestinya kita berfikir..pasti ada SESUATU..yang bisa membuat mereka bertahan dengan keyakinannya..dan itulah yang seharusnya kita cari jawabnya..Ana yakin dengan Ainal Yakin bahwa..sesuatu itu adalah KEBENARAN Sebagaimana dahulu Sahabat BILAL ra.yang tetap dengan keyakinannya bahwa ALLAH Adalah AHAD..Meskipun Raganya disiksa dengan Siksaan Pedih, pukulan, deraan Cambuk, luka sayatan,penuh tetesan darah, dijemur di panas terik sengatan Matahari Mekkah oleh para Musyrikin Pembenci Agama tauhid. yah..Sahabat BILAL ra. tetap tak bergeming dengan keyakinannya..karena dia Yakin dengan Ainal Yakin bahwa apa yang dia yakini adalah SUATU KEBENARAN. Jazakumullah..

  15. Mikhail said

    Kedung, tidak ada hadits2 palsu dan kutipan Al Qur’an lagi?
    Hanya :

    @Mikhail

    Selamat menikmati caci-makimu sendiri.

    Jadi sudah jelas apa arti Islam kan?

    Islam Damai,
    Buat info lu juga.. ajaran ahmadiyah yg didengungkan oleh orang2 yg tidak mengerti ahmadiyah atau berusaha menjelek2kan ahmadiyah, justru malah menggambarkan dengan kabur kesesatan2 aqidah Ahmadiyah. Justru dari kalian2 ini, penganut2 kesesatan Ahmadiyah sendiri akhirnya semakin jelas kesesatan ajaran agama lu. Lu jangan salah dalam hal ini. Tidak ada satu org pun yg bisa menggambarkan kesesatan Ahmadiyah secara jelas kecuali dari para penganut2nya ketika mereka berusaha menempelkan aqidahnya seolah2 bagian dari Islam.
    Semoga lu jelas sekarang.

    Luruskan aqidah lu kalau lu mengaku tetap Islam! Tapi keluarlah atau kafirlah bila lu masih berbai’at dengan ajaran MGA lu. Makanya gw bilang ke kedung :

    “Umat ini tetap harus belajar, akal diberikan untuk memilah mana yg bathil dan mana yg benar. Kalau menurut lu ajaran MGA lu udah bener, maka akal lu sendiri perlu dipertanyakan. Karena MGA juga tidak memiliki akal yg sehat dengan ajaran2 sesatnya. Ajaran sesat baru bisa dipercaya sebagai ajaran yg shahih hanya oleh orang2 yg juga kehilangan akal sehatnya seperti lu atau Ahmadiyan lainnya.

  16. Islam Damai said

    Pak Mikhail,..Maaf sebelumnya..bagi kami yang sudah meyakini dan beriman bahwa Khilafah Ahmadiyah dan Pendirinya adalah BENAR, kami tidak berpanjang lebar memberi Anda perumpamaan, cukuplah kami yakini bahwa akan selalu ada orang2 yang sesifat Abu Jahal atau Abu Lahab sebagaimana di Zaman Rasulullah SAW..Meskipun Abu Jahal dan Abu Lahab hidup sezaman dan bertatap muka dengan Manusia Termulia Muhammad SAW toh..tetap tidak beriman kepada Islam dan Rasullullah SAW. Pun demikian..Meskipun banyak bukti2 kebenaran Ahmadiyah Toh..orang2 semacam Pak Mikhail tetap tidak beriman kepada Ahmadiyah dan Pendirinya yang sebenarnya adalah Perwujudan dari Isa Ibnu Maryam dan Imam Mahdi yang dinubuwatkan oleh Yang Mulia Muhammad SAW. Jadi kami tidak bersusah hati dengan keingkaran Anda..karena Perbedaan adalah Sunatullah. Jzkmh..

  17. Micek said

    Di pakistan ahmadiyah bukan bagian dari Islam..!!!!

  18. Islam Damai said

    Di Pakistan Ahmadiyah memang dianggap Minoritas Non Muslim dan penganiayaan Maha Dahsyat dialami Jamaah di sana hingga demi keberkembangan, Khilafah akhirnya melakukan hijrah ke London Inggris yg mana meskipun Inggris Negara Sekutu utama Amerika namun dalam hal agama dan keyakinan sangat2 menjunjung tinggi kebebasan beribadah warga negaranya. Kita tahu saat Islam pertama kali muncul di Mekah..Rasulullah diusir, ditindas, dianiaya dgn keras oleh kaumnya dan akhirnya hijrah ke Madinah yg lebih bisa menerima perbedaan dan perubahan. Dan tahukah Anda apakah dgn diminoritas non muslimkannya Ahmadiyah lalu menjadikan Pakistan Negara Islam yg makmur dan Adil? Kenyataannya Tidak bahkan Pakistan termasuk Negara yg pelaku Bom bunuh dirinya paling Banyak, perang antar firqoh sering terjadi dan terakhir diuji atau mungkin diazab dgn Banjir paling Dahsyat sepanjang sejarah Pakistan setelah Islam Garis keras Taliban mensyahidkan 90 syuhada Ahmadiyah..Allah sangat membenci tindakan melampaui batas dan tindakan menganiaya sesama umatNYA..

  19. LOGIKA said

    Pertanyaannya, kenapa harus Inggris negeri non muslim yang terkenal sebagai kapitalis dunia hingga berakhirnya perang dunia II karena jajahannya di mana-mana dari wilayah barat sampai ke timur ?

    Kenapa gak pilih hijrah ke negara-2 sesama Islam yang jumlahnya hampir separuh negara-2 di dunia ?

    Ada apa dengan Inggris ?

    Padahal Inggris adalah sekutu beratnya Nato pimpinan Amerika yang gemar mengeruduk negara-2 Islam khususnya yang kaya minyak tanpa alasan yang jelas seperti : Irak, Iran, Libanon, Pakistan, Bosnia, Palestina dan lainnya ?

    Sejarah mencatat bahwa sejak berakhirnya perang salib, sebagian negara-2 Eropa dan Amerika telah menjadi wadah zionis kapitalis yang katanya menghalalkan segala cara dalam upayanya menciptakan tatanan dunia baru yang diinginkan mereka. Makanya terjadi berbagai konflik dunia yang tidak semestinya harus terjadi, seperti : konflik Irak, Palestina, Libanon, pakistan, Afghanistan dan sebagainya.

    Kenapa memilih hijrah ke tempat seperti ini ?

    Jika alasannya karena di Inggris jauh lebih terbuka dan toleran terhadap kebebasan beragama, maka apakah di Indonesia sebagai contohnya selama 66 tahun lebih tidak menjamin kebebasan hidup beragama bagi warganya dengan baik bagi Islam maupun Non Islam ?

    Yang jelas Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar negara dan konstitusi Republik Indonesia amat menjamin kebebasan beragama bagi warga negaranya.

    Pertanyaannya, kenapa cuma keyakinan model Ahmadiyah, Lia Eden dan sejenisnya saja yang tidak bisa diterima dalam konteks kerukunan hidup beragama yang sudah lama terbentuk itu di Indonesia dan negara-2 Islam pada umumnya ?

    Ya, apalagi jawabannya jika bukan karena kondisi keyakinan Ahmadiyah sendiri yang mengaku berbendera Islam tapi punya dasar ajaran yang berbeda, yakni dalam kitab suci dan rasul yang menerimanya, prinsip nabi penutup dan masa turunnya wahyu dan sebagainya. Karena perbedaan yang mendasar inilah maka sebagian besar umat Islam di berbagai belahan dunia tidak mengakui keyakinan ini sebagai bagian dari Islam.

    Jadi maaf saja, bukan karena karena Islam yang udah ada sejak 14 abad yang lampau, yakni sejak 622 SM ini yang bikin sulit, tapi karena keyakinan Ahmadiyah yang kemunculannya baru sejak abad 19 ini sendiri yang penyebabnya. Jadi sebaiknya gak usahlah menjadikan alasan HAM sebagai alasan kepindahan rombongan khalifah penerus MGA dari Pakistan ke Inggris, tapi karena memang ke sanalah tempat meminta perlindungannya.

    Soal perwujudan MGA sebagai Al-Masih atau Imam Mahdi, semua orang yang juga gampang jika cuma mengaku dapat wahyu lalu menuliskannya dalam puluhan buku, modalnya cuma asal ada kemauan saja, tapi fakta-2 dab bukti-bukti kenabian, kerasulan, ke-almasihan dan ke-imam mahdian-lah yang diperlukan baik tersurat mauput tersirat. Jangankan cuma sekedar ngaku sebagai nabi, rasul, al-masih dan sebagainya, buat orang kafir, bikin pengakuan sebagai Tuhan abal-abal saja cukup dilakukan dengan menggoyangkan lidahnya saja, bukan ? Walaupun orang seperti itu so pasti akan dicap sebagai orang yang kurang waras alias stress berat.

    Jadi kembali pada pertanyaan intinya :

    Kenapa memilih Inggris sebagai tempat hijrahnya ?

    Kenapa gak ke negara-2 Arab, negara-2 muslim Afrika, negara-2 muslim Eropa, negara-2 muslim Asia dan sebagainya ?

  20. ryuzaki said

    apakah di dlm Al Qur’an di tuliskan tentang kenabian mirza ghulam ahmad klw iya coba tunjukan wahai pro ahmadiyah……….jelas dikatakan bahwa Nabi Muhamad saw itu utusan Allah swt….dan hanya nabi muhamadlah yg diutus oleh Allah untuk menyiarkan islam…………..

  21. Yth. Sdr/i pemakai nama Islam Damai,

    Terima kasih atas sapaan Anda.
    Memang dalam kenyataannya saya mengenal Ahmadiyah bukan dari Para Penentang Ahmadiyah seperti sangkaan Anda, melainkan langsung dari sumbernya. Saya memiliki dan mempelajari banyak kitab2 asli standar Ahmadiyah yg saya dapatkan dari UK, Canada, dll. Namun… makin banyak saya mempelajarinya semakin memisahkan saya dan Anda di antara jurang Aqidah yg sangat lebar, dimana saya dan Anda terpisah di kedua tepi jurang tsb.

    (Jangankan antara saya dan Anda, bahkan Jemaat Ahmadiyah Qadiani dimana Anda sebagai pengikutnya saja secara ideologi dan teologi BERBEDA JAUH SEKALI dengan Gerakan Ahmadiyah Lahore / Lahore Ahmadiyah Movement, padahal sama2 Ahmadiyah).

    Betapapun, sebagai saudara sebangsa dan setanah-air, terutama karena saya seorang Muslimah dimana Islam adalah Agama Rahmatan Lil Alamin (agama pembawa Rahmat bagi alam semesta tanpa terkecuali), saya mendoakan dari lubuk hati yg terdalam semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rahmat dan HidayahNya kepada Anda sekeluarga. Semoga Allah SWT memberi Anda sekeluarga umur panjang dalam keadaan sehat afiat, dalam kebahagiaan sejati, dan kesampaian segala hajat. Dan semoga Allah SWT melindungi Anda sekeluarga dari segala bala’ dan penyakit dan dari segala hal yg buruk, Amin Ya Robbal Alamin.

  22. Mikhail said

    Islam Damai berkata

    25/10/2010 pada 12:17
    Pak Mikhail,..Maaf sebelumnya..bagi kami yang sudah meyakini dan beriman bahwa Khilafah Ahmadiyah dan Pendirinya adalah BENAR, kami tidak berpanjang lebar memberi Anda perumpamaan, cukuplah kami yakini bahwa akan selalu ada orang2 yang sesifat Abu Jahal atau Abu Lahab sebagaimana di Zaman Rasulullah SAW..Meskipun Abu Jahal dan Abu Lahab hidup sezaman dan bertatap muka dengan Manusia Termulia Muhammad SAW toh..tetap tidak beriman kepada Islam dan Rasullullah SAW.

    [Mikhail]
    Kalau lu bicara konteks Abu Jahal & Abu Lahab, manusia berada pada zaman kesyirikan yg luar biasa dan diutuslah Rasulullah SAW untuk menjadi nabi dan rasul penutup yg akan memberikan terang pada dunia, menurunkan Islam ke dunia dan mengajarkan dan mencontohkannya.
    Saat ini Islam sudah menyebar, tauhid sudah ditegakkan dan diajarkan dan manusia tidak membutuhkan MGA lagi bro.. Mengatakan bahwa akan ada pembawa risalah setelah Rasulullah SAW sama saje mengatakan bahwa beliau bukan penutup para nabi dan rasul. Dengan begitu lu secara terang telah kufur dari ajaran Islam dan kembali sesat seperti sesatnya si Abu Lahab dan Abu Jahal tadi. Gimana sih cara berpikir lu kok bisa distorsi kembali ke zaman jahiliyah???

    Pun demikian..Meskipun banyak bukti2 kebenaran Ahmadiyah Toh..orang2 semacam Pak Mikhail tetap tidak beriman kepada Ahmadiyah dan Pendirinya yang sebenarnya adalah Perwujudan dari Isa Ibnu Maryam dan Imam Mahdi yang dinubuwatkan oleh Yang Mulia Muhammad SAW. Jadi kami tidak bersusah hati dengan keingkaran Anda..karena Perbedaan adalah Sunatullah. Jzkmh..

    [Mikhail]
    Bukti kebenaran Ahmadiyah kan hanya untuk org yg sesat aja seperti lu yg percaya. Nyatanya sudah jelas2 lu tabrak Islam, lu hina Rasulullah SAW, lu hina para nabi, sahabat nabi,.. bagaimana caranya lu masih bilang bagian dari Islam sedangkan pilar2 Islam lu tabrak semua. Jangan munafik lah. Dan statement lu di atas juga statement org yg gak masuk akal dari seorang gila bernama MGA yg sebentar mengaku Isa as dan sebentar mengaku ibu Isa as. Gak masuk akal bro.. Manusia2 sekarang sudah bukan hidup di zaman jahiliyah dimana akal pikirannya dipasung oleh doktrin.. manusia2 sekarang sudah bisa berpikir dan menilai langsung siapa yg haq dan siapa yg bathil.. untuk membuktikannya di tandingkan aja dengan syari’at Islam, selesai cerita.

    Dan kesimpulan gw, lu adalah golongan manusia2 murtad dan kufur dari Islam dan sama sekali bukan bagian dari Islam! Lu perlu bersihkan kepala lu dulu dan buang dokrin MGA lu dan kembali syahadat kalau mau selamat dan mati dalam Islam. Sekali lagi, Ahmadiyah adalah golongan murtad dan kufur! Ahmadiyah bukan Islam. Lu pikir baik2 semua konsekwensi keyakinan lu karena tidak ada yg bisa menolong dirimu kecuali dirimu sendiri.

    La illaha’ilah anta subhanakka innii kuntu minazh zhalimin.

  23. Islam Damai said

    Pak Abu Lahab..oh maaf Pak Mikhail,..Gimana mau ngajak orang lain untuk mengenal Islam Rahmatan Lil alamin kalau bahasa ajakan Antum banyak memaki..itukah cerminan Orang Islam yang Lurus dan berislam secara kaffah?? Ana nilai Antum lebih mengedepankan EMOSI DAN OKOL daripada AKAL SEHAT ..
    Ana baca di trhead “Ahmadiyah vs Islam” sudah banyak hujjah2 yang dilontarkan Ikhwan ana (Kedunghalang dan Abah Anom)tentang dalil2 kebenaran Ahmadiyah..mungkin ana ga akan panjang lebar lagi mengomentari tulisan Pak Abu Lahab ..eh maaf..Pak Mikhail..

    Tuk Ukhti Atik,..Kalau Ukhti belum bisa menerima dan memaklumi beberapa perbedaan Tafsir Ahmadiyah tentang Wahyu, kenabian dan lain2nya..ana cuma bisa berkata..mungkin saat2 ini atau mungkin sampai akhir hayat tetap dengan yang ukhti yakini..silakan..mungkin itu yang terbaik untuk kehidupan ukhti..kewajiban ana menyampaikan bagi yang bersedia. Cuma pesan ana janganlah perbedaan ini membuat ukhti melakukan atau menyebarkan fitnah2 kepada Ikhwan wal Akhwat lain dengan menjelek2kan Ahmadiyah karena Demi Allah..Kami Ahmadiyah bersyahadat sama dengan Umat Muslim lainnya dan kami sholat menghadap kiblat sebagaimana umat Muslim lainnya. Perbedaan mendasar..adalah Kami sudah meyakini bahwa Isa Almasih atau Imam Mahdi as sudah datang yaitu Pendiri Ahmadiyah sedangkan Umat Muslim lain belum menerima kedatangan Beliau.

    Tuk Ryuzaki (Bp atau Ibu?),..coba antum baca di trhead “Ahmadiyah vs Islam” disitu banyak juga hujjah2 Ahmadiyah tentang wahyu dan kenabian dan tidak kami ingkari bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rosul penerima dan penyebar Ajaran Syariat Terakhir dari Allah Ta’ala sedangkan Hz.Mirza Ghulam Ahmad hanyalah Seorang Nabi Ummati (Nabi Pengikut) karena menurut nubuwatan atau hadist2 Nabi SAW beliau adalah penjelmaan dari Isa Ibnu Maryam yang dahulu adalah seorang Nabi dan Rosul juga dan tidaklah sekemau dan sekehendak Beliau mengaku ngaku sebagai Nabi dan Rosul akan tetapi atas perintah Allah Ta’ala.

    Tuk Bang Logika..Ana lihat juga antum sudah banyak dan panjang lebar diskusi dengan Ikhwan Kedunghalang dan Abah Anom..bahkan ana bersuudzon..antum cuma semisal Orientalis di dalam dunia Islam (Ahmadiyah)yang kerjaannya cuma mencari2 celah dan kelemahan Islam (Ahmadiyah)..ha..ha.. dan untuk pertanyaan antum kenapa Khilafah Ahmadiyah berhijrah ke London Inggris dan bukan ke Negara2 Muslim lain..ana akan jawab dengan Logika saja..Maukah Bang Logika menanam pohon buah (yang sangat diharapkan berbuah lebat dan Rindang) di sebidang tanah yang disekelilingnya dihuni oleh petani2 yang menganggap pohon buah tersebut hanya sebatang ilalang yang setiap akan tinggi dan berumpun pasti akan diinjak2, dibakar dan dimusnahkan?? Sebidang tanah itu yah..semacam Indonesia ini.. yang biarpun ada UUD 45 tapi Umat Islam yang bertaklid buta pada Ulama2 Jahat sangat ingin melenyapkan Ahmadiyah..Apalagi kalau pohon buah itu mau ditaman di sebidang tanah semacam Arab Saudi atau Afganistan..wah..bisa di Bom sama Taliban nantinya. Bang Logika..terakhir..jangan berpikir..karena Ahmadiyah sebatang pohon yang ditanam oleh Inggris..itu fitnah kuno..kami sudah memaklumi.
    Jazakumullah untuk Semua..afwan kalau ada yang kurang berkenan.

  24. Sdr/i pemakai nama @Islam Damai

    Anda mengatakan:

    Cuma pesan ana janganlah perbedaan ini membuat ukhti melakukan atau menyebarkan fitnah2 kepada Ikhwan wal Akhwat lain dengan menjelek2kan Ahmadiyah

    Jawaban saya:

    Saudara/i, mohon maaf sebelumnya, apa maksud Anda mengatakan : “Cuma pesan ana janganlah perbedaan ini membuat ukhti melakukan atau menyebarkan fitnah2 kepada Ikhwan wal Akhwat lain dengan menjelek2kan Ahmadiyah “?

    Apakah Anda bermaksud mengatakan bahwa saya telah menyebarkan suatu fitnah yg menjelekkan Ahmadiyah?

    Harap Anda ketahui, bahwa kalau saya mengatakan sesuatu tentang Ahmadiyah, maka hal itu adalah pendapat dan pemahaman saya tentang Ahmadiyah, bukan fitnah. Sebagaimana kelompok Anda bebas berdakwah di forum ini tentang hal2 yang Anda yakini sebagai suatu kebenaran, (namun menurut kami mayoritas Umat Islam adalah sesuatu yang sesat), maka saya dan mayoritas Umat Islam pun bebas mengungkapkan dan menyebarkan pendapat kami bahwa kebenaran yang Anda yakini itu, bagi kami, adalah sesuatu yang sesat dan melenceng dari Aqidah Islam yang hanif. Dan hal Itu adalah pendapat saya (bersama mayoritas Umat Islam di seluruh dunia) dan BUKAN FITNAH.

    Sekarang ganti saya yang berpesan kepada Anda, janganlah Anda bersikap EGOIS dengan mengatakan bahwa orang yang mempunyai keyakinan bertentangan dengan keyakinan Anda sebagai memfitnah. Sekte Anda meyakini dan berdakwah kepada mayoritas Umat Islam bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang “nabi”. Kemudian dakwah itu Anda sebarkan kepada mayoritas Umat Islam yang berkeyakinan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah Nabi yang terakhir dan tidak ada nabi dan wahyu setelah risalah beliau. Maka bagi saya (dan mayoritas Umat Islam) yang merasa bahwa Aqidahnya telah di-obok2, dinodai dan dinistakan tentu saja dengan ghirah Islamiyah kami membela Aqidah kami dengan MENGATAKAN bahwa ajaran yg kalian dakwahkan itu melenceng dari Aqidah Islam yang hanif alias… SESAT! Apakah pembelaan kami terhadap Aqidah kami ini Anda artikan sebagai MENYEBARKAN FITNAH?

    Yang bener aja dong Saudara/i.

  25. Mikhail said

    Islam Damai berkata

    27/10/2010 pada 00:45
    Pak Abu Lahab..oh maaf Pak Mikhail,..Gimana mau ngajak orang lain untuk mengenal Islam Rahmatan Lil alamin kalau bahasa ajakan Antum banyak memaki..itukah cerminan Orang Islam yang Lurus dan berislam secara kaffah?? Ana nilai Antum lebih mengedepankan EMOSI DAN OKOL daripada AKAL SEHAT ..
    Ana baca di trhead “Ahmadiyah vs Islam” sudah banyak hujjah2 yang dilontarkan Ikhwan ana (Kedunghalang dan Abah Anom)tentang dalil2 kebenaran Ahmadiyah..mungkin ana ga akan panjang lebar lagi mengomentari tulisan Pak Abu Lahab ..eh maaf..Pak Mikhail..
    __________________________________________

    Wah ini dia nih… dibilang sesat & kafir langsung nuduh gw maki2. Gw tunjukkin kalo pemikirannya mundur ke zaman jahiliyah malah gw dibilang maki2 dia. Lu fokus aja kalo mau argumen, lagian argumen yg gw sampaikan lebih jelas. Dan gak perlu pakai antum2 segala karena lu bukan islam, lu golongan sesat yg cuma bisa menyesatkan hadits dan pengertian Al Qur’an. Ini maksud gw lu sebenernya mundur ke zaman otak2 manusia jahiliyah dulu. Mending lu pikir baek2 karena diantara kita, lu yg lebih cocok disebut Abu Lahab. Tapi parahnya lu adalah Abu Lahab setelah tiang hujjah, syari’at Islam ditegakkan, lu tetap aja sesat.

    Lu adalah contoh yg diberikan Allah kepada umat Islam di dunia bahwa inilah contoh kesesatan yg nyata.
    Kalian makhluk yg sakit dan perlu dikasihani.

    La ba’tsa thohurun insyaAllah.

  26. Mikhail said

    Lu bahas ini aja yg ngaku2 Islam! Daripada ngalor ngidul gak jelas juntrungannya.

    Mikhail berkata

    26/10/2010 pada 10:55
    Islam Damai berkata

    25/10/2010 pada 12:17
    Pak Mikhail,..Maaf sebelumnya..bagi kami yang sudah meyakini dan beriman bahwa Khilafah Ahmadiyah dan Pendirinya adalah BENAR, kami tidak berpanjang lebar memberi Anda perumpamaan, cukuplah kami yakini bahwa akan selalu ada orang2 yang sesifat Abu Jahal atau Abu Lahab sebagaimana di Zaman Rasulullah SAW..Meskipun Abu Jahal dan Abu Lahab hidup sezaman dan bertatap muka dengan Manusia Termulia Muhammad SAW toh..tetap tidak beriman kepada Islam dan Rasullullah SAW.

    [Mikhail]
    Kalau lu bicara konteks Abu Jahal & Abu Lahab, manusia berada pada zaman kesyirikan yg luar biasa dan diutuslah Rasulullah SAW untuk menjadi nabi dan rasul penutup yg akan memberikan terang pada dunia, menurunkan Islam ke dunia dan mengajarkan dan mencontohkannya.
    Saat ini Islam sudah menyebar, tauhid sudah ditegakkan dan diajarkan dan manusia tidak membutuhkan MGA lagi bro.. Mengatakan bahwa akan ada pembawa risalah setelah Rasulullah SAW sama saje mengatakan bahwa beliau bukan penutup para nabi dan rasul. Dengan begitu lu secara terang telah kufur dari ajaran Islam dan kembali sesat seperti sesatnya si Abu Lahab dan Abu Jahal tadi. Gimana sih cara berpikir lu kok bisa distorsi kembali ke zaman jahiliyah???

    Pun demikian..Meskipun banyak bukti2 kebenaran Ahmadiyah Toh..orang2 semacam Pak Mikhail tetap tidak beriman kepada Ahmadiyah dan Pendirinya yang sebenarnya adalah Perwujudan dari Isa Ibnu Maryam dan Imam Mahdi yang dinubuwatkan oleh Yang Mulia Muhammad SAW. Jadi kami tidak bersusah hati dengan keingkaran Anda..karena Perbedaan adalah Sunatullah. Jzkmh..

    [Mikhail]
    Bukti kebenaran Ahmadiyah kan hanya untuk org yg sesat aja seperti lu yg percaya. Nyatanya sudah jelas2 lu tabrak Islam, lu hina Rasulullah SAW, lu hina para nabi, sahabat nabi,.. bagaimana caranya lu masih bilang bagian dari Islam sedangkan pilar2 Islam lu tabrak semua. Jangan munafik lah. Dan statement lu di atas juga statement org yg gak masuk akal dari seorang gila bernama MGA yg sebentar mengaku Isa as dan sebentar mengaku ibu Isa as. Gak masuk akal bro.. Manusia2 sekarang sudah bukan hidup di zaman jahiliyah dimana akal pikirannya dipasung oleh doktrin.. manusia2 sekarang sudah bisa berpikir dan menilai langsung siapa yg haq dan siapa yg bathil.. untuk membuktikannya di tandingkan aja dengan syari’at Islam, selesai cerita.

    Dan kesimpulan gw, lu adalah golongan manusia2 murtad dan kufur dari Islam dan sama sekali bukan bagian dari Islam! Lu perlu bersihkan kepala lu dulu dan buang dokrin MGA lu dan kembali syahadat kalau mau selamat dan mati dalam Islam. Sekali lagi, Ahmadiyah adalah golongan murtad dan kufur! Ahmadiyah bukan Islam. Lu pikir baik2 semua konsekwensi keyakinan lu karena tidak ada yg bisa menolong dirimu kecuali dirimu sendiri.

    La illaha’ilah anta subhanakka innii kuntu minazh zhalimin.

  27. pramudya said

    Mirza Ghulam Ahmad, andaikata kamu masih hidup dan berada di Indonesia mungkin sayalah orang pertama yang memenggal kepala anda!

    Mirza Ghulam Ahmad, andaikata kamu masih hidup dan berada di Indonesia mungkin sayalah orang pertama yang memenggal kepala anda!

    Mirza Ghulam Ahmad, andaikata kamu masih hidup dan berada di Indonesia mungkin sayalah orang pertama yang memenggal kepala anda!

  28. LOGIKA said

    @Islam damai

    …..
    Tuk Bang Logika..Ana lihat juga antum sudah banyak dan panjang lebar diskusi dengan Ikhwan Kedunghalang dan Abah Anom..bahkan ana bersuudzon..antum cuma semisal Orientalis di dalam dunia Islam (Ahmadiyah)yang kerjaannya cuma mencari2 celah dan kelemahan Islam (Ahmadiyah)..ha..ha.. dan untuk pertanyaan antum kenapa Khilafah Ahmadiyah berhijrah ke London Inggris dan bukan ke Negara2 Muslim lain..ana akan jawab dengan Logika saja..Maukah Bang Logika menanam pohon buah (yang sangat diharapkan berbuah lebat dan Rindang) di sebidang tanah yang disekelilingnya dihuni oleh petani2 yang menganggap pohon buah tersebut hanya sebatang ilalang yang setiap akan tinggi dan berumpun pasti akan diinjak2, dibakar dan dimusnahkan?? Sebidang tanah itu yah..semacam Indonesia ini.. yang biarpun ada UUD 45 tapi Umat Islam yang bertaklid buta pada Ulama2 Jahat sangat ingin melenyapkan Ahmadiyah..Apalagi kalau pohon buah itu mau ditaman di sebidang tanah semacam Arab Saudi atau Afganistan..wah..bisa di Bom sama Taliban nantinya. Bang Logika..terakhir..jangan berpikir..karena Ahmadiyah sebatang pohon yang ditanam oleh Inggris..itu fitnah kuno..kami sudah memaklumi.
    Jazakumullah untuk Semua..afwan kalau ada yang kurang berkenan.

    ###

    Pada anda pemakai label Islam Damai.

    Menanggapi komentar anda di atas, kembali saya ingin berlogika dengan anda :

    Mengingat :

    Fakta sejarah membuktikan bahwa Inggris adalah salah satu dari sekian banyak negara-2 Eropa di masa lalu hingga berakhirnya Perang Dunia II yang paling aktif menjajah bangsa-bangsa lain di berbagai belahan dunia seperti di benua :
    a. Afrika : sejumlah negara-2 Afrika.
    b. Asia : INDIA, Malaysia, Hongkong, Singapura dll.
    c. Australia : Australia.
    d. Amerika : sebagian negara bagian Amerika.

    Kenyataan membuktikan bahwa Inggris adalah sekutu terdekat Nato pimpinan AS yang banyak menggempur negara-negara Islam dengan alasan yang diketahui belakangan tidak tepat, seperti : memberantas terorisme, pelanggaran HAM dan sebagainya.

    Fakta terakhir adalah bukan hanya Inggris negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama, Perancis, jerman, Amerika, Australia dan negara-2 barat lainnya pun amat menjunjung tinggi kebebasan beragama.

    Jadi sekali lagi, WHY HAVE TO ENGLAND ? Why !
    Berikanlah kita jawaban yang tidak bias, bisakah ?

  29. LOGIKA said

    @Mikhail

    Saudaraku seiman.

    Pepatah mengatakan bahwa semut hanya akan bersusah payah datang jauh-jauh dari sarangnya dengan kaki-kaki amat kecilnya jika TIDAK ADA GULA di sana, betul ?

    Apa bedanya dengan jurkam-2 Ahmadiyah ini, jika hanya sekedar masalah MEMBELA KEYAKINANNYA SAJA, maka tidak mungkin orang-2 yang berpengetahuan cukup mendalam walaupun pemaknaan dan penempatannya sering tidak tepat dan pandai bertutur kata macam mereka ini TIDAK BISA MEMBEDAKAN MANA YANG HAK DAN BATHIL.

    Logika saya mengatakan bahwa mereka tahu, bahkan amat tahu mana yang hak dan mana yang bathil dalam ajaran Islam yang benar, yakni yang bersumber pada kitab suci Al-Quran dan Hadist-2 nabi yang sahih.

    Yang ada adalah adanya magnet tertentu yang kuat yang menyebabkan mereka yang walaupun tahu mana yang hak dan bathil tapi tetap mati-matian membele keyakinannya yang tidak sejalan dengan ajaran Islam yang benar yang diyakini oleh sebagian besar umat Islam dunia yang udah ada sejak 14 abad yang lalu, yakni sejak disampaikannya oleh Nabi Muhammad SAW di kota Mekah dan Madinah dalam kurun waktu 23 tahun lamanya sejak tahun 622 SM.

    Apa dan dimana magnet penarik mereka tersebut ?

    Itulah yang menjadi teka-teki sekaligus kata kunci kuatnya pembelaan mereka walaupun kita tahu amat menyimpang dari ajaran Islam yang sudah baku sesuai keyakinan kita.

  30. LOGIKA said

    Sorry diralat :

    Pepatah mengatakan bahwa semut hanya akan bersusah payah datang jauh-jauh dari sarangnya dengan kaki-kaki amat kecilnya jika TIDAK ADA GULA di sana, betul ?

    Menjadi :

    Pepatah mengatakan bahwa semut hanya akan bersusah payah datang jauh-jauh dari sarangnya dengan kaki-kaki amat kecilnya jika ADA GULA di sana, betul ?

    Terima kasih.

  31. pramudya said

    SAMPAI KAPAN AHMADIYAH HARUS DILIBAS.
    Saya sangat memahami apa yang menjadi pemikiran dibenak orang-orang seperti penganut paham Ahmadiyah, namanya saja sebuah keyakinan yang merupakan hak individu untuk mempercayai sebuah paham yang dianggapnya sudah cocok untuk keyakinannya.
    Kita ambil saja suatu contoh kotoran kerbau atau kotoron kuda dan lebih hebat lagi kalau anda bisa mendapatkan kotoran harimau yang sudah menjadi mitos harimau adalah penguasa hutan terhadap binatang-binatang lain.
    Kotoran- kotoran kerbau tersebut anda kemas dengan rapi buatlah kesan lebih angker,kemudian letakan diatas meja, dan semakin anda sering menyembah kotoran kerbau tersebut semakin besar anda mendapatkan rezeki yang berlimpah. Dan anda harus percaya untuk menjadikan kotoran kerbau menjadi sesembahan dari kehidupan anda dan untuk lebih meyakini sehingga nantinya akan membentuk sebuah prinsip pribadi anda.
    Misalnya saja Mirza Ghulam Ahmad konon dikatakan sebagai jelmaan dari seekor kerbau yang diturunkan dari Surga untuk manusia akhir zaman, apabila kalian makan kotoranya atau juga air kencingnya kalian jadikan aroma beribadah anda berarti sebagai pengikutnya yang merupakan individu paling taat, hal ini merupakan keyakinan mereka.
    Jadi selama ini Ahmadiyah tidak jauh dari pengertian dalam beribadah hanya memfocuskan kepada hal-hal yang sangat sulit untuk dinalar oleh akal sehat,salahkah yang dilakukan Ahmadiyah selama ini! Saya jawab, selama yang namanya keyakinan tidak bisa dianalogikan dengan akal sehat jadi tidak salah,
    Hanya saja yang paling menyolok ajaran Ahmadiyah banyak mengadpsi ajaran Islam yang merupakan domain agama yang memuliakan tentang kebesaran Allah dan kesempurnanya manusia Agung (Muhamad SAW) yang diacak-acak oleh ajaran Ahmadiyah untuk disejajarkan dengan manusia kerbau (Mirza Ghulam Ahmad)
    Disinilah yang harus mendapat perhatian dari semua pihak, bahwa keyakinan adalah merupakan kebebasan yang dijamin oleh perlindungan HAM, baik keyakinan menyembah kotoran kerbau maupun menyembah kotoron manusia untuk dijadikan sesembahan dengan sebutan agama Gatoloco misalnya, Islam tidak pernah mempermasalahkan! Cukup untukmu Agamamu untukku Agamaku!!
    Jadi Ahmadiyah selama ini bukan ajaran spiritual biasa akan tetapi sebuah ajaran yang terang-terangan menistakan agama orang lain (ISLAM) karena beralifiasi dengan kepentingan politik Zionisme Internasional untuk meciptakan perang saudara disetiap Negara didunia yang penduduknya rata-rata mayoritas Islam.
    Bisa disimpulkan kejahatan Ahmadiyah jauh lebih busuk dibandingkan kejahatan yang pernah dilakukan PKI terhadap umat islam, maka sudah saatnya Ahmadiyah tidak lagi berada di Indonesia karena merupakan salah satu ajaran yang tidak beradab atau pilihan lain adalah menghimbau umat Islam ditanah air untuk membubarkan dengan paksa. Mengapa PKI bisa dibubarkan bahkan pengikutnya pun yang tidak bersalah berjuta-juta harus mati dibunuh, sedangkan ajaran Ahmadiyah yang disusun Israel dan Inggris untuk membusukan Islam dari dalam dibiarkan melenggang di Indonesia.
    Sampai kapan Ahmadiyah harus dibubarkan paksa, jangan menunggu pembantaian sampai terjadi!!

  32. pramudya said

    KEBERADAAN AHMADIYAH MERUPAKAN BOM WAKTU DI INDONESIA.

    Saya sangat memahami apa yang menjadi pemikiran dibenak orang-orang seperti penganut paham Ahmadiyah, namanya saja sebuah keyakinan yang merupakan hak individu untuk mempercayai sebuah paham yang dianggapnya sudah cocok untuk keyakinannya.

    Kita ambil saja suatu contoh kotoran kerbau atau kotoron kuda dan lebih hebat lagi kalau anda bisa mendapatkan kotoran harimau yang sudah menjadi mitos harimau adalah penguasa hutan terhadap binatang-binatang lain.

    Kotoran- kotoran kerbau tersebut anda kemas dengan rapi buatlah kesan lebih angker,kemudian letakan diatas meja, dan semakin anda sering menyembah kotoran kerbau tersebut semakin besar anda mendapatkan rezeki yang berlimpah. Dan anda harus percaya untuk menjadikan kotoran kerbau menjadi sesembahan dari kehidupan anda dan untuk lebih meyakini sehingga nantinya akan membentuk sebuah prinsip pribadi anda.

    Misalnya saja Mirza Ghulam Ahmad konon dikatakan sebagai jelmaan dari seekor kerbau yang diturunkan dari Surga untuk manusia akhir zaman, apabila kalian makan kotoranya atau juga air kencingnya kalian jadikan aroma beribadah anda berarti sebagai pengikutnya yang merupakan individu paling taat, hal ini merupakan keyakinan mereka.

    Jadi selama ini Ahmadiyah tidak jauh dari pengertian dalam beribadah hanya memfocuskan kepada hal-hal yang sangat sulit untuk dinalar oleh akal sehat,salahkah yang dilakukan Ahmadiyah selama ini! Saya jawab, selama yang namanya keyakinan tidak bisa dianalogikan dengan akal sehat jadi tidak salah,

    Hanya saja yang paling menyolok ajaran Ahmadiyah banyak mengadpsi ajaran Islam yang merupakan domain agama yang memuliakan tentang kebesaran Allah dan kesempurnanya manusia Agung (Muhamad SAW) yang diacak-acak oleh ajaran Ahmadiyah untuk disejajarkan dengan manusia kerbau (Mirza Ghulam Ahmad)

    Disinilah yang harus mendapat perhatian dari semua pihak, bahwa keyakinan adalah merupakan kebebasan yang dijamin oleh perlindungan HAM, baik keyakinan menyembah kotoran kerbau maupun menyembah kotoron manusia untuk dijadikan sesembahan dengan sebutan agama Gatoloco misalnya, Islam tidak pernah mempermasalahkan! Cukup untukmu Agamamu untukku Agamaku!!

    Jadi Ahmadiyah selama ini bukan ajaran spiritual biasa akan tetapi sebuah ajaran yang terang-terangan menistakan agama orang lain (ISLAM) karena beralifiasi dengan kepentingan politik Zionisme Internasional untuk meciptakan perang saudara disetiap Negara didunia yang penduduknya rata-rata mayoritas Islam.

    Bisa disimpulkan kejahatan Ahmadiyah jauh lebih busuk dibandingkan kejahatan yang pernah dilakukan PKI terhadap umat islam, maka sudah saatnya Ahmadiyah tidak lagi berada di Indonesia karena merupakan salah satu ajaran yang tidak beradab atau pilihan lain adalah menghimbau umat Islam ditanah air untuk membubarkan dengan paksa. Mengapa PKI bisa dibubarkan bahkan pengikutnya pun yang tidak bersalah berjuta-juta harus mati dibunuh, sedangkan ajaran Ahmadiyah yang disusun Israel dan Inggris untuk membusukan Islam dari dalam dibiarkan melenggang di Indonesia.

    Sampai kapan Ahmadiyah harus dibubarkan paksa, jangan menunggu pembantaian sampai terjadi!!

  33. IRONIS said

    SAYA SUNGGUH SANGAT BINGUNG, PENAMPILAN NABI KOK BEGINI YA ? APA GA ADA YANG LAIN BIAR LEBIH KREEN DIKIT?.. MASAK NABI SEPERTI INI, BEREWOKNYA BERANTAKAN, ?.. SUNGGUH PENAMPILANYA GAK MENDUKUNG. KALO AGAK NECIS DIKIT AJA, MUNGKIN BISA BIKIN HATI TERPIKAT, LAH KALO KAYAK GINI YA MAAF SAJA.

    GIMANA NIH, “KEDUNGHALANG” MBOK DICARIIN YANG AGAK AMOY LAGI NABINYA, BIAR AKU TERPIKAT. BIASANYA PENJUAL BARANG ITU PINTAR BUNGKUS BARANG WALAUPUN ISINYA TAK SEBAGUS BUNGKUSNYA, YANG PENTING LAKU.. LHA INI KEMASANYA LUNGSET APALAGI ISINYA… BETUL GA ? WAH..WAH.. WAH.. PRODUK GAGAL.

  34. Punten said

    Bang Pramudya,..
    Anjing Menggonggong kafilah tetap akan berlalu,..
    Karena Kafilah Tahu jalan yang Benar,..
    Yang Lebih Masuk Akal dan sesuai Hujjah yang Shahih.

    @ Ironis,
    Terima kasih picts.MGA-nya..
    Mudah2an hati2 manusia yang bersih dan lurus diberi mimpi yang benar bertemu sang Imam Mahdi as.
    Amiin..

  35. dildaar80 said

    Jika orang Ahmadiyah tak boleh menggunakan simbol-simbol Islam dan tak boleh beramal sesuai ajaran Islam, maka logis muncul pertanyaan sebagai berikut:

    1. Siapakah pemilik Islam? Bukan tah Allah yang Maha Kuasa pemiliknya?

    2. Jika Allah pemilik Islam, dan hanya Dia, maka manusia hanyalah penerima amanat untuk melaksanakannya.

    3. Jika manusia diberi amanat untuk menerapkan agama Islam sebagai ajaran terbaik yg difahaminya, maka adakah yg lebih berkuasa di atas Allah dengan menetapkan pelarangan mengamalkan ajaran terbaik itu?

    4. Jika ada yg melarang pengamalan ajaran terbaik ini, berarti orang yg melarang tersebut memiliki kerancuan berpikir dan memiliki salah satu dari dua sikap berikut:

    a. Tidak menghendaki org lain menjadi baik

    b. Tidak mengakui kelebihan dan kehebatan ajaran Islam yg bisa membuat orang menjadi baik.

    Dari sudut pandang ini maka, orang yg melarang warga Ahmadiyah menerapkan ajaran Islam, berarti orang tersebut melarang hal-hal berikut: warga Ahmadiyah tidak boleh mengamalkan tauhid Ilahi, tidak boleh membaca Al Quran suci, tidak boleh terakhlak mulia, tidak boleh menerapkan hukum-hukum Al Quran suci, tidak boleh mengirimkan Shalawat bagi yg Mulia Nabi Muhammad SHALLALLAAHU ‘alaihi wasallam, tidak boleh santun, tidak boleh Shalat fardhu 5 waktu dan tidak boleh melakukan kebaikan-kebaikan lainnya yg diajarkan Islam. Maasyaa-aLLAAH. InnaaLILLAAHI wa innaa ILAIHI raaji’uun. Kami berlindung kepada Allah terhadap kerancuan berpikir seperti itu..

    by Zafrullah Ahmad Pontoh

  36. dildaar80 said

    SEMUA puji-pujian yang sempurna hanya milik Allah, Subhaanahuu wa Ta’aalaa, yang karena karunia-Nya-lah kami dapat menyajikan berupa penjelasan (klarifikasi) tentang buku Tadzkirah ini.

    Allah Taala di dalam Al-Quranul-Karim berfirman:
    وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللهُ إِلاَّ وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولاً فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ – الشّورى : 52
    “Dan tidaklah mungkin bagi manusia agar Allah berfirman (berkata-kata) kepadanya kecuali dengan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengirim seorang utusan guna berkata-kata dengan seizin-Nya. Sesungguhnya, Dia Maha Luhur, Maha Bijaksana.” (QS Asy-Syuura {42} : 52)

    Menurut ayat ini, Allah masih tetap berkata-kata dengan hamba-Nya melalui 3 (tiga) cara:
    1. Melalui wahyu langsung;
    2. Melalui tabir-rukya, kasyaf atau suara tanpa terlihat wujud yang berbicara;
    3. Mengirim malaikat atau rasul untuk menyampaikan amanat.

    Dengan demikian, wahyu masih tetap ada sebagai bukti bahwa tak satupun sifat Allah yang terhenti, termasuk sifat Al-Mutakallim (yakni sifat berkata-kata). Namun demikian, perlu dipahami bahwa wahyu yang masih berlangsung bukanlah wahyu syariat sebab wahyu syariat telah berakhir dengan turunnya syariat Islam, dalam bentuk Al-Quranul-Karim, sesuai firman Allah:
    …أَلْيَومَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَ أَتمْـَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتيِ وَ رَضِيتُ لَكُمْ اْلإِسْلاَمَ دِيناً … (المآئده : 4)
    “…Hari ini telah kusempurnakan agamamu bagimu dan telah ku-lengkapkan nikmat-Ku atasmu, dan telah Ku-sukai bagimu Islam sebagai agama…” (QS Al-Maidah {5} : 4)

    Jika masih ada wahyu setelah atau selain Al-Quranul-Karim, maka wahyu tersebut berfungsi sebagai mubasysyirat (مبشّرات – kabar-gembira/penjelasan). Misalnya, wahyu-wahyu yang diterima oleh Yang Mulia Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang terkumpul sebagai Hadits Qudsi atau wahyu-wahyu yang diterima para Sahabat radhiyallaahu ‘anhum, para Mujaddid atau para Waliullah atau pun siapa yang dikehendaki Allah. Penjelasan lebih rinci dan contohnya akan dijelaskan pada tulisan/penjelasan yang membahas topik ini secara khusus.

    Ilham/Wahyu yang terdapat dalam buku Tadzkirah yang sedang kita bahas ini, termasuk dalam kategori tersebut—yaitu sebagai penjelasan ataupun kabar gaib yang merujuk kepada ayat-ayat suci Al-Quranul-Karim ataupun sabda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam atau ungkapan menunjuk kepada keadaan atau situasi yang sedang atau akan terjadi di dalam kehidupan manusia, agar manusia dapat mengantisipasi ataupun mendapatkan keteguhan dan keyakinan yang lebih mendalam bahwa Islam adalah agama yang hidup karena Tuhan-nya tetapi hidup, yang dibuktikan dengan masih adanya wahyu sebagai tanda sifat Al-Mutakallim-Nya (sifat berkata-kata).

    Buku Tadzkirah ini memuat ilham/wahyu, kasyaf dan rukya yang dikumpul dari selebaran-selebaran, catatan-catatan harian, dan 84 buku karya pendiri Jemat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘alaihissalaam.

    Tulisan kami ini, adalah penjelasan atau klarifikasi terhadap Laporan Telaah Tadzkirah dan pertanyaan yang dikemukakan oleh Tim Peneliti dari Puslitbang Lektur Keagamaan Departemen Agama Republik Indonesia berkenaan dengan buku Tadzkirah tersebut. Sebelum ini, telah kami berikan penjelasan secara tertulis atas pertanyaan yang diajukan oleh badan Litbang di atas, yang juga berkenaan dengan Tadzkirah (telepon dari Staf Litbang Departemen Agama Republik Indonesia kepada Kakanset PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia tanggal 13 November 2002) untuk memudahkan, fotokopi jawaban tersebut kami lampirkan.

    Kami, Tim Klarifikasi yang terdiri dari: Bapak Ahmad Hidayatullah Shd., Bapak Qomaruddin Shd., Bapak Drs. Haji Djamil Sami’an, dan saya yang lemah, Zafrullah Ahmad Pontoh, telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyusun penjelasan ini guna mewujudkan harapan dan penghargaan Pimpinan Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Bapak Haji Abdul Basit, Shd., Amir Jemaat, terhadap perhatian dan kerjasama pihak Departemen Agama Republik Indonesia d.h.i. Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur Keagamaan yang Bapak pimpin.

    Dengan kerjasama ini, diharapkan dapat menghilangkan kesalahpahaman tentang Ahmadiyah dan semoga menarik rahmat, kasih sayang, karunia dan berkat serta pertolongan yang khusus dari Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa, Maha Pencipta, Penguasa dan Pemilik alam raya ini. Aamiin Allaahumma aamiin.

    Di dalam penomeran ayat-ayat Al-Quranul-Karim, kami menghitung بسم الله الرّحمــاــن الرّحيم yang terletak pada permulaan setiap surah sebagai ayat pertama sesuai standar penomeran ayat-ayat Al-Quranul-Karim yang digunakan Jemaat Ahmadiyah; sebab tak ada sedikitpun campur tangan manusia yang terdapat di dalam Al-Quranul-Karim. Di dalam Hadits pun disebutkan bahwa setiap surah yang diturunkan selalu dimulai dengan wahyu بسم الله الرّحمــاــن الرّحيم . (HR Abu Daud, Syirkah Maktabah Mushtafaa Al-Baabi Al-Halabi Mesir)*).

    Jika ada kebaikan yang dapat diperoleh dari tulisan kami ini, maka itu semata-mata datang dari Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa, dan jika terdapat kekurangan maka itu datang dari kami. Untuk itu, kami mohon maaf dan maghfirah dari Allah Yang Maha Kuasa dan mohon dimaafkan oleh Sidang Pembaca yang terhormat.
    Tegur sapa (koreksi positif) atas dasar persaudaraan, sangat kami harapkan, demi untuk lebih sempurnanya tulisan ini di masa yang akan datang. Wabillaahi taufiiq wal hidaayah, wa aakhirud-da’waanaa ‘anil-hamdulillaahi rabbil-‘aalamiin.

    Tim Klarifikasi Tadzkirah
    Jemaat Ahmadiyah Indonesia

    Klarifikasi Terhadap Laporan Telaah Tadzkirah yang Dilakukan oleh Tim Peneliti Puslitbang Lektur Keagamaan Departemen Agama Republik Indonesia

    DISUSUN oleh:
    1. Zafrullah Ahmad Pontoh;
    2. Ahmad Hidayatullah, Shd.;
    3. Qamaruddin, Shd.; dan
    4. Drs. H. Djamil Sami’an.
    (Selaku Tim Klarifikasi Tadzkirah Jemaat Ahmadiyah Indonesia)

    UNTUK memudahkan, klarifikasi ini kami buat sesuai urutan Laporan Telaah yang dilakukan oleh Tim Peneliti Puslitbang Lektur Keagamaan Departemen Agama Republik Indonesia. Resume Laporan tersebut kami bagi ke dalam:
    I. Pendahuluan
    II. Isi Buku
    III. Pokok Bahasan (A, B, C)

    Pendahuluan
    – Judul Buku
    – Penulis
    – Halaman
    – Bahasa
    – Terjemah/Tafsir
    – Penerbit

    BUKU yang dijadikan obyek klarifikasi ini adalah Tadzkirah. Buku Tadzkirah ini, bukan ditulis oleh Pendiri Jemaat Ahmadiyah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, ‘alaihissalaam (1835-1908); tetapi himpunan ilham/wahyu, kasyaf, dan rukya (mimpi yang benar) Pendiri Jemaat Ahmadiyah yang beliau terima dari Allah yang Maha Perkasa, Al-Mutakallim, yang dihimpun dan disusun oleh: Maulana Muhammad Ismail, Syekh Abdul Qadir dan Maulwi Abdul Rasyid dari buku-buku, selebaran-selebaran dan catatan-catatan harian dari Pendiri Jemaat Ahmadiyah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, ‘alaihissalaam—sebagian dikutip/dihimpun dari suratkabar-suratkabar ataupun majalah-majalah yang terbit di masa hidup beliau ‘alaihissalaam.

    Ilham/wahyu, kasyaf dan rukya (mimpi yang benar) di dalam buku Tadzkirah ini terdiri dari bahasa Arab, Urdu, Farsi, Inggeris dan Punjabi. Terjemahan/tafsir/penjelasan utama yang terdapat di dalam buku Tadzkirah ini adalah terjemah/tafsir/penjelasan yang dikemukakan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘alaihissalaam sebagaimana yang terdapat di dalam tulisan-tulisan beliau. Adapun terjemahan lain-lainnya, dilakukan oleh Tim Penyusun Buku Tadzkirah. Ada juga yang dikutip dari terjemahan para editor suratkabar dan atau majalah terbitan Jemaat yang sebelum menerbitkannya, mereka memohon pendapat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘alaihissalaam terlebih dahulu. Untuk lebih rincinya, dapat dibaca pada “Pendahuluan” buku Tadzkirah.

    Penerbitan buku Tadzkirah, pertama kali dilakukan oleh Book Depot Ta’lif wa Isyaa’at Qadian pada tahun 1935, yang terdiri dari 664 halaman, sedangkan penerbitan kedua tahun 1956 dan ketiga tahun 1969 diselenggarakan oleh As-Syirkatul Islamiyyah Limited Rabwah, Pakistan—masing-masing terdiri atas 840 dan 818 halaman.

    Klarifikasi
    BUKU Tadzkirah ini bukan merupakan buah mimpi tetapi kumpulan dari ilham-ilham/wahyu-wahyu, kasyaf-kasyaf dan rukya-rukya (mimpi-mimpi yang benar) yang dianugerahkan oleh Allah Subhaanahu wa Tal’aalaa kepada Pendiri Jemaat Ahmadiyah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘alaihissalaam, yang telah teruji kebenarannya sejak dari masa kehidupan beliau hingga sekarang dan akan terus terbukti kebenarannya. Berikut ini kami kemukakan beberapa contoh ilham/wahyu dari Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa tersebut:

    1- الرَّحمْـاـنُ عَلَّمَ الْقُرْاانَ – ( تذكره ، الشركة الإسلاميّة لميتد سنة 1969 ، صفحه 44 ، 219 ؛ تذكره ، الشركة الإسلامية لميتد سنة 1956 صفحه 44 )

    Artinya: “Allah yang Maha Pemurah mengajarkan Al-Quranul-Karim.” (Tadzkirah, Asy-Syirkatul-Islamiyyah, Edisi 1969, halaman 44 dan 219; Tadzkirah, Asy-Syirkatul-Islamiyyah, Edisi 1956, halaman …)

    Ilham/wahyu ini terbukti dengan kenyataan bahwa beliau telah menulis sedikitnya 84 buku yang semata-mata menjelaskan kebenaran-kebenaran, keberkatan dan keunggulan Al-Quranul-Karim, belum termasuk nasihat-nasihat lisan beliau ‘alaihissalaam kepada para Sahabat beliau. Di antara buku-buku tersebut ialah Barahin Ahmadiyah, buku yang mengemukakan bukti-bukti kebenaran tentang adanya Tuhan, tentang kesempurnaan dan keunggulan Islam serta keluhuran Yang Mulia Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam yang juga memiliki nama sifat Ahmad; dan buku Filsafat Ajaran Islam—buku yang membahas keindahan, kesempurnaan dan berkat-berkat ajaran Islam.

    Kedua buku ini mendapatkan pujian dari berbagai kalangan, baik kawan maupun lawan, misalnya:
    Count Lev. N. Tolstoy, Seorang pujangga Rusia yang mahsyur mengatakan, “Gagasan-gagasannya sangat mendalam dan amat benar.”

    The Spiritual Journal dari Boston: “Kitab itu merupakan khabar suka yang murni bagi seluruh manusia.”

    The Indian Spectator: “Uraian tentang ajaran-ajaran Al-Quran dalam bentuk yang amat menarik, penuh hikmah, dan gambaran alam pikiran yang cemerlang. Pembaca akan spontan mengungkapkan kata-kata pujian.”

    2- يَأْتُونَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ – يَأْتِيكَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ – (تذكره سنة 1969 ، صفحه 365 )
    Artinya: “Orang-orang datang dari tempat yang jauh. Anugerah datang kepadamu dari tempat yang jauh.” (Tadzkirah, halaman 365, Edisi 1969)

    Ilham/wahyu ini terbukti sempurna dengan banyaknya orang-orang yang tinggal di tempat yang jauh telah baiat kepada beliau ‘alaihissalaam dan kemudian mereka datang mengunjungi beliau di Qadian. Selain itu, ada juga yang datang berbondong-bondong ke Qadian untuk baiat langsung di tangan beliau ‘alaihissalaam, di antaranya dari Afghanistan, negara-negara Arab dan dari Amerika serta Eropa. Sekarang ini, di India saja jumlah anggota Ahmadiyah telah mencapai lebih dari 50 juta orang—mayoritas mereka ini tinggal sangat jauh dari Qadian—dan di antara mereka banyak juga yang berasal dari agama Hindu yang dengan tulus mengucapkan Kalimah Syahadat أَشْهَدُ أنْ لاَ إلـاـهَ إلاَّ اللهُ ، و أشهد أنَّ محُـَمَّدًا رَسُوْلُ الله bergabung ke dalam Islam melalui perjuangan Jemaat Ahmadiyah. Sesuai dengan ilham/wahyu ini, negara yang di dalamnya telah berdiri Jemaat Ahmadiyah, berjumlah 179 negara dengan sebanyak anggota lebih dari 200 juta orang, yang tersebar di benua-benua Afrika, Amerika, Eropa, Asia dan Australia.

    3- زار بهى هوگا تو هوگا اس كهڑى باحال زار – ( تذكره صفحه 536 ، شائع كروه سنة1956 ، 15 أبريل 1905 م )
    (Zaar bhii hoogaa too hoogaa us ghalrii baahaal zaar)
    Artinya: “Tsar pun akan mengalami, maka akan mengalami demikian. Waktu itu, keadaannya mengenaskan.” (Tadzkirah, hal. 536, tahun 1956, Asy-Syirkatul Islamiyyah Limited Rabwah).

    Ilham/wahyu ini diterima oleh Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘alaihissalaam ketika Tsar yang berkuasa di Russia pada masa itu (Nicholas II) sedang pada puncak kejayaannya.

    Ilham/wahyu ini bukan hanya mengenai kejatuhan Tsar, tapi juga mengenai keadaan akhir hidupnya yang mengenaskan. Sejak turunnya ilham/wahyu tersebut, Tsar masih berkuasa beberapa tahun dan tak ada tanda-tanda zahiriah akan kejatuhannya.

    Di satu segi, dia memberi kebebasan pada setiap sekte agama untuk berkembang. Namun, di segi lain masih diberlakukan ‘hukuman-mati’ bagi pengikut agama dari Gereja Yunani yang meninggalkan ‘pemahaman ortodok’ dan berpindah ke sekte lain. 1914, 9 tahun setelah ilham/wahyu tersebut diterima, terjadi perang di Eropa dan dia membela Serbia sehingga menjadi buah bibir yang dibanggakan di Eropa. Namun, tahun 1915 dan 1916, terjadi kekacauan di negaranya. Kemudian, kerusuhan meledak pada tanggal 9 Maret 1917, 12 tahun setelah turunnya ilham/wahyu tersebut, ketika Tsar sedang mengunjungi medan perang untuk melihat posisi strategis. Kerusuhan tersebut dikarenakan ketidakbecusan seorang gubernur. Padahal, kemarahan masyarakat seperti itu biasa terjadi pada negara yang tertata sekalipun dan tak sampai atau jarang menyebabkan kejatuhan pemerintahan. Namun kali ini, “tangan Tuhan” bekerja menyempurnakan “kabar gaib” tentang Tsar, yang diberitahukan-Nya kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi ‘alaihissalaam.

    Mendengar peristiwa tersebut, Tsar memerintahkan kepada Gubernur tersebut untuk menekan para perusuh dengan kekerasan. Keadaan ternyata makin memburuk. Tsar memberhentikan Gubernur tersebut dan menggantikannya dengan orang lain dan dia berupaya kembali ke Ibukota. Dia dinasihati agar tidak masuk ke Ibukota karena keadaan bertambah gawat, namun dia memaksakan diri untuk kembali ke Ibukota. Belum jauh beranjak, dia memahami situasi, bahwa telah terjadi Revolusi dan telah terbentuk Pemerintahan baru.

    Pada hari yang sama, tanggal 12 Maret 1917, kekuasaan telah direbut dari tangannya. Tanggal 15 Maret 1917, di bawah tekanan, dia menandatangani pernyataan bahwa dia dan keluarganya tidak akan pernah lagi menuntut mahkota kekuasaan Russia. Tsar Nicholas II ini menyangka bahwa dengan melepaskan kekuasaan, maka dirinya, permaisuri dan anak-anaknya akan selamat dan dapat hidup tenang sebagai warga masyarakat biasa. Namun, tidak demikian. Ternyata, 6 hari kemudian pada tanggal 21 Maret 1917, dia dipenjarakan dan dikirim ke Skosilo. Tanggal 22 Maret 1917, Amerika mengakui pemerintahan baru. Pada tanggal 24 Maret 1917, Inggris, Perancis dan Italia mengakui pemerintahan baru Russia. Harapan Tsar pupus sudah sebab negara-negara sahabat yang kuat yang untuk mereka dia menyerang Jerman, telah berbalik mendukung pemerintahan yang berdiri karena kudeta.

    Keadaan terus berkembang sesuai kabar gaib tersebut. Memang tampuk pemerintahan masih di tangan kerabatnya yaitu Pangeran Dilvao. Dia (Tsar) masih mendapatkan perlakuan baik di penjara. Namun, bulan Juli 1917, Pangeran Dilvao terpaksa melepaskan kekuasaannya dan diambil alih oleh Kerensky. Dengan demikian, kehidupan keluarga Tsar yang ditahan makin berat namun masih dapat mereka pikul. Tapi pada tanggal 7 November 1917, Revolusi Bolsyewik mengakhiri pemerintahan Kerensky yang membuat kehidupan Tsar menjadi sangat memilukan. Singkatnya, dia dikeluarkan dari tahanan istana dan dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain berkali-kali dan berakhir di Ekaterinburg. Di sini, dia disiksa sebagaimana penyiksaan yang dia timpakan kepada para tahanan di Siberia ketika masih berkuasa. Pemerintahan Bolsyewik mengurangi jatah makanan dan sarana kehidupannya. Anaknya yang sakit dipukuli para penjaga dan harus disaksikan oleh kedua orang tuanya. Anak perempuannya diperlakukan dengan kasar. Bahkan, suatu hari Tsarina—isteri Tsar—dipaksa menyaksikan perlakuan kasar dan pemaksaan kepada putrinya. Setelah menyaksikan dan merasakan kekerasan, kebrutalan dan hal-hal yang menyakiti jasmani dan jiwa, yang tak sanggup dipikul lagi oleh makhluk hidup, akhirnya Tsar Nicholas II ditembak mati pada tanggal 8 Juli 1918 dan diumumkan juga bahwa isteri dan anak-anaknya pun di hukum mati. (Encyclopedia Americana, International Edition, Vol. 20, 1977, hal. 325-326)
    4- إنيِّ ْ نَعَيْتُ أَنَّ اللهَ مَعَ الصَّادِقِيْنَ.
    Untuk lebih rincinya, dapat dibaca di dalam buku Haqiiqatul-Wahyii halaman 685-702.

    Masalah Wahyu

    Apakah “Wahyu” itu?

    SEYOGIANYA dimaklumi bahwa timbulnya pertanyaan di atas ialah karena adanya perbedaan pemahaman/pandangan antara Ahmadiyah dan bukan Ahmadiyah tentang Masalah Wahyu. Untuk lebih jelasnya pemahaman akan hal wahyu, di bawah ini kami kutip penjelasan tentang wahyu dari segi etimologi yang tertera dalam lughat Al-Quran, karangan Imam Raghib Isfahani, sebagai berikut:
    “Arti mendasar wahyu ialah ‘isyarah yang cepat dan tiba-tiba’. Dan berhubung dalam kata ‘itu’. terkandung kata ‘cepat/tiba-tiba’—sebab itu berturut-turut, sambung-menyambung dikatakan: أَمْرٌ وَحْيٌ (amrun wahyun). Dan wahyu ini, kadangkala dengan perantaraan kalam sebagai isyarah dan dengan bahasa perumpamaan dan terkadang dengan perantaraan suara tanpa kata-kata, dan terkadang dengan isyarah organ tubuh, dan kadang dengan tulisan. Dan dikatakan juga, bahwa kalam Ilahi yang disampaikan kepada para Nabi dan Wali-wali disebut wahyu.”

    Kemudian dalam Lughat Hadits terkenal Nihayah Ibnul Atsir Al-Juzri tertulis: Di dalam Hadits ditemukan kata wahyu berulang-ulang dan ini digunakan dalam arti tulisan, isyarah, pesan/amanat, ilham dan kalam yang tersembunyi.
    Berikut ini arti dalam kitab Biharul-Anwar dan Asyifa Bil ‘Arifi Huququl-Mustafa, dan dalam Munjid tertulis:
    “Ia telah mengisyarahkan padanya” — وَحَى يحَـْي وحيا إلى فلان : أَشارَ اليه
    “Telah mengirim utusan padanya” — أَرْسَلَ إِلَيْهِ رَسُوْلاً
    وحي إليه أو وَحَى إليه كلاما كَلَّمَهُ بمِـَا يخفيه عن غيره
    “Berbicara dengan kalam yang tersembunyi atau dia telah berbicara dengan kata yang tersembunyi dari orang lain”
    “Allah telah mengilhamkan kepadanya” — وحي الله في قلبه كذا : أَلهْـَمَهُ إِيَّاهُ
    “Dia telah menulis kitab” — __ الكتاب : كَتَبَهُ
    “Menyembelih dengan cepat” — الذَّبِيْحَة ذَبحَـَهُ بِالسُّرْعَةِ___

    Dari referensi-referensi di atas, arti “wahyu” secara etimologi dapat menjadi jelas. dan dalam istilah ini, firman Ilahi yang turun pada para nabi dan wali-wali disebut “wahyu”.

    Bagaimana Turunnya Wahyu?

    ALLAH Subhaanahuu wa Ta’aalaa sendiri menjawabnya dalam Al-Quran Surah Asy-Syuura 42 ayat ke-51.
    وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللهُ إِلاَّ وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولاً فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ  الشّورى : 52
    “Allah tidak berbicara dengan manusia, kecuali dengan wahyu atau di balik tirai (perlu penafsiran) atau Dia mengirim Rasul-Nya yang sesuai dengan izin-Nya kepada yang Dia kehendaki. Sesungguhnya, Allah Maha Luhur, Maha Bijaksana.” (QS Asy-Syuraa {42} : 52)
    Di dalam ayat ini, diterangkan tentang sifat Tuhan yang abadi yang menurunkan kalam-Nya kepada siapapun dari hamba-Nya karena di dalam ayat ini tidak dikatakan: مَا كَانَ لِنَبِيِّيٍ (yaitu: hanya dengan Nabi saja Tuhan berbicara), bahkan مَا كَانَ لِبَشَرٍ (yaitu: siapapun dari hamba-Nya, Dia berbicara). Dan Basyar (manusia) ada 4 kelompok, yaitu: Nabi, Wali, Mukmin dan Kafir.

    Dalam Tafsir Jami’ul Bayan, ‘Allamah Mu’in bin Syaji rahimahullaahu, di bawah kata وَحْياً menulis: “الإلهْـَامُ أَوِ المْـَنَام – al-ilhaamu awil-manaam―bahwa maksud wahyu ialah ilham atau kalam yang diturunkan dalam mimpi. Dan, kepada keempat macam manusia itu, Tuhan berbicara sesuai dengan kadar tinggi-rendahnya kerohanian seseorang. Jika manusia-biasa, maka sedikit pula kadar pembicaraan Tuhan dengannya. Jika dia wali, tentu akan lebih banyak. Jika dia seorang Nabi, maka sesuai arti نبي (nabi) itu sendiri, yang artinya banyak berbicara dengan Tuhan, dan mendapat banyak wahyu dari Tuhan, secara kwantitas – ilham yang dia terima dari Tuhan jauh lebih banyak dari yang lain.

    Sesuai ayat yang tadi, ada tiga cara turunnya wahyu. Pertama, “ وَحْياً – wahyaan.” Dalam Tafsir Jalalain tertulis: فى المنام أَوْبِاْلإِلهْـَامِ. Maksud wahyu ialah kalam Ilahi yang turun dalam mimpi atau dengan ilham pada waktu sadar.
    Di dalam Jami’ul Bayan ‘an Ta’wil ayil-Quran, Juz XIII, hal. 46, tertulis bahwa “wahyu” artinya adalah ilham, ilqa (tiba-tiba tercetus suatu ide yang baik di hati dari Tuhan).

    Kemudian Hadhrat Imam Razi rahimahullaahu dalam Tafsir Kabir, Jilid XIV, hal. 187 (Darul Fikir Libanon) bahwa maksud “wahyu” adalah: هو الإلهام والقذْفُ
    فىِ الْقَلْبِ أَوِ المْـَنَام. Wahyu ialah ilham dan memasukkan kata-kata dalam hati, atau memperoleh ilmu melalui mimpi.

    Telah dipaparkan diatas rujukan-rujukan yang berkenaan dengan wahyu supaya dapat menghilangkan keraguan yang menganggap bahwa ilham atau mimpi tidak termasuk dalam wahyu.

    Cara kedua: من وراء حجاب “kalam di balik tirai”. Ketiga: يرسل رسولاً – Tuhan mengirim malaikat dan menyampaikan ilham kepada nabi dan wali-wali.
    Tafsir Kabir, Juz VII, hal. 406

    Hadhrat Imam Razi rahimahullaahu menerangkan cara itu sebagai berikut: Yakni, wahyu Tuhan sampai pada manusia tanpa perantara (malaikat) atau dengan perantaraan yang menyampaikan. Dan jika wahyu sampai tanpa malaikat, dan kata-kata Tuhan pun tidak didengar orang itu, maka itu disebut “wahyu”.

    Dan jika wahyu itu sampai tanpa melalui malaikat, tapi di dalamnya dia mendengar kata-kata Tuhan, maka itu termasuk dalam katagori من وراء حجاب . Dan jika kata wahyu sampai melalui malaikat, maka itu termasuk يرسل رسول . Dan pada akhirnya, Razi rahimahullaahu menulis suatu hal yang harus diingat bahwa: “Hal ini hendaknya dimaklumi bahwa tiga cara kalam ini disebut “wahyu”, tapi Tuhan hanya menyatakan cara pertama itu yang disebut wahyu. Karena kalam yang datang dengan perantaraan ilham itu, timbul di hati secara tiba-tiba (arti ‘wahyu’: cepat, secara kilat, dan ia tiba-tiba)—oleh karenanya, secara khusus penggunaan kata “wahyu” lebih tepat (dari segi lughat)”.

    Topik ini terdapat juga dalam Tafsir Alhazin Ibnu Katsir dan Tafsir Assawi, dan lain-lain. Jadi dari keterangan ini dimaksudkan bahwa wahyu ini mempunyai beberapa macam nama. Untuk lebih jelasnya, kami kutip sebagai berikut: Hadhrat Ibnu Qayyim rahimahullaahu dalam kitabnya, Zadulma’ad, Juz I, hal 18-19, menulis: Allah telah menyempurnakan itu untuk Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, yaitu:

    1. Mimpi yang benar: Ini untuk Hadhrat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam merupakan permulaan wahyu, dan rukya/mimpi yang beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam lihat itu kemudian menjadi sempurna.

    2. Wahyu yang malaikat masukkan ke dalam hati Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam—tapi, Rasul shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak melihat malaikat itu sebagaimana beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa ruh qudus telah memasukkan dalam hati saya bahwa: Seseorang tidak akan mati selama rizkinya belum dia peroleh, maka takutlah pada Allah dan bekerja keraslah dan jika agak terlambat mendapatkan rizki, maka janganlah berpaling dari Tuhan karena barang yang ada pada Tuhan itu didapatkan karena itaat pada-Nya.

    3. Malaikat dalam bentuk orang menjelaskan di hadapan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan berbicara dengan beliau dan apa yang dia katakan Nabi mengingatnya—dalam corak ini, terkadang Sahabah pun melihatnya juga.

    4. Wahyu itu sampai pada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam bentuk suara lonceng. Ini merupakan wahyu yang sangat keras dan di dalam itu pun malaikat bersama nabi, dan karena kerasnya, Nabi sampai bercucuran keringat.

    5. Nabi melihat malaikat dalam bentuknya yang asli sebagaimana ada di dalam Surah An-Najm.

    6. Wahyu diturunkan pada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada malam Mikraj berkenaan dengan “shalat”.

    7. Kalam Ilahi yang sampai pada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam tanpa perantaraan malaikat sebagaimana Dia berfirman kepada Musa bin Imran, dan peristiwa ini terjadi untuk Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wasallam terjadi pada malam Isra.

    8. Tuhan berbicara berhadap-hadapan dengan beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam, ini sesuai dengan pandangan kelompok yang mempercayai bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan sadar juga melihat. Menurut ulama salaf dan khalaf (yang datang kemudian), ini merupakan hal yang masih dalam “perselisihan”, tapi sahabah pada umumnya bahkan kesemuanya bersama Hadhrat Aisyah radhiyallaahu ‘anha sebagaimana Usman bin Darami menyatakan, hal itu adalah Ijmak bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tidak melihat Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa dengan mata jasmani dalam keadaan jaga. (QS An-Najm: “ ما كذب الفؤادمارأى – tidak berdusta apa yang dilihat dengan mata hati. Hadits: رَأَيْتُهُ بِفُؤَادِيْ – saya melihat-Nya dengan mata hati.”)

    Faedah Wahyu

    IMAM Razi rahimahullaahu berkata, “Ruh-ruh hidup dengan makrifat dan penjelamaan manifestasi-manifestasi suci. Oleh karena ruh-ruh hidup dengan perantaraan wahyu, sebab itu diberi nama ‘ruh’. Karena sebagaimana ruh merupakan faktor kehidupan jasmani ini, maka wahyu merupakan faktor kehidupan rohani.”

    Singkatnya, tujuan-tujuan kebangkitan Nabi merupakan tujuan turunnya wahyu. Misalnya, Nabi membawa bersamanya tanda-tanda dan mukjizat supaya orang-orang memperoleh iman dan keyakinan yang kuat bahwa Tuhannya Yang Maha Kuasa itu ada dan tanda-tanda ini turun melalui wahyu.

    Lebih lanjut Ar-Razi rahimahullaahu menulis pada hal. 292:Jadi ayat-ayat/tanda-tanda dalam agama kedudukannya sebagai makanan dan minuman bagi badan, serta tanda-tanda adalah untuk kehidupan agama/ruhani dan sebagaimana halnya rizki-lahiriah untuk kehidupan jasmani.

    ‘Allamah Assawi Al-Maliki rahimahullaahu dalam catatan kaki Jalalain menulis ينزل الملـآـئكة بالرّوح . Wahyu diberi nama ‘ruh’ karena hati memperoleh kehidupan dan kebahagiaan abadi dari hal tersebut; dan yang bergeser darinya, akan hancur; sebagaimana halnya dari ruhlah terjadi kehidupan jasmani, dan tanpa itu, jasmani akan hancur.

    Imam Razi rahimahullaahu dalam Tafsir Kabir di bawah ayat ini, berkata: maksud ruh ialah wahyu dan kalam Allah. Dan selanjutnya berkata, “Yakni dengan perantaraan Al-Quran dan wahyu, mukjizat Ilahi serta kasyaf menjadi sempurna. Dan dengan mukjizat inilah, akan menjadi cemerlang dan sempurna. Jadi, menjadi jelas bahwa ruh yang sebenarnya dan wahyu hakiki adalah Al-Quran itu sendiri.

    Ringkasnya bahwa jika Allah menganugerahi kedekatan-Nya dan Dia menganugerahkan berwawancakap dengan-Nya, pasti orang itu lebih-baik dari orang yang tidak mendapatkan karunia ini. Bahkan, mereka dapat memanfaatkan ini untuk mendapatkan kehidupan ruhani—sementara orang lain diibaratkan mati dibandingkan dengan mereka yang menerimanya.

    Di dalam Al-Quran kita membaca bahwa orang yang tetap teguh dalam keyakinan, malaikat Tuhan turun pada mereka untuk menghiburnya: Jangan sedih dan bimbang. Di dunia ini, Allah menjadi teman mereka; yakni, Tuhan berbicara dengan mereka dan di akhirat kelak.
    إِنَّ الَّذِينَ قَالُوْا رَبُّنَا اللهُ – حم السّجدة : 30
    Sebagian orang menjadi takut mendengar nama wahyu dan menganggap bahwa maksud turunnya wahyu ialah: Wahyu Al-Quran menjadi mansukh, serta mazhab dan agama baru akan turun, kekhawatiran seperti ini sama sekali tidak ada dasarnya, baik di dalam Al-Quran maupun Hadits.

    Wahyu Syari’at dan Wahyu yang bukan-Syari’at

    BERKENAAN dengan masalah Kenabian, perlu dijelaskan bahwa Nabi ada dua macam sebagaimana tertera dalam Al-Quran, yaitu:
     إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَّنُورٌ يحَـْكُمُ بهِـَا النَّبِيُّونَ … المآئدة 44
    Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya petunjuk dan nur. Banyak Nabi-nabi dan para Rabbani berhukum sesuai dengan itu… (QS Al-Maidah (5) : 44)
    Dari ayat ini jelas, ada Nabi pembawa Syari’at dan Nabi yang tidak membawa Syari’at. Karena setelah Nabi Musa ‘alaihissalaam, banyak Nabi-nabi lahir yang banyak berhukum sesuai Taurat sebagaimana sabda Hadhrat Isa ‘alaihissalaam pada Matius, 5 : 17-18. “Janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya sebelum lenyap langit dan bumi ini. Satu noktah atau satu titik pun tidak akan ditiadakan.” Dan hal ini sesuai dengan Al-Quranul-Karim, yaitu:

    و رسولا إلى بني إسرائيل لا … (إلى اخر) ( آل عمران : 50 )
    “…Dan Rasul untuk Bani Israil…” (QS Ali Imran {3} : 50)
    و مصدقا لما بين يدي من التورااـة … ( إلى اخر ) ( آل عمران : 50 )
    “…Dan Rasul untuk Bani Israil…” (QS Ali Imran {3} : 51)

    Di dalam umat Islam pun sesuai Surat Al-A’raf (7) ayat ke-35:
    يَابَنِي ءَادَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَاتِي فَمَنِ اتَّقَى وَأَصْلَحَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
    “Wahai anak Adam, kapan saja datang padamu rasul-rasul dari antara kalian sendiri yang membacakan dan menerangkan padamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa di antara kalian yang bertakwa dan beramal saleh, mereka tidak akan takut dan sedih.”
    Yang dimaksud anak Adam adalah orang-orang di zaman nabi dan sesudahnya.

    Imam Jalaluddin Assayuti rahimahullaahu—pada Al-Itqan, Juz II, hal 34—dalam menafsirkan Surah Al-A’raf (7) ayat ke-31 “يَابَنِي ءَادَمَ ، خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ ” bahwa dalam ayat ini Bani Adam ditujukan kepada orang-orang zaman Nabi dan yang berhubungan dengan orang-orang sesudahnya. Sebelum ayat ini pun, dua-tiga kali بَنِي اادَمَ disebutkan, yang maksudnya adalah: umat manusia. Dan kata “ يَأْتِيَنَّ ” adanya nun taukid menekankan bahwa Rasul-rasul akan dikirim di masa yang akan datang—akan menerangkan ayat-ayat Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa yaitu Al-Quran—karena Islam ialah agama sempurna dan tidak ada Syari’at lagi selain Islam. Oleh karena itu, wahyu-Syari’at tidak akan datang lagi kecuali wahyu yang mendukung (tanpa Syari’at).
    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ لم يَبْقَ مِنَ النّبوة إلالمبشّراتُ – Dalam umat ini, rangkaian mubasyirat akan tetap berjalan dari Tuhan—baik itu dalam corak wahyu, kasyaf dan bentuk mimpi.”

    Begitu juga Rasul shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa dalam umat terdahulu ada orang-orang yang dengan mereka Tuhan berbicara, padahal mereka bukan nabi dan jika ada orang dalam umat ini, maka itu adalah Hadhrat Umar bin Khathab radhiyallaahu ‘anhu. (HR Bukhari, “Jami’ush-Shagiir”)

    Dan, dari Al-Quranul-Karim diketahui bahwa dalam umat terdahulu ada Zulqarnain, Ibunda Nabi Musa ‘alaihissalaam, Ibunda Nabi Isa ‘alaihissalaamFiraun di zaman Nabi Yusuf ‘alaihissalaam, Firaun di zaman Nabi Musa ‘alaihissalaam dan lain-lain yang mendapat wahyu—jika di dalam umat ini hanya satu orang yang Allah berbicara dengannya, dibandingkan orang-orang terdahulu, maka ini merupakan penghinaan terhadap umat Islam. Karena, dalam pandangan para ulama salaf, berwawancakap dengan Tuhan merupakan pertanda seorang meraih kesempurnaan dalam hal rohani seperti apa yang dikatakan Imam Razi rahimahullaahu dalam tafsir beliau.

    Di dalam umat Islam banyak orang-orang suci yang dapat berwawancakap dengan Tuhan seperti sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam Al-Fatawa Haditsiyah, hal. 257:
    إنّه مِنَ المحْـُـَدَّثِين بفتح الدَّال … اَلمْـُلْهَمِـْينَ
    “Bahwa dia (Umar) dari antara para muhaddas: Yang diberi wahyu.”
    Syekh Abdurrahman Assafuri dalam kitab beliau Nazhalul Majalis, Juz I hal 207 “العلم و اصفح” menjelaskan:Hadhrat Umar radhiyallaahu ‘anhu bersabda, “Saya telah melihat dalam mimpi, Allah berfirman, ‘Hai, Ibnu Khaththab. Mintalah!” Saya tetap diam. Maka Dia kembali berfirman, ‘Hai, Ibnu Khaththab. Aku menyodorkan di hadapan-mu negeri-Ku dan pemerintahan-Ku di hadapan-mu. Dan mintalah apa yang engkau inginkan dan namun engkau tetap diam.’ Maka saya berkata, ‘Wahai Tuhanku, sambil menurunkan kitab, Engkau bercakap-cakap dengan mereka. Oleh karena itu berbicaralah denganku tanpa perantara.’ Lalu Tuhan berfirman, ‘Wahai, Ibnu Khaththab. Barangsiapa yang berbuat baik kepada orang yang menyakitinya, maka sesungguhnya dia telah bersyukur kepada-Ku dan, barangsiapa yang menyakiti orang yang telah berbuat baik kepadanya, maka dia tidak mensyukuri nikmat-Ku.’”

    Dalam buku Durrul-Manshur, kita membaca wahyu/doa yang diajarkan kepada Hadhrat Aisyah radhiyallaahu ‘anha oleh malaikat:ياسابغ النّعم و يا دافِع النِّقَم …(إلى الأخر)
    Ketika beliau radhiyallaahu ‘anha. menerima wahyu itu, lapar dan dahaga beliau serta semua kesedihan beliau, menjadi hilang. Dan, turun pula ayat yang menyatakan kesucian beliau.

    Kemudian, dalam Al-Mathalib Jamaliyah, berkenaan dengan Imam Syafi’i, Al-Ustad As-Sahani menulis sebuah kitab bahwa Hadhrat Imam Syafi’i rahimahullaahu melihat Tuhan dalam mimpi dan berdiri di hadapan beliau. Maka, Tuhan memanggil beliau, “Wahai Muhammad bin Idris, tegaklah di atas agama Muhammad. Dan, janganlah sama sekali bergeser dari itu. Kalau tidak, kamu sendiri akan sesat dan akan menyesatkan orang-orang. Apakah kamu bukan imam orang-orang? Kamu janganlah sama sekali takut pada raja itu. Bacalah ayat ini, QS Yaa Siin (36) : 8.
    إِنَّا جَعَلْنَا فيِْ أَعْنَاقِهِمْ أَغْلاَلاً فَهِيَ إِلىَ اْلأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ  يـس : 8
    ‘Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.’
    Imam Syafi’i berkata, ‘Maka saya bangun, dengan kudrat Tuhan, ayat meluncur dari lidah saya.’

    Hadhrat Imam Ahmad bin Hambal rahimahullaahu menerima wahyu. Hadhrat Ibnu Arabi dalam kitab Futuhatul Makiyyah Juz III, hal. 65, dalam menyebut Mikraj, beliau berkata bahwa ayat ini turun:
    قل ءامنّا باِلله …(إلى الأخر)  البقرة : 36
    Hadhrat Miir Dard, seorang suci di zamannya banyak menulis ilham. Dia di dalam bukunya Ilmul-Kitaab, di bawah judul “Tahdiitsi nik’mat” (Penguraian Nikmat), menulis banyak ilham beliau diantaranya:
    وَ ادْعُهُمْ إِلىَ الطَّرِيقَةِ اْلمحُـَمّديّة بمِـَا أَنْزَلَ اللهُ فيِْ مِنَ الأاياَتِ الَّتيِْ هِيَ الشَّاهِدَاتِ الْبَيِّنَاتُ عَلَى حَقِّيَتِكَ وَ لاَتَتَّبِعْ أهْوَاءَ هُمْ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
    “Serulah mereka pada jalan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dengan ayat-ayat yang Allah turunkan dalam kitab-Nya, dan saksi yang jelas atas kebenaran engkau dan janganlah engkau mengikuti keinginan-keinginan mereka. Dan, bersiteguhlah sebagaimana diperintahkan kepada engkau—(dan turun pula kata)—فاَسْتَقِمْ كَمَا أمِرْتَ—yang merupakan ayat Al-Quranul-Karim.”

    Kemudian beliau menulis beberapa ilham kepada beliau sebagai berikut:
    أفحكم الجاهلية يبغون في زمان يحـكم الله ااياته مايشآء
    Di dalam ini ada pula ayat Al-Quranul-Karim. Banyak wahyu-wahyu yang di dalamnya bukan ayat Al-Quranul-Karim. Misalnya:
    يَامَوْرِدَ الوَارِدَاتِ وَياَ مَصْدِرَ اْلاايَاتِ إِنَّا جَعَلْنَاكَ اايَةً لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ وَ لَكِنَّ أَكْثَرَ النّاَسِ لاَيَعْلَمُونَ قُلْتُ يَا رَبِّ تَعْلَمُ ماَ فيِْ نَفْسِيْ وَ لاَ أَعْلَمُ ماَ فيِْ نَفْسِكَ إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْلَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ اْلعزِيْزُ الحْـَكِيْمُ
    Di dalam ilham ini, bersama ilham, ada juga ayat-ayat Al-Quran.
    Dalam Futuhul-Ghaib مفاله 26 Hadhrat Syekh Abdul Qadir Jaelani rahimahullaahu bersabda:
    تُغْنَى و تُشَجَّعُ وَ تُرْفَعُ وَ تخُـَاطَبُ بِأَنَّكَ اْليَوْمَ لَدَيْناَ مكينٌ أَمين –
    “Engkau akan dijadikan kaya dan pemberani. Dan, engkau akan dianugerahi kemuliaan. Dan, engkau akan dianugerahi dengan kalam bahwa engkau di sisi kami pada martabat yang tinggi, yang luhur dan jujur.” Bagian akhir ini pun terdapat di dalam ayat Al-Quran.

    Dari contoh wahyu-wahyu yang diterima oleh wujud suci tersebut di atas, nampak jelas ada wahyu-wahyu yang hanya berupa ayat-ayat Al-Quran, ada yang bukan ayat Al-Quran dan ada campuran antara ayat Al-Quran dengan kata-kata yang bukan Al-Quran.
    Setelah menerangkan Kalam Tuhan dan macam wahyu Tuhan, Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi dalam kitab beliau Al-Futuuhaatul-Makiyyah Juz II, hal. 236, “Semua macam wahyu Allah ini terdapat pada hamba-hmba Allah; yakni: para wali. Ya, wahyu yang khusus untuk para Nabi dan wali—yang mereka tidak dapatkan—adalah wahyu Syari’at. Jadi, wahyu yang di dalamnya terdapat hukum baru tidak akan turun. Jika ada Nabi dalam umat ini yang dibangkitkan dan dia memperoleh wahyu, maka tidak halangan dari segi akal dan nash (Al-Quran)—dengan syarat, di dalamnya tidak ada hal yang bertentangan dengan Al-Quran.”

    Hadhrat Abdul Wahhab Asya’rani r.h. bersabda dalam Al-Yawaakit wal-Jawahir Juz II, hal. 84, sebagai berikut:“Kita tidak mendapat pemberitahuan dari Tuhan bahwa sesudah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam ada wahyu Syari’at yang akan turun. Tetapi untuk kita, wahyu dan ilham pasti ada.” Di dalam ini kata-kata wahyu dan ilham digunakan supaya para pembaca memperhatikan dan sama sekali jangan lupa bahwa wahyu yang di dalamnya tidak ada perintah baru yang menentang perintah Al-Quran itulah yang bisa turun. Dan, wahyu Syari’at ataupun wahyu kenabian yang membawa hukum baru—tidak akan turun lagi.

    ‘Allamah Alusi rahimahullaahu dalam Tafsir beliau bersabda dalam Ruhul Ma’ani Juz VII, hal. 326, “Kamu hendaknya mengetahui bahwa sebagian Ulama mengingkari turunnya malaikat/wahyu pada hati selain Nabi sebab mereka tidak merasakan lezatnya. Jelasnya bahwa malaikat itu turun, tetapi dengan Syari’at Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wasallam.”
    Sebagaimana firman Tuhan:
    تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبهِّـِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلاَمٌ هِـيَ حَتَّـى
    مَطْلَعِ اْلفَجْرِ القدر : 5
    “Di dalamnya turun malaikat-malaikat dan ruh atas Tuhan mereka, mengenai segala perkara.” (QS Al-Qadr {97} : 5)

    Khususnya turun pada malam Lailatul Qadr, dan turunnya ini dengan perintah Tuhan. Dan berkenaan dengan berbagai urusan dan kemudian menyampaikan salam /atau membawa kedamaian kepada orang-orang Mukmin. Dan kita maklumi bersama bahwa untuk seterusnya, malam Lailatul Qadr akan tetap datang dimana malaikat dan wahyu Ilahi turun.

    Dalam hal wahyu, hal berikut perlu diperhatikan bahwa barangsiapa yang mengada-ada, maka hukuman dari Allah tegas. Sampai sampai kini tidak ada seorang pun seperti Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang hidup selama 23 tahun setelah menerima wahyu. Dan ini tentu merupakan barometer untuk siapapun. Sebagaimana firman Tuhan:
    وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ اْلأَقَاوِيلِ – لأََخَذْناَ مِنْهُ بِالْيَمِينِ – ثمُ َّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ – فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ  الحآقّـة : 45 –48
    “Seandainya dia Muhammad menisbahkan kata dusta (mengatakan diri menerima wahyu) atas nama kami, nisaya, kami akan menangkap dia dengan tangan kanan. Kemudian, tentulah memutuskan urat lehernya. Dan, tiada seorang pun yang dapat mencegah kami dari hal itu.” (QS Al-Haqqah {69} : 45-48)
    Di dalam Al-Quran, kita baca Surah Shaf:
    وَمَنْ أَظْلَمُ ممَِّنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ الْكَذِبَ  الصّفّ : 8
    “Dan siapakah orang yang lebih zalim dari orang-orang yang mengada-adakan dusta atas nama Allah?” (QS Ash-Shaf {61} : 8)
    Dari ayat ini, jelaslah bahwa orang-orang yang paling aniaya adalah orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah. Oleh karena itu, kita membaca bahwa resiko setiap yang mengada-adakan dusta mengalami seperti dijelaskan dalam ayat berikut:
    …وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَى  طـاـه : 62 لاَ يُفْلِحُ الظَّالمِـُونَ  القصص : 38
    “Dan sesungguhnya telah gagal orang yang mengada-adakan dusta.” (QS Thaa Haa, (20) : 62) “Tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim.” (QS Al-Qashash, (28) : 38)

    Di dalam Bible pun, standar ini yang berlaku, sebagaimana tertera dalam Ulangan 18 : 20. “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama alah lain, nabi itu harus mati”. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, yang merupakan wujud yang paling dikasihi Tuhan, jika misalnya beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam berdusta menyatakan diri menerima wahyu padahal tidak menerima, tentu akan dihukum Tuhan; maka bagaimana dengan yang lain selain beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam? Pasti hukuman Tuhan akan lebih berat padanya.

    Nah, wahyu-wahyu yang diterima pendiri Jemat Ahmadiyah merupakan Firman Tuhan yang sedikitpun tidak ada andil beliau di dalamnya. Dan tidak dengan keinginan beliau dan tidak pula mengada-ada. Sebab jika beliau mengada-ada atau berdusta atas nama Tuhan, maka sesuai dengan undang-undang Tuhan atau ketetapan-Nya, beliau akan dihancurkan dengan sendirinya, karena beliau berhadapan langsung dengan Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa.

    Sejarah umat manusia menjadi saksi bahwa—dari sejak Adam ‘alaihissalaam sampai kini—setiap yang mengaku menerima wahyu Ilahi padahal bukan dan menyampaikannya pada umat manusia dan menghimbau umat manusia untuk mengikutinya, telah menemui kegagalan. Sementara Pendiri Jemaat Ahmadiyah, yang mengaku mendapat mandat dari Tuhan untuk menghidupkan agama dan menegakkan Syari’at sesuai kabar suka Nabi Besar Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, terus mendapat kesuksesan dalam missinya. Dan, Tuhan selalu berada di balik upaya-upaya beliau: memenangkan Islam ke seluruh dunia. Dan sesuai nubuwatan beliau sendiri dari Allah yang tertera di dalam Tadzkirah, Islam akan unggul dari segi kwalitas dan kwantitas di atas semua agama-agama di dunia. Persis sesuai nubuwatan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwa Islam akan mendapat kemenangan di akhir zaman.

    Jadi, Tadzkirah merupakan sebuah nama buku—kumpulan dari rukya (mimpi yang benar), kasyaf, dan ilham/wahyu yang turun dari Allah Subhaanahuu wa Ta’aalaa. Buku ini tidak berkedudukan sebagai kitab Syari’at apapun. Dan, jangankan memansukhkan Al-Quran, menandingi Al-Quran pun tidak mungkin; bahkan justru merupakan pendukung dan penjelasan ayat-ayat Al-Quran.
    Tafsir Surah Al-Jumu’ah dalam Jaami’ul-Bayaan, Juz XIV, hal 88, Daarul Fikr Beirut, 1988, adalah:
    وَااخَرِينَ مِنْهُمْ لمَـَّا يَلْحَقُوا بهِـِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ اْلحَكِيمُ
    Bersumber dari Hadhrat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.: Bahwa kami duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, maka kepada beliau turun ayat:
    وَءَاخَرِينَ مِنْهُمْ لمَـَّا يَلْحَقُوا بهِـِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ اْلحَكِيمُ
    Beliau berkata, “Saya berkata: Siapa mereka, ya Rasulullah? Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawabnya setelah sampai tiga kali ditanyakan. Di antara kami ada Hadhrat Salman Al-Farisi radhiyallaahu ‘anhu.. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam meletakan tangan beliau pada Hadhrat Salman radhiyallaahu ‘anhu. sambil bersabda,
    لو كان الأيمان عند الثّريّا لنا له، رجل أو رجال من هـاـؤلآء –
    “Seandainya iman itu terbang di bintang Surayya maka akan ada orang atau banyak orang dari mereka yang mengambilnya kembali.”
    Dalam ayat ini dikatakan bahwa Allah akan mengirim/membangkitkan Muhammad Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam kepada kaum lain yang belum ada hubunganya dengan para sahabah. Dan kebangkitan Rasulullah secara rohani pada kaum lain, di ayat seterusnya, dikatakan sebagai karunia Allah yang dianugerahkan pada siapa yang Dia kehendaki.

    Dan kebangkitan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam di kaum lain, beliau sendiri yang menafsirkan bahwa orang itu adalah dari kalangan orang-orang Persia (dari bangsa Hadhrat Salman radhiyallaahu ‘anhu berasal). Dan, Pendiri Jemaat Ahmadiyah adalah dari keturunan Persia yang mana beliau mengatakan bahwa beliau merupakan penyempurnaan dari nubuwwat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam itu dan datang pada saat keimanan berada di bintang Surayya sebagaimana ada isyarah dalam Hadits lain: Islam tinggal nama, Al-Quran tinggal tulisan dan lain-lain. Jadi, Pendiri Jemaat Ahmadiyah mewakili junjungan kita shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk menghidupkan Agama dan menegakkan Syari’at Islam.

    Oleh karena itu, dalam ayat:
    قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تحُـِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونيِْ يحُـْبِبْكُمُ الله ُ… آل عمران : 32
    “Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku; dengan demikian Allah akan mencintaimu…” (QS Ali Imran {3} : 32)kata ganti ني (nii–aku), jelas merujuk kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Namun, turunnya ayat tersebut pada beliau dan ayat-ayat lainnya dari Allah di luar keinginan dan kemampuan beliau, adalah anugerah Ilahi yang lebih berharga bagi beliau dibandingkan dunia dan seisinya. Oleh karena itu, para wali yang menerima wahyu walaupun tidak banyak, mereka menempuh cara hidup yang melupakan dunia. Dan anugerah Tuhan dalam bentuk turunnya “ayat-ayat Allah” berupa nubuwatan, ternyata dari hari demi hari—maka hal itu jelaslah, sesuai dengan keterangan dari keterangan di atas, merupakan ganjaran fana dan cinta kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang tidak hanya beliau kemukakan dengan ucapan dan ungkapan belaka bahkan seluruh umur harta dan jiwa raga beliau, telah dikerahkan untuk membela mati-matian majikan beliau—Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam—terhadap segenap lawan-lawan Islam, baik dengan lisan maupun tulisan. Tugas ini bukan hanya tanggungjawab beliau, tetapi tugas semua umat Islam. Akan tetapi, kawan dan lawan mengakui bahwa tidak ada waktu luang yang tidak beliau gunakan untuk membela Islam. Dan jelas, semua ini karena kecintaan beliau kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam sebagaimana jelas nampak dalam wahyu Ilahi pada beliau, yaitu:هـاـذا رجل يحبّ رسولَ اللهِ . تذكره ، صفحه 42 ، سنة 1956
    “Inilah, laki-laki yang mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.”

    Kecintaan kepada Junjungan sekalian alam—Muhammad Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam—itulah yang menyebabkan turunnya anugerah Ilahi berupa ayat-ayat suci Al-Quran. Sebagai berkah kecintaan beliau kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam itu, kini telah menular ke seluruh penjuru dunia yang nampak jelas dalam semua aktivitas Jemaat Ahmadiyah untuk memenangkan Islam di seluruh dunia. Hal ini diakui oleh kawan maupun lawan

  37. Ahmadiyah adalah kebejatan yang nyata wajib dimusnahkan di muka bumi

  38. MIRZAGULAH AHMAD ahli Agama si tukang khayal.. Pengen jadi isa dan mahdi.. Peyempurna rasulluloh..
    Huahaha..
    Di pengen terkenal aja.. Pengen di puja puja.. Masa Ada nabi + anak tuhan.. Kok mati ya mengenaskan karena penyakit diare.. Gmana? wakakakakakakakakaka

  39. Galih said

    Dalam syahadat dikatan: “Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”.
    Inti sebenarnya dari syahadat tersebut adalah, kita sedang menyaksikan pada diri kita sendiri, yaitu: NIAT, UCAP dan PERBUATAN kita sendiri akan mengikuti hukum2nya Allah (Al Quran) dan juga menyaksikan atas NIAT, UCAP dan PERBUATAN diri kita sendiri akan mengikuti Sunnah Rasulullah.

    Dengan mengucapkan syahadat berarti kita tidak boleh lagi menentang, meragukan semua yang ada dalam Quran, bila tidak maka kita sudah termasuk sebagai orang musyrik, membatalkan syahadat dan membatalkan ke-Islaman kita.

    Misal: dalam Quran mengatakan daging babi adalah haram, maka kalo ada orang yg mengatakan (ucap): ‘nyobain daging babi sedikit aja sih boleh aja’, maka ini orang sudah termasuk musyrik karena telah MENOLAK hukum Quran yg mengharamkan daging babi.
    Tapi bila orang ini mengatakan: ‘saya tahu daging babi itu haram tapi saya suka’, maka orang ini belum termasuk musyrik krn masih mengakui hukum Quran, cuma salahnya dia telah menolak perintah, dia telah berdosa krn makan daging babi.

    Jadi kalo dalam Quran sudah mengatakan bahwa TIDAK ADA LAGI nabi setelah Muhammad maka orang2 yang mengatakan (ucap): ‘masih ada nabi lagi stelah Muhammad’, berarti mereka telah musyrik, sudah batal ke-Islamannya.
    Cuma baru mengatakan saja, ada nabi setelah Muhammad itu sudah membatalkan ke-Islaman, nah apalagi kalo NIAT, UCAP, PERBUATANNYA sudah dimaksudkan utk hal yg sama.

    Nah bayangkan kalo sampe ada orang yg ngaku2 nabi, stelah Muhammad !!! Saya gak tahu mo kasi label apa ke orang ini, super musyrik ato apa?
    Lagi pula dalam Islam sangat melarang mereka-reka rupa wajah para nabi2… nah itu yg diatas foto nabi ?

    Jadi kalo memang Ahmadiyah masi aja mengakui ada nabi lagi stelah Muhammad, itu artinya dia sudah keluar dari Islam, sudah bukan Islam lagi.

    Ada yg mengatakan, jumlah pengikut Ahmadiyah di Indonesia ada skitar 400.000 orang, jadi mumpung masi kecil sebaiknya pemerintah membubarkan saja Ahmadiyah, sebelum jumlahnya menjadi jutaan, bisa tambah runyam dan lebih parah lagi urusannya nanti.
    Lagi pula waktu itu pemerintah bisa membubarkan PKI,yg jumlah sudah jutaan orang.

    Kalo nanti ternyata semua orang Islam jadi setuju dgn Ahmadiyah, jadi percaya bahwa Muhammad bukanlah rasul terakhir, semua orang Islam jadi mengakui terjamahan Quran Ahmadiyah lebih benar dari pada Quran orang Islam, semua orang Islam jadi mengakui Mirza Ghulam A adalah nabi…
    ato muncul orang lain yg mengaku nabi dan mengatakan sholat gak perlu 5 waktu, sholat cukup sekali aja krn sudah digabung semuanya…
    Bila itu semua terjadi di Indonesia ini, muncul banyak aliran/paham sesat yg memutar balikan hukum Islam, siap yang salah? akankan kita menyalahkan Allah ?

    Wallahu a’lam

  40. Karena mereka melakukan dakwah (terang-terangan). Mereka berusaha menyebarkan paham (bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi setelah Nabi Muhammad SAW) kepada umat Islam maka gerakan umat Islam yang menentang Ahmadiyah. Siapa saja yang tidak beriman bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi, terakhir, maka dia non-Muslim. diPakistan Sendiri pada tahun 1974 (Padahal) parlemen waktu itu dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Ali Bhutto, perdana menteri paling liberal di Pakistan. Di masa dia (Ali Bhutto), Ahmadiyah dinyatakan sebagai non-Muslim.

    Setelah itu, Konstitusi Pakistan diamandemen. (Salah satu hasil amandemennya) mereka (Ahmadiyah) dinyatakan sebagai minoritas. Yang berarti agama lain di luar Islam. Baru setelah itu diterbitkan lagi Gazette of Pakistan pada 1981. (Lembar negara yang diterbitkan oleh Pemerintah Pakistan, Kementerian Perundang-undangan dan Urusan Parlemen, atas persetujuan mantan presiden Jenderal M. Zia Ul Haq). nah pemerintah sebaiknya membuat aturan yang sama, baru kau ya Qodiyani (Ahmadiyah) baru bicara toleransi.

  41. hamba ALLAH SWT said

    KALO NABI DI GAMBAR. DI FOTO. WAH BISA2 JD KAYA YESUS GAMBAR NYA DISEMBAH FOTO NYA DISEMBAH. NANTI ORANG LUAR LIAT GAMBAR NYA BISA DI EDIT JADI YANG ANEH2.

  42. anre said

    percaya sama mirza ghulam ahmad ??? capeee deeechh.. sama aja percaya sama iblis… tobaaattttt…ingat woiii.. iblis itu akan selalu mengganggu hati dan pikiran manusia dan akan selalu mencari jalan untuk memperbanyak umat manusia berada di NERAKA menemani iblis… Nauzubillahminzalik..

  43. Neneng said

    Kedunghalang,

    coba anda perhatikan kutipan dibawah ini :

    1. Ia juga pernah mengatakan, “Sesungguhnya Muhammad hanya memiliki tiga ribu mukjizat saja, sedangkan aku memiliki lebih dari satu juta jenis.” (Tadzkirah Syahadatain, hal.72, karyanya

    2. Mirza Ghulam Ahmad juga menghina Nabi Isa dengan mengatakan, “Sesungguhnya Isa tidak mampu mengatakan dirinya sebagai orang sholih, sebab orang-orang mengetahui kalau dia suka minum-minuman keras dan perilakunya tidak baik.” (Hasyiyah Sitt Bahin, hal.172, karyanya)

    3. Mirza Ghulam Ahmad juga mengatakan, “Isa cenderung menyukai para pelacur, karena nenek-neneknya adalah termasuk pelacur.” (Dhamimah Atsim, Hasyiyah, hal. 7, karyanya)

    4. Mirza Ghulam Ahmad mengatakan, “Abu Hurairah adalah orang yang dungu, dia tidak memiliki pemahaman yang lurus.” (I’jaz Ahmadiy, hal.140, karyanya)

    Dari 4 kutipan diatas… bagaimana mungkin seorang yang dianggap nabi oleh pengikutnya dan memproklamirkan dirinya sebagai nabi dapat berkata-kata sombong seperti 3 kutipan diatas….????

    dan sampai suatu saat Mirza Ghulam Ahmad diberi nasehat oleh seorang ulama yaitu Syeikh Tsanaullah agar ia segera bertobat, tapi Mirza Ghulam Ahmad tetap tidak mendengarkan nasehat tersebut dan Mirza Ghulam Ahmad berdoa kepada allah yang berbunyi :

    ““Wahai Allah yang maha mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan dalam hati. Jika aku seorang pendusta, pelaku kerusakan dalam pandangan-Mu, suka membuat kedustaan atas Nama-Mu pada siang dan malam hari, maka binasakanlah aku saat Tsanaullah masih hidup, dan berilah kegembiraan kepada para pengikutnya dengan sebab kematianku.

    Wahai Allah, jika aku benar sedangkan Tsanaullah berada diatas kebathilan, pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka binasakanlah dia dengan penyakit ganas, seperti tho’un, kolera atau penyakit lainnya, saat aku masih hidup. Amin”

    Sebuah do’a mubahalah yang dipinta Mirza Ghulam Ahmad. Dan ternyata Allah mendengar doa tersebut, setelah 13 bulan lebih sepuluh hari setelah do’a itu, yakni pada tanggal 26 Mei 1908, Mirza Ghulam Ahmad dibinasakan oleh Allah dengan penyakit Kolera yang diharapkan menimpa Syeikh Tsanaullah.

    Sementara itu Syeikh Tsanaullah masih hidup sekitar 40 tahun setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad.

    Do’a tersebut merupakan bukti siapa yang sebenarnya pendusta….???

    Dia meninggal di tempat tidur. Tetapi berminggu-minggu sebelum matinya dia berak dan kencing di situ. Jadi tempat tidurnya sangat kotor seperti WC. Karena sakitnya itu, sampai-sampai dalam sehari dia kencing seratus kali. Makanya, tanyakanlah kepada orang Ahmadiyah, maukah kamu mati seperti nabimu…???

  44. edis said

    gelar hebat sdah bnyk mas tp klw mengenai ahmadiyah anda taunya cpmpas(kopi.paste alias akut akutan) klw Nda penulis produktif cri tau ahmadiyah lgsung ke sumbernya bukan ngekor

  45. This blog stands out as the primary online world house.

  46. In the event you’re yet on the fence: capture your favorite earphones, top of the head all the down to the Best Buy and inquire to enter these right into a Zune therefore a mp3 player and pay attention to which tones better to you will, and additionally that program forces you to be have fun alot more. Then you’ll acknowledge and is good for you.

  47. That web site seems to be obtain a good ammount associated with site visitors. How will you support it? This provides a wonderful particular person rotate on items. I suppose possessing some thing genuine and also substantial to give information on is a vital element.

  48. Thanks for spending the time to discuss this, I really feel strongly about it and love reading more on this topic. If possible, as you develop into an expert, would you mind updating your blog with more details?

  49. astagfirullooohhhh….

  50. Anonim said

    allah sdh berfirman bahwa nabi muhammad adalah nabi terakhir

  51. membaca artikel ini menambah wawasan saya, sangat menarik sekali, terimaksih telah berbagi

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: