KabarNet

Aktual Tajam

Kapan Musibah Yang Melanda Indonesia Berakhir

Posted by KabarNet pada 07/11/2010

bcOleh: R.Mintardjo Wardhani
Musibah berkepanjangan yang melanda bangsa Indonesia ini kalau kita hitung mulai dari pertengahan 1997, saat ini telah memasuki tahun yang keduabelas.

Musibah nasional yang berawal dari krisis moral, krisis ekonomi, krisis keamanan, krisis politik, hingga bencana alam silih berganti yang tiada henti, berupa banjir bandang dan tanah longsor dimana-mana, gempa dan tsunami di aceh, di Jogja, di Jawa Barat serta semburan lumpur panas Lapindo dan masih sederet musibah lagi yang terus melanda negeri ini dan kita juga tidak tahu bencana apalagi yang akan ditimpakan Allah kepada kita, karena kelihatannya bangsa ini juga sudah terbiasa dengan segala bencana tanpa tahu apa kesalahan yang diperbuatnya, dan kami juga yakin tak seorangpun tahu kapan musibah yang melanda bangsa Indonesia ini akan berakhir, hanya Allah lah yang tahu.

Sudah banyak upaya yang ditempuh bangsa ini agar bisa segera keluar dari musibah berkepanjangan tersebut, mulai dari do’a sampai memilih Pemimpin/ Presiden baru.

Do’a yang dipanjatkan kepada Sang Pencipta juga beragam cara, ada yang sesuai dengan tuntunan Agama tapi banyak juga yang dengan cara masing-masing.

Dalam hal memilih Pemimpin/Presiden, sejak kejatuhan Soeharto tahun 1998, Republik ini telah berganti empat Presiden, mulai dari Tehnokrat, Kiai, Nasionalis sampai Jendral, dan para Presiden tersebut dengan cara masing-masing kelihatannya juga berusaha untuk keluar dari musibah dengan melibatkan para pakar kepercayaannya, namun kenyataannya sampai saat ini musibah juga masih terus berlanjut.
Kalau kita mau jujur, bangsa Indonesia ini sebenarnya adalah bangsa yang dimanjakan oleh Allah dengan kekayaan alamnya yang melimpah ruah: mulai dari kekayaan lautnya, saking kayanya meskipun setiap hari dicuri berjuta-juta ton oleh nelayan asing kekayan laut kita tidak habis-habisnya; kekayaan tambangnya, mulai tambang emas, perak, biji besi, timah, minyak, gas dll. ; kekayaan hutannya, beribu-ribu jenis tanaman yang hanya tumbuh di negeri ini, bahkan kayu terbaik di Dunia ( jati ) dulu hanya tumbuh di tiga negara salah satunya Indonesia . Kesuburan tanahnya yang luar biasa, apapun yang kita tanam pasti akan tumbuh dengan baik, mulai dari buah-buahan, sayur-sayuran dan banyak lagi yang kalau mau kita hitung kita tidak akan mampu menghitungnya, tidak ada satu negarapun di Dunia ini yang kekayaan alamnya menyamai Indonesia, sampai-sampai ada seorang guru besar dari Al-Azhar Kairo, tercengang waktu berkunjung ke Batu-Malang, dia berucap kagum : “subhanllah …. ini adalah sebagian dari sorga yang Allah berikan kepada manusia“

Timbul pertanyaan, kenapa Negara Indonesia yang kaya raya bisa jatuh miskin dan tertimpa musibah yang berkepanjangan, padahal mayoritas rakyatnya beragama Islam, yang katanya Islam menjamin pemeluknya mendapat keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, kalau begitu dimana letak kebenaran Islam tersebut.

Jawabnya tentu kita tidak boleh berprasangka buruk kepada Allah, maha suci Allah dari segala kesalahan yang sekecil apapun, Allah adalah Zat yang maha sempurna termasuk sempurna menciptakan jagad raya beserta seluruh isinya dengan segala aturannya (Islam).

Islam memang berarti selamat/damai/sejahtera, tapi Islam juga berarti perilaku patuh/ tunduk dan Islam juga merupakan suatu sistim berupa aturan dari Allah untuk seluruh mahluk ciptaannya, termasuk juga aturan untuk manusia, atau dengan kata lain Islam bukan hanya sekedar pengakuan yang tertulis dalam KTP, atau hanya pengakuan secara lisan

Jadi pengertian Islam sebenarnya adalah suatu sistim yang berlaku untuk seluruh ciptaan Allah di jagad raya ini berupa: “ perilaku patuh/tunduk kepada aturan Allah sehingga Allah menjamin pelakunya pasti selamat/damai /sejahtera dan bahagia dunia dan akhirat.

Coba kita renungkan sejenak, mengapa bumi/tatasurya kita ini yang usianya sudah berjuta tahun, bahkan menurut hitungan para ahli sudah mencapai 12 milyar tahun, semua masih berjalan normal, jawabnya tentu karena kepatuhan (Islam) kepada Allah, coba seandainya bumi tidak patuh kepada Allah atau keluar dari garis edar yang ditetapkan oleh Allah, sudah pasti akan hancur berantakan bertabrakan dengan planet lain.

Kepatuhan ciptaaan Allah tersebut disampaikan didalam Al-Qur’an :

surat An-Nahl ( XVI ) ayat 49, yang artinya :

“dan hanya kepada Allah sajalah bersujud segalanya yang ada di langit, maupun yang ada di bumi, sejak binatang-binatang yang berkeliaran, hingga para malaikat. Lagi pula mereka tidak pernah sombong”.

surat Ali –Imran ( III ) ayat 83, yang artinya :

“Apakah mereka akan mencari agama lain dari Agama Allah ? padahal seluruh mahkluk yang ada dilangit dan dibumi semuanya menyatakan patuh kepadaNya, suka atau tidak suka. Dan kepada-Nya-lah mereka dikembalika“.

Manusia memang mahluk yang diistimewakan olkeh Allah, selain diciptakan sebagai sebaik-baik kejadian “laqad khalaqnal insanaa fii ahsani taqwim“, manusia juga diberi kelebihan lainnya yaitu kemerdekaan, tapi kenapa dengan beberapa kelebihan yang diberikan oleh Allah tersebut kebanyakan manusia malah tidak patuh kepada Allah ?

Ternyata justru kelebihan berupa kemerdekaan inilah yang disalahgunakan oleh manusia, padahal dengan kemerdekaan tersebut Allah ingin menguji kepatuhan manusia sekaligus memberikan penghargaan (reward) berupa Sorga bagi yang patuh (Islam), dan hukuman (punish) berupa Neraka bagi yang tidak patuh (kafir).

Oleh karena itu kita (umat Islam) wajib instrospeksi, mengapa musibah yang menimpa bangsa ini seakan tiada akhirnya, apakah perilaku kita selama ini sudah patuh dan tunduk pada aturan Allah ( Islam ), atau justru sebaliknya perilaku kita menentang aturan Allah (kafir), mari kita renungkan :

1. Kita termasuk bangsa yang bebal dan berani menentang Allah :

– Bangsa kita memang termasuk bangsa yang bebal dan berani menantang Allah, Agama selalu mengajarkan kita supaya kita menjaga lingkungan, namun yang terjadi justru sebaliknya, lingkungan kita rusak, hutan-hutan yang merupakan kekayaan alam sekaligus paru-paru dunia dibabat dan dibakar membabi buta, perut bumi dibor/ dikeruk isinya tanpa memikirkan akibatnya

– Allah dengan jelas melarang semua bentuk perbuatan maksiat ( pelacuran, perjudian dan minuman keras) tapi kenapa hal tersebut justru tumbuh subur di negeri ini yang katanya mayoritas penduduknya beragama Islam. Mengapa diskotek yang jelas-jelas sarangnya minuman keras, ekstasi, sabu-sabu dsb. yang terang-terangan merusak moral generasi bangsa direstui? ada yang beralasan kalau tidak ada diskotek tidak ada turis yang masuk ke negeri ini, mengapa jaminan turis mengalahkan jaminan Allah.

“ Jika sekiranya penduduk kota-kota itu beriman dan bertaqwa, niscaya Kami bukakan untuk mereka pintu-pintu rahmat dari langit dan bumi” ( Al-A’raf 96 )

– Televisi kita setiap hari hanya berlomba menyiarkan tayangan-tayangan yang jorok/sadis dan tak bermoral yang hanya memamerkan paha dan udel?, bahkan sinetron-sinetron yang dibungkus dengan label agama isinya justru hanya kekerasan, perkosaan, perselingkuhan dan pelecehan, sudah begitu rendahkah martabat bangsa ini, seakan-akan dinegeri ini sudah tidak ada aturan lagi, kebebasan kita sudah kebablasan jauh melebihi kebebasan dinegara yang katanya kafir ( Rusia , RRT ). Mengapa para pemuka agama kita dan ulama juga tak berdaya, mungkinkah mereka juga sudah ikut bernafsu menikmati ? anehnya ada tokoh yang katanya juga kiai malah mendukungnya.

– Korupsi, Kolusi dan Nepotisme begitu membudaya di negeri ini, rasanya tak satupun lembaga dinegara kita ini terbebas dari KKN, dan yang lebih menyedihkan, departemen Pendidkkan departemen Agama dan departeman Kesehatan yang seharusnya menjadi benteng moral/mental bangsa justru menjadi pelopor KKN.

2. Hukum kita tidak adil :

Kita semua tahu bahwa hukum kita adalah hukum peninggalan penjajah jadi sudah pasti tidak akan adil, karena dibuat untuk kepentingan penguasa, lebih-lebih pelaksanannya, hukum dinegeri ini hanya diberlakukan keras apabila yang bersalah adalah rakyat yang tidak berdaya, namun apabila yang bersalah penguasa atau orang kaya tergantung lobinya.

Padahal kurang lebih 1400 tahun yang lalu Nabi (Muhammad saw) telah memperingatkan kepada kita semua : ketika itu ada keluarga bangsawan yang mencuri, maka datanglah utusan dari golongan tersebut menemui Nabi untuk minta pembebasan hukuman, karena mereka khawatir martabat keluarganya jatuh. Maka dengan tegas Nabi menjawab: “jaman dahulu ada sebuah negara hancur, karena apabila yang berbuat salah anak seorang pejabat maka dibiarkanlah mereka, akan tetapi apabila yang berbuat salah rakyat kecil, maka dijatuhkanlah hukum yang seberat-beratnya, demi Allah ( kata Nabi ) apabila anakku Fatimah mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya.

Oleh karena itu jika bangsa Indonesia ingin selamat, maka aturan yang dipakai juga harus aturan yang dibuat oleh Allah (Islam), sebab kalau hukum/aturan yang dipakai buatan manusia, maka kalau manusia yang membuat aturan moralnya rusak sudah pasti aturannya juga merusak. Contoh bodoh-bodohan, mobil Honda kalau ingin berjalan sempurna, aturan yang dipakai juga harus aturan yang dibuat oleh pabrik Honda bukan pabrik Kereta Api

4. Kita termasuk bangsa yang menyombongkan diri kepada Allah

Sadar atau tidak sadar , kita ini termasuk bangsa yang menyombongkan diri kepada Allah dengan mendewakan rasio/akal, padahal manusia hanya diberi sedikit ilmu.

Kita tidak pernah sadar bahwa krisis berkepanjangan serta kekacauan dimana-mana yang melanda bangsa ini sebenarnya merupakan peringatan dari Allah, karena nikmat Allah yang melimpah ruah yang diberikan kepada bangsa Indonesia ini ternyata tidak disyukuri, malah semakin hari kita semakin kufur.

Tidakkah hal ini sebenarnya juga sudah diingatkan oleh Allah dalam surat Ibrahim ayat 7 yang artinya :

dan ingat pulalah ketika Tuhanmu memberikan pernyataan : “jika kamu bersyukur, pasti Ku tambah nikmat Ku kepadamu, namun sebaliknya apabila kamu mengingkari nikmat itu, sesungguhnya siksa Ku amat pedih“.

Allah juga telah memberikan contoh siksa/hukuman yang ditimpakan kepada manusia kufur, sebagaimana firmannya dalam Al- Qur’an :

surat Ar-Rum ( XXX) ayat 41, yang artinya :

“Telah timbul kerusakan-kerusakan didaratan dan dilautan disebabkan perbuatan tangan manusia sendiri, sehingga Tuhan merasakan kepada mereka sebagaian dari pembalasan dosanya, semoga mereka kembali ke jalan yang benar.

surat An-Nahl ( XVI ) ayat 112, yang artinya :

“dan Tuhan membuat perumpamaan : sebuah negeri yang dahulunya amat tentram, rezeki datang melimpah ruah dari segala penjuru, tapi penduduknya tidak mensyukuri nikmat Allah itu, maka Allah mendatangkan malapetaka kelaparan dan ketakutan kepadanya karena perbuatan mereka sendiri.

surat Al-Qashash ( XXVIII ) ayat 58, yang artinya :

“berapa banyaknya penduduk negeri yang telah Kami musnahkan yang telah menyalah gunakan nikmat Kami untuk kesenangan hidupnya, maka bekas-bekas puing kemusnahan itulah yang menjadi tempat kediaman mereka”.

5. Kita menomor duakan Allah :

Selain kekufuran tersebut diatas ternyata bangsa kita ini juga termasuk bangsa yang menomor duakan Allah, karena sekarang ini dengan sadar atau tidak sadar kita lebih patuh kepada Amerika dan antek-anteknya termasuk IMF ketimbang patuh kepada Allah, kita selalu mendewa-dewakan mereka, padahal seharusnya kita sadar bahwa mereka tidak lebih dari setan-setan yang sengaja ingin memporak-porandakan bangsa, kita tahu bahwa Amerika sebenarnya juga sama dengan Yahudi, padahal Allah juga sudah memperingatkan

kepada kita siapa sebenarnya Yahudi itu, sebagaimana firmanNya didalam Al-Qur’an :

Al-Baqarah ( II ) 96, yang artinya :

“dan sungguh-sungguh engkau dapati mereka orang-orang Yahudi itu, manusia yang paling serakah terhadap kehidupan duniawi, bahkan melebihi orang-orang musrik sendiri “.

Al-Maidah ( V ) ayat 62, yang artinya :

“kamu lihat kebanyakan orang-orang Yahudi beradu cepat berbuat dosa dan pelanggaran hukum dan memakan sesuatu yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan”.

Al-Maidah ( V ) ayat 82, yang artinya :

“sesungguhnya akan kamu temukan orang-orang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musrik”.

Selain oleh Allah kita diperingatkan siapa sebenarnya Yahudi, kita juga diperingatkan janganlah menjadikan mereka sebagai pemimpin kita, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah (V) ayat 51, yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memilih orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu memilih mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

Bagaimana jalan keluarnya ?

Dari uraian tersebut diatas jelas bahwa sebenarnya bangsa Indonesia yang menurut statistik mayoritas Islam ternyata perilakunya justru tidak Islami, perilaku kita justru menantang Allah, kita telah durhaka kepada Allah, kita banyak berbuat dosa kepada Allah, kita telah banyak berbuat dosa kepada sesama manusia.

Jadi kesimpulannya, musibah yang menimpa bangsa ini terjadi bukan karena aturan Allah (Islam) yang salah, akan tetapi kita inilah yang tidak patuh pada aturan Allah (kafir).

Dengan demikian apabila kita ingin agar musibah ini segera berakhir, jalan keluar satu-satunya hanyalah bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat (taubatan nasuha).
Bertaubat artinya, kita menyesali perbuatan kita dan memohon ampun kepada Allah, kita tidak akan mengulang kesalahan yang sama, kemudian kita ikuti dengan perbuatan baik.

Kadang kita memperlakukan Allah sama dengan manusia, kita sering kurang ajar kepada Allah, kalau permintaan kita tidak dipenuhi, kita rame-rame berdemo kelapangan pakai pengeras suara supaya permintaan kita dikabulkan, padahal Allah telah mengajarkan kepada kita adab berdo’a, sebagaimana firmannya dalam surat Al-A’raf 55, yang artinya :

“bermohonlah kepada Allah dengan merendahkan diri dan suara lembut, sesungguhnya Allah tidak menyenangi orang-orang yang berlebihan“,

Ketahuilah, Allah Maha Mendengar, Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hati manusia, Allah Maha Kuasa dan Maha Perkasa, Allah tidak akan terpengaruh banyaknya manusia yang berdo’a dan kerasnya suara, tapi Allah lebih mendengarkan do’a orang yang ihklas, insya Allah do’a satu orang yang ihklas lebih didengar dari pada do’a satujuta orang yang tidak ihklas.

Hal tersebut ditegaskan oleh Allah dalam hadis qudsi berikut :

“Aku tidak akan menerima suatu ibadah melainkan yang di-ihklaskan karena Aku”

Lantas bagaimanakah ihklas menurut Allah? ada sebuah hadis qudsi yang artinya :

“ihklas itu hanya dimiliki orang-orang yang Aku cintai, yang merupakan rahasia antara Aku dan dia dan tidak ada satu mahlukpun yang mengetahui, baik setan maupun malaikat, sehingga orang-orang yang ihklas tidak akan dapat diganggu oleh setan“

Jadi berdasarkan hadis qudsi tersebut, biar do’a kita afdol dan menjadi rahasia antara kita dan Allah (ihklas) seharusnya dilakukan diwaktu shalat malam di rumah masing-masing, karena kalau rame-rame dilapangan dijamin bukan rahasia lagi = tidak ihklas

Ada sebuah pelajaran menarik dari kisah perjalanan Robi’ah, seorang sufi perempuan dari Iraq : suatu ketika perahu yang ditumpangi Robi’ah dilanda badai dan gelombang yang dahsyat dan hampir menenggelamkan kapalnya, dalam situasi seprti itu semua penumpang berdo’a kepada Allah untuk meminta keselamatan, namun ternyata Robi’ah melihat seorang pemuda berdiam diri termenung, lantas ditergurlah pemuda tersebut oleh Robi’ah : wahai anak muda mengapa engkau berdiam diri, berdo’alah kepada Allah agar kita semua selamat. Pemuda tersebut menjawab : “tidak seorang hambapun dapat menghalangi kehendak Tuhannya“.. Robiah kembali berkata : setidaknya do’amu akan menambah kekuatan do’a kita. Sesaat kemudian pemuda tersebut bergerak seakan-akan memberi aba-aba kepada badai dan gelombang supaya berhenti, dan tak lama kemudian badai dan gelombangpun reda. Robi’ah keheranan dan bertanya kepada pemuda tersebut : “ wahai pemuda kekuatan apa yang ada padamu sehingga engkau dapat menundukkan badai dan gelombang yang begitu dahsyat. Pemuda tersebut menjawab : “wahai saudara-saudaraku, kita ini hanyalah hamba yang fana, maka sudah sepantasnyalah kita menahan diri dari keinginan kita karena Dia, sehingga Iapun menahan keinginannya demi kita. Bukankah Allah Maha Mendengar serta Maha Mengetahui“.

Dari peristiwa tersebut dapat kita petik pelajaran, bahwa manusia itu lemah, tidak berdaya apalagi dibanding dengan kekuasaan Allah, Allah Maha Kuasa, Allah Maha Perkasa, oleh karena itu kalau kita mendapat cobaan/ujian dari Allah, maka untuk keluar dari cobaan tersebut janganlah kita memaksa/mendikte Allah dengan cara kita, bahkan sudah seharusnya kita berserah diri kepada Allah dengan sepenuh hati, karena Allah maha mendengar dan maha mengetahui apa yang ada didalam hati kita

Mudah2a setelah berpuasa di bulan Ramadhan kita benar-benar bisa menahan diri (berpuasa) dari segala keinginan, khususnya keinginan menentang aturan Allah sehingga Allah juga menahan keinginannya untuk melanjutkan menimpakan siksanya kepada kita dengan berbagai musibah dan bencana.

Selanjutnya marilah kita segera bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan nasuha), kita segera kembali ke jalan Allah dan menjadi orang-orang yang pandai bersyukur, sehingga Allah segera mengembalikan negeri ini menjadi negeri yang subur, makmur, gemah ripah, loh jinawai, toto tentrem kertoraharjo. Amin

Namun sebaliknya jika dengan peringatan tersebut kita masih tetap bebal dan menantang Allah (kufur) dengan membiarkan kemaksiatan, ketidak adilan, kesombongan dan kemusrikan tumbuh subur di negeri ini,……kita tunggu saja ketetapan Allah berikutnya, sebagaimana firmanNya dalam surat Al-Isra (XVII) ayat 58, yang artinya :

“tidak ada suatu negeripun yang durhaka penduduknya, yang tidak Kami musnahkan sebelum hari kiamat, atau Kami siksa penduduknya dengan siksaan yang amat keras. Hal itu sudah tertulis dalam Kitab Lauhul Mahfudzh.

surat Al-Kahf ( XVIII ) ayat 59, yang artinya :

“ sudah berapa banyak penduduk negeri-negeri yang Kami musnahkan karena mereka berbuat zalim, begitu pula telah Kami tetapkan waktu tertentu untuk memusnahkannya

Maha Benar Allah Dengan Segala FirmaNya

3 Tanggapan to “Kapan Musibah Yang Melanda Indonesia Berakhir”

  1. Zainuddin said

    Musibah akan berakhir apabila SBY tidak menipu rakyat, menzalimi rakyat, mementingkan Amerika ketimbang ummat islam… artikel di atas sangat pantas dibaca oleh SBY, agar tidak jadi manusia yg arogan.. Allah sangat murka terhadap pemimpin yang membohongi rakyatnya, bencana tak henti hentinya terjadi di mana2.. lihat skrg gempa, gunung meletus dll yg menelan ratusan jiwa. kita semua mengerti, bahwa semua musibah adalah dari Allah Ta’ala, akan tetapi sabab musababnya gara2 para pemimpin yg serakah dan tidak bertakwa. bertobatlah wahai pemimpin kami!!!!!!!!!

  2. […] This post was mentioned on Twitter by Bany Holil, Proletar. Proletar said: Kapan Musibah Yang Melanda Indonesia Berakhir: Oleh: R.Mintardjo Wardhani Musibah berkepanjangan yang melanda ba… http://bit.ly/aK2ELj […]

  3. Nugroho adi cell said

    Republik kita akan terhindar dari musibah jika para penguasa dan aparatnya bisa berlaku adil baik terhadap diri sendiri terlebih kepada rakyatnya,menjunjung tinggi norma2 agama dan mengimplentasikan dalam kehidupan sehari hari,berakhlak,jujur, berbudi pekerti luhur, jauh dari KKN.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: