KabarNet

Aktual Tajam

Foto Jasad ‘Mbah Maridjan’ Posisi Sedang Sujud

Posted by KabarNet pada 28/10/2010

Mbah Maridjan (83), ditemukan dalam posisi sedang sujud  di atas  sajadah mengarah kiblat di  dalam kamar rumahnya, Saat dievakuasi, posisi Mbah Maridjan masih sujud dengan luka bakar di tubuhnya. Jenazah Mbah Maridjan dikenali dari batik yang dikenakan jenazah.

Mbah Maridjan tewas akibat sengatan awan panas yang disebut wedhus gembel di kediamannya Dusun Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Selasa (26/10/2010). Dusun tempat tinggal Mbah Maridjan dan kerabatnya itu luluh lantak di sapu abu panas.

Mbah Maridjan yang enggan meninggalkan rumahnya, meninggal dalam posisi sujud. Sebelumnya, ia sempat ditemui tim evakuasi. Ketika diajak meninggalkan rumahnya, ia menolak.

Sebagai juru kunci, Mbah Maridjan tak pernah mau meninggalkan Gunung Merapi. Lelaki renta berusia 83 tahun ini pernah mengatakan, “Kalau saya ikut ngungsi akan ditertawakan anak ayam.”

Meski demikian, pria bernama asli Mas Penewu Suraksohargo ini justru meminta warga menuruti imbauan pemerintah. “Saya minta warga untuk menuruti perintah dari pemerintah, mau mengungsi ya monggo,” kata dia.

Mbah Maridjan justru berpendapat, jika ia pergi mengungsi, dikhawatirkan warga akan salah menanggapi lalu panik. Mereka dikhawatirkan mengira kondisi Gunung Merapi sedemikian gawat. “Sebaiknya kita berdoa supaya Merapi tidak batuk,” kata dia.

Warga juga diimbau memohon keselamatan pada Tuhan, agar tak terjadi yang tak diinginkan kalau nantinya Merapi benar-benar meletus.

Saat ditanya, Kapan Merapi meletus menurut Mbah Maridjan? Mbah Maridjan mengaku tak tahu. Apalagi, ia tak punya alat canggih seperti yang dimiliki Badan Vulkanologi. “Hanya Tuhan yang tahu kapan Merapi akan meletus. Saya tidak punya kuasa apa-apa,” jawab dia.

Mbah Maridjan Sosok yang Bertanggung jawab

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, Mbah Maridjan, korban tewas akibat bencana erupsi Gunung Merapi merupakan sosok yang baik dan sangat bertanggung jawab. “Saya merasa kehilangan juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan. Saya berbelasungkawa atas musibah tersebut,” katanya di Posko Utama Penanggulangan Bencana Merapi di Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu.

Mbah Maridjan lahir tahun 1927 di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, menikah dengan Ponirah (73). Pasangan ini dikaruniai 10 orang anak (lima di antaranya telah meninggal), 11 cucu, dan 6 orang cicit. Ia diangkat menjadi abdi dalem Keraton Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1970 oleh mendiang Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan diberi nama baru, yaitu Mas Penewu Surakso Hargo. Awalnya, jabatan Mbah Maridjan adalah wakil juru kunci dengan pangkat Mantri Juru Kunci, mendampingi ayahnya yang menjabat sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Detik-Detik Akhir Mbah Marijan

Selasa, 26 Oktober 2010
Pukul: 17.00, Mbah Marijan sedang berada di rumahnya. Saat itu, dia didatangi dua tamu yang membujuk agar bersedia turun. Tapi, Mbah Marijan tetap tidak mau meninggalkan rumah.

Pukul: 17.10, Terdengar gemuruh dari lereng Merapi. Setelah itu, terlihat warna merah di atas Merapi.

Pukul: 17.15-19.00, Perkiraan waktu selama awan panas (wedhus gembel) meluncur dari atas Merapi dan menyapu kampung Mbah Marijan di Kinahrejo. Ketika awan panas meluncur, Mbah Marijan diduga sedang salat Magrib di dalam kamar pribadinya. Diduga, ketika sedang bersujud, tubuhnya dihantam awan panas hingga nyawanya melayang.

Pukul: 21.00-24.00, Tim evakuasi tiba di Kinahrejo untuk mencari korban, termasuk mencari kejelasan nasib Mbah Marijan. Tapi, hingga pukul 00.00, Mbah Marijan tak ditemukan. Sempat beredar kabar Mbah Marijan selamat tapi dalam kondisi lemas.

Rabu, 27 Oktober 2010
Pukul: 06.30, Para relawan dari tim SAR dan PMI menemukan jasad di kamar pribadi Mbah Marijan. Jasad itu sedang bersujud. Dari pakaian yang tersisa, diyakini bahwa jasad itu adalah Mbah Marijan.

Kini, sosok sederhana dan rendah hati ini telah tiada. Wdhus gembel dari Merapi menghampirinya dan membawanya pergi untuk selamanya. Mbah Maridjan menepati janjinya kepada Sultan HB IX untuk terus menjaga Merapi sampai akhir hayat. (slm/kn)

Selamat jalan Mbah, di mata kami, sampeyan tetap roso!

19 Tanggapan to “Foto Jasad ‘Mbah Maridjan’ Posisi Sedang Sujud”

  1. INNALILLAH WAINNAILAIHI ROJIUN MUDAH2AN AMAL BAIKNYA DITERIMA ALLAH, DAN KESALAHAN SERTA DOSANYA DI AMPUNI OLEH ALLAH AMIN!!!!!!!!!!

  2. sari rahayu said

    subhanallah…
    untuk yang mengalami bencana alam…
    yang msih bertahan,,,
    smoga dberi ksbaran untuk menjlani cobaan ini…
    yang telah menghadap sang khalik,dtrima disisinya…amiin…

  3. sapta said

    semoga Mbah Maridjan diterima disisiNya dan diampuni segala dosa2nya…mendapat tempat yang tinggi disisiNya..amin..

  4. taUbat said

    Dari kronologis detik2 akhir mbah Maridjan dan foto diatas :

    Perlu dicontoh, sebetulnya seorang mbah maridjan sudah tau/firasat apa yang akan terjadi pada gunung merapi dari perkembangan fenomenanya, tapi beliau tidak putus memohon/berupaya sekemampuannya pada yang kuasa agar tidak sampai terjadi musibah yang besar sekalipun nyawanya menjadi taruhan.

    Beliau orang yang sudah terkenal tapi beliau rendah hati bertanggung jawab tidak lari dari pertanggung jawabannya serta tidak takut kehilangan segala yang telah didapat/dimilikinya.

    Mbah Maridjan yang polos dan lugu tidak mengenyam pendidikan yang tinggi namun banyak memberikan manfaat bagi warganya.

    “Ada peribahasa Jawa yang mengatakan, terkandung filosofi kerendahan hati yang dalam : ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, lan sugih tanpa bondo. Artinya menyerang tanpa pasukan, menang tanpa harus menindas dan kaya tanpa harta.”

    Selamat jalan mbah maridjan, Jasadmu akan selalu dikenang.

  5. Nurjannah said

    Semoga mbah maridjan diterima d’sisinya aminn……
    sepertinya mbah maridjan dah pasrah karna terjangan gunung merapi yng udach d’jganya slama bertahun-tahun…..
    dueh saluetttdech pokonya ma jurukunci nieee…

  6. linda & fenny said

    selamat jalan mbah maridjan
    semoga engkau mendapatkan yang terbaik disisinya
    dan semoga amal ibadahmu selama di dunia di terima Allah S.W.T
    pengorbananmu, tanggung jawabmu dan kegigihanmu menjaga merapi akan menjadi tauladan bagi kami yang masih hidup agar mencintai alam dan menjaga alam.

  7. Marsya PiGori said

    I Love mbah maridjan forever n ever, thanks tuk sgl jsa2mu smsa hdp. Smg allah nnmptkanmu d syurga y9 plin9 indah. Amin

  8. taUbat said

    Menyaksikan tayangan di Televisi prosesi pemakaman mbah maridjan begitu berhikmah, saat diusung dan akan dimasukan ke liang lahat pengantarnya tidak ada yang menutup hidung padahal tanpa peti dan pada kain kafan nyapun banyak noda/basahan cairan yang keluar dari seluruh tubunya bersamaan dengan pemakaman 4 kerabat dan 21 jenazah lainnya, namun berbeda walau dengan memakai peti jenazah masih juga tercium baunya (adalah wajar/normal)

    Banyak yang diambil pelajaran dari beliau :

    > Saat meninggal pada posisi sudjud artinya simbol sholat juga bermakna ajakan seluruh warga termasuk saya sholatlah dan bermohonlah hanya pada yang mencipta.

    > Saat hidup tidak melakukan pada alam/tumbuhan/hewan dengan semena-mena, menyayangi karena sebagai mahluk ciptaan dapat memberikan manfaat baliknya.

    > Kematian Mbah Maridjan menyelamatkan orang banyak/warganya, karena dengan kematian beliau orang jadi pada mau mengungsi.
    Semula ada kesulitan evakuasi dengan alasan pada warganya karena Letusan gunung merapi sudah berulang kali meletus maka warga tak bergeming/sudah biasa.

    > Banyak kesan2 beliau untuk menjadikan pelajaran dan dapat bermanfaat (kerendahan hati, tidak sombong, penolong, tanggung jawab, penyabar, akrab lingkungan, peduli tetangga, kerja keras, patuh, soleh, dan buanyak lagi ….)

    ======================

    Dari peristiwa diatas, ada hikmah dibalik semua itu :

    => Selagi warganya terkonsetrasi / dikumpulkan pada suatu tempat berikan siraman rohani, datangkan ustadz atau ustadzah yang sedang menjadi publik figur. (menghilangkan stress dan sedikit harus ada upaya)

    => Relawan dapat memberikan Simulasi religi atau permainan/kreatifitas/bekal yang dapat bermanfaat baik sedang dan setelah letusan gunung berhenti.

    => Pemerintah juga dapat memberikan bantuan berupa Skop, cangkul, arit dan peralatan berat pendukung sampai masyarakatnya memulai kembali beraktifitas.

    => Bagi penggalang dana baik dari ormas, partai, televisi, sekolah/mahasiwa, masyarakat alangkah baiknya di kolektifkan/dihimpun pada satu wadah yang legal. (percaya semua amanah tapi manfaatnya kurang maksimum)

    => Berikan pengetahuan dan pengalaman agar dapat melihat kesan nyata dan perlahan dapat meninggalkan kesan2 yang sudah tertinggal.

    => Berikan himbauam/pemberitahuan/antisipasi pada tindakan/perlakuan bila letusan itu sangat besar dan berdampak sampai pada penampungan : tindakan apa yang mesti di perbuat/diperlakukan agar selamat/tidak semrawut.

    => Sebagai masyarakat merasa bangga masih banyak masyarakat yang peduli di negara ini dan para relawan yang tak kenal letih membantu warganya.
    dengan hati yang tulus hanya dapat berucap beribu terima kasih hanya Allah yang memberikan ganjarannya.

    => Dan tak lupa selain merapi, wasior dan mentawai mari kita doakan bersama agar diberikan kekuatan dan cepat kembali beraktivitas.

    Mengenang ketauladanan Mbah Maridjan.

  9. taUbat said

    Ralat

    => Dan tak lupa selain merapi, wasior dan mentawai mari kita doakan bersama agar masyarakatnya/warganya dapat diberikan kekuatan dan cepat kembali beraktivitas.

  10. Anonim said

    selamat jln mbah marijan,semoga di terima amal ibadahnya.amin…..ya robal alamin.

  11. taUbat said

    Subhanalloh, masyarakat banyak yang terketuk hatinya melihat saudara yang terkena musibah dan tidak ingin berlarut lama dengan penderitaannya, maka rasa spontanitas yang tinggi telah diberikan dari masyarakat berupa kemampuannya yang telah dimiliki baik dalam materi, tenaga, ilmunya dan suportifitasnya.

    Sungguh acungan jempol atas kembalinya kultur NKRI yang nota bene terkenal sebagai masyarakat yang Gotong Royong/ramah tamah telah mengemuka kembali.

    Pun bagi yang terkena musibah, diharapkan kesabarannya dan kekuatan, janganlah mengharap lebih atas bantuan yang telah diberikan baik dari pemerintah ataupun masyarakat. Juga syukurilah rizky yang telah diterimanya jangan melihat/mengukur penerimaan orang lain. (Musibah ini datangnya dari alam).

    Pasca musibah perlu banyak biaya untuk memulihkan infrastruktur yang mesti berjalan.

    Dibalik musibah itu pasti ada hikmahnya.

  12. taUbat said

    Kembali tayangan di Televisi, ada beberapa jembatan sudah rusak tinggal satu-satunya yang masih berfungsi sebagai penghubung pedesaan itupun sudah tidak optimal.

    Alangkah baiknya ada upaya antisipasi serta pencegahannya jangan menunggu jembatan itu hancur dulu baru diperhatikan.

    Terima kasih.

  13. Joan Dafoe said

    I’ve been checking your blog for a while now, seems like everyday I learn something new 🙂 Thanks

  14. Anonim said

    saya ingin kita semua medoakan mbh marijan agar tenang disisi allah swt.

  15. Anonim said

    waw serem

  16. el-zudz said

    perlu dicontoh;;,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,subhanalloh,,, maha besar alloh .yg tlah mengambil nya , untuk kembali dihadapannya.tolong kt semua doakan mbh maridjan agar disisi alloh tenang .khusoshon ilaa rukhi jasadi mbh marijan al fatihah…………… .

  17. habibi qolby . said

    waw kasihannya mbh maridjan

  18. , Ya allah ampuni mbah marijan, terima segala pahalanya dan hapuskan segala dosa2 nya….karena iya sosok yg tanggung jawab, dan semoga iya tenang disisi mu ….AMIN

  19. Selamat tinggal mbh.. suatu saat nanti semoga kita bisa bertemu.. semoga engkau diletakkan di surga oleh ALLAH SWT ..setelah membaca artikel tentangmu saya menangis walaupun saya belum bertemu atau mengenalmu… I LOVE YOU 😘so much. ❤💓💓💗SO MUCH 😘 ❤❤❤ 💗💙

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: